Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 29. Rutinitas kantor dan sahabat lama


__ADS_3

Setelah sarapan pagi dan pamit pada Papa nya, Sisil berangkat ke kantor. Karena menggunakan angkutan umum jadi Sisil berangkat lebih pagi dari biasanya.


Setelah sampai kantor, Sisil meletakkan tas nya pada lemari penyimpanan. Dilihat nya Mbak Yanti juga sudah datang.


"Tumben mbak..... pagi sekali dikau datang... " tegur Sisil seraya tertawa.


Yanti duduk di tempat nya. Dia masih sibuk berdandan membetulkan make-up nya.


"Gak bisa tidur, jadi ke kantor pagi-pagi Sil! " ucap Yanti sambil berkaca.


"Masih belom selesai toh masalah si hitam mbak? " tanya Sisil lagi.


"Belom Sil! Kayanya sih bisa lama! " sahut Yanti datar.


Sisil merasa kasihan sama mbak Yanti. Cintanya terhadap si hitam alias David tidak mendapat restu dari kakeknya David yang mengharuskan David sebagai anak pertama harus menikah dengan suku yang sama.


Bagusnya David tetap bersikekeh dengan pendirian nya dan tidak pernah terniat untuk berpisah dari mbak Yanti.


"Semoga saja pintu hati kakeknya David terbuka untuk bisa melihat cinta kasih mereka berdua. Amin. " doa Sisil dalam hatinya.


"Sil, lu gak ikutan lamar kerjaan di bank XX? Kata pak Abdul waktu datang kemarin ada lowongan marketing tuh! " ucap Yanti sambil merapihkan alat make-up nya.


"Oya....kok gue gak tau sih? Sampai kapan buka lowongan nya mbak? " tanya Sisil.


Sisil berminat juga kalo memang benar ada lowongan di bank XX. Bank besar dan terkenal.


"Lu kasih aja sama pak Abdul kalo dia kesini nanti. Jadi kan lu di referensi in sama pak Abdul karena lamarnya lewat dia. " terang Mbak Yanti.


"Lho? Mbak gak ikutan lamar? " tanya Sisil heran.


"Gak. Gue udah ngelamar tempat laen. Ntar bentrok lagi. " mbak Yanti tersenyum.


Jam kantor pun dimulai. Para nasabah sudah banyak berdatangan. Terlihat Sisil, Mbak Yanti dan Nessa sibuk.


*


*


Johan mengawali hari ini juga dengan lebih pagi datang ke kantor nya. Ada system keamanan hotel yang harus segera ditangani.


Danu pun juga tidak seperti biasa, hari ini dia sudah ada di kantor lebih dulu dari Johan.


"Pagi bro! Tumben sudah datang! " ucap Johan memberi salam.


"Habis anter Vivi jadi kepagian! " Danu nyengir.


"Jangan kaya gitu bro....muka cengar-cengir.... Geli gue liatnya! " sindir Johan ke Danu.


Danu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Johan masuk ke ruangan nya. Diikuti Danu di belakang nya.


Johan nembuka jas nya dan meletakkan di tempat gantung jas. Kemudian dia duduk di bangkunya.


Danu memberikan laporan minggu kemarin yang harus di periksa Johan.


Johan kembali meneliti komputernya. Didapatinya message dari kakaknya yang menetap di Canada.

__ADS_1


"Danu....minggu depan gue harus ke Canada. Mungkin bisa agak lama. Lu handle disini yaa! " ucap Johan sambil ngetik komputer, menjawab message kakaknya.


"Siap bro! " Danu menganggukkan kepala nya.


Terdengar ketukan pintu dan nongollah kepala Winda, sekretaris Johan.


"Masuk Win.... " seru Johan yang melihat keraguan di wajahmu Winda.


"Pak Johan, ada message dari Canada yang membutuhkan kehadiran bapak disana. " ucap Winda memberitahu message file yang diterima nya.


"Oh mengenai itu saya sudah terima Win. Minggu depan saya berangkat. Selama saya pergi, semua di handle Danu ya, Win! " jelas Johan ke sekretaris nya itu.


"Baik pak! Oiya ini ada undangan makan dari Hotel C buat bapak! " ucap Winda lagi sambil memberikan sebuah amplop undangan ke Johan.


"Ada apalagi dengan Hotel C, Danu? Bukan nya kita tidak jadi bekerja sama dengan pihak mereka? " Johan menatap Danu tajam.


Danu yang ditatap Johan begitu menjadi sedikit tegang.


"Memang sudah kita batalkan bro! Mungkin ini hanya sekedar silahturahmi aja bro! " jelas Danu.


"Baik Win, saya terima undangan nya! Makasih Win! " ucap Johan tegas.


