
Pagi sekali Sisil sudah bangun dan bersiap-siap untuk ke kantor.
Sisil memesan indomie dari ibu kantin yang ada di kost nya.
Setelah selesai makan indomie, Sisil memesan taxi online untuk berangkat ke kantor nya.
Hanya lima menit saja taxi online yang di pesan Sisil tiba. Sisil masuk dan taxi online siap mengantar Sisil ke kantor nya.
Sampai di kantor, Sisil pergi absen dulu di lobby bawah. Kemudian melenggang masuk ke ruangan marketing.
Teman-teman marketing lainnya masih banyak yang belum datang. Sisil menyimpan tas nya di dalam lemari.
Hari ini Sisil punya janji untuk mengunjungi prime customer yang di handle nya.
Tepat jam sepuluh pagi, supir kantor sudah siap di parkiran samping. Sisil bersiap-siap untuk jalan menuju prime customer nya.
Sisil dipersilahkan masuk di ruang tunggu. Sebab di dalam ruangan pak Lucky masih menerima tamu.
Setelah menunggu agak lama, akhirnya tamu yang berada di ruangan pak Lucky pun selesai dan keluar dari ruangan tersebut.
Sisil bersiap-siap masuk ke ruangan pak Lucky. Jantung Sisil pun berdetak kencang, dia sedikit gugup karena ini pertama kalinya datang ke kantor customer sendiri tanpa di temani pak Abdul.
Sebenarnya ini adalah nasabah pak Abdul. Entah mengapa malah di kasih ke Sisil untuk menghandle nya. Mungkin supaya asset nasabah yang lumayan banyak itu balik lagi ke kantor Sisil.
Sisil mengetuk pintu ruangan pak Lucky, kemudian masuk ke dalam. Sisil bersalaman dengan pak Lucky dan menyuruh Sisil duduk. Sisil duduk di depan meja pak Lucky.
Sisil memperkenalkan dirinya dan memberitahu pak Lucky bahwa mulai sekarang dan seterusnya dia yang akan menghandle pak Lucky, juga adiknya pak Lucky yang bernama pak Yudi.
"Biasanya si Abdul yang handle saya! " ucap pak Lucky menatap Sisil.
"Iya bener pak! Sekarang dikasih ke saya. Jadi buat sekarang dan seterusnya nanti saya yang handle bapak! " jawab Sisil sopan.
"Jarang-jarang nih ada marketing perempuan cantik disana! " tutur pak Lucky dengan senyumnya yang semakin membuat wajahnya keliatan ganteng.
Seseorang masuk dari pintu tembus yang berada di dalam ruangan pak Lucky.
"Ky, elu udah hubungin Steve? Kemarin dia nyariin elu terus. Ada trouble sepertinya di Singapore! " ujar pak Yudi yang nyelonong masuk tanpa ketuk pintu dulu.
Pak Yudi memandang sekilas pada sosok cantik Sisil yang duduk di hadapan pak Lucky.
"Siapa Ky? " tanya pak Yudi pada kakaknya.
"Kenalin Yud, ini Sisil gantinya si Abdul! Sekarang yang handle kita, Sisil! " terang pak Lucky pada adiknya yang lebih banyak omong orangnya. Sedangkan pak Lucky pendiam orangnya, apalagi jika dia tidak menyukai orang atau tamu yang menemuinya. Tapi sepertinya pak Lucky menyukai sosok Sisil.
Setelah mengobrol dan memperkenalkan dirinya, Sisil merasa sudah cukup karena sudah lama juga dia berada di tempat pak Lucky. Sisil pamit pulang ke kantor nya.
"Terimakasih pak Lucky atas waktunya sudah mau menerima saya! " ucap Sisil sedikit membungkukkan badannya.
__ADS_1
"Sama-sama, Sil! " jawab pak Lucky menatap Sisil dengan senyumnya.
Sisil berjalan menuruni anak tangga dan menuju parkiran mobil, dimana mobil kantor nya sedang menunggu.
Sisil balik ke kantor. Sisil kembali ke meja kerjanya di ruang marketing. Sebentar lagi jam istirahat, dia akan makan siang dengan Maria dan Putri.
**
Danu yang menggantikan posisi Johan untuk sementara, tampak sibuk sekali. Dan dia baru menyadari ternyata pekerjaan Johan itu banyak, bukan hanya menghandle system komputer saja, tapi semuanya yang berhubungan dengan majunya perusahaan yaitu pemasaran dan keuangan.
Johan pintar memeriksa dan menganalisa semuanya. Pantas perusahaan yang dipimpin nya bisa maju pesat.
