
Sisil pulang dari kantor nya. Dia telah berpamitan dengan Pak Abdul dan mengucapkan terimakasih. Meskipun cuma sebentar kerja di kantor itu, tapi Sisil sudah merasakan betah sebenarnya. Hanya saja tidak nyaman dengan pimpinan nya yang mengincar dirinya.
Sisil melajukan mobilnya menuju mal XX. Dia sudah janjian dengan Pingkan untuk bertemu di mal saja.
Setelah mendapat tempat parkir, Sisil keluar dari mobilnya dan menguncinya. Lalu Sisil berjalan masuk dalam mal, langsung menuju food court.
Pingkan sudah tiba lebih dulu karena kantor nya dekat dengan mal XX. Dia melihat Sisil yang memasuki food court, di lambaikan tangannya.
Sisil begitu memasuki food court melihat lambaian tangan Pingkan, langsung menghampiri tempat yang di duduki Pingkan.
"Bagaimana, Sil?! " tanya Pingkan begitu Sisil menjatuhkan bokongnya duduk di sebelah nya.
"Lancar, say! Gua udah resigned! Sekarang udah jadi pengangguran nih gua! " terang Sisil diikuti tawanya yang jenaka. Beginilah Sisil, lagi susah atau lagi sedih kadang masih bisa tertawa.
"Pengangguran elite! " sahut Pingkan juga dengan tertawa.
Keduanya tertawa geli.
"Besok-besok gua jadi pengacara, Ping! " ucap Sisil di sela-sela ketawanya.
"Apaan tuh?! Elu sekolah Hukum juga kagak, malah mau jadi pengacara! " ledek Pingkan yang gak mudeng dengan ucapan Sisil.
"Bukan itu, say! Pengacara yang gua maksud tuh pengangguran banyak acara! "' tawa Sisil pun pecah. Dia tergelak geli sendiri dengan omongan nya. Dan gak habis pikir juga kenapa sekarang dia jadi pengangguran.
Pingkan yang sudah mengerti maksud omongan Sisil, tertawa ngakak.
" Lu mesti buru-buru cari kerja, Sil! Nanti karatan kalau udah lama gak di pakai! " tawa Pingkan semakin geli aja.
"Udah karatan repot deh, udah aus kaga ada yang terima lagi. Hahaha.....! " tawa Sisil dan Pingkan meledak.
Mereka berdua menutup mulut mereka agar tawanya tidak terlalu besar. Gak enak karena sudah banyak mata memandangi mereka berdua.
Inilah persahabatan Sisil dan Pingkan, dimana saat ini Sisil sedang stress tapi akhirnya tetap mereka berdua bisa tertawa ngakak untuk menghilangkan stress.
"Heru katanya mau datang, tapi gak tau deh jadi apa kagak! " ujar Pingkan sambil makan es campur yang sudah di pesan nya.
"Iya nih! Gua udah lama gak ketemu Heru! " sahut Sisil.
"Gua mau pesan es podeng dulu ya! Lu mau lagi gak, Ping? " tanya Sisil sebelum berjalan untuk memesan es.
"Gak ah! Kembung makan es kebanyakan! " jawab Pingkan sambil ketawa.
Sisil berjalan menuju counter es dan dia memesan es podeng lalu membayar nya.
"Sekalian gua dong, Sil! " todong Heru yang baru datang. Sisil dibikin kaget.
"Lu tuh ya! Bikin kaget orang! " pekik Sisil sambil memukul lengan Heru. Heru tertawa.
__ADS_1
"Mau es apa? " lanjut Sisil lagi.
"Es teler deh! " jawab Heru cepat.
"Tambah es teler satu Mbak! " pesan Sisil pada mbak yang jaga es. Lalu Sisil kembali membayar es tersebut di kasir.
Sisil dan Heru berjalan beriringan dengan kedua tangan mereka masing-masing membawa es yang dipesan tadi.
Mereka duduk bertiga di meja yang segi empat, jadi ada satu bangku kosong. Maka itu digunakan untuk meletakkan tas dan jaket.
"Gimana kerjaan lu di tempat baru, Sil? " tanya Heru sambil makan es nya.
Sisil dan Pingkan tertawa bersama, sedangkan Heru malah jadi terdiam melihat tingkah kedua temannya itu.
"Oiya..... lu belum tahu ya trending topik saat ini! " ujar Pingkan masih tetap dengan tawanya.
