Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Dendam Dari Masa Lalu.


__ADS_3

Rumah kayu dilereng gunung itu berdiri dengan megahnya . Rumah Bubungan Lima yang sangat asri dan cantik.


Terbuat dari kayu Meranti yang diserut dan diketam dengan halus. Dengan Cat hitam plitur yang mengkilap.


Memiliki Seng tebal berwarna coklat muda! Besar dan terdiri dari berbagai ruangan yang lumayan luas.


Barra memegang gelas besar berisi kopi sambil menatap hasil renovasi rumahnya yang sangat indah ini.


Siang ini Barra merasa suasana hatinya sedang bahagia.


Pertemuannya yang berlangsung singkat dan hitungan hari itu membuatnya tersenyum puas dari balik wajahnya yang tampak bersih. Bekas cukuran yang membiru dipipi dan dagunya tampak membuat rautnya terlihat jantan dan maskulin.


Mengenakan Kaos tipis putih dan celana Army dengan loreng biru itu terlihat pas ditubuh tingginya yang proporsional dan Atletis itu.


"Cherly! Sebentar lagi pasti akan hamil! Banta akan punya adik, Cherly akan terus melahirkan anak anakku! tujuh atau delapan anak! Atau mungkin lebih, Sehingga lembah ini akan ramai," Bathinnya sambil menghirup Kopinya dengan nikmat.


Dia menatap dekorasi detail rumahnya .


luas dan dilengkapi taman bermain yang belum siap! Beberapa pekerja tampak sedang mengeruk kolam bermain untuk tempat berenang buat anak anaknya kelak! Dan taman yang cantik itu tempat Cherly menghabiskan waktunya untuk menata bunga bunga yang cantik disekeliling rumah yang bagus ini. Cherly yang secantik bunga membuat Barra selalu membara.


Bara telah membuat ruangan bermain untuk anak anaknya kelak. Bu Ani dan Bu Siti juga Pak Jana akan diboyong kerumahnya untuk menemani Istrinya Cherly.


Cherly akan belajar memasak dari mereka berdua! Cherly sangat suka makan dengan lahap masakan kedua perempuan baik itu.


" Hmm mungkin Leory akan hadir disini menemani Banta Sebelum adik adiknya terlahir kedunia" Pikir Barra lagi sambil menarik nafas panjang. Kemudian duduk berselonjor kaki melihat kearah kaki gunung! Sebelum mimpinya tiba.


Suara langkah berat itu membuyarkan lamunannya.


Sam!


Dengan berat menuju keruangannya. Tampak lesu tanpa tenaga! Dengan tangan berbalut perban putih dengan noda merah bercampur antibiotik kuning.


"Sam! Kemarilah!"Panggil Barra.


Sam berjalan mendekat, Dan duduk didepan Barra!


Barra telah menganggap bahwa Sam adalah adiknya.Dan mereka selalu bersama sama satu dengan yang lain.


Hening! Dan ketika suara Sam memecah kebisuan!


"Aku telah mengembalikan kapal milik Bruce Barr! Aku juga menolak transaksi yang diberikan oleh Bruce! Aku tak membutuhkan semua itu lagi! Aku punya banyak uang Barr! Namun aku tak punya siapa siapa! selain kau!


Aku merasa hampa! Merasa hidupku bagai mati! Mungkin aku harus pergi menghilang dari pandangan orang-orang yang membenciku! Gadis itu! Aku melihat bayangannya disetiap mimpi burukku! Aku harus pergi!"Katanya pelan sambil memainkan gesper dipinggangnya dengan jemari tergetar.

__ADS_1


Barra berdiri dengan santai dipinggiran beranda yang berpagar kayu yang halus itu.


"Kau telah meninggalkan semua bisnis haram itu! Tanpa merugikan siapapun.


Dan Aku juga Demikian! Kita akan mulai disini, Lihat! Kayu kayu disepanjang kaki gunung itu sebentar lagi akan kita jual sebagai property yang multi manfaat.


Juga pohon pohon sawit yang terhampar hijau itu! Kita akan kaya dengan cara kita yang damai! Tanpa spekulasi berbahaya! Tanpa musuh! Kita akan tinggal disini Sam! Buang Topeng burukmu itu! Kurasa Kau tak memerlukannya lagi. Mulailah hidup sebagai manusia!


Ini rumah kita! Sam,!"Katanya mendekat kearah pria itu.


Dan menepuk bahunya dengan pelan.Sam menatap kearah mata Barra yang berbinar!