Danu saja yang dilimpahkan pekerjaan Johan baru beberapa bulan saja sudah keteteran.
Berkas-berkas yang mau diperiksa sudah menumpuk di atas meja. Danu menghela nafas nya kasar.
"Drrttt....... Drrttt.......Drrttt....... "
Ponsel Danu bergetar, tanda ada message masuk di WA nya.
Danu membuka dan membacanya. Ternyata dari Johan.
"Sorry ganggu sebentar Danu, apakah nomor rekening yang gua kirim waktu itu sudah u transfer tiap akhir bulan nya? " tanya Johan dalam message nya.
"Sudah beres, bro! Tiap akhir bulan sudah rutin dikirim, bro! " jawab Danu lewat message.
Danu meletakkan ponselnya ke atas meja. Danu tersenyum, dia salut sama Johan yang benar-benar menyayangi Sisil, bucin akut.
Danu kembali melanjutkan pekerjaan nya.
**
"Tadi kok gak ada di ruangan, Sil? " tanya Maria dengan mulutnya yang penuh makanan.
"Ohh.. ke tempat customer say! " sahut Sisil dengan tetap mengunyah.
Junaedi yang datang terlambat langsung duduk di sebelah Sisil, karena bangku itu yang kosong. Belakangan ini, Junaedi selalu bergabung untuk makan bareng dengan Sisil, Maria dan Putri.
Selesai makan, mereka kembali berpisah menuju divisi masing-masing.
Sisil kembali ke ruangan marketing. Dan sibuk membuat laporan kunjungan.
"Sil, kemari sebentar! " titah pak Abdul.
Sisil mendatangi meja pak Abdul.
"Nanti tolong kamu ke ruangan pak Harry ya, minta tangan nya! " ucap pak Abdul seraya memberikan dua buah map untuk di tanda tangani pak Harry, pimpinan.
__ADS_1
"Oke pak! Sebentar lagi, boleh pak? " Sisil balik bertanya.
"Boleh, agak sorean gapapa! " jawab pak Abdul.
Sisil membawa map yang diberikan pak Abdul ke meja nya. Dia mau menyelesaikan laporan kunjungan dulu, baru nanti ke lantai dua.
Selesai dengan laporan kunjungan, Sisil menyusun tugas untuk besok.
Tepat pukul tiga sore Sisil naik ke lantai tiga, untuk ke ruangan pak Harry. Sebelum ke sana, Sisil sudah menelpon sekretaris lebih dulu untuk menanyakan jam kosong pak Harry.
"Sore pak! Ini mau minta tanda tangan Bapak! " ucap Sisil begitu masuk ke dalam ruangan pak Harry. Sisil langsung meletakkan map yang di kasih pak Abdul.
Pak Harry yang sedang asyik melihat layar monitor menoleh. Sisil sudah berdiri di depan mejanya.
Pak Harry mengambil map yang diberikan Sisil tersebut dan memeriksanya.
"Bagaimana dengan kerjaan kamu, Sil? Ada kesulitan? " tanya pak Harry pada Sisil sambil tetap memeriksa.
Sisil sebenarnya agak malas kalau disuruh ke tempat pimpinan. Dia selalu merasa tidak nyaman jika berada di ruangan pak Harry ataupun di dekat pak Harry. Entah mengapa, rasanya seperti gugup dan takut.
"Sampai sejauh ini baik-baik saja, Pak! Saya suka dengan pekerjaan saya! " sahut Sisil dengan wajahnya menunduk. Jantung nya sudah berdetak lebih cepat dari biasanya.
Selesai memeriksa kedua map itu, langsung Pak Harry menandatangani kedua file di dalam dua map tersebut. Dan menyerahkannya pada Sisil lagi.
"Kalau ada yang tidak di mengerti kamu harus bertanya, jangan diam saja! Tanya sama saya juga boleh! " ujar Pak Harry menatap wajah cantik Sisil.
"Baik, Pak! Makasih banyak ya, Pak! " Sisil menundukkan wajahnya ketika mengucapkan terimakasih. Kemudian dia pamit untuk kembali ke ruangannya.
Sisil buru-buru berjalan keluar dari ruangan pak Harry. Lega rasanya hati Sisil
*
*
bersambung.....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa komentar membangunnya, like dan vote/hadiah ya bestie 🙏🏻
Dukung terus karya mommy ya....
Terimakasih buat teman-teman yang sudah mendukung dan yang selalu mendukung karya mommy... dukungan kalian sangat membantu mommy 🤗💪
Luv u all 😘🤗❤💞
#############################
__ADS_1