"Ada apaan sih? " tanya Heru jadi penasaran. Pingkan dan Sisil kembali ngakak melihat tampang Heru.
"Kalian gila ya?! " rutuk Heru sambil menggelengkan kepalanya.
"Gak gila Her! Gua udah jadi pengacara sekarang, Her! " jawab Sisil masih dengan tawanya.
"Hah? Masa? Emang lu ada background hukum, Sil? " tanya Heru rada kaget dan seperti tidak percaya.
"Boro-boro gua tau hukum, Her! Kalau disuruh hukum orang gua ngerti banget! " sahut Sisil diikuti ketawa nya.
Heru masih gak mudeng dengan apa yang dimaksud pengacara oleh kedua teman nya itu.
"Hebat lu, Sil! Pake jurus apa lu bisa jadi pengacara dalam sehari? " puji Heru dan bertanya dengan heran.
"Hahaha...... " kali ini Sisil yang tertawa ngakak. Pingkan juga tertawa. Dia gak nyangka Heru polos banget kaya gini.
"Duh.. Heru! Kamu dari tadi gak mudeng ya? " seru Pingkan yang merasa gemes sama Heru. Sisil masih senyum-senyum geli.
"Gini lho Heru! Pengacara yang gua maksud itu pengangguran banyak acara! Bukan pengacara beneran! " terang Sisil dengan mimik nya yang pura-pura di seriuskan.
"Hahaha....... gua kirain pengacara beneran, Sil! " tawa Heru pun pecah. Dia menyadari dirinya yang gak mudeng.
"Jadi lu udah lama jadi pengacara nya, Sil? " tanya Heru kembali dengan mimik serius nya.
"Ya ampuunn Heruuu! Lu bolot atau apa sih?! Kan tadi udah dibilang dalam sehari udah langsung jadi pengacara! " pekik Pingkan yang gak habis pikir sama Heru.
"Hahaha..... lu jangan sewot gitu dong ne! Lupa gua! " sahut Heru diiringi tawanya.
"Kok bisa gitu, Sil? " tanya Heru sambil kembali memakan es nya.
Sisil juga menikmati es podeng nya.
__ADS_1
"Iya, Heru! Gua mau dimutasi kan ke capem. Gua gak terima! " jelas Sisil.
"Masa sih cuma dimutasi aja lu keluar! " ucap Heru gak percaya.
"Hahaha.... udah gak bolot lagi lu! " ledek Pingkan. Sisil dan Heru tertawa.
"Gua dilecehkan, Her! " jawab Sisil singkat.
"Lu laporin aja ke pimpinan, Sil! " ucap Heru menanggapi omongan Sisil.
"Masalah nya yang lecehin dia tuh pimpinan, Heru! " sahut Pingkan dengan gemes nya.
"Walah.... pimpinan gelo! " kesal Heru.
"Kok bisa gitu seorang pimpinan perusahaan besar?! Karyawan udah pada tau tapi diam aja kan?! " lanjut Heru lagi.
"Nah kali ini lu pintar tuh! " ledek Pingkan dengan tertawa.
"Belum kena batunya saja! " sahut Heru kembali.
"Iya, gua juga heran kenapa gak ada yang berani ngadu ke pusat?! " ujar Sisil sambil meminum air putih.
"Mungkin di bawah pimpinan dia target tercapai terus, karyawan gak ada yang ngadu, yang penting gaji jalan terus! " duga Pingkan mencurahkan pemikiran nya.
"Gua juga berpikir begitu, Ping. Kalau karyawan diam, mungkin juga takut dipecat! " timpal Sisil.
"Jadi gimana rencana lu sekarang, Sil? " tanya Heru menatap Sisil.
"Cari kerja lah, Her! " jawab Sisil kembali menatap Heru.
"Semoga cepat dapat ya, Sil! " doa Heru tulus.
"Makasih, Heru! Lu kalau tau ada lowongan dimana pun, jangan lupa kasih tahu gua ya! " pesan Sisil pada Heru.
"Elu juga, Ping! Kalau denger ada lowongan kerja jangan lupa tahu ya! " pesan Sisil juga pada sahabat nya itu.
"Siap bu! " sahut Pingkan pelan.
Mereka ngobrol-ngobrol sebentar sebelum pada balik ke rumah masing-masing.
*
*
bersambung.....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1