
Senin pun tiba. Tak terasa cepatnya hari demi hari berlalu.
Sisil sudah bangun pagi-pagi sekali. Dia sudah bersiap-siap sedari pagi agar tidak terburu-buru. Hari ini adalah hari pertama Sisil akan masuk kerja di perusahaan, sudah bukan bergerak di perbankan lagi.
Sisil memesan indomie sama ibu kantin kost nya. Dan menyantap sarapan pagi nya dengan diiringi suara kicauan burung.
Setelah menyelesaikan sarapan pagi nya, Sisil langsung masuk ke kamar kost nya dan bersiap-siap kembali untuk pergi ke kantor baru nya.
Sisil mengunci pintu kamar kost nya dan berjalan ke parkiran mobilnya. Dia menyalakan dan memanasi dulu mesin mobilnya.
Sisil menjalankan mobilnya perlahan keluar dari parkiran kost nya. Sisil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Singkat perjalanan Sisil menuju kantor nya yang baru. Sisil memasuki halaman parkir kantor nya yang terbilang lumayan luas.
Selesai memarkir dan mengunci mobilnya, Sisil berjalan masuk ke gedung Pratama group. Gedung yang cukup megah terdiri dari delapan lantai.
Sisil langsung naik ke lantai delapan untuk bertemu dengan Winda. Winda menyambut kedatangan Sisil dengan tersenyum.
Winda langsung menyuruh duduk Sisil di dalam ruangan sekretaris yang sekarang sudah dirubah menjadi untuk dua orang.
Winda memberikan catatan pada Sisil tugas-tugas apa yang harus dikerjakan Sisil sebagai sekretaris. Dikarenakan Winda, sang sekretaris akan cuti bekerja selama dua bulan untuk merayakan pernikahan nya di luar kota.
Winda sudah lama bekerja pada Pratama group, maka pihak perusahaan memberikan dispensasi cuti yang lama buat dirinya.
Dan dalam sebulan ini Winda harus telaten untuk mengajari Sisil tentang pekerjaan sekretaris, tugas-tugas apa yang harus dilakukan sekretaris dan kebiasaan apa saja yang harus dilakukan terhadap bos nya.
Sisil membaca dan mempelajari apa-apa saja yang harus dilakukan oleh seorang sekretaris direksi.
"Kalau bos besar sudah datang, biasanya beliau datang pagi-pagi sekali atau bersamaan dengan kita, Sil. Pokoknya tugas kamu pagi-pagi adalah membuat teh manis hangat buat beliau! " terang Winda pada Sisil.
Sisil mencatat dalam buku nya tugas rutin yang harus dilakukan setiap harinya.
"Ingat ya! Beliau tidak minum kopi! Teh manis hangat di pagi hari! " terang Winda menegaskan. Sisil menganggukkan kepala nya.
"Kalau siang tidak perlu menghidangkan teh lagi Mbak Winda? " tanya Sisil.
__ADS_1
"Kalau siang habis jam makan siang, tidak perlu, Sil! Kecuali bos minta! " jawab Winda tegas.
"Kalau ada tamu di ruangan bos, biasanya bos akan telpon kita dan memberitahu minuman apa yang harus kita hidangkan ke tamunya! " terang Winda kembali.
"Minuman apapun yang diminta bos, biasanya selalu ada di pantry. Minuman kaleng pun tersedia di dalam kulkas, kamu bisa lihat dan menghafalkan ada minuman apa saja di sana! " kembali Winda menerangkan secara jelas tentang minuman.
"Persediaan minuman di pantry siapa yang menyiapkan jika habis Mbak Winda? " tanya Sisil setelah mencatat semua yang Winda jelaskan tadi.
"Oya, kamu harus mencatat stok minuman dan ada apa saja di pantry. Jika habis kamu harus laporan pada Pak Danu! " jelas Winda tegas.
"Lho? Ke Pak Danu Mbak? " Sisil menampilkan mimik heran di wajahnya.
"Jadi urusan pantry di handle langsung sama bos ya, Mbak Win? " tanya Sisil masih dengan mimik heran nya.
