Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Kembalilah Cherly!


__ADS_3

Mereka berdua sedang duduk dimeja sebuah restoran yang bertuliskan"Michelin" Warna Gold Raksasa dengan logo bintang lima berwarna senada.


Cherly memakan isi nampan besar didepannya dengan lahap. Steak Kalkun kuning kecoklatan yang empuk tanpa tulang bercampur rempah yang sangat harum.


Sesekali dia menggigit acar Timun besar yang sejuk dilidahnya.


Dan terkadang memakan Tortilla yang renyah terasa hangat dan gurih bercampur asin yang khas rasa Italia.


Alex memperhatikan wanita itu dengan senyum yang menawan.


Hatinya menghangat tiapkali melihat wajah cantik wanita itu! Dia seakan lupa dengan keselamatan dirinya. Saat mendengar rengekan Cherly yang ingin keluar dari Dome mewahnya.


Cherly mengenakan Outfit hitam dengan garis simetris, Berlengan pendek, Dengan renda kecil hampir tak terlihat disisi depan berpotongan santai tanpa Krah!


Pakaian tersebut bermodel terusan yang pas dibadannya yang mungil. Cherly menggelung rambut panjangnya keatas dengan rapi memperlihatkan lehernya yang putih halus yang terlihat feminim.


Sepasang anting berbentuk bintang kecil dari berlian tampak bercahaya bagai bintang yang sesungguhnya.


Leher indahnya dihiasi kalung berlian dengan susunan baris kecil dari berlian juga berbentuk deretan bintang kecil bercahaya terkena pantulan freon warna perak dari penerangan yang berkilau diresto berkelas dunia tersebut.


Gelang dan Cincin berliannya tampak sangat pas dijari Indahnya dan pergelangan mungilnya yang mulus .


Alex tak henti hentinya menatap Cherly dengan mata yang berbinar! Kilatan aneh mengelebat lewat matanya.


"Kau akan tetap jadi milikku! Cherly. Dan selangkah lagi kita akan mengikat janji sehidup semati selamanya," Bisiknya dalam hati.


Sementara Alex mengenakan stelan resmi berwarna hitam dengan kemeja biru gelap dibalik jasnya yang lembut!


Sebentuk Arloji bagus melingkari pergelangan tangannya yang tengah terlipat memperhatikan wanita yang tengah makan tersebut seakan melihat Opera yang sangat diminati penonton yang adictif.


Tak menyadari Seorang pengunjung berpakaian gelap duduk didekat mejanya.


yang berjarak tiga Meter dari pembatas kursi pengunjung yang setinggi satu meter itu.


Semua gerakan Alex terlihat dipantau dalam detektor mini dari ponselnya yang telah direncanakan secara matang.


"Mereka akan menuju keluar sesaat lagi Sam!," Lapor pesan singkat itu tertulis di ponsel Sam yang kini duduk dimobil hitam di Basement bawah tanah resto mewah itu.


...****************...


Mobil Hitam Alex meluncur dijalan kota yang terlihat ramai.


Dua orang pengawal dan sopir duduk dibangku depan itu Menatap kedepan dengan mata awas dan waspada tingkat tinggi. Sepasang radar kecil tak pernah lepas sebagai mesin pengintai otomatis yang canggih menghiasi telinga mereka.


Alex menggenggam jemari Cherly yang terletak diatas pahanya. Sesekali mencium pipi wanita yang terlihat kekenyangan itu dengan mesra.


Sa'at bunyi tembakan itu terdengar dijalan lebar yang terlihat sepi!


Kedua pengawal itu kaget dan terlihat berusaha tenang dengan jalan mobil yang mulai tak terkendali.


Berjalan Zig zag dan mengeper hampir menghantam trotoar dengan tak terkendali.

__ADS_1


Mobil itu tersuruk kepinggir trotoar dengan bunyi berdecit panjang! Jeritan Cherly ditutup oleh jemari Alex.


"Tenanglah sayang!" Bisiknya menenangkan Cherly.


Dalam hitungan detik enam bayangan gelap itu membuka paksa pintu mobil dan memecahkan kaca belakang dengan sebuah Alat berbentuk metal panjang.


Kedua pengawal didepan menembak dengan gaya tenang ,Namun terlihat kaget sa'at pistol mereka mengeluarkan bunyi"Klik" tanpa ledakan. Mereka mulai panik. Tak ada perlindungan yang berarti, Bereti kematian buat misi penyelamatan mereka.


Selongsong pistol tanpa peluru! Dan radar yang mati!


Sanchez telah mengosongkan senjata mereka dan mematikan sistem pengiriman sinyal pada alat komunikasi kecil itu.


"Bangsat! Sanchez! Telah berkhianat Boss!" Kata Sopir yang bertubuh kurus dengan wajah memucat.


Tak ada waktu memikirkan tentang Sanchez yang telah mengganti senjata mereka dan memutuskan radar.


Alex meraba pistol yang Tersembunyi dibalik jasnya,! Dan sebelum itu terjadi satu hantaman bersarang didadanya dengan pistol yang terlempar dari tangannya. Karena disikut oleh lengan penyerang satunya.


