Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 28. Someone special dan rencana Caroline


__ADS_3

Matahari pagi bersinar menembus jendela kamar Lila.


Lila membuka matanya sedikit, silau sinar matahari pagi membuatnya susah membuka mata.


Sebuah tangan kekar masih memegangi pinggang nya.


Lila tersenyum tipis membayangkan kegiatan panasnya bersama lelaki yang tengah memeluknya ini.


Kemarin setelah ketemu Handoko, Lila langsung ke bandara untuk menjemput orang spesial yaitu mas Prinanto.


Selama pindah tugas bekerja di kota M, Lila menjalin hubungan dengan lelaki ini.


Siapakah Prinanto?


Prinanto Atmaja adalah salah satu pemilik hotel terkenal di kota M.


Kebetulan waktu itu pas diadakan pertemuan antar hotel-hotel untuk menjalin persahabatan antara hotel satu dengan yang lainnya.


Disinilah Prinanto dan Lalita bertemu secara tidak sengaja.


Prinanto Atmaja adalah seorang duren alias duda keren. Tampan, tinggi, pintar dan masih tergolong muda untuk menjadi seorang duda.


Pesona nya menjadi banyak perbincangan di kalangan perhotelan atau dunia perhotelan.


Sepak terjang nya dalam memajukan hotelnya juga sudah menjadi rahasia umum.


Perempuan mana yang tidak tertarik dengan ini semua. Termasuk juga dengan Lalita, yang biasa dipanggil Lila.


Lila sudah banyak mendengar cerita dan gosip yang beredar perihal Prinanto.


Hanya mendengar saja tidak membuat Lila jadi tergila-gila terhadap Prinanto.


Tapi begitu sudah melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri, Lila benar-benar terpincut hatinya.


Dengan segala upaya dan cara, Lila berusaha merebut perhatian Prinanto.


Prinanto sendiri adalah seorang laki-laki bebas yang tidak mau terikat untuk saat sekarang.


Banyak desas-desus yang mengatakan bahwa banyak wanita yang berlomba untuk tidur dengan dirinya.


Hal ini tidak membuat Lila mundur. Dengan banyak nya desas-desus atau hal-hal yang tidak senonoh yang di dengar nya, justru semua itu memicu dirinya.


Lila merasa semakin tertantang. Apalagi jika menyangkut urusan ranjang, itu tidak membuat seorang Lila gentar. Justru itu memicu semangatnya.


Hal inilah yang membuat Lila melakukan segala cara dan upaya agar Prinanto bisa jatuh dalam pelukannya.


Lila merasa yakin dengan dirinya yang pasti bisa menaklukkan Prinanto. Lila yang bertubuh mungil tapi sexy, dengan rambut panjang dan wajah imutnya. Lila merasa yakin dengan modal yang dipunyai nya.


Prinanto yang awalnya tidak pernah melirik Lila, akhirnya mulai kelihatan memberi celah.


Karena kegigihan Lila jika ada pertemuan atau acara pasti dia akan menghadirinya dan berusaha mendekati Prinanto. Akhirnya gayung mulai bersambut.


Mereka mulai dengan pertemuan makan siang berdua, lanjut dengan makan malam berdua dan perkembangan selanjutnya hubungan mereka berdua terlihat intim.


Ternyata desas-desus dan hal-hal tidak senonoh itu hanya sebatas isue belaka. Sebebas-bebasnya Prinanto, dia tidak suka meniduri sembarang perempuan.

__ADS_1


Tapi mengapa bisa tergoda dengan Lila? Nah, itulah handalnya seorang Lila yang bisa menjerat Prinanto.


Itulah awal mula hubungan Lila dan Prinanto dimulai hingga sekarang berlangsung.


Prinanto menggeliatkan badan nya. Kembali tangannya memeluk pinggang Lila.


Lila mencium mata mas Pri yang masih terpejam.


Mendapat ciuman di matanya membuat senyuman tipis tersungging di bibirnya.


"Morning honey... " Prinanto ******* bibir Lila.


Lila membalas ciuman kekasih hatinya yang spesial.


Ciuman yang lembut dan panjang. Dengan tubuh yang hanya ditutupi selimut membuat tangan Prinanto bebas mengelus.


Terdengar lenguhan kecil dari bibir Lila. Hal ini memicu birahi Prinanto di pagi hari.


Ciuman lembut berubah menjadi sedikit menuntut. Sementara tangan keduanya sudah saling mengelus dan meraba.


Pagi yang cerah terasa mulai panas. Sensasi panas pun mengalir dari tubuh masing-masing.


