Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Tertangkap Basah.


__ADS_3

Alunan musik yang bertempo sedang dari sebuah Club malam yang dipenuhi oleh anak muda itu terlihat santai dengan obrolan ringan ditingkahi dengan canda dan tawa memenuhi seantero ruangan. yang terlihat berpenampilan rapi dan elegant.


Tidak ribut dan sembrawut seperti pada saat tengah malam tiba.beberapa orang sedang menikmati alunan musik sambil menikmati minuman bersoda dengan sedikit alkohol. Semua tampak wajar dan tak ada keributan dan teriakan yang akan dilakukan seseorang yang kehilangan kontrol.


Cherly dan Truddie nampak sedang berbisik bisik dimeja tengah ruangan yang luas berbentuk Hall tertutup dengan dipenuhi berbagai wewangian yang berasal dari parfum yang bergabung dalam berbagai jenis aroma. AC Ruangan yang sejuk membuat tubuh mereka terasa lembut dan mendingin. Wajah Cherly tampak semakin cantik dibawah penerangan lampu yang berkekuatan ratusan mega watt. seolah olah berada dibawah matahari yang bersinar terang namun tidak merasa panas. Kulit Cherly yang cerah tampak bersinar indah dalam balutan gaun yang membuatnya bagai cake cup cantik berbalut karamel manis yang mengundang perhatian beberapa pengunjung Klub.


Beberapa orang pemuda yang berpenampilan trendy ala icon trensetter musik dunia mendekat kearahnya dan mengajak mengobrol. Namun ditolak halus dengan kibasan lembut jari lentiknya dengan senyum manis dibibirnya. Membuat beberapa pemuda itu meninggalkan meja mereka dengan sopan sambil membuat tanda love dan ciuman jauh yang disambut dengan lambaian lembut Cherly yang memang sedang ingin berdua saja dengan Truddie. Ditempat tersembunyi dan ingin bersembunyi dengan pencarian Barra dan Orang tuanya.


Nanti malam dia akan pulang dan menginap dirumah temannya ini. Dan besok dia akan mendapat ancaman perceraian dari Barra dan dia akan bebas. Swear! Chers berjanji akan menjadi anak yang paling baik buat Sang Ayah dan tak akan pernah keluar rumah, Pikirnya sambil dengan santai, Sambil mengikuti lagu "Sorry" Justin Bieber yang mengalun Syahdu.


Dengan kaki kiri yang terlipat keatas pahanya yang sebelah kanan dengan sepatu merah maroonnya yang cantik dihiasi rambut panjang tergerai indah berhias jepit kecil disisi wajah cantiknya itu terlihat bagai Cameo dalam cerita legenda putri Raja yang Cantik jelita.


Seorang Bartender Tampan dan DJ yang berada diatas ruangan itu tersenyum kearahnya dengan manis disambut Cherly dengan anggukan kepalanya ditengah ritme lagu yang mengalun diikuti dengan lembut.


Truddie Gadis Blasteran Rusia-Indomesia itu.


Tampak asyik dengan ponselnya melayani balasan sosial medianya yang tak henti memberi notifikasi.


Gadis berambut keriting Mie yang modis itu mengenakan pakaian Casual.


Kaos pink tipis tanpa lengan dipadukan dengan rok mini berwarna Lilanya yang pendek berlipit bagai payung kecil. Sepatu sneakers putih merahnya terlihat pas dikakinya yang memakai kaos pendek.


Dia tampak bagai pelancong musim panas yang sedang berjemur.


Dan sama sekali tak merasa dingin diruangan ber AC kuat tersebut.


Wajahnya yang berbintik bintik coklat itu tampak ramah.


Dan bibirnya yang dipoles lipgloss nude itu tersenyum manis menatap ponselnya.


Dan tiba tiba sesosok tangan kekar telah menarik tubuh Cherly bangkit dengan paksa.


Membuat Cherly terpekik kaget dan menoleh keatas dengan wajah memucat.

__ADS_1


"Ba. Barra!" Desisnya pelan, Suaranya seakan hilang ditelan dentuman musik yang telah berganti menjadi musik Cadas!


Nirvana dengan iringan melody Magic Kurt Cobain Nyang menghipnotis beberapa remaja dengan rentakan kepala yang hampir bersamaan.


Cherly tak berusaha memberontak dicengkeraman keras lengan kekar dan besar itu.


Karena dia tahu itu akan sia sia, Dan hanya mengundang perhatian orang orang yang berada disekitarnya.


"Ayo ikut Aku! Cherly!"Perintahnya pelan namun tegas.


Cherly hanya dapat mengikuti Pria itu berdiri dengan lesu dengan wajah tak berdaya, Cherly tampak bagai seorang pesakitan yang sedang tertangkap tangan. Hilang sudah wajah ceria dan Cantiknya baru saja dibawah alunan musik yang tadi diikutinya dengan wajah riang.