Winda menganggukkan kepala nya dan mohon pamit kembali ke ruangannya.


Johan membuka undangan itu yang di sampul nya hanya tertera namanya saja.


Ternyata undangan makan formalitas dari Hotel C untuk permohonan maaf dan kebersamaan. Tertera nama pengundang ialah Lalita dan Armand.


Johan mengernyitkan dahinya. Dia sebetulnya bingung dengan apa yang dimaksud dalam undangan itu.


Johan akhir nya memutuskan untuk menghadiri undangan makan tersebut yang diadakan masih dua hari lagi.


"Yap. Kita persiapkan semuanya, bro! " Johan menepuk pundak Danu. Danu pun terkekeh.


Johan sudah siap, entah apa yang direncanakan oleh Lalita dan Armand.


Telepon di meja Johan bunyi. Johan memencetnya dan menjawab.


"Pak Johan, ada tamu yang mau ketemu pak! " suara operator di bawah terdengar.


"Darimana? " tanya Johan.


"Dari pak Prinanto Atmaja. " suara operator memberitahu sebuah nama.


"Antar naik keatas ya! " ucap Johan begitu mendengar nama itu.


Danu yang mendengar ada yang datang, segera dia pamit balik ke ruangan nya.


Prinanto Atmaja adalah sahabat Johan sewaktu di Canada. Mereka berkenalan secara tidak sengaja dan tentunya juga ada hubungan bisnis.


Pintu ruangan Johan diketuk dari luar.


"Ya masuk..! " sahut Johan.


Pintu terbuka, tampak seorang laki-laki gagah melangkah masuk ruangan Johan.


Johan menyambutnya dan memeluk laki-laki itu.

__ADS_1


"Apa kabar bro?! " tanya Johan setelah melepas pelukannya. Dan mengajak Prinanto duduk di sofa.


"Baik kabar gue! Lu gimana? Hebat kantor lu bro! " ucap Prinanto panjang lebar.


"Hahaha....... nyindir bos! Jauhlah dibandingkan hotel bos mah! " tawa Johan pecah. Prinanto dan Johan tertawa bersama.


Walau Prinanto lebih tua beberapa tahun dari Johan, tapi tak mengurangi rasa simpati nya pada Johan.


Johan adalah sosok anak muda yang tampan, gigih dan rajin. Gak neko-neko orangnya, itu yang menyebabkan Prinanto mau bersahabat dan dekat dengan Johan.


"Tumben lagi main kesini, biasanya jarang turun gunung! " tawa Johan pecah lagi.


"Biasalah....ada urusan! " sahut Prinanto dengan tertawa.


"Pasti urusan perempuan yaa.....! " tembak Johan cepat. Prinanto tertawa keras.


Johan sudah menduga sebab biasanya jika ada urusan penting perusahaan pasti asisten nya yang turun tangan. Jarang Prinanto turun tangan.


"Hahaha....tau aja lu bro! " ucap Prinanto disela-sela tawanya.


"Gebetan baru atau gimana nih?! " ledek Johan.


"Hahaha..... mau tau aja bro! " Prinanto tertawa keras.


"Atau sudah mau melepas gelar duren nya?! " ledek Johan lagi dengan tertawa.


Prinanto dan Johan tertawa keras.


"Nanti gue ceritain soal ini. Saat sekarang baru pendekatan bro! " ucap Prinanto menjelaskan.


"Janji cerita yaa......siapa tau ada apa-apa gue bisa bantu, bro! " Johan menepuk pundak Prinanto. Prinanto tersenyum


"Yukk lunch....! " ajak Prinanto lagi.


"Gue yang traktir! Habis itu gue langsung ke bandara, mau balik pulang! " ucap Prinanto cepat


"Cepet amet bro! Gue kira minggu depan baliknya! " Johan sambil beres-beres.


"Nanti dua minggu lagi juga gue kesini lagi! " sahut Prinanto


"Waahh...... wahhh.....jadi penasaran siapa ya perempuan itu?! " ledek Johan tertawa.


Mereka berdua tertawa bersama. Setelah siap mereka berdua pergi meninggalkan kantor untuk makan siang bersama.


*


*


bersambung......


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Happy New Year 2023 buat semua teman-teman pembaca setiaku.... semoga di tahun baru ini lebih banyak berkah, lebih sukses dan lebih bersemangat yaa.... 🙏🏻🤗😘


Jangan lupa komentar, like dan vote nya yaa teman-teman 🙏🏻


Terimakasih untuk teman-teman yang sudah memberikan komentar like dan vote. Dukungan teman-teman sangat berarti buatku.

__ADS_1


Luv u all... 😘🤗💞❤


__ADS_2