Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 32. Sisil siuman


__ADS_3

Johan akhirnya tiba di suatu tempat yang dijadikan markas. Dilihatnya Danu yang sedang menerima laporan dari anak buahnya yang babak belur itu.


Gedung ini adalah bangunan tua yang sudah tidak terpakai. Dibeli Johan dan di renovasi secukupnya saja. Dan dijadikan markas untuk anak buahnya Danu dan Johan.


Bangunan tua ini mempunyai empat ruangan tertutup yang semuanya digunakan.


Sekarang Johan dan Danu sedang berada di salah satu ruangan yang mana ruangan ini dipenuhi dengan komputer dan system yang canggih.


Mereka berdua beserta anak buahnya sedang melacak dimana keberadaan Sisil.


Johan pernah meminta tolong pada Pingkan untuk mengaktifkan akses GPS pada hapenya Sisil.


Sekarang dia sedang melacak nya. Dia membuka jalur GPS dan berusaha menemukan sinyal-sinyal.


Jaringan banyak rintangan dan sinyal yang didapat sangat lemah. Johan kembali mengutak-atik system di komputer.


"Ada sinyal mencurigakan tapi jauh! " teriak Jody yang menemukan titik merah kedip-kedip.


Jody memang sengaja diminta Danu untuk datang karena lelaki muda ini mempunyai pengalaman meretas komputer dengan kepiawaian nya.


"Dimana itu Jod? " tanya Johan sigap.


Dia sangat mengkhawatirkan keadaan Sisil.


"Rasanya ini sudah masuk daerah luar kota kak Johan! " jawab Jody.


"Sebentar.....biar saya perjelas dikit! " lanjut Jody sambil tangan nya tetap mengetik papan komputer.


Jody kembali mengutak-atik isi dalam komputer. Entah apa yang diketik, sampai akhirnya Jody menemukan sesuatu data yang menjelaskan titik dimana keberadaan Sisil. Kemungkinan besar Sisil dibawa kesana.


*


*


Di tempat penyekapan.


Tampaknya dua orang yang sedang duduk, si tegap gondrong dan si botak. Dengan tubuh Sisil yang sudah diikat layaknya di pasung, terbaring di ranjang yang sempit.


Si tegap gondrong memutar nomor di hapenya. Dan seseorang menjawab.


"Bos, keadaan aman terkendali! Anak ayam masih belum siuman! " ucap si tegap gondrong keras seakan takut tidak terdengar.


"Tengah malam gua kesana! " ucap orang yang dipanggil bos itu.


"Siap bos! " celetuk si tegap gondrong cepat.


"Kita gak boleh icip bos?! Menggiurkan sekali bos! " teriak si botak disamping si tegap.


"Jangan disentuh... itu bagian gua! " tawa si bos keras di telpon.


"Kalian bikin dia ketakutan aja! " lanjut si bos lagi pada anak buahnya.


"Siap bos!! Laksanakan! " ucap si tegap gondrong dan si botak berbarengan. Mereka berdua saling pandang dan kemudian tertawa keras.


Kedua orang itu mengakhiri panggilan telepon nya. Dilihatnya kearah tawanan nya yang masih tertidur lemas.


Entah sudah berapa kali mereka berdua menelan air liur mereka. Melihat tubuh yang sexy terkulai lemas.


"Byuuurrr..... "

__ADS_1


Seember air dilemparkan ke wajah Sisil yang masih terkulai lemas.


Wajah Sisil basah hingga baju bagian atas yang dikenakan nya.


Sisil mulai sedikit membuka matanya. Dia mengerjapkan matanya.


Sisil mau menarik tangannya tapi yang terasa hanya sakit dan perih di pergelangan tangannya.


Sisil yang baru siuman belum bisa berpikir jernih. Dia masih bingung dengan keadaan nya.


Ditatap nya langit-langit ruangan yang tidak terlalu terang.


Sisil menggerakkan tangan dan kakinya. Semua dalam keadaan terikat. Rasa lemas masih dirasakan Sisil dengan kepala yang berdenyut.


Sisil mulai teringat kejadian yang menimpa dirinya. Dia melirik ke arah dua orang yang sedang menatap nya lapar.


"Haiii cantikk......sudah bangun yaa?! " sapa si botak sambil berjalan mendekati tempat Sisil dibaringkan.


Sisil kembali menggoyangkan tangan dan kakinya. Hal ini membuat gesekan di pergelangan tangan dan pergelangan kakinya.


Sisil merasakan perih dan sakit.


Si botak menghampiri Sisil dan mengelus pipi mulus Sisil.