" Dan kau! Gadis kecil! Tahukan? Arah pulang kerumahmu! Atau aku akan menyeretmu kepada orangtuamu, Karena tak memberi kabar kepergian kalian berdua kepada orang tua kalian! Dasar dua tupai kecil yang Liar!"Sentak Barra kepada Truddie yang menatap takut dan ingin menarik Cherly keluar! menyeruak sekumpulan kecil pemuda yang hendak mencari kursi yang masih kosong.


Namun Truddie malah menoleh kearah Cherly dan Pria dewasa itu.


"Chers! kau mengenal instruktur gunung ini?" Katanya takut takut.


"Truddie! Pulanglah, Aku akan menemuimu besok," Katanya kepada Truddie yang memohon kejelasan dari Chers lewat matanya yang berkedip kedip dengan resah.


Lalu berbalik pergi dan berjanji akan membeberkan kepada pihak berwajib jika sesuatu yang buruk terjadi pada Cherly.


Sang Instruktur gunung itu harus bertanggung jawab jika berani menculik Cherly.Pikirnya dengan waspada.


...****************...


"Mengapa kau tidak pernah berubah Chers! Kau masih bisa membohongi Kedua orangtuamu yang kini mulai mempercayaimu," Kata lelaki yang tengah mengemudikan Jeep Land Cruiser Tahun lama ini dengan menggeleng gelengkan kepalanya.


Cherly hanya diam.


Melihat kedepan, Kearah cahaya lampu mobil tua itu. Yang tampak menyinari Aspal kasar jalanan menuju kerumah pria yang bertampang seram dan kasar disampingnya.


"Jawab Cherly!!" Bentaknya dengan keras. Membuat Cherly tersentak dari duduknya dan matanya mulai memanas.

__ADS_1


"Kau mau membunuh Ayahmu! Kau mau Ibumu Mati dengan cepat! dengan kelakuan burukmu yang seperti ******!!" Katanya dengan rahang mengetat kuat.


Menghentikan mobil itu dengan tiba tiba dengan bunyi yang berdecit nyaring.


Menatap kearah Cherly diremang lampu depan yang meremang temaram kedalam mobil.


" Kenapa kau menangis? Seharusnya kau tertawa seperti didalam Klub barusan, Tertawa genit kepada semua orang! Seolah kau adalah ratu kecantikan yang ikut kontes dengan belahan baju dan punggung terbuka seperti wanita malam," Tegurnya tajam.


Tangannya yang masih memegang kemudi dengan kemeja biru dengan lengan panjang terlipat hingga kesikunya itu terlihat mengepal membesar dan memperlihatkan otot tangannya yang terbentuk dibawah remang kegelapan. Cherly terhenyak beringsut menjauh hingga memepet kesisi pintu mobil Barra. Lelaki itu terlihat senyum dengan sinis kearahnya.


Airmatanya mengalir dengan deras.


"Kau masih berhubungan dengan kekasihmu itu, Bukan?" Tanyanya melunak, Dan menatap jalanan.


Cherly menatap Barra dari samping dengan takut takut.


"Kalau kau mencintainya pergilah dengannya! Aku akan memberi pengertian kepada Pak Hermawan untuk melepaskanmu dengan cara yang baik," Kata lelaki itu Menatap kearah wajah Cherly. Wajahnya yang keras tak menunjukkan ekspresi apapun, Datar dan tegas.


Mengapa kata kata Barra terasa sangat menyakitkan baginya?


Cherly merasa tak berharga dan Barra menendangnya dengan suatu alasan yang baru.


Mengapa hatinya merasa sakit ketika Barra berbicara tentang perpisahan?


Cherly mengusap airmatanya dengan keras dengan ingus yang masih mencair dibawah hidungnya.


Dan menatap Barra dengan marah.


"Kau mencari alasan untuk mencampakkan aku bukan? Kau telah merenggut kesucianku, Lalu kau pergi meninggalkanku sendirian dirumahmu, Dan menyuruhku pulang lewat Pak Jana. Kenapa kau melakukannya Barra! Mengapa kau lakukan ini kepadaku, Mengusirku pulang setelah puas mengunyah tubuhku, Apa kau pikir aku wanita yang bisa dinikmati hanya semalam bagimu?" Katanya emosi dengan suara melengking.


Pria itu menatapnya dengan datar tanpa merasa bersalah.


"Aku tak ingin tidur dengan seorang wanita yang memanggil nama lelaki lain didalam tidurnya," Kata Barra pelan sambil menghidupkan kembali mesin mobilnya. Dan melaju dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


__ADS_2