Alex dengan gagah keluar dari pintu yang telah rusak itu dan melawan dengan tangan kosong.


Alex Bukanlah pria sembarangan. Dia telah terdidik sejak kecil oleh sang Ayah yang juga seorang Bankir kini menjalani masa pensiun di Siberia.


Disaat pengawalnya yang tengah berduel hebat dengan penyerang.


Alex menghadapi dua orang pria yang mencoba menyerang kembali. Dengan tendangan kaki mautnya. Dan tinju yang mencari sasaran yang sedikit lengah.


Satu hantaman dilayangkan Alex kerahang salah satu penyerang. Namun satu tinju menghantam ulu hati Alex dengan telak.


Tak ada yang menggunakan senjata! Seakan menghindari keributan yang akan meluas esok harinya.


Alex terus menyerang dan melayani aksi penyerangnya dengan hebat.


Namun tak menyadari bahwa sosok kecil didalam mobil itu telah raib.


Saat Alex melompat keluar mobil!


Sosok tinggi besar itu.


Bagai seorang pesulap dengan gerakan cepat tak kasat mata menutup hidung Cherly dengan sesuatu hingga kesadaran gadis itu menghilang dan dengan mudah dipindahkan kemobil satunya yang terparkir agak jauh disisi jalan yang agak gelap.


Dengan gerakan ringan. Mobil itu meluncur dengan desisan kearah jalan kecil yang membujur dengan lurus.


Alex Menghantam wajah pria didepannya dan menyikut ulu hati pria dari sisi kirinya hingga terjatuh lengan lemas.


Saat Alex hendak memijak leher penyerang itu dengan kakinya Dia mendengar panggilan sang sopir yang meninggalkan pertarungan sambil berteriak kearahnya.


Bagai tersadar dari mimpi buruk Alex melihat kearah jalanan yang temaram. Hanya lampu jalanan yang berbaris sebagai saksi bisu! Membawa mimpinya yang telah jauh menghilang.


"Boss! Mereka membawa wanita itu!" Katanya dengan panik.


Dengan Cepat mereka melarikan mobil penyerang dengan lampu yang masih menyala.

__ADS_1


Meninggalkan pertarungan yang seakan disetting untuk memancing kelalaian mereka dalam menjaga Cherly yang ditinggalkannya dimobil.


Dengan menyumpah nyumpah Alex meludahkan darah dari bibirnya."Awas kau Sanchez!" Bisiknya geram!


...****************...


Helikopter yang bertulis Blue Sky itu terlihat terbang rendah! Berputar sejenak mengelilingi Helipad yang berada disekitar lapangan luas ditengah perkebunan yang sengaja tidak ditanam dengan pepohonan.


Terlihat agak tersembunyi ditengah perkebunan yang sangat luas itu.


Suara desingan baling baling ditengah bunyi mesin Helikopter yang berawak Lima orang penumpang itu.


Baling baling melambat dan berhenti sama sekali! Mesin yang tersebar bising itu juga telah berhenti dengan perlahan.


Seseorang membopong tubuh seorang wanita yang terlihat tak sadar.


Menuju kearah rumah kayu besar yang terlihat agak ramai dengan para pria yang tampak berjaga jaga dengan waspada. Perjalanan lewat udara dengan rute bebas melewati hutan dan perairan Kepulauan Indonesia yang memakan waktu hampir 5 Jam itu sama sekali tak membuat wanita itu terganggu dalam tidurnya.


Pingsan!


Dan sebentar lagi dia akan tersadar.


Perempuan itu adalah Cherly! Yang digendong oleh suaminya Barra.


Dengan hati hati meletakkan Cherly keranjang mereka.


Dikamar itu telah hadir dua orang petugas medis yang berpakaian putih putih.


Hadir juga Maya yang terlihat khawatir dengan keadaan Cherly yang tampak lemah.


"Mungkin aku akan membawa Cherly ke Jakarta setelah selesai menjalani pemeriksaan tentang kronologi kesehatan psikologisnya dalam peristiwa penculikan ini," Kata Barra kepada Sam.


Sam hanya mengangguk tanpa kata.


Dia sedikit lega! Namun ada beberapa hal yang mengganggu pikirannya tentang esensi berbahaya yang telah meracuni pikiran Cherly.


Yang diberikan oleh Alex kepadanya sa'at penyekapan dikondomium raksasa milik penjahat itu.


"Iya Barra! Cherly memang lebih baik harus berada di Jakarta." Bisiknya terlihat ragu.


Barra menatap Sam.


Ada sesuatu yang tak biasa dari sikapnya.


Apakah yang terjadi pada Cherly sa'at terbangun nanti masih menjadi tanda tanya buat Barra.


Barra hanya menatap Cherly yang tengah diperiksa oleh petugas kesehatan itu.


Sesekali wanita itu bersuara dan menggumam tak jelas.


"Alex! Kau ada dimana?"Bisiknya dengan suara sedih.

__ADS_1


Membuat Barra dan Sam saling berpandangan.


__ADS_2