
Suasana Kampus yang selalu ramai dengan celoteh segar ngalor ngidul itu terlihat adem ayem bagai suasana sehabis hujan.
Dingin dan meninggalkan kebekuan didalam hatinya.
Cherly menggelung rambut indahnya keatas.
Penjepit rambut perak hadiah dari Neo.
Cherly suka dengan penjepit ini. Dia merasa cantik dan anggun dengan kesan mewah kecil yang bertengger di atas kepalanya itu.
"Addduhhh! Chers, Kok pakai Jeans sih, Kamu kan dalam keadaan bunting! mana ketat lagi si Jeans! Kamu mau nggak kalau kepala anakmu ceking ditengah!"Protes Grace dengan pelan , Matanya menoleh kiri kanan persis maling ayam yang sedang hendak beraksi.
Grace takut members The Popular lainnya tahu.
Terlebih Teman mereka Niken dan Truddie.
Paling tidak bisa mengerem mulutnya kalau lagi ngoceh.
Cher tertawa sambil melihat keperutnya yang masih rata.
Kaos pink lengan panjang yang sedikit longgar dengan dua kancing atas berkrah. dipadu dengan jeans belel biru pudar.
Rambut tergelung dengan juntaian rambut disisi telinga hingga merambat turun kelehernya yang jenjang dan putih mulus dengan anting emas bentuk lingkaran kecil, Membuatnya tetap anggun dan berkelas walau dalam tampilan yang sederhana.
"Janinnya masih berbentuk segumpal darah kan Grace? Kau jangan menakut nakutiku lho Beyb! Aku kan jadi takut kalau kepala Anakku jadi berbentuk angka delapan,"Jawabnya tertawa sambil menutup mulutnya dengan jemarinya yang berhias jam tangan Omega kecil dan Cincin kawin pemberian Barra.
Tiba tiba Truddie berlari dengan nafas ngos-ngosan kearah mereka berdua. Chers jadi mengernyit heran melihat kelakuan temannya yang satu ini.
Sudah Dewasa tapi masih suka berlari lari didepan orang orang yang banyak.
Sehingga dadanya yang lumayan besar yang ditutupi oleh kaos tipis berbahan karet itu tampak bergoyang goyang membuat para mahasiswa disepanjang koridor melihat'dengan cara yang mesum.
"Apaan siiih lari lari persis film "Gadis Marathon" favorit Bokap gue," Kata Grace heran.
"Hei maskot Populers! Chers dan Grace yang cantik dan cerdas! Aku mau ngomong nih," Katanya lagi menarik nafas dan menenangkan diri.
Membuat Grace Makin jengkel dan memukul pelan punggung Truddie dengan pulpen yang dipegangnya.
" Ngomong ya ngomong aja! Kriwul! Ntar kumakan juga rambut Indomie lo," Kata Grace mengkal.
Sementara Chers melengos dengan menahan senyumnya.
Kedua temannya ini sering kali perang mulut kalau lagi bersama sama, Tapi saling mencari satu sama lain Disa'at tak ada terlihat salah satu dari mereka.
"Kita kedatangan Dosen yang baru pengganti Bu Martha pada mata kuliah" Pengembangan Kepribadian" Namanya Ratu Zheba! Dia masih muda, Seorang sekretaris senior disebuah perusahaan Multi Nasional dan juga seorang Direktur disebuah sekolah mode miliknya! yang bernama "La Belle" Dan ditambah menjadi seorang pengusaha di bidang alat kecantikan/ Kosmetika.Huh huh huh Pokoknya Kuskasih cepeklah poin buat Bu Zheba! ," Kata Truddie memaju mundurkan tangannya kedepan dan kedalam tubuhnya Secaraa teratur mirip orang yang sedang senam pagi.
"Oooooh. Aku sudah bisa lihat Bakat Jurnalisme yang hebat darimu Trud! Tapi Alangkah baiknya sekarang kau ambilkan minuman buat kami yang tengah haus memperhatikan wajah dan ceritamu,!"Kata Grace dengan wajah bosan .
Disambut kikikan tawa tertahan dari Cherly.
Truddie merengut dan pura pura merajuk mencibirkan bibir dan membuang muka kesamping.
