Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 97. Tidak ada gosip beredar


__ADS_3

Pagi menjelang. Suara burung mulai ramai bersahut-sahutan. Sisil sudah bangun dari subuh. Dia sibuk membersihkan kamar kost nya.


Lalu setelah semua rapih dan bersih, Sisil pun mandi untuk bersiap-siap pergi ke kantor.


Seperti biasa, sekarang tiap pagi selalu dijemput Johan. Tapi mulai hari ini Johan tidak mau menghentikan mobilnya sebelum sampai kantor untuk menurunkan Sisil.


Johan tetap membawa mobilnya hingga masuk dalam parkiran kantor. Sementara Sisil yang duduk di sebelah Johan hanya bisa diam dan memanyunkan bibirnya saja.


Sisil harus menyediakan tenaga ekstra untuk hari ini, karena pasti akan banyak terdengar suara-suara sumbang tentang dirinya.


Sisil membuka pintu mobil Johan dan keluar dari mobil. Setelah menutup pintu mobil Sisil langsung berjalan memasuki kantor tanpa menunggu Johan.


Johan yang melihat ulah Sisil hanya bisa tersenyum. Dia mematikan mesin mobil, membuka pintu mobil dan keluar. Setelah memastikan mobilnya sudah terkunci, Johan berjalan masuk ke dalam kantor Pratama group.


"Pagi Pak Johan! " sapa seorang satpam di dekat pintu masuk.


"Pagi Pak Frans! " sahut Johan ramah.


Johan berjalan santai menuju lift yang akan membawanya ke lantai delapan. Begitu pintu lift terbuka, Johan pun masuk ke dalam lift.


Sisil yang sudah sampai di ruangan nya cukup dibuat sedikit bingung. Pasalnya dari Pak Satpam di bawah dan resepsionis tidak ada seorang pun yang tampak ber bisik-bisik untuk menggosipkan dirinya. Semuanya tampak biasa saja.


Johan dengan tenang melangkah keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan nya.


Begitu Johan meletakkan tas kerja nya dan duduk di belakang mejanya, Danu mengetuk pintu dan langsung berjalan masuk ke dalam ruangan Johan.


"Gimana, bro? Sudah dilaksanakan? " tanya Johan begitu melihat Danu yang datang menghampiri nya.


Danu duduk di sofa ruangan Johan. Dia hanya senyum-senyum menanggapi pertanyaan Johan.


"Tenang, bro! Semua aman terkendali! " jawab Danu masih tetap tersenyum.


Dua hari lalu, Johan menyampaikan keluh kesahnya akan sikap Sisil yang takut hubungan nya diketahui teman-teman kantor.


Johan meminta Danu untuk mengatasi hal tersebut. Dia tidak mau ada isue atau gosip tidak enak yang beredar di kantor nya.

__ADS_1


Danu menyanggupi nya. Buat Danu itu adalah hal kecil. Dia tidak pernah kekurangan ide untuk hal-hal seperti ini.


Danu langsung merencanakan segala sesuatu nya. Tepatnya kemarin siang, Danu bekerja sama dengan bagian system di kantor untuk mengirim email kepada semua bagian di dalam kantor tersebut.


Kepada teman-teman seluruh karyawan/karyawati Pratama group..


Dihimbau agar tidak bergosip, membuat gosip ataupun membicarakan tentang pimpinan atau hal apapun yang menyangkut pimpinan.


Jika ketahuan ada orang yang melakukannya maka akan dikenakan denda atau SP.


Hal ini berlaku dari email ini dikirim dan seterusnya.


Terimakasih atas perhatiannya.


Salam,


Pratama Tehnical Group


Demikianlah email yang dikirim Danu kemarin. Dan semua divisi serta bagian masing-masing dari perusahaan sudah menerima email tersebut dan membacanya.


Banyak kasak-kusuk yang terdengar di antara para karyawan. Terutama Vina di bagian Accounting yang sudah pernah melihat Sisil turun dari mobil Pak Johan. Tapi Vina sendiri tidak bermulut ember. Dia tidak pernah secuil pun memberitahukan orang-orang kantor ataupun teman-teman nya.