Prinanto dan Lila kembali bergelut melepaskan hasrat mereka yang kembali timbul.


******* dan lenguhan terdengar sahut menyahut. Hingga akhirnya terdengar lenguhan panjang dari keduanya yang menandakan hasrat mereka sudah puncaknya dan terselesaikan.


Prinanto membaringkan badannya diatas Lila. Lila memeluknya dengan sayang.


*


*


Tampak ada sesuatu perbincangan diantara mereka berdua.


"Gimana urusan kamu mbak, lancar? " tanya pria yang duduk menemani wanita itu.


Wanita itu adalah Caroline, calon mama tirinya Sisil. Dan pria ini adalah adik kandung nya.


Mereka berdua akur, karena sifat mereka berdua yang sama. Sama-sama jahat, serakah dan iri hati.


Mereka enam bersaudara, tapi dalam keluarga mereka hanya dua orang ini yang punya sifat kurang bagus.


"Sedikit lagi berhasil Chan! " ucap Caroline sambil tertawa.


Chandra, adik Caroline ini sengaja datang dari kota B untuk menemui Caroline. Dia pengen tau perkembangan Caroline dan Ridwan.


Caroline tidak benar-benar mencintai dan menyayangi Ridwan. Dia hanya menggunakan Ridwan agar bisa masuk dalam rumah nya. Pelan-pelan baru dia akan ambil alih.


"Sepertinya ada kendala di anaknya, Chan! " ucap Caroline lagi sambil makan kacang telor.


"Yang penting kamu masuk dulu ke dalam rumah nya. Jgn lupa buat surat nikah. Penting itu! " wanti Chandra lagi supaya kakaknya gak goyah.


"Iya, saya udah bilang sama Ridwan. Nanti langsung urus di catatan sipil. " jelas Caroline.


Chandra menghisap rokok nya dan mengepulkan asapnya.

__ADS_1


"Setidaknya mbak bisa tinggal di dalam rumahnya, jadi gak perlu cari uang kontrakan lagi! " ujar Chandra di antara kepulan asap rokok nya.


"Iya Chan. Kalau gak bingung juga mau cari uang kemana.... si Hendrik udah gak bisa bantu, dah bangkrut. " sahut Caroline memicingkan matanya.


Hendrik adalah mantan suaminya Caroline. Mereka bercerai karena Hendrik bangkrut dan jatuh miskin.


"Surat cerai nya sudah diurus? " tanya Chandra.


"Sedang diurus Ridwan. " Caroline tersenyum membayangkan Ridwan.


"Surat cerai harus selesai dulu mbak, baru nanti mbak bisa buat surat nikah. " jelas Chandra.


"Kalau mbak sudah masuk dalam rumah Ridwan itu dah gampang mbak..... urusan anak bisa diatur nanti! " jelas Chandra lagi.


Chandra peduli banget sama kakak nya ini. Padahal mereka berdua ini tidak akur dengan saudara-saudara lainnya.


"Ridwan sayang banget sama anaknya, Chan! " cibir Caroline.


Chandra menatap kakaknya.


"Oh kalo gitu mbak mesti bisa ambil hati Ridwan. Pintar-pintar mbak lah! " Chandra tersenyum menatap kakaknya.


"Tenang...... sip itu mah! " Caroline tertawa licik.


"Kalo sampai ada apa-apa lagi, kita buat rencana baru buat anaknya mbak! " Chandra mematikan rokoknya.


Ponsel Chandra berbunyi.


"Udah selesai Ma? Bentar lagi Papa jemput ya...! " Chandra berbicara dengan istrinya di telpon.


"Ohh Yeni ikut, Chan? " Caroline bertanya mengetahui istrinya Chandra ikut serta datang.


"Iya, tadi bareng. Tapi dia ada urusan ke tempat temannya. " sahut Chandra menjelaskan.


"Ini baru mau jemput. "


"Aku jalan jemput dulu ya mbak! Terus langsung balik! Mbak ada apa-apa, telpon aja ya! " Chandra pamit dan berpesan pada Caroline.


"Iya, hati-hati dijalan. Salam buat Yeni ya! " Caroline melambaikan tangannya.


Chandra langsung menuju parkiran mobil untuk menjemput istrinya.


*


*


bersambung......


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa komentar, like dan vote nya yaa teman-teman 🙏🏻


Terimakasih buat teman-teman yang sudah mendukung saya.... semoga suka dengan karya saya, betah bacanya dan bisa menhibur yaa 🤗


Dukungan teman-teman sangat berarti buatku 🙏🏻🤗

__ADS_1


Luv u all.... 😘🤗💞


__ADS_2