Mereka tertawa dan bangkit dengan perlahan menuju kelas dengan beriringan mendengar Panggilan speaker portabel sang komisaris kelas.
...****************...
Suasana hening.
Saat Ibu dosen yang baru yang akan memperkenalkan dirinya didepan para Mahasiswa yang memperhatikan wajah dan penampilan Ibu Dosen yang terlihat cantik dan bersinar dibalut Blazer hitam berlapis dalaman tipis berwarna putih polos. Dengan rok pendek selututnya. Dengan kaki indahnya yang berbalut stocking coklat tipis diatas High heels yang setinggi 5 inci itu dikakinya yang ramping.
"Perkenalkan Nama Ibu, Ratu Zheba! Senang mengenal kalian dan semoga untuk selanjutnya kita akan beradaptasi dengan baik, Maka baiklah! aku akan selalu berusaha agar menjadi wanita yang kuat dengan pribadi yang mandiri dan selalu wellcome dalam.setiap situasi dan kondisi yang banyak menghadang didalam globalisasi yang banyak menuntut kecakapan dan ketangkasan sebagai sumber daya manusia yang telah terancang secara sistematis." Katanya tegas dengan suara bulat.
Wajahnya yang tegas dan berwibawa itu mencerminkan dirinya yang tercipta sebagai wanita tangguh dan berkharisma tinggi.
__ADS_1
Zheba !
Wanita cantik itu berkeliling sejenak dan menyebarkan pandangan kesudut kelas. Dan melihat seorang mahasiswa Cantik yang bergelung Rambut, Memakai kaos pink lengan panjang tampak.merenung sejak Zheba masuk kekelas ini.
Seakan ada benang merah yang menuntunnya untuk mengetahui tentang sesuatu yang membuat gadis itu sedemikian sedih dan terlarut dalam duka yang mendalam.
Zheba tak mengerti apa itu! Apa Karena wajahnya yang cantik , Mengingatkan pada miniatur wajahnya disa'at remaja dulu.
Atau karena melihat gadis itu terlihat sendirian didalam keramaian?
Sheba tak tahu.
Namun Zheba ingin mengetahui ada apa gerangan dengan Gadis cantik bermata sendu itu.
Cherly!
Ya Cherly sama sekali tak melihat segala sesuatu yang berada didepannya.
Ingatan yang melayang jauh kemasa masa dimana dia dan Barra banyak melakukan hal yang penuh kesan dalam waktu yang cukup singkat. Namun pada akhirnya membuatnya terjatuh kedalam hatinya yang paling dalam
dengan kesedihan .
Zheba melihat kembali kearah Bangku gadis cantik itu! Saat kelas usai. Dan masih duduk melihat Cherly dari depan kelas. duka yang mendalam terlukis dalam kabut wajah cantiknya yang bagai Mega Mendung yang tersaput awan hitam .Menusuk kedalam hati Zheba.
Perlahan Zheba bangkit dari duduknya dan bermanipulasi mengadakan putaran anggun dan melintas melewati kursi Chers yang sedang termenung bermuram durja.
"Hai, Gadis kecil! Nanti temui aku dikantor setelah kelas usai," Bisiknya tanpa terdengar teman Cherly yang lain. Cherly mendongak dan mengangguk tanpa dikontrol oleh otak kecilnya.
Seakan ada intuisi kuat yang terjalin diantara mereka.
...****************...
Cherly menemui Dosen wanita yang Anggun bernama Ratu Zheba itu.
Waniat itu menatap kearah taman kampus yang berhias pohon aksia yang dan bunga Nusa indah yang berjajar disepanjang jalan berkerikil kecil.
"Ada Apa denganmu Cherly? Apa ada hal yang menyebabkan hilangnya konsentrasimu dalam mengikuti kelas Ibu?" Tanya Zheba langsung tanpa ada kata pengantar.
Cherly tertohok dan dengan menggelagap gadis itu menatap Zheba dengan lekat.
Dengan susah payah sambil menelan ludahnya yang terasa kering tak memiliki pasokan air liur yang tersedia membasahi kerongkongannya yang terasa kering
Ada sesuatu yang menggerakkan hatinya untuk berterus terang. kepada seseorang selain Grace sahabat yang dipercayainya.
