
Kenapa terkadang cerita kehidupan itu cukup aneh dan sulit diceritakan. Menentang batas kemampuan, dan menjadi sebuah hal yang unik dan aneh, seperti tak terlihat dan tak terbayangkan sebelumnya. Apa semua hanya sebuah fantasi? Atau sekedar fiksi ilmiah? Atau mungkin itu memang sebuah realita? Meski memang pada dasarnya segala sesuatu berdasarkan proses hidup masing-masing.
__ADS_1
Mungkin aku tak pernah ada di dalam lubuk hatimu entah sampai kapan aku bisa berhenti hanya sebagai pengagummu saja, mungkin ini adalah sebuah kesalahan atas segala yang terjadi pada masa lalu ku. Ingin rasanya aku berlari dan mencari tahu akan apa yang terjadi pada isi hati ini, hanya sebatas pengagum rahasia dan tak tahu siapa namanya dan entah harus bagaimana. Aku hanya bisa mengalah pada keadaan dan mungkin tak mampu untuk bertahan dalam setiap air mata, entah dimana aku bisa berteduh entah kemana aku mencari di mana rimbanya. Mungkin hanya sebuah nama tapi semuanya hanya sebuah ratapan, ini adalah sebuah hal yang menjadi ketidak wajaran tapi ini adalah merupakan hal yang harus terjadi, biarlah segala sesuatu berjalan seperti apa adanya. Aku ingin keluar dari masa lalu dan mencari untuk ke masa depan, tapi apa aku bisa mendewasakan diri dan kembali supaya tidak mendengarkan egoku.
Hari ini aku melihat sepasang merpati hinggap di jendela kamar, kamarku ada dilantai dua dekat balkon kamar dan terdapat tanaman kaktus. Di sebelah aku memelihara seekor kucing, aku tak mengerti mengapa kucing itu selalu berbunyi aku pikir kucing ini kelaparan dia ku beri nama Coky. Aku baru saja menemukan kucing itu di sebuah jalan saat aku naik sepeda, kala itu dia sangat lusuh dan ditambah dengan kakinya yang berdarah aku tak kuat melihatnya dia sangat kasihan. Kemudian aku rawat kucing itu dan aku pelihara, baru 4 hari aku rasa kucing putih ini ingin minum susu fikirku. Dia amat lucu dan ditambah dengan warnanya putih serta matanya kebiruan aku sangat suka dengan kucing ini dia sangat manis.
__ADS_1
Sore ini seperti biasa aku selalu melihat ke langit aku selalu memuja dan memuji keindahan sang langit sore, aku paling suka saat melihat ada layang-layang yang terbang serta ada sebuah burung camar. Mereka seperti menakjubkan aku di sore hari ini. Entah kenapa aku selalu terfikirkan saat ayah, apa dia akan pulang atau tidak, ayahku bekerja di sebuah restoran sebagai koki, dia hanya pulang sebulan sekali karna tempat kerjanya sangat jauh dan aku di rumah seorang diri. Ibuku telah meninggal satu tahun lalu.
Saat hujan turun mentari menghilang begitu membisu sang fajar kala itu, tak jua aku jumpai sang pujaan hati, meski langit membiru dan membuang terhadap senyuman kala pagi itu. Sayup hening dan tenggelam menghilang di kegelapan awan, aku tak mengerti dengan apa yang dibicarakan sang matahari yang berbisik di dahan pepohonan hijau yang kini terkena hujan. Hujan kala itu membasahi aku, ingin rasanya berlari dari kenyataan pahit yang terjadi meski tak kunjung jua dia yang ku nanti dapat memberi arti kebahagiaan di dalam jiwa.
__ADS_1
Aku merenung dan menangis, aku berharap sang hujan berhenti karna sejak tadi aku menunggu pulang agar tak kebasahan aku pun berteduh. Masih saja aku fikirkan perkataan Gilang waktu itu ketika kita di sekolah dia justru mengatakan perkataan yang sebenarnya aku tak harapkan. Kala itu dia ingin memberikan sebuah surat untuk Dara sahabat sekaligus teman sekelas ku, aku tak tahu apa isi surat itu aku hanya sebuah bagian diantara hubungan Gilang dan Dara. Dua sahabat ku yang mereka sedang di mabuk asmara, entah aku sebenarnya malas berada di antara hubungan mereka berdua tapi mau bagaimana lagi.
Aku pun merasa ingin pula mendapatkan seorang kekasih tapi tampang aku yang pas pasan, sedangkan Dara dia menjadi idola di sekolah karna dia sangat cantik dan pintar sedangkan Gilang yang awalnya dia ternyata dia hanya menganggapku temannya saja. Aku sejujurnya merasa sedih dengan perlakuan Gilang terhadapku dia selalu saja curhat padaku tentang Dara, begitupun Dara selalu saja curhat tentang Gilang ya aku hanya sebagai penengah di antara mereka berdua.
__ADS_1