
Hari demi hari berlalu dengan cepat. Tak terasa sudah berada di penghujung minggu, yaitu hari jumat.
Dimana hari ini adalah hari terakhir Sisil bekerja. Sebenarnya Sisil sudah merasa betah di tempat kerja nya sekarang. Tapi dia ingin punya pengalaman yang lebih dan tentunya penghasilan yang lebih juga.
Sisil tetap bekerja seperti biasa. Belom ada pengganti dirinya.
Sisil mempunyai rencana nanti sore mau pergi kumpul-kumpul dan makan malam bersama dengan teman-teman kantornya yang dekat-dekat saja yang diajak.
Dia juga sudah memberitahu teman-teman nya yang di asuransi untuk berkumpul setelah pulang kerja. Juga tak lupa si hitam manis alias David. Bisa ngambek nanti Mbak Yanti kalau David gak dikasih tahu.
Sisil sibuk membuat laporan tentang pekerjaannya untuk persiapan orang baru nanti.
Nasabah-nasabah mulai banyak berdatangan. Mbak Yanti dan Nessa sudah mulai sibuk dengan pekerjaan rutinnya. Demikian juga Sisil.
*
*
Di sebuah ruangan kantor yang tidak terlalu besar, seorang gadis berambut panjang duduk di kursi kebesaran nya.
Dia memejamkan matanya. Rasa kantuk mulai menyerangnya dikarenakan kurang tidur semalam.
Gadis ini adalah Lalita, kemarin dia membawa pulang pekerjaan nya ke rumah dan lembur sampai tengah malam. Jadi siang ini dia begitu ngantuk.
Di saat sedang menikmati rasa kantuknya, dia tidak menyadari jika ada yang membuka pintu ruangannya.
"Lila sayang...... " bisik Armand di telinga Lalita. Dan Lalita tersentak kaget, dia gelagapan.
Lalita mengira bos nya, Pak Hendrata yang masuk ke ruangan nya. Setelah bisa mengontrol dirinya, Lalita baru menyadari jika Armand lah yang sudah mengagetkannya.
Lalita memasang wajah cemberut terhadap Armand yang telah membuat dia jantungan.
"Jangan cemberut dong! Nanti cantiknya hilang! " goda pak Armand melihat Lila yang jutek banget. Beda kalau lagi bermanja-manja. Armand tersenyum mengingat hal itu.
"Ada apa? Masuk gak ketuk pintu dulu! " tegur Lalita dengan malas.
"Kamu ketiduran, sayang! Aku sudah mengetuk berkali-kali tapi tak ada jawaban. " jelas Armand pada Lalita yang masih cemberut.
Lalita mendengus kesal. Sedang enak-enak mengistirahatkan matanya malah dikagetkan. Untung buka bos besar yang mergokinya.
"Ada perlu apa? Kan bisa lewat telpon! " masih dengan jutek Lalita bertanya pada Armand.
"Gak enak kalau lewat telpon! Gak bisa lihat wajah cantiknya Lila! " gombal Armand dengan senyum menggoda.
Lalita yang masih cemberut sedikit tergoda dengan gombalan Armand. Lelaki berbadan kekar ini tampak tampan dengan kemeja yang dikenakannya. Lalita pun tersenyum dipaksakan.
"Nah...gitu dong! Kan jadi cantik dan gemesin! " ucap Armand masih dengan senyum menggoda.
Armand kembali membungkukkan badannya dan mendekati wajah Lalita.
"Cup! "
Armand mencium singkat pipi Lalita. Sontak hal itu membuat Lalita kaget dan memerah wajahnya.
Walaupun buat Lalita hal-hal yang berhubungan dengan seorang lelaki sudah tidak asing lagi, tetap saja hal-hal kecil tak terduga bisa membuat wajahnya bersemu merah.
"Ahh... jangan begitu kalau di kantor, Pak Armand! " ucap Lalita menatap Armand dengan tatapan nya yang tajam.
"Baik bu Lalita! " sahut Armand menanggapi ucapan Lalita.
"Oiya, apakah besok siang saya bisa ke rumah bu Lalita? " tampak Armand menatap mesra Lalita.
Lalita berpikir besok adalah waktu kedatangan mas Pri tapi belum ada kabar apakah jadi datang atau tidak.
"Tunggu kabar dari saya ya pak Armand, paling telat sore nanti saya kabari! " sahut Lalita mengerling genit ke arah Armand.
Armand bersorak dalam hatinya. Melihat selingkuhannya sudah tidak cemberut lagi.
Armand selalu merasa ketagihan dengan Lalita. Sejak kejadian salah sasaran itu hubungan mereka berlanjut hingga sekarang.
Padahal Armand sudah berkeluarga dan mempunyai satu orang anak. Tapi dari dulu selalu memendam perasaan nya terhadap Lila. Begitu ada celah maka Armand tidak mau melewatkan kesempatan yang ada di depan matanya.
Apalagi Lalita yang notabene selalu kurang jika berhubungan hanya dengan satu lelaki, dia tidak bisa menolak pesona seorang Armand yang ternyata mempunyai asset berukuran jumbo dan panjang.