"Aku akan menceritakan sebuah kisah Bu Zheba," Bisiknya pelan.
"Panggil Aku dengan namaku saja Chers! Aku merasa dirimubadalah miniatur pribadi yang sama dengan diriku dimasa lalu," Kata Zheba pelan.
Dan memudian menarik nafas panjang dan mulai mengeluarkan segala isi hatinya yang terpendam selama ini.
" Aku telah menikah, Dengan seorang Pria yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar didaerah yang jauh dari tempatku berada. Pernikahanku yang pada awal mulanya karena paksaan orangtuaku.
Dan dia juga menikah denganku atas paksaan Kakak lelakinya.
Dan akhirnya hubungan kamipun menikah. Dan hidup bersama dalam waktu yang sangat singkat.
Dan diapun kembali ketempatnya bertugas dan melupakanku.
Tak pernah menghubungi atau dihubungi. Dan kini aku mengandung anak dari suamiku itu, Tak siapapun yang mengetahui tentang keadaan diriku saat ini, Termasuk keluargaku sendiri.
Selain sahabatku Grace dan Kamu Zheba!" Katanya dengan lancar.
Dan Aku tak akan mengatakannya pada Ayahku tentang kehamilanku, Aku takut sa'at Ayahku mengetahui sesuatu tentang suamiku Beliau akan terluka.
__ADS_1
Ayahku selalu membanggakan suamiku didepan orang orang untuk menutupi rasa kecewanya, Terhadap perlakuan lelaki itu kepadaku! Dan tak menghiraukanku sama sekali.
Aku tahu ! Ayahku terluka!/Tapi selalu berusaha menutupinya.
Karena telah memaksaku untuk menikah dengan waktu yang singkat.Namun akhirnya pergi dan melupakanku," Sambung Cherly lagi.
Selancar air yang mengalir didataran yang rendah. Zheba mendengarkan dengan terkesima.
Gadis ini dengan tubuh mungilnya dengan masalah yang belum pernah dialaminya pasti merasa berat dengan beban yang kini sedang menimpanya.
Dan akan menjadi seorang Ibu dengan belum terpikirkan olehnya.
Menanggung bebannya sendiri.
"Siapa nama lelaki itu Cherly?" Tanyanya kembali.
"Barra! Barra Malik Ramadhan," Jawab Cherly singkat.
Deg!
Sesuatu menendang Dada Zheba.
Mengingat suatu kisah masa lampau.
Apakah itu Barranya?
Barra yang memutuskan hubungan mereka secara sepihak?
Dwngan Alasan yang tak masuk akal.
Dia mencintai Barra dan berharap banyak darinya.
Dan saat Kevin Datang, Merwka hanyalah sebatas teman.
Barra dengan rasa cemburu yang mendalam, Menudingnya dengan seribu satu tuduhan.
Dan meninggalkannya dalam keadaan Mengandung anaknya.
Lalu! Mengapa benang merah itu seakan menghubungkan dia dengan Cherly? Yah! Jawabannya hanya satu.
Cherly bernasib sama dengannya.
Bedanya hanya dalam sebuah surat nikah.
Cherly dinikahi secara sah!
Sedangkan Zheba hanya sebatas berpacaran. Dan setitik air yang bening jatuh dari matanya yang cantik.
Tatkala teringat Anak Barra yang dikandungnya Gugur! Saat Zheba menjadi depresi dan hampir mengakhiri hidupnya.
Dan disaat menuntut tanggung jawab Barra.
Lelaki itu hanya berkata.
"Bagaimana aku bisa tahu itu adalah anakku! Sementara kau telah tidur dengan banyak lelaki lain.
Dan Kau juga sering melakukan itu dengan Kevin! Atasanmu itu! Dan mengapa harus aku yang harus menikahimu," Sahut lelaki itu lewat telponnya.
Dan suasana hening. Saat Cherly dan Zheba meraba raba dengan pikiran masing masing.
"Chers! Barra itu sama seperti bara yang panas.
Menghangatkan tubuh kita dalam kedinginan dan membakar kita perlahan didalam kepanasan," Kata Zheba pelan.
__ADS_1