"Apa Aku akan menuai karma itu Barr!" Katanya terlihat ragu.


Barra tersenyum kearah Sam.Wajahnya yang berwibawa itu tampak indah Dimata Sam.


Mereka saling mengagumi satu dengan yang lainnya.


"Sam! Karma itu milik Tuhan! Yang kita lakukan sekarang adalah memulai awal yang baru. Buang segala kekhawatiran yang membuat langkahmu Buntu," Bujuknya .


Sam!


Pemuda ini menekuk!


Ini tidak mudah baginya.


Dia memiliki segalanya, namun tak ingin tinggal sendirian.


Dan tak berani menetap dalam satu tempat.


Sam terlalu takut dengan kesendirian, Didalam keberaniannya yang luar biasa.


Sam dihantui mimpi buruk sepanjang malam. Sehingga dia tak bisa tidur.


Dia tertidur dalam duduknya. Dia juga susah menelan makanan yang paling nikmat sekalipun.


Dia tak dapat duduk dengan nyaman .


Dia bahkan tak bisa tertawa atau tersenyum. Dia merasa dihantui oleh kesalahan yang telah terjadi dimasa lalunya yang sangat kelam.


Barra mengerti semua tentang semua yang telah terjadi dalam hidup Sam dimasa lalu.


Barra yang selalu menggagalkan usaha bunuh diri yang hendak dilakukan oleh Sam.

__ADS_1


Sam tak berniat melanjutkan hidup. Sam ingin mati disetiap sa'at. Denan melakukan tindakan tindakan yang membahayakan nyawanya sendiri.


Namun Malaikat pencabut nyawa itu belum juga mencabut nyawanya.


Padahal Sam tak takut dengan kematian.


Dia lebih takut menghadapi hidupnya yang terasa bagai mimpi yang teramat buruk.


" Chesire! Apa dia baik baik saja? "Tanya Sam kepada Barra dengan suara tergetar.


"Truddie! Dia baik baik saja! Ayahnya tak mencarimu atas permintaan Truddie.Sekarang Istirahatlah! Pak Joy dan Pak Herman telah membersihkan ruanganmu!"Kata Barra dengan penuh perhatian. Sam Beranjak menuju kedalam rumah dan menutup pintu kamarnya.


Barra menebak! Pasti Sam hanya berbaring dengan mata nyalang penuh waspada. Seolah olah selalu ada yang mengintai dan mencelakainya.


Sam tidak takut dengan semua itu! Namun Sam takut dengan bayangan dan Hayalan buruknya sendiri.


Sesuatu yang tak kasat mata. Yang tak teraba. Oleh pikiran manusia.


Sam yang jenius dan pemberani .


Takut dengan hayalannya sendiri.


Sam merebahkan dirinya diranjang berukir dari kayu! Dengan kasur tebal yang lembut. Mencoba memejamkan matanya.Namun kembali terjaga!


"Aku harus pergi melihat Chesire!"Tekadnya bulat.


...****************...


Zheba Menatap Arloji Cantik dipergelangan tangan kirinya yang mulus.Dia sedang berada di Bandara penerbangan domestik dalam negeri.


Sesekali wanita itu tersenyum dengan manis. Dia merasa tak sabaran untuk menemui seseorang yang telah lama dinanti dalam hidupnya.


Dia akan datang berkunjung ketempat seseorang itu berada. Dengan melangkahkan kakinya kedaerah yang jauh dan tak Mungkin.


Namun semua mungkin bagi Zheba!


Dan tatkala pemberitahuan dari sound informasi jadwal penerbangan yang tak lama lagi.


Zheba tersenyum indah merekah dibalik bibir yang menggoda itu.


Beberapa penumpang melirik kearah tampilannya yang berjalan diatas sepatu 12 cm itu.


Stelan yang serba merah Itu mengundang perhatian penumpang yang duduk di lobby menuju boarding pass. Zheba tampil memukau mata semua orang! Membuatnya tampak bagai artis yang berjalan diatas karpet merah dalam suatu ajang pemilihan Style terbaik yang jatuh kepadanya.

__ADS_1


Zheba yang menawan dari segala sisi. Dibalut dengan segala kemewahan dan kecantikan ragawi membuat wajah wajah tak mampu berpaling melihat kemolekan wajah dan tubuhnya yang teramat amat seksi.


"Tunggu aku disana Barra! Kita akan mewujudkan segala mimpi mimpi kita dalam waktu yang tak lama," Bisiknya disela bibirnya yang bergincu tebal dan mengkilat bercahaya.


__ADS_2