Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 51. Di rumah Pingkan


__ADS_3

Taxi online yang membawa Sisil akhirnya tiba di depan rumah Pingkan.


Sisil keluar dari taxi online dan berjalan menuju pintu pagar rumah Pingkan.


Tangannya menenteng kantong asoy yang berisi kue dan tangan satunya lagi memencet bel rumah Pingkan.


Pingkan membuka pintu rumahnya dan berjalan tergesa menuju pintu pagar nya. Dia membukakan pintu pagarnya.


"Kok datang gak bilang-bilang? " tanya Pingkan heran. Sebab biasanya Sisil jika mau datang pasti nelpon atau memberi tahu terlebih dahulu.


"Ada keadaan darurat jadi gak sempet kasih kabar! " sahut Sisil sambil jalan masuk ke dalam rumah Pingkan.


"Kok sepi, Ping? " tanya Sisil melihat keadaan rumah Pingkan yang sepi.


"Pada keluar kota say, tinggal gue deh jaga kandang! " jawab Pingkan yang ujungnya disambut ketawa. Sisil juga tertawa.


Pingkan mengajak Sisil duduk di ruang tamu. Pingkan membuka dus kue yang dibawa Sisil untuk dirinya.


"Makan aja kuenya say! " ucap Pingkan dengan mulut penuh makanan.


"Ngomong jangan sambil makan! Ntar keselek! " celetuk Sisil.


"Lu ada keadaan darurat apaan say? " tanya Pingkan balik lagi ke awal Sisil datang.


"Ohh.... habis ribut gua sama si Tante! " jawab Sisil enteng.


"Hah?! " pekik Pingkan kaget.


Pingkan terkejut, gak ada hujan gak ada angin, tiba-tiba denger Sisil ribut dengan mama tirinya.


Sisil cekikikan melihat Pingkan yang kaget begitu.


"Gak usah kaget gitu kalee....! " ucap Sisil disela cekikikan nya.


Kemudian Sisil menceritakan kronologi kejadian nya hingga dia ribut dengan mama tirinya.


Pingkan mendengarkan dengan seksama, sudah seperti juri yang nanti akan diminta pendapat nya. wkwkwkwk.....


"Gila bener tuh Tante! " ucap Pingkan setelah Sisil selesai bercerita.


"Salut juga sama elu ne..... berani lu tegur begitu! " lanjut Pingkan lagi seraya memasukkan kue ke mulutnya.


"Bukan berani say, tapi memang harus ngomong! Nanti kalau tagihan telpon membengkak siapa yang mau bayar? Selama ini kan yang bayar gua! Biasanya kan jarang dipakai, gua kerja. Papa gua jarang pakai telpon kalau gak perlu banget! " jelas Sisil panjang lebar.


Pingkan menganguk-anggukkan kepala nya tanda setuju.


"Kalau udah kaya gini, udah kebaca deh si Tante tuh gimana orangnya! " ucap Pingkan.


"Iyalah. Ada maunya, say! " sahut Sisil sambil tangannya menguncir rambutnya yang tergerai.


"Yang gua bingung, apa yang diincar si Tante itu? Bokap gua kaya juga kaga! Cuma mungkin menang ganteng aja yang masih tersisa! " lanjut Sisil lagi.


Pingkan dan Sisil tampak sedang memikirkan sesuatu.


"Rumah! " ucap Pingkan.


"Rumah! " ucap Sisil.


Mereka berdua menyebutkan uneg-uneg mereka berbarengan dan hal itu membuat mereka berdua tertawa keras.


"Kok bisa samaan sih kita? " tanya Sisil ke Pingkan yang masih tertawa.


"Iyalah.... apa lagi coba yang diincar! " sahut Pingkan cepat.


"Gua sih udah kepikiran dari kapan-kapan tapi masih gua halau pikiran itu.... kalau sekarang mah udah mulai terlihat! " ucap Sisil tersenyum.


"Terus tadi lu bilang si Tante lagi kepo nyariin lu pacar? " tanya Pingkan lagi.


"Iya." sahut Sisil cepat.

__ADS_1


"Kenapa lu gak bilang kalau sudah punya! " tanya Pingkan yang penasaran.


"Kan gua baru denger doang dari Tante Dion yang jual kue, baru gosip say! " sahut Sisil tenang.


"Ohh...! " Pingkan tersenyum.


"Drrttt..... Drrttt...... "


Hape Pingkan yang disetel getar itu bergetar. Pingkan melihat ada message yang masuk. Ternyata dari sepupunya, Vivi.


**


"Mbak Pingkan ada di rumah? Vivi mau mampir sebentar kesana, boleh? " tanya Vivi dalam message di WA ke Pingkan.


"Hai Vi! Mbak di rumah, datang aja! " balas Pingkan.


"Mau dibawain apa mbak? Mie pangsit mau? Vivi lagi di tempat teman, disini mie pangsit nya ada yang enak. " jelas Vivi.


"Oh bolehlah mie pangsit, dua ya! Ada teman mbak juga disini! " balas Pingkan.


"Oke mbak. Bye...! " Vivi mengirim gambar tangan bergoyang.


***


"Kenapa senyum-senyum sendiri? " tanya Sisil ketika melihat Pingkan tersenyum.


"Ini Vivi, sepupu gua mau main kesini. Dia mau bawain mie pangsit, gua minta bawain dua! " jelas Pingkan ke Sisil.


"Vivi...? Gua kenal gak ya ne..? " tanya Sisil berusaha mengingat sepupunya Pingkan.


"Sepertinya pernah sekali, tapi sudah lama banget. Pasti lupa! " sahut Pingkan tersenyum.


"Yang baru aja bisa lupa, apalagi ini udah lama, lupa ingatan! " tawa Sisil pelan.