Wulan tersenyum lebar menanggapi keheranan Sisil. Dia lupa memberitahu Sisil tentang siapa Danu sebenarnya.
"Maaf Sil, saya lupa memberitahu kamu! Pak Danu itu adalah tangan kanan bos! Untuk sekarang dia menggantikan pekerjaan dan tugas bos nya! Sebab bos kita lagi keluar negri! " terang Wulan pada Sisil.
Sisil menganggukkan kepala nya tanda mengerti.
"Iya, sama. Buat saja teh manis hangat! Pak Danu mah orangnya gampang, apa saja suka! " jawab Winda dengan diiringi senyumannya.
"Oke, Mbak! Siap! " sahut Sisil bersemangat.
"Kamu harus buat daftar kegiatan bos setiap harinya, Sil. Dan kamu harus memberitahu beliau jika anda meeting dengan klien ataupun intern perusahaan. " terang Winda menjelaskan secara detail.
"Nanti kamu harus praktek ya, Sil! " ucap Winda menatap Sisil.
"Siap, Mbak Winda! " jawab Sisil sigap.
Sisil menyalakan komputer yang ada di meja nya. Dia menyalin catatan yang tadi hanya di orat-oret di kertas, dimasukkan dalam komputer, diketik rapih dan kemudian di print.
Sisil tidak menyangka ternyata banyak juga tugas seorang sekretaris direksi. Dari membuat minuman untuk bos, membuat planning bos untuk meeting dengan klien ataupun meeting intern, mengatur janji temu, dan masih banyak yang lainnya.
Sisil berusaha mengingat di kepala nya. Dia dengan hati senang mempelajari semuanya.
__ADS_1
Winda yang mengajari Sisil, tampak senang sebab Sisil gampang mencerna apa-apa saja yang sudah diajari, tanggap dan mudah beradaptasi.
Tak terasa jam berlalu sangat cepat. Bel kantor berbunyi, tanda jam kerja sudah berakhir.
Sisil segera membereskan mejanya dan bersiap untuk pulang.
Winda juga sudah bersiap-siap untuk pulang.
" Saya duluan ya, Sil! " pamit Winda pada Sisil.
"Iya, Mbak Winda. Saya juga sebentar lagi selesai kok! " sahut Sisil ramah dengan senyum manisnya. Winda tersenyum lebar pada Sisil.
Winda berjalan menuju pintu lift di lantai itu. Sisil melanjutkan siap-siap nya, lalu setelah selesai dia berjalan menuju lift di lantai tersebut.
Pintu lift terbuka, lalu Sisil masuk ke dalam lift yang mengantarkan dirinya ke lantai dasar.
Begitu pintu lift terbuka, Sisil melangkahkan kakinya keluar dari lift menuju parkiran.
Sisil menyalakan mobilnya dan setelah dipanaskan Sisil melajukan mobilnya perlahan keluar dari parkiran menuju tempat kost nya.
Diputarnya lagu yang tersedia di dalam mobilnya untuk menemani perjalanan nya yang lumayan jauh. Butuh sejam jarak dari kost ke kantor baru nya ini. Apalagi sore waktunya pulang kerja begini, sudah pasti padat merayap.
Sisil bersenandung kecil mengikuti alunan lagu dalam mobilnya. Hatinya senang, rasanya seperti tak ada beban dalam pekerjaan nya yang baru ini.
Akhirnya setelah perjalanan yang cukup melelahkan Sisil tiba di tempat kost nya. Setelah mengunci pintu mobilnya, Sisil langsung masuk ke kamar kost nya.
Begitu masuk Sisil langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang nya. Rasanya nikmat sekali begitu menyentuh yang namanya kasur. Diiringi hembusan AC yang sejuk membuat Sisil memejamkan mata nya. Tak lama terdengar dengkuran halusnya yang teratur
Ya Sisil sudah tertidur pulas. Mungkin sedikit capek atau kurang tidur, membuat dirinya langsung pulas. Malam semakin larut, bulan tampak tersenyum menampilkan sinarnya yang menerangi malam yang gelap.
*
*
bersambung.....
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=