
Truddie Masih memejamkan matanya sambil terus menyebut nama Sam.Dan menganggap semua ini hanyalah mimpi. Truddie tak mempercayai takdir yang sedang mempermainkan dirinya. Truddie hampir tak bisa membedakan halusinasi dan reality yang tengah melanda dirinya saat ini. Pria itu mengerutkan keningnya dengan seringainya dengan kejadian yang nampak lucu didepannya.
Truddie tampak memegang tali Hoodie pria itu dengan. mulut komat kamit bersimbah airmata yang merapal nama Sam tiada henti. Sam membungkuk kearah wajah yang menempel didadanya itu dan menjentik pipi Truddie dengan telunjuk dan ibu jemari panjangnya yang putih pucat.
"Aku Telah berjanji akan kembali! Walau hanya dengan berbentuk sepotong tulang! Namun mengapa kau menikah dengan pria lain, Dasar Chesiree kejam! "Bisik suara itu ditelinga Truddie.
Truddie mendongak keatas menatap wajah pria diatasi kepalanya dengan tak percaya. Meraba wajah Sam dengan jemari mungilnya yang lembut bagai rabaan pada suatu karya seni dari sebuah hasil keajaiban sang maestro hebat. Hidung mancung dengan seraut wajah bujur sirih kembut beralih tebal dan rapi. dengan bibir memerah laksana delima yang matang tertutup daun. Rahang lembut namun membentuk garis tegas dengan bulu halus yang lembut tumbuh samar bagai bulu anak ayam yang baru menetas lembut dan tekstur sedikit kesat dan berpadu dengan kehalusan yang luar biasa.
Gabungan antara Zombie dan Malaikat.
"Mereka mengatakan kau sudah mati Sam! Kau masih hidup kan? Aku bisa gila dengan kehadiran dirimu lagi! Sam cium aku lagi! Agar aku yakin kau masih hidup. Apa kau hantu? Kuyang jahat! Kenapa kau selalu...Mmmhhhpphh.
Bibir yang panas itu kini membungkam bibir Truddie yang berbisik dengan pelan.
Truddie menahan batasnya sejenak dan membiarkan Sam membawa dirinya kearah mana yang disukai oleh pria itu. Sam yang mendesak tubuhnya kearah dinding berdebu penuh jelaga bekas kertas dan buku yang terbakar. Menempel pakaian putih hitam dibagian punggungnya. Sam memiliki gairah klasik menyesap dan memainkan lidahnya didalam mulut mungil Truddie! Bibir Sam yang merah bagai pangeran Vampir penghisap darah manis manusia. Truddie merasa tubuhnya terbang kearah timur matahari yang memberi hawa panas yang memerah. Sapuan tangan Sam yang kian liar ditubuhnya bagai Usapan angin disaat hujan ditengah panas yang hangat. Tangan kokