
Menyibukkan diri dengan dua bayi nampaknya cukup membuat tulang punggung Mikhail sedikit linu. Di tengah rapat yang luar biasa serius, Mikhail justru bertanya merk koyo yang paling ampuh untuk meredakan sakit punggung itu apa.
"Ko-koyo?"
"Iya, menurut Anda merk apa yang paling ampuh meredakan pegal-pegal," tutur Syakil menjawab pertanyaan pria tampan yang merupakan rekan bisnisnya beberapa waktu kedepan.
"Untuk siapa, Pak?" tanya pria itu penasaran, jika dilihat dari segi fisik rasanya tidak mungkin benda itu Mikhail yang memerlukannya.
"Ditempel di mulut asistenku, jelas saja untukku."
Astaga, Bryan bahkan menggeleng kala mendengar ucapan asal Mikhail, pria itu berhasil membuat Bryan bergidik ngeri, dia bingung itu sejenis ancaman atau sindiran keras. Tampaknya Mikhail masih marah perihal dia yang meninggalkan bosnya ketika pulang lantaran mengira jika Mikhail sudah pulang lebih dulu. Ya, biasalah Mikhail yang pulang seenak dengkul membuat Bryan berpikir jika bosnya memang sudah pulang duluan.
"Bukan maksudnya area mana? Apa mungkin punggung, lengan atau mungkin kaki, Pak."
Sensi sekali, padahal pria itu hanya memastikan agar tidak salah dalam memberikan saran. Akan tetapi, tampaknya kondisi tubuh Mikhail memang tidak sebaik itu hingga dia mengira lawan bicaranya bercanda.
"Punggung dan pinggangku sedikit linu, kebanyakan gendong istri ... eh anak maksudnya."
Tidak perlu dibenarkan, toh memang dia juga menggendong Zia hampir setiap harinya. Sang istri yang terkadang ketiduran di sofa jelas saja harus Mikhail gendong ke tempat tidur, belum lagi rutinitasnya yang memang banyak mengeluarkan tenaga akhir-akhir ini.
"Coba koyo cabe, Pak ... dijamin manjur!! Saya juga biasanya pakai, ini contohnya."
__ADS_1
Bryan dibuat menganga kala pria itu merogoh sesuatu di saku celananya. Aneh sekali kenapa dua pria tampan yang kelihatan berwibawa dan gagah luar biasa ini memiliki keluhan yang sama.
"Anda sakit pinggang juga?"
"Hm, semenjak punya anak saya mulai sakit pinggang ... apalagi kalau temani istri begadang, woah pegal-pegal semua."
"Boleh saya lihat?" tanya Mikhail mengulurkan tangannya, memang pegal linu yang dia rasakan amat menyiksa.
"Boleh saja, ambil saja, Pak. Di mobil saya masih ada," jawab pria itu dengan senang hati.
Cocok sekali, tidak salah menjalin kerja sama jika pemimpin perusahaan sama gilanya. Pembicaraan yang sebelumnya luar biasa serius tentang kerja sama yang akan mereka jalin, kini keduanya justru membahas keluarga kecil masing-masing.
Tidak lupa, selain saran obat pegal linu, mereka juga membahas minuman suplemen, cara jitu merayu istri yang sedang lelah, cara membagi waktu antara pekerjaan dan jaga keluarga, serta lain sebagainya. Jika Bryan dengar, rasanya pembicaraan mereka sudah persis ibu rumah tangga.
"Iyaa, anakku kembar ... satu laki-laki dan satunya perempuan, baru satu bulan umurnya," tutur pria tampan dengan wajah oriental dan kulit putih itu begitu nyaman dan sudah tidak seformal sebelumnya.
"Kebetulan, putraku saat ini hampir tiga bulan. Anak kita lahir di tahun yang sama, kita jodohkan saja. Tapi sayang sekali anakmu yang perempuan hanya satu," keluh Mikhail mendadak sedih, sejak Sean dan Zean lahir, pria itu sudah menerapkan prinsip adil.
"Kalau soal itu, nanti putriku pilih saja mau putramu yang mana."
"Tapi kasihan putraku yang satunya, cari jodoh kemana ya dia."
__ADS_1
Belum apa-apa Mikhail sudah bingung sendiri, padahal belum tentu juga terjadi. Putranya bicara saja belum bisa, pembicaraan mereka terlalu konyol menurut Bryan.
"Ck, gampanglah ... kalau sudah menjadi pewaris MN Group masalah jodoh kecil, Pak Mikhail," tutur pemilik senyum manis itu sama sintingnya, nampaknya jika mereka menjadi besan yang dibicarakan hanya tentang harta, pikir asisten pribadinya.
"Benar juga, Okay ... putrimu harus jadi menantuku, akan aku nikahkan dengan salah satu putraku, dengan cara itu kekayaan keluarga kita akan berlipat ganda, dan kita akan semakin menguasai dunia bisnis di negeri ini, bagaimana? Deal?"
"Deal!!!"
Dasar sarap, yang mereka bahas adalah kerja sama brand kedua perusahaan tersebut. Akan tetapi yang justru mereka setujui adalah perjodohan putra-putri mereka yang ukurannya bahkan masih muat di dalam baskom, sejak tadi Bryan tengah mencari dimana titik pentingnya rapat yang mereka maksud.
"Baiklah, buat surat perjanjiannya, Bryan."
What? Mikhail benar-benar serius dan dia menganggap ini adalah kerja sama yang nyata. Bryan hanya melongo namun kemudian dia mulai mencatat poin-poin sebuah perjanjian antara dua perusahaan yang terkenal sama-sama berpengaruh di negeri ini, jika sampai menyatu maka bisa dipastikan kekayaan dan martabat keluarga mereka akan semakin menjulang.
.
.
.
Loh-loh, kok ada lagi, Thor? Gapapa, sebenernya kangen aja. Mungkin tidak akan banyak yang buka karena kemaren memang sudah benar-benar aku tutup. Tapi nggak masalah, aku nulis Mikhail pure karena kangen guys❣️
__ADS_1
Masih mau? Komen ya😚
Aku genapin buat bulan Agustus ini. Babay✨