Selama Lalita kerja di hotel C ini, sama sekali tidak pernah memperhatikan Armand, karena Armand selalu berpakaian sopan dan bertutur kata juga sopan.
Sejak kejadian salah sasaran itu membuat hubungannya dengan Armand menjadi dekat. Dan Lalita baru mengetahui pesona seorang Armand buat dirinya. Armand selalu bisa memuaskan nya dan mempunyai stamina yang kuat.
"Baiklah, sayang! Ku tunggu kabarnya ya! " ucap Armand sambil berjalan ke pintu ruangan.
__ADS_1
Sebelum Armand sampai di pintu, Lalita sudah berteriak.
"Tunggu, Armand! " teriak Lalita. Dia tergesa-gesa berjalan menuju tempat Armand berdiri.
Lalita dengan rok pendeknya, nampak sexy dan menggoda.
Begitu tiba di depan Armand, Lalita berjingkat dan kedua tangan nya menarik badan Armand supaya merendah sedikit.
Armand membungkukkan badannya sedikit.
"Cup..... Cup..... "
Lalita mendaratkan ciuman mesra nya ke bibir Armand yang penuh berisi. Kedua tangannya dikalungkan di leher Armand.
Jarang-jarang ada kesempatan seperti ini, Armand pun buru-buru membalas ciuman mesra Lalita dan memeluk pinggang Lalita. Mereka berdua saling berciuman mesra.
Beberapa menit kemudian Lalita melepaskan pelukan di leher Armand dan menghentikan ciumannya.
Dia mengatur nafasnya yang turun naik menahan gejolak di dadanya. Arman pun menghentikan ciumannya dan melepas pelukannya.
Armand merapihkan bajunya yang sedikit awut-awutan itu. Demikian juga Lila merapihkan kemeja nya dan rok pendek nya yang semakin naik.
"Saya kembali ke ruangan dulu bu Lila! " ucap Armand tersenyum. Dia membuka pintu ruangan Lila dan berjalan menuju ruangan nya yang berada di lantai yang sama juga.
Lalita mendengus kesal.
"Kenapa kalau di dekat dia gairahku selalu naik ya?! " tanya Lila dalam hatinya. Dia berusaha menekan gejolak di dadanya. Dan kembali melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda.
Tak lama berselang, hapenya Lila berbunyi. Dia melihat nama yang tertera di hapenya dan tersenyum manis.
"Hallo, mas..! " ucap Lila saat menjawab hapenya yang berbunyi.
"Hallo juga, sayang...! Kamu lagi ngapain? " tanya Prinanto di hapenya yang terdengar ceria.
"Saya masih di kantor ini, mas. Masih ada kerjaan, mau diselesaikan dulu! " sahut Lila.
"Sama dong! Saya juga lagi banyak kerjaan ini! Rasanya besok saya gak bisa ke Jakarta, Lila! Ada klien datang dan kerjaan juga banyak kepending! " jelas Prinanto dari sebrang sana.
"Ohh... gapapa, mas! Kan masih bisa diundur minggu depan atau minggu depannya lagi! " balas Lila.
"Oke deh, sayang. Muaacchh...! " cium Prinanto dari jauh.
"Bye-bye sayang.... mmuuaacchh..! " balas Lila mesra.
*
*
Seseorang yang jauh di kota M tampak menyeringai licik begitu mematikan hapenya yang habis terhubung dengan Lila. Dia adalah Prinanto.
Prinanto sengaja beralasan tidak datang ke Jakarta. Dia ingin tahu apa yang dilakukan Lila jika dirinya tidak datang.
"Kita lihat nanti apa yang kau perbuat, sayang! Dia kira aku bisa dipermainkan!" maki Prinanto dalam hatinya.
Prinanto ingin membongkar kelakuan busuk Lila selama jalan dengan nya dan bermain di belakangnya.
Duda tampan itu tersenyum membayangkan rencananya.
*
*
Waktu sudah semakin sore, sebentar lagi jam kantor akan selesai.
Sisil berpamitan pada semua teman-teman kantor nya. Dia berkeliling satu per satu disalaminya. Tak lupa juga Sisil meminta maaf jika ada kata atau perbuatan selama bekerja ada menyinggung perasaan.
Setelah selesai berpamitan, Sisil bersiap-siap untuk pulang. Dia berjalan ke pintu belakang dimana dia janjian untuk ketemu Pingkan disana.
Pingkan keluar dari pintu lift yang terbuka. Pingkan memeluk Sisil. Mereka berdua bergandengan tangan berjalan menuju parkiran mobil Pingkan.
"Teman-teman yang lain langsung pada kesana Ping? ":tanya Sisil.
" Iya. Heru langsung ke tujuan dengan motornya. David kan bareng sama Mbak Yanti. " jelas Pingkan yang lagi manasin mobil.
"Nessa nyusul. Mbak Yani, Mbak Hanny dan Mbak Wina juga langsung kesana. Ya sudah.... kita jalan deh, Ping! " ucap Sisil menjabari siapa-siapa saja yang datang.
Pingkan melajukan mobil nya keluar dari halaman kantor menuju restaurant sesfood di daerah kota.
Sisil sudah memesan tempat khusus di restoran seafood itu. Dan jikalau ada yang sudah sampai duluan bisa langsung duduk disana.
__ADS_1
Pingkan memarkir mobilnya agak sedikit jauh dari restaurant karena penuh parkiran mobil.
Mereka berdua memasuki restaurant dan ternyata restaurant lagi ramai. Untung sudah booking tempat duluan n tadi siang.
Di ruangan khusus ternyata sudah banyak yang hadir. Tampak Heru, David, Mbak Yanti, Mbak Wina, Mbak Hanny, Mbak Yani sudah sampai lebih dulu. Hanya tinggal Nessa yang belum keliatan.
Sisil langsung memesan makanan. Pelayan nencatatnya, dan setelah selesai langsung pergi ke dalam.
Mereka ngobrol banyak dan bersenda gurau menunggu makanan datang.
"Hati-hati di tempat baru, biasanya banyak yang jutek, Sil! " ucap Mbak Wina memberitahu Sisil.
"Iya, Mbak Win! " sahut Sisil tersenyum.
Seorang pelayan diiringi pelayan lainnya memasuki ruangan dan menyusun makanan tersebut diatas meja.
Setelah komplit, mereka semua langsung mulai makan tanpa banyak disuruh lagi. Mungkin sudah pada lapar.
Buat yang rumahnya jauh atau yang sudah berkeluarga, sehabis makan mereka langsung pada pamit pulang.
Tinggallah Sisil, Pingkan, Heru, Mbak Yanti, David dan Nessa yang telat sampainya.
Mereka melanjutkan obrolan-obrolan santainya.
Tiga puluh menit berlalu, David dan Mbak Yanti berpamitan. Mbak Yanti mencium kedua pipinya Sisil dan memeluknya.
"Kontek-kontek yaa...! " ucap Mbak Yanti ketika melepaskan pelukannya. Sisil menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Nessa juga sama berpamitan juga. Kembali Sisil dicium pipinya dan dipeluk Nessa.
"Kontek-kontek ya Mbak Sisil! " ucap Nessa saat melepaskan pelukannya. Sisil menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Semua pada pulang, gua juga pamit deh Sil. Baik-baik di tempat baru dan jangan lupa sama kita-kita ya! " ucap Heru memberikan tangan bersalaman pada Sisil.
"Iya, gak bakalan lupa Her! Nanti kalau kumpul ikutan ya! " sahut Sisil sumringah. Sisil melambaikan tangannya pada Heru yang sudah berjalan keluar ruangan.
"Kita pulang juga deh! " ujar Pingkan seraya memanggil pelayan untuk meminta bon tagihan.
Pelayan datang dengan membawa bon tagihan makan. Sisil memeriksa nya dan mengeluarkan kartu kredit nya. Disodorkan kembali tagihan itu ke pelayan. Dan pelayan membawanya kelurahan ruangan untuk diproses di kasir.
Tak lama pelayan itupun balik dan menyodorkan tagihan itu kembali beserta struk kredit yang harus ditanda tangani Sisil.
Setelah selesai proses bayar, Sisil meletakkan selembar uang sepuluh ribuan di meja, untuk tips pelayan.
Pingkan dan Sisil pun keluar dari ruangan khusus itu menuju parkiran mobil.
Pingkan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Sisil.
Sisil tampak tertidur di sebelah Pingkan, mungkin kecapean.
Begitu sampai di depan rumah Sisil, Pingkan membangunkan Sisil.
"Uppss sorry, ketiduran gua! " tawa Sisil pun pecah.
Pingkan jadi ikut tertawa melihat ulah sahabat nya itu.
"Makasih banyak ya Ping! " ucap Sisil sambil turun dari mobil.
"Gua juga makasih buat traktiran nya ya! " sahut Pingkan lagi
"Gua gak turun! Gua jalan ya, Sil! " lanjut Pingkan siap-siap melajukan mobilnya.
"Oke. Bye....! " Sisil melambaikan tangannya. Ditunggunya sampai mobil Pingkan tidak keliatan lagi, baru kemudian Sisil masuk dalam rumah.
Sisil langsung masuk kamarnya. Dia rasanya udah malas mandi, hanya ganti baju saja. Rasa ngantuknya sudah tidak bisa ditahan lagi.
Sisil naik ke ranjang nya. Gak sampai semenit sudah terdengar dengkuran halus nya.
*
*
bersambung....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa komentar, like, hadiah/vote nya yaa bestie... 🙏🏻 dan jika berkenan kasih juga bintang lima yaa.... 🤗
Terimakasih buat teman-teman yang sudah mendukung mommy... dan masih terus mendukung mommy... 🤗 dukungan kalian sangat berarti buat mommy 😘
__ADS_1
Luv u all 😘🤗❤💞
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=