Sisil menolak dengan memiringkan wajahnya.


"Ayolah cantik.....! " tawa si botak memecah kesunyian. Dia terus mengelus wajah cantik Sisil.


Sedangkan Sisil terus berontak dengan memiringkan wajahnya ke kiri dan kanan.


Si botak tiba-tiba mendekatkan wajahnya seakan mau mencium Sisil.


"Plakkk..!! " si botak menampar wajah Sisil.


"Sial!! Dasar kurang ajar!! " hardik si botak keras.


Si botak yang kesal karena wajahnya diludahi Sisil dengan reflek langsung menampar wajah Sisil.


Sisil mengaduh kesakitan. Tanpa terasa airmata menggenang di pelupuk mata nya.


Si botak yang penasaran, kembali maju buat ngerjain Sisil. Kali ini kembali dia berulah menarik kancing kemeja Sisil dengan kasar, sehingga beberapa kancing lepas.


"Lepaskan brengsek!! " maki Sisil yang tidak terima diperlakukan begitu. Tapi apa daya, Sisil tidak bisa berbuat apa-apa.


Tampak pakaian dalam Sisil keliatan, dan hal ini membuat si botak menyeringai licik.


"Hahaha.....kamu makin menggoda aja cantik! " tawa si botak memecahkan kesunyian malam.


Si botak kembali menelan air liurnya melihat keadaan baju Sisil yang tersingkap sehingga menampakkan pakaian dalamnya.


Si botak naik ke badan Sisil dan duduk diatas nya. Sisil gak bisa memberontak. Dia hanya bisa pasrah.


Si botak dengan bernafsu kembali berusaha untuk mencium Sisil tapi ditepiskan oleh wajah Sisil yang sengaja dia gerakkan ke kiri dan kanan.


"Cuuiihh... " Sisil kembali meludahi wajah si botak yang sudah hampir menyentuh bibirnya.


Si botak merasa kesal dan marah dengan ulah Sisil.


"Plakk! "

__ADS_1


"Plakk! "


"Plakk! "


Si botak kembali menampar wajah Sisil dengan keras dan kasar.


"Auuwww.... "


Sisil mengaduh kesakitan.


Tanpa disadari ada sedikit darah keluar dari ujung bibirnya. Sisil menjilat darah yang keluar mengenai bibirnya. Airmata nya tak bisa dibendung lagi.


"Ya Tuhan, apakah aku akan berakhir disini? " tanya Sisil dalam hati nya. Dada Sisil terasa sesak. Dia terisak-isak.


"Berisik!! " tukas si tegap gondrong tegas.


"Hiks......hiks.....hiks......!" Tangis Sisil malah semakin besar.


" Bisa diam gak?!! " ancam si tegap gondrong sambil menarik rambut Sisil mendongak kan wajahnya.


Sisil merintih kesakitan. Kepalanya terasa semakin berdenyut. Sakit di pergelangan tangan dan kaki semakin menjadi.


Sisil berusaha menghentikan isak tangis nya. Hatinya sakit dan pedih. Dia tidak menyangka kejadian ini menimpa dirinya.


Sisil berusaha menahan rasa sakit dan perih di badannya. Dia tidak membayangkan jika harus pergi dalam keadaan yang seperti ini.


"Ya Tuhan, tolonglah! Selamat kan aku! " doa Sisil dalam hatinya.


Sisil tidak bisa berpikir siapa yang sudah melakukan ini terhadap dirinya. Yang pasti dia hanya merasa kan ketakutan yang sangat.


Sisil yang diliputi dengan perasaan takut, juga menahan rasa pedih di badannya dan menahan tangis nya hanya bisa pasrah. Dia memejamkan matanya dan akhurnya terlelap dalam ketakutan dan kesedihannya.


*


*


"Kita harus bergerak malam ini juga! " ucap Johan tegas.


"Siapkan anak buah kita, Danu! Dan kamu Jod, stanby disini yaa! " instruksi Johan kepada Danu dan Jody.


"Siap bro! " Danu bergegas menyiapkan anak buahnya.


"Siap kak Johan! " Jody mengganggukkan kepalanya.


Johan dan Danu terjun langsung dalam misi kali ini. Mereka memakai topi dan masker pada wajahnya agar tidak dikenali musuh.


*


*


bersambung.....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa berikan komentar, like dan vote yaa teman-teman 🙏🏻


Terimakasih buat teman-teman yang sudah dan selalu mendukung saya... Dukungan kalian sangat berarti buatku 🤗😘


Luv u all 🤗😘💞❤

__ADS_1


__ADS_2