Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Misteri


__ADS_3

Truddie tak menyangka dia akan. menjadi bulan bulanan Sam! Truddie menangisi dirinya yang terasa sangat hina. Truddie jadi ragu. Apakah Sam benar benar mencintainya. Mengapa Sam selalu menjumpainya dalam keadaan diam diam. Truddie merasa Sam mempermainkannya dan ingin membuat dirinya malu.


Hari ini Truddie sedang berada dirumah Cherly. Sambil tak henti hentinya menangis dan Cherly juga tak henti hentinya mengulurkan Tissue dari tangannya kepada Truddie. Cherly juga ikut menangis melihat nasib temannya yang terlihat kian rumit ini.


"Eh Chers! Ayahnya Bharche! kemana?" Tanya Truddie disela sela isaknya. Seolah olah takut kalau Barra mendengar makian yang dilontarkan kepada Sam!


"Kau tak usah khawatir Barra tak akan bisa mendengar! Dia sedang pergi kepelabuhan mengecek kayu gelondongnya yang baru tiba dengan sebuah kapal Tongkang kayu dari Kalimantan. Dia mungkin tiba saat tengah malam. "Sahut Cherly sambil mengusap bahu Truddie yang tampak kacau .


"Iya aku takut Barra akan tersinggung! Secaranya Sam itu sudah bagai adik bagi Barra! Kalau aku menjelek jelekkan si Sam aku takut Barra akan tersinggung."Balas Truddie sambil meneruskan tangisan bombaynya.


Cherly tersenyum dengan manis kearah Truddie.


"Tadi malam Sam dan Barra berbicara melalui telepon! Sam mengatakan akan membawamu bersamanya ke Santa Morino! Sam memiliki sedikit properti disana. Namun aku bingung bagaimana mungkin itu akan Terjadi! Sementara kau sendiri masih berstatus sebagai istri Arie Soedono! Ah entahlah Trud! Aku tak dapat memahami jalan fikiran Sam yang selalu berbeda dari manusia lainnya. Dia hidup dalam fikirannya sendiri dan caranya sendiri. Apa yang akan kita katakan kepada Tante Ning dan Om Paul? Seandainya ide gila Sam dalam membawamu akan betul betul dilaksanakannya."Kata Cherly pelan. Sambil menggenggam jemari sahabatnya. Dengan mimik cemas.


Truddie menatap Cherly dengan matanya yang bercahaya. Truddie sangat bahagia mendengar penyataan Sam yang disampaikan oleh Truddie! Cherly mengernyitkan keningnya dengan heran melihat reaksi sang teman.


Mungkin ada benarnya! Jika kita mencintai seseorang yang gila! Maka kita juga akan ikut menjadi gila seperti orang kita cintai tersebut. Contohnya Truddie! Bukankah seharusnya Truddie marah mendengar Ide Sam!


Mengapa malah tersenyum dengan mata bercahaya bak bintang timur saat mendengar ide Sam yang memang gila.


Lihat.


Baru saja Truddie memaki maki Sam dan sekarang tersenyum sendirian bagai orang gila dilampu merah. Persis remaja lagi yang bucin. Sambil mengelus ngelus perutnya Truddie tampak bagai janda Jablay yang alay.


"Trud! Apa kau baik baik saja! "Kata Cherly pelan. Takut sahabatnya akan menjadi gila benaran. Truddie tertawa sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya yang berkutexs merah jambon itu.

__ADS_1


"Mengapa Chers! Apa aku terlihat tidak baik baik saja? Sejak Sam mencium perut dan dadaku! Bayi dalam perutku ini menjadi bersahabat! Aku tidur nyenyak semalam dan aku menyetir sendirian saat menuju kerumahmu dan aku juga banyak makan. Oh! Sam! Mengapa aku sangat mencintai Bajingan tengik itu! "Kata Truddie bagai orang kesurupan. Sinar matanya tampak aneh dimata Cherly.


"Bisa kau katakan! Bagaimana keadaan bayi Bajingan tengik yang ada didalam perutmu itu saat ini, Chesiree! "Suara tegas dan berat itu membuat Cherly dan Truddie menoleh kearah sumber suara itu dengan serentak!


"Sam! "Pekik mereka berdua secara bersamaan.


Sam menyeringai dengan menggendong Banta yang Sedang memeluk leher Sam dengan rasa rindu yang terlihat jelas diwajah anak kecil itu. Berbicara dengan dialog yang hanya dimengerti oleh Sam.


Truddie berusaha meredakan degup jantungnya dengan berpura pura membersihkan tissue yang berserakan dibawah kaki kursi kayu yang didudukinya. Truddie tampak canggung dan malu saat Mata Sam menatapnya dengan tajam.


Cherly menutup mulutnya menahan rasa geli dan bahagia yang menjadi satu. Saat melihat Sam dalam keadaan sehat ditampung sikap Truddie yang tampak bertingkah aneh.


"Trud! Kau tak perlu memungut semua sampah dilantai itu! Nanti akan dibersihkan oleh Bu Ani! Lebih baik aku menyediakan sereal gandum susu buat Sam! Dan kalian berdua mengobrol dengan tenang! "Kata Cherly sambil mengedipkan matanya kearah Sam! Sebelum berjalan mundur beberapa langkah! Dan membalikkan tubuh kearah dapur.


