Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 55. Perbincangan Caitlyn dan Johan


__ADS_3

Canada.


Kali ini kita singgah keluar negri ya. Kita lihat bagaimana Johan di Canada.


Seorang lelaki tampan berkulit putih, badan yang tegap dan kekar, tampak duduk di singgasana kebesaran nya dalam sebuah ruangan.


Dan seorang gadis cantik duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. Dia adalah Caitlyn, kakak nya Johan yang menetap di Canada.


"Apakah kamu sudah bisa memperbaiki system yang rusak Han? "tanya Caitlyn menatap adiknya.


Johan yang masih asyik berkutet dengan komputer nya tidak menjawab pertanyaan kakaknya.


Caitlyn maklum akan sifat adiknya yang kalau sudah kerja dan konsentrasi penuh maka tidak akan menghiraukan apapun.


Caitlyn kembali meneliti berkas-berkas yang ada diatas meja. Berkas-berkas yang banyak tertinggal belum diperiksa nya dikarenakan permasalahan system dan tenaga IT di kantor nya itu.


Akhirnya dia menyerah dan terpaksa harus minta tolong kepada adiknya, Johan yang mempunyai kemampuan lebih handal daripada dirinya.


Johan memang sedari kecil sudah tampak kepandaian nya. Apalagi sewaktu dia sudah dibelikan laptop oleh kedua orang tuanya, maka Johan menganggap laptop itu sudah seperti teman baiknya atau mungkin pacarnya.


Johan dari kecil sudah ahli mengutak-atik komputer. Dan semakin besar semakin nampak keahliannya, terutama dalam membuat system.


Johan bukan hanya ahli dalam komputer saja, tetapi sewaktu remaja dia ada belajar bela diri sampai tingkat yang tinggi. Dulu dirinya dan Danu yang sama-sama belajar bela diri.


Papa nya, pak Herry tidak menyia-nyiakan bakat yang ada dalam diri anaknya, Johan disekolahkan di luar negeri dan begitu kembali ke Indonesia Papa nya sudah menyiapkan satu perusahaan untuk dikelolanya.


Sementara perusahaan di Canada dikelola oleh kakaknya Johan, yaitu Caitlyn.


Matahari semakin tinggi dan semakin bersinar.


"Han......kamu mau makan apa? Biar kakak belikan! " Caitlyn kembali bertanya pada Johan karena sebentar lagi jam makan siang akan tiba.


"Spagetti dan Burger saja kak! " sahut Johan sambil menengok ke arak kakaknya.


"Kakak makan apa? " Johan balik bertanya.


"Sama ajalah, biar gak repot! " sahut Caitlyn seraya berdiri dan berjalan ke pintu ruangan.


"Kakak pergi dullu ya... " ucap Caitlyn sambil tangannya membuka pintu ruangan tersebut.


Johan menatap kepergian kakaknya. Dia teringat gadis yang telah mencuri hatinya.


Johan memeriksa ponselnya yang dibawa dari Indonesia. Tapi tidak ada satu message pun yang diharapkan nya.


Dia merasakan kerinduan yang amat sangat. Tapi semuanya harus ditahannya. Hanya satu keinginan nya yaitu menyelesaikan permasalahan disini terus pulang ke Indonesia.

__ADS_1


Setengah jam berlalu, Caitlyn masuk ke ruangan system dimana Johan berada. Tangannya menenteng dua kantong asoy yang berisi spaghetti dan burger, satunya lagi berisi minuman.


Mereka berdua duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut, dan mulai menyantap makanan yang sudah dibeli sekalian beristirahat sebentar.


"Apa kau di Indonesia sudah punya pacar, Han? " tanya Caitlyn sambil memakan spaghetti nya.


"Sudah, kak! " sahut Johan dengan mulut penuh.


"Hah?! Siapa, Han? Kok kakak gak pernah denger mama cerita? " tanya Caitlyn yang terpekik kaget. Dia sebagai kakak yang tahu Johan dingin dan terlalu berhati-hati terhadap apa yang dinamakan perempuan, kaget juga mendengar pengakuan dari mulut Johan sendiri.


Johan tertawa pelan. Dia tahu kakaknya dan Mama nya sering berhubungan jarak jauh.


"Bagaimana Mama mau cerita, kak?! Tahu aja belum! " tawa Johan geli.


"Ohh.... Mama belum tahu! Kamu belum ngenalin ke Papa dan Mama ya, Han? " tanya Caitlyn lagi yang cukup penasaran dengan siapa yang sudah mencuri hati adik kesayangan nya ini.


"Belum, kak! Kita baru jadian sebelum Johan berangkat kesini! " jelas Johan tersenyum sambil membayangkan wajah cantik Sisil.


