Gairah Cinta Sang Presdir

Gairah Cinta Sang Presdir
THE LAST BONUS


__ADS_3

Happy Reading guys, selamat tinggal❣️


.


.


.


"Saya terima nikah dan kawinnya Erika Arthaneda ... Astafirullah maaf," sesal Zidan kemudian mengusap wajahnya kasar.


Salah sebut nama, itu adalah nama panjang Zia. Murni kesalahan dan dia tidak sengaja, sungguh dia merasa bersalah pada Erika yang kini duduk di sampingnya.


Sementara yang disebut namanya tengah sibuk mengelus dada sang suami yang nyatanya tetap cemburu padahal hanya salah ucap sebut namanya.


"Maaf, Ka ... demi Tuhan nggak sengaja," tutur Zidan menatap calon istrinya begitu sendu, senyum getir Erika membuatnya terhenyak kini.


"Tarik napas dulu, Zidan. Nama anak Papa Erika Chandrya Wibowo, apa kesulitan?" tanya calon mertuanya terdengar dingin namun tidak bermaksud marah.


"Iya, Pa, maafkan aku."


Erika menyentuh tangan Zidan beberapa saat, berharap untuk kali kedua tidak ada kesalahan semacam ini.


"Bagaimana? Apa sudah bisa kita mulai lagi?" tanya pria berkumis tebal itu.


"Sudah, Pak ... silahkan dimulai."

__ADS_1


Zidan berusaha fokus kali ini, dadanya makin berdegub tak karuan dan mendengarkan dengan seksama ucapan sang penghulu dan inilah saatnya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Erika Chandrya Wibowo binti Adrian Wibowo dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


Dengan satu tarikan napas, Zidan mengucapkannya tanpa hambatan. Air mata Erika menetes tanpa sadar kala Zidan berhasil mengikatnya dengan pertalian suci itu.


"Bagaimana para saksi?"


"SAH!!!"


Bukan hanya saksi, tamu paling heboh di ujung sana ikutan berteriak sah. Karena dengan begini tidak ada kesalahan yang sekiranya membekas dalam diri. Mikhail, berseru yes kala Zidan resmi menjadi suami Erika.


Zia juga turut menangis, bahkan Sean kini menatap lekat mata sang mama. Wanita itu turut merasakan kebahagiaan atas bersatunya mereka.


.


.


"Selamat, Zidan ... semoga bahagia, terima kasih pernah jadi orang baik untuk istriku." Mikhail menepuk pundak Zidan beberapa kali, ucapan terima kasih yang nyata dan tulus begitu adanya dia utarakan pada pemilik senyuman paling tabah itu.


"Iya, Bang, terima kasih sudah bersedia datang ... aku masih tidak menyangka Abang akan sebaik ini."


Beriringan bersama Zia, pasangan ini tengah mengucapkan selamat pada dua insan yang akhirnya bersanding di pelaminan. Ini pernikahan tapi mata mereka merah semua, Syakil yang pada akhirnya menjadi pengasuh Zean sementara jadi bingung sendiri ini acara apa.


"Selamat, jadi sahabat seumur hidup, titip Erika ya, Zidan ... tolong bimbing sahabatku ini, dia belum terbiasa puasa satu hari full."

__ADS_1


Manis sekali interaksi mantan kekasih ini, tidak salah jika banyak yang menangis lantaran hubungan mereka kandas karena Zia terjerat pria dewasa.


"Nggak jadi adik ipar nggak apa-apa ya, Ka ... Zidan juga nggak kalah dari Syakil," canda Zia yang kemudian membuat Erika memerah, sahabatnya itu memang sempat menyukai Syakil segitunya bahkan berharap menjadi istri pria itu ketika mereka masih jadi mahasiswa baru.


"Ck, mulutnya Ziaa ish."


"Hahaha sudah-sudah, sekarang kita foto dulu ... berempat, Syakil jangan ikut dulu nanti kita ganjil."


"Dasar kurang ajar, kau yang harusnya jangan ikut ... ini foto bersama kami berempat, Anda hanya orang asing wahai kisanak," balas Syakil tak mau kalah, karena memang di sini yang orang asing adalah Mikhail.


"Masalahnya ini bukan foto di sekolah, tapi pernikahan dan tentu saja ini bicara soal pasangan, bukan sahabat."


"Aduh-aduh, kapan kelarnya nanti Zean keburu pup. Syakil sama Babas ditengah, ajak Mikhayla juga," tutur Zia dan entah kenapa Syakil jadi geli sendiri kala mendengar pengaturan posisi oleh Zia.


"Istri Syakil brewokan, Mas jadi takut," sindir Mikhail dan sengaja sedikit besar agar terdengar siapa saja yang ada di sana.


"Ck, diam kau, Mikhail."


Hari ini akan menjadi kenangan, Syakil menjadi saksi dari rumitnya kisah mereka. Dari kisah mereka, pria itu semakin yakin jika cinta suci itu ada. Cinta yang mampu menyatukan yang patah, dan mampu menyatukan sesuatu yang lebur. Ya, mungkin mereka berawal dari kesakitan, luka dan pengkhianatan. Akan tetapi, akhir dari semua ini teramat manis.


Sebagaimana kata Zidan, Mikhail sangat baik. Terbukti dengan hadiah pernikahan yang tidak main-main, sebuah rumah dengan harga fantastis dia berikan begitu mudahnya. Syakil bakal heran kenapa dia bisa seroyal itu pada Zidan, padahal perkara anjiing sana membuat Gavin sampai menggerutu dan mengutarakan pada Ibra jika Mikhail luar biasa pelit.


Real Happy Ending✨


Aku memenuhi janjiku untuk Zidan, tidak ada penantian sia-sia.

__ADS_1


__ADS_2