Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Kesalahan!


__ADS_3

"Maximilian! Ada apa dengan eksperimen Bodohmu! Wanita itu masih bisa mengingat nama pria brengsek itu!" Kata Alex kepada seseorang melalui telpon.


Dengan menekan suaranya sepekan mungkin. Seolah takut didengar oleh Cherly yang sedang mengoceh ramai dengan dirinya sendiri, Bersungut sungut bosan.


Cherly masih menonton televisi dengan jaringan siaran yang aneh.


Semua tentang Alex!


Alex kecil, Alex Kanak kanak! Alex Remaja! Alex Dewasa!


Dengan berbagai adegan yang seakan akan tak habis habisnya.


Alex yang sukses! Berdiri dalam kerumunan massa.


Alex yang sedang berada dikolam renang dengan seorang pria tampan.Dalam gaya yang sangat Eksotis.


Alex bersama seorang wanita cantik dengan Bikini yang penuh jalinan tali! Bagai ular ular kecil yang membelit bagian bagian penting seorang wanita. Cherly menatap jijik Denan mulut yang komat Kamit.


Alex saat bermain Golf Virtual.


Dan saat mendaki mountain Blue dengan penuh butiran es.


Alex yang sedang mengelus perut Cherly dikamarnya.


Alex yang sedang bermain Sky dikutub Utara bersama suku Eskimo. Sambil memperlihatkan anjing laut hasil tembakan panahnya yang bernama "Harpun". Dengan berpuluh ekor anjing yang menarik kereta salju yang meluncur diatas Es.


" Alex! Apa kamu begitu mencintai dirimu sendiri? Sehingga tak ada manusia yang berarti yang muncul dua kali didalam Vidio bodoh ini," Gerutu Cherly keras.


Alex yang sedang menghadap layar komputernya menatap Cherly sambil menggeleng gelengkan kepalanya dengan pelan. Tersenyum penuh arti tanpa terlihat.


"Ada kek tentang kita! Ditaman, Dirumahmu...!" Katanya terpotong. Saat pria itu menyela.


"Aku akan membuat Video tentang kita , Berikutnya!"Katanya dengan singkat. Tersenyum kearah Cherly, Wajahnya terlihat lelah selalu bekerja hingga dini hari menghadap kelayar komputernya yang berbentuk garis garis lurus yang tak dimengerti oleh Cherly .


Cherly memonyongkan bibirnya kearah pria yang sedang sibuk kembali Dengan keypad keypad penuh nomor dan angka yang membuat Cherly jemu!


"Kau sangat bodoh! Apa kau tidak bosan bermain game yang tak berfaedah itu!Aku heran melihatmu, Serius dengan garis garis bodoh itu," Sungutnya sambil membaringkan tubuhnya diatas sofa besar ditengah ruangan.


Seorang wanita yang tengah sibuk membuat dikabin dapur yang sangat artistik dan tanpa membuat suara ribut.


Bekerja tanpa suara ditengah keharumannya dari pie pisang yang sedang dibuatnya oleh siwanita langsing dengan rambut tersanggul rapi dilengkapi stelan hitam dengan celemek putihnya.


Berenda kecil dan terlihat kaku itu.


Gadis berusia sekitar dua puluh lima tahun yang sanat cantik.Namun dengan tatapan dingin.


Sesekali menatap Cherly yang berkata sesuka hatinya.


Dan menurutnya sangat rewel.

__ADS_1


Wanita itu memiringkan wajahnya menatap kearah Alex yang juga menatapnya bersamaan.


"Apa ini jadwal keduanya meminum campuran esensial itu Boss!" Bisiknya pelan sambil melihat kearah Cherly yang tengah berbaring dengan menonton siaran yang terlihat tanpa diminati sama sekali.


"Berikan 3,5 Miligram saja Sonya,"Kata Alex.


Mereka punya alat komunikasi berbentuk Chips kecil yang menempel didekat telinga mereka.


Berbentuk kawat kecil yang melingkar ditelinga sehingga menyerupai anting metal yang putih.


Cherly bangkit dengan pelan .


Duduk sejenak sebelum mematikan televisi aneh itu dengan remote ditangannya.


Cherly tak menyadari semua keanehan dirumah ini.


Dan meminum air putihnya yang tinggal separuh disisi meja. Cherly bangkit menuju ruangan pribadinya bersebelahan dengan ruangan pribadi Alex.