"Duuhh kasihan dong! Masa baru jadian sudah kamu tinggal, Han? " ledek Caitlyn sambil tersenyum. Johan tertawa.


"Gapapa, kak! Sekalian uji kesetiaan nya! " ucap Johan di sela-sela tawanya. Caitlyn pun ikut tertawa.


"Kamu kenal dimana, Han? Dikenalin Danu? " tanya Caitlyn yang masih penasaran.


"Gaklah! Kenal sendiri, kak! Tanpa perantara! " tawa Johan pecah lagi.


"Ohh.... semoga dia gadis yang baik ya, Han! " ucap Caitlyn berharap yang terbaik buat adiknya.


"Iya, kak! " Johan menganggukkan kepalanya.


"Oiya, gimana hubungan kakak dengan Scott? Apa berjalan mulus, kak? " tanya Johan yang mengetahui kakak nya menjalin hubungan dengan pria bule asli Canada.


"So far so good lah! " sahut Caitlyn tersenyum menanggapi pertanyaan adiknya yang terkesan khawatir.


Johan memang ada kecenderungan khawatir dengan hubungan kakak nya dengan Scott. Khawatir orang tua Scott tidak menyetujui.


"Apa kakak sudah dikenalkan dengan orang tuanya? " tanya Johan kembali.


Caitlyn menggelengkan kepalanya.


Inilah yang dikhawatirkan Johan. Padahal kakak nya dan Scott sudah menjalin hubungan setahun lamanya tapi masih juga belum dikenalkan dengan kedua orang tua Scott.


"Sudahlah, tak usah terlalu dikhawatirkan! " ucap Caitlyn dengan entengnya.


"Bukan begitu kak, masalah nya kakak itu perempuan dan seorang perempuan jika menjalin hubungan itu harus ada kepastian kak! Percuma pacaran lama-lama tapi nanti orang tua gak setuju. Ujung-ujungnya bubar juga. Mama sangat khawatir, Johan juga, kak! " jelas Johan panjang lebar pada kakaknya.

__ADS_1


"Uhh.....ternyata adik kakak sudah dewasa cara berpikirnya ya! " sahut Caitlyn tersenyum dengan argumen Johan.


Johan memang selalu berpikir kedepan dan hati-hati dalam bertindak. Apalagi jika menyangkut orang-orang terdekat dan terkasih nya.


Mereka berdua kembali menekuni pekerjaan mereka masing-masing.


"Drrttt..... Drrttt....... "


Ponsel yang dibawa dari Indonesia bergetar dan disusul berbunyi. Ada panggilan masuk. Johan mengangkat nya.


"Hallo...! " ucap Johan saat menjawab ponselnya.


"Hallo bro...! " terdengar nun jauh disana suara yang tidak asing di telinga Johan.


"Hallo juga, bro...! " kembali Johan berucap dengan semangat.


"Gua dengar-dengar u lagi ada di Canada, bro? Sampai kapan? " tanya suara lelaki tampan alias duren (duda keren) Prinanto.


"Iya, ini di Canada. Mungkin sekitar enam bulanan, kurang lebih lah bro! U lagi ada disini juga? Atau mau kesini? " tutur Johan sembari bertanya juga.


"Gua ada rencana mau kesana, bro. Dalam minggu inilah, bro! " sahut Prinanto menjelaskan tentang rencananya.


"Okay.... okay.... u kabarin aja ya, biar nanti gua jemput di bandara! " ucap Johan tanpa bertele-tele.


"Siplah. Ntar urusan gua selesai, gua kabarin lagi! " ucap Pri singkat dan tegas. Lalu terdengar suara telpon dimatikan. Johan pun mematikan dan meletakkan kembali ponselnya.


"Siapa, Han? " tanya Caitlyn menatap adiknya.


"Prinanto, kak! " sahut Johan menatap ke arah Caitlyn yang juga sedang menatapnya.


Prinanto adalah kakak kelas nya, seangkatan kakaknya Caitlyn. Dulu Prinanto sempat menyukai Caitlyn tapi gayung tak bersambut. Akhirnya Prinanto menikah dengan yang sekarang menjadi mantan istri.


Dulu Johan sempat berharap kakak nya mau menerima cinta Prinanto. Kalau sekarang, entah lah. Mungkin keduanya sudah tidak mempunyai ketertarikan lagi.


*


*


bersambung.....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa komentar, like dan vote nya ya bestie... 🙏🏻 jika tidak keberatan tolong bintang lima nya yaa.... dan dukung terus karya receh mommy yaa 🤗


Terimakasih buat teman-teman yang sudah mendukung dan yang selalu mendukung karya receh mommy 🤗 dukungan kalian sangat berarti buat mommy 😊

__ADS_1


Luv u all 😘🤗❤💞


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2