"Ting-Tong..... Ting-Tong....! "


Bel pagar rumah Pingkan berbunyi. Pingkan mengambil kunci dan berjalan ke depan rumahnya.


"Halloo mbak Pingkan! Sudah lama ya kita gak ketemu! " ucap Vivi ceria dengan senyum tetap tersungging di bibirnya.


"Halloo juga! Ayo masuk, Vi! " sahut Pingkan menarik tangan Vivi. Kemudian dia menutup kembali pagar rumahnya.


Vivi menunggu Pingkan selesai tutup pintu. Kemudian bareng dengan Pingkan masuk ke dalam rumah.


"Duduk, Vi! Oiya, kenalin ini teman mbak! " ucap Pingkan mengenalkan Sisil ke Vivi, sepupunya.


"Sisil." ucap Sisil sambil mengulurkan tangannya.


"Vivian. Panggil aja Vivi! " sahut Vivi menerima uluran tangan Sisil.


Mereka berdua berjabat tangan. Vivi lalu duduk di sofa yang masih kosong, di hadapan Pingkan.


"Ini dimakan mie pangsitnya, enak lho! " ujar Vivi mempromosikan mie yang dibawanya.


"Kamu darimana, Vi? " tanya Pingkan sambil tangannya membuka bungkusan mie.


Pingkan berteriak memanggil Bi Inah. BI Inah datang dengan cepat. Pingkan minta dibawain mangkok kecil untuk kuah beserta sendok garpu dan sumpit.


"Pergi sama teman, mbak! " ucap Vivi pelan.


"Teman atau pacar? " tanya Pingkan tanpa basa-basi. Sisil melotot ke arah Pingkan. Terlihat Pingkan cuma menaikkan alisnya saja.


"Ahh Mbak bisa aja! " sahut Vivi malu-malu. Wajahnya sudah merah padam.


"Gak perlu malu! Jaman sekarang banyak cewek-cewek usia muda sudah punya pacar kok! " ucap Sisil menetralisir suasana.


Vivi tersenyum ke arah Sisil.


"Iya pergi sama pacar, mbak! Kita pacaran udah jalan dua tahun! " ujar Vivi menjelaskan pada Pingkan.

__ADS_1


"Ohh... oke.... " Pingkan tersenyum. Dia tidak mau membahas urusan orang lain.


BI Inah datang mengantarkan barang-barang yang diminta Pingkan. Meletakkan nya di meja tamu dengan hati-hati. Kemudian kembali ke dalam.


Pingkan dan Sisil merapikan makanan nya. Kemudian bersiap-siap untuk makan.


"Kita berdua makan dulu ya, Vi! " ucap Sisil sekaligus mewakili Pingkan.


"Iya, Mbak. Silakan! " sahut Vivi sopan.


Pingkan dan Sisil asyik makan mie pangsit, sementara Vivi asyik dengan hape-nya.


"Enak mie pangsit nya, Vi! " ucap Pingkan bersamaan dengan Sisil. Mereka bertiga tertawa bersama.


"Mbak Sisil teman sekantor mbak Pingkan? " tanya Vivi.


"Gak sekantor, tapi se-gedung! " jawab Sisil yang ujungnya diiringi tawanya.


"Sisil dilantai bawah, dibank, kalau Mbak di lantai dua, asuransi! " sambung Pingkan menjelaskan.


"Ohh...enak ya bisa satu gedung gitu. Jadi dekat kalau janjian pergi. " ujar Vivi tersenyum.


"Vivi gak bisa lama-lama lho, Mbak Pingkan! Sebentar lagi Vivi pesan taxi online, mau pulang. Udah janji sama orang rumah! " lanjut Vivi kembali.


"Ohh.. oke....! " Pingkan menganggukkan kepalanya.


Lima belas menit berlalu, Vivi memesan taxi online dari hapenya. Dan gak pakai lama taxi online itupun datang.


Vivi pamit pada Pingkan dan Sisil. Langsung berjalan keluar ditemani Pingkan yang membuka pintu pagarnya.


"Bye Mbak Pingkan...! " Vivi melambaikan tangannya dari dalam mobil.


"Bye.... hati-hati ya...! " Pingkan melambaikan tangan nya juga. Kemudian menutup pintu pagarnya dan masuk kembali ke dalam rumah.


Sisil lagi melonjorkan kakinya. Tampak melamun.


"Hayoo....melamun apaan?! " pukul Pingkan di pundaknya Sisil.


"Kangen gua! " lirih Sisil pelan tapi masih terdengar oleh telinga Pingkan.


Pingkan tahu siapa yang dimaksud Sisil.


"Ada kabarkah? " tanya Pingkan hati-hati.


Sisil menggelengkan kepalanya.


"Jauh, Ping. Lagipula dia pasti sibuk! " ucap Sisil pelan.


"Sudah! Yang sabar ya! " ujar Pingkan sambil mengelus tangan Sisil. Sisil tersenyum.


"Ngomong-ngomong lu nginep atau pulang? " tanya Pingkan langsung tanpa basa-basi.


"Pulang, Ping! Tapi tunggu agak malem dikit ya, biar sampai rumah bisa langsung tidur! " sahut Sisil sambil memainkan hapenya.


Pingkan tersenyum, maklum dengan keadaan sahabat nya itu.


Keduanya asyik dengan hape masing-masing, menunggu waktu nya Sisil untuk pulang ke rumahnya.


*


*


bersambung....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa komentar, like dan vote nya yaa bestie... tak lupa bintang lima nya ya 🙏🏻 dukung terus karya receh mommy yaa....


Terimakasih buat teman-teman yang sudah dan yang selalu mendukung 🤗 dukungan kalian sangat berarti buat mommy 🤗🙏🏻

__ADS_1


Luv u all 😘🤗❤💞


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2