Dan tiba-tiba saja wanita itu datang dengan nampan berisi pie pisang keju yang beraroma wangi itu kemeja didepannya.


Dengan Cepat Cherly mengulurkan tangannya mengambil sepotong kecil pie yang terlihat enak berwarna kuning kecoklatan itu.


Mengunyahnya pelan hingga habis.


Dan hendak bangkit.


"Anda melupakan air putih anda Nona!"Kata wanita itu dengan kaku.


"Anda tidak berniat untuk menghabiskan air itu?"Katanya membuat Cherly sedikit Marah.


"Hei apa kau Buta! Aku telah menghabiskan air yang barusan kau suguhkan didalam botol itu! Perutku terasa penuh! Kau terlihat aneh," Kata Cherly dengan mendelik kesal meninggalkan wanita yang menunduk dengan hormat itu.


Alex hanya tersenyum mengintip dari atas kaca matanya yang berwarna bening air itu.


Dan ketika Cherly memasuki ruangannya Alex tertawa terbahak bahak.


Dan perempuan yang Cantik berpakaian pelayan itu berjalan keluar dengan gaya yang sangat kaku.


...****************...


Lagi lagi Sam dan Barra menemukan fakta yang nihil.


"Alex tidak datang ketempat ini hampir satu bulan," Kata resepsionis yang berdiri di Kabin luas sambil mendengar beberapa informasi dari rekannya.


" Coba lihat agenda tamu yang lain didatamu!Mungkin ada yang terlewatkan," Kata Barra setengah memaksa kepada lelaki berwajah Eropa tersebut dalam bahasa Inggris.


Laki laki itu memeriksa kembali agenda yang telah terkumpul dengan sempurna itu.


Selama lebih kurang lima belas menit.

__ADS_1


Barra menunggu sambil mengusap usap pahanya dengan gelisah.


"Oh Sayangku! Kamu ada dimana Chers?" Bisiknya hampir tak terdengar.


Sedangkan Sam sedang berada disalah satu sudut bangunan besar dengan lalangan orang orang berpakaian necis dan perlente itu.


Namun matanya yang tajam melihat sesuatu yang menarik.


Seorang pria berpakaian serba hitam dengan Ray-Ban yang lebar menutupi wajahnya sedang berjalan menuju Lobby.


Sam mengikuti lelaki muda yang berusia kira kira Dua puluh lima tahun itu.


Sam mengenal pria itu.


Salah satu teman Fabian yang sering mendampingi Fabian sa'at berada di Casino.


Pria itu adalah salah satu anggota Black Cat!


Yang diketuai oleh salah satu Bankir Terkemuka dan masih muda, Theodore Alexis!


Sam terus mengikuti tanpa bersuara.


Pria itu tak mengenali Sam yang tanpa topeng pucat Zombie nya.


"Pinokio!" Bisik Sam dengan senyum mautnya.


Pria itu duduk dikursi lobby sambil memainkan ponselnya dengan wajah yang serius.


Sam duduk disamping pria itu dengan gaya santai.


Sambil melihat ke sekeliling mengitari lobby besar tempat berkumpul para Bankir Bankir ternama.


"Hai Pinochito Sanchez! Senang bertemu kembali denganmu! Bagaimana Khabar Boss gay mu itu?" Bisiknya dengan pelan.


Pria yang dipanggil Pinochito Itu memucat seketika mendengar suara yang mengerikan dan menjadi trauma panjang dalam tidurnya.


Luka tembak dan derak tulang lebar yang patah itu terus menghantuinya.


"Kau tidak sedang menggunakan radar ditelingamu bukan? Kau tak perlu berbicara! Kau cukup memberi informasi penting untukku! Aku suka mendengarkan derak tulang yang merdu itu!" Bisiknya sambil menepuk bahu Pinochito Sanchez dengan akrab.


Pria itu mengangguk dengan pelan! Sambil mengusap usap bibirnya.


Dia dalam masalah besar kini.


Dan saat melihat pria besar yang sedang berdiri dikabin resepsionis yang menatapnya dengan tajam.


Barra! Kini melihatnya dengan pandangan aneh.


Pinochito tahu! Barra dapat membidik koin logam berdiameter Tiga cm dari jarak 50 meter.

__ADS_1


Dan Revolver kecil itu pasti berada dibalik rompinya yang tebal .


Dan akan menyalak kembali mencapai sasaran dengan empuk dikulitnya yang halus ini.


__ADS_2