Dengan cepat Banta melepaskan diri dari gendongan Sam dan berlari kearah Ibunya yang sedang berada diruang masak.


Cherly memanaskan tiga cangkir air dikompor Dan memasukkan Lima sendok sereal gandum ditambah setengah cangkir susu murni segar kedalaman gelas besar itu. Mengaduknya dengan pelan. Kemudian menuang kembali air panas penuh asap itu kedalaman cangkir agar tidak terlalu kental. Sam tidak suka sereal yang pekat.Cherly juga menambahkan dua kepung besar gula batu kesereal Sam!


Membuat dua gelas susu segar untuk Truddie dan Banta. yang terus berada disela sela paha Sam yang mengelus rambut Banta yang lebat menghitam.


"Kau belum menjawab pertanyaanku Truddie!" Tuntut Sam pada Truddie yang kini membersihkan meja kecil itu dengan kemoceng bulu ayam yang didapatnya digantungan kapstok dinding.


Truddie menatap Sam sekilas lalu dengan cepat membolehkan pandangan kearah jendela. Tingkah Truddie membuat Cherly terkikik geli. Sedangkan Sam hanya menatap dingin sambil memiringkan wajahnya menatap Truddie.


"Oh Chers! Aku baru tahu kalau air didalam tanah itu dapat keluar dengan cara dipompa memakai tangan! Aku berniat bermalam disini agar aku bisa berolah raga ringan dengan memompa air Mandi buat Bharchek besok!" Kata Truddie berpura pura kaget melihat sumur pompa dibelakang rumah Cherly! Padahal malah semakin terlihat jelas kalau Truddie telah berusaha keras untuk mengalihkan pembicaraan dengan Sam dan menjadikan suasana tampak menjadi netral kembali. Tetapi sikap Truddie malah menjadi terlihat menggelikan buat Cherly.

__ADS_1


Dan Sam yang terus menatap Truddie itu bagai senjata tajam mematikan.


Membuat Truddie menjadi marah dan mulai menyerang Sam seperti biasanya.


"Ada apa dengan tatapanmu itu! Aku tidak takut! Toh aku berada difihak yang tertindas disini! Kau pergi meninggalkanku! Seperti kucing yang meninggalkan kotorannya ditubuhku Lalu membuat drama kalau kau telah tewas! Diberondong peluru dan terbakar seperti didalam film jelangkung! Lalu kau muncul lagi seperti film Bangkit dari kematian dan kau marah melihat aku yang telah. menikah dengan pria lain! Dan kau menciumiku dilorong gudang rongsokan yang penuh buku! Dan kau menyebutku pembohong Ulung! Apa maksud semua ini Sam! Kau membuatku seperti kambing congek! Hamil diluar nikah dan mempermalukan keluargaku! Kau pikir aku bodoh? Sekarang...Aku mohon tinggalkan aku! Please! Biarkan aku bahagia! Bersama Suamiku! Aku akan membesarkan anak ini bersama Arie! Kau tak perlu khawatir! Aku bisa memenuhi segala kebutuhan anak ini! Sekarang pergilah! Jangan datang lagi kemari! Aku akan hidup bahagia bersama keluarga kecilku, "Kata Truddie panjang lebar dengan dramatis sambil menggerakkan gerakkan tangannya bagai sedang membaca puisi.


Cherly membuka mulutnya antara lucu dan heran! Mengapa Truddie jadi berubah dengan tiba tiba!


Dari Bucin menjadi sok kuat. Dan dengan berani mengusir Sam.


Sedangkan Sam hanya diam! Tanpa ekspresi apa apa. membuat Truddie kian geram.


Sam meminum sereal yang dibuat oleh Cherly hingga habis tak bersisa. mengelus kepala Banta sejenak dan Bangkit dari kursinya.


"Ok! Banta! Jaga dirimu baik baik! Kita akan bertemu kembali Disaat kau sudah dewasa!" Kata Sam kepada Banta. Dan membalikkan tubuhnya kearah pintu! Tubuh tinggi berkaos putih dan jeans birunya sesaat lagi akan lenyap dari pandangan Truddie yang tampak bergetar dikursinya. Sam terus melangkah menuju halaman rumah berumput hijau itu!


"Sam! Jangan tinggalkan aku! Bawa aku pergi bersamamu! Aku akan mati jika kau pergi lagi.!Sam!!" Truddie menghambur berlari cepat kearah halaman dan memeluk Sam dari arah belakang. Menyandarkan kepalanya kepunggung Sam sambil menangis.


"Aku akan ikut bersamamu! Aku menolongmu dari semua yang ada dalam hidupku saat ini," Bisiknya pelan dipunggung Sam.


Pria itu berbalik dan melihat dengan seksama Airmata yang jatuh dipipi Truddie!


Sam membungkuk dan berlutut diatas rerumputan hijau memeluk Truddie pelan dengan wajah menghadap keperut Truddie yang mulai terasa mengeras.


"Kita akan bersama sama kembali Nak," Bisiknya kearah perut Truddie. Membuat Truddie menangis dan mengelus rambut Sam yang tengah mencium perutnya.

__ADS_1


__ADS_2