Setelah memberitahu Johan apa-apa saja yang harus dilakukan hari ini, Sisil turun ke bagian Accounting.


Sisil menemui kepala Accounting untuk mengambil buku yang diperlukan Pak Johan.


Sisil tidak menemukan kejanggalan dalam sikap teman-teman atau orang-orang kantor ini. Mereka semua sibuk dengan pekerjaan nya, tidak ada waktu untuk bergosip. Sebab mereka yang berkerja di Pratama group ini tidak mau terima SP, apalagi disuruh bayar denda kecuali sudah bosan kerja.


Sisil sama sekali tidak mengetahui tentang pemberitahuan lewat email tersebut. Danu memang sengaja tidak mengirim email ke karyawan atau karyawati di lantai delapan. Semua itu dilakukan nya agar misi nya tuntas.


Setelah mendapat buku yang diinginkan Johan, Sisil pun kembali naik ke lantai delapan. Dia langsung menuju ruangan Johan.


"Ya.... masuk! " terdengar suara Johan dari dalam menjawab ketukan pintu yang diketuk Sisil.


Sisil membuka pintu ruangan Johan dan berjalan masuk ke dalam untuk menyerahkan buku yang dipinta Johan dari bagian accounting.

__ADS_1


Johan menerima buku tersebut dan ditatapnya Sisil.


"Bagaimana? Apa hari ini kamu mendengar ada yang menggosipkan kamu? " tanya Johan menyelidik.


Sisil menggelengkan kepala nya. Johan tersenyum senang.


"Tuh kan.... apa aku bilang! Gak ada yang berani bikin gosip di kantor ini, sayang! " ucap Johan dengan tatapan mata yang penuh kasih sayang.


"Tapi saya merasa aneh, Kak! Seingat saya tuh ada beberapa orang yang sudah pernah melihat aku turun dari mobil Kak Johan! " ujar Sisil yang merasa sedikit aneh tentang keadaan di kantor.


"Kamu tuh lucu, sayang! Orang tidak ada yang menggosipkan kamu malah dibilang aneh! Harus nya bersyukur dong! Lagipula di kantor ku ini tidak boleh ada yang menggosipkan orang lain! " ledek Johan yang merasa lucu dengan tingkah Sisil.


"Iya Kak, saya bersyukur banget gak ada yang gosipin saya! " ucap Sisil seraya menganggukkan kepala nya.


Sisil akhirnya menepis pikirannya yang mengatakan sesuatu keanehan terjadi di kantor. Dia akhirnya mengucap syukur dalam hatinya jika hubungan nya dengan Johan selaku bos nya itu tidak menjadi trend topik di kantor. Seandainya terjadi, entah mau ditaruh dimana muka Sisil.


"Baiklah Pak Johan, jika tidak membutuhkan apa-apa lagi saya mau balik ke ruangan saya dulu! " pamit Sisil pada Johan.


"Oke, silahkan! " jawab Johan sopan.


Sisil keluar dari ruangan Johan dan masuk kembali ke dalam ruangan nya yang berada bersebelahan dengan ruangan Johan.


Johan di dalam ruangan nya tersenyum memandang Sisil yang meninggal kan ruangan nya.


Dia akan melakukan apa saja untuk membuat Sisil merasa nyaman. Johan tidak ingin Sisil merasa minder ataupun rendah diri karena status. Buat kamus Johan itu tidak ada.


Johan menilai seseorang bukan karena status nya melainkan kebaikan hati dan kesungguhan hati dari orang tersebut.


Apalagi ini menyangkut seseorang yang dikasihi dan dicintainya. Johan tidak mau Sisil bersedih. Cukup sudah Sisil selama ini merasakan kesedihan. Sekarang waktunya Johan untuk mmberikan kebahagiaan dan membuat Sisil bahagia.


Rupanya siasat yang dijalankan Danu berjalan dan berakhir dengan sempurna. Senang dan bangga juga Johan mempunyai seseorang di sisinya yang setia dan bisa diandalkan. Ya, Danu memang seorang sahabat yang setia dan seseorang yang bisa diandalkan di kantor.


*


*

__ADS_1


bersambung.....


_______________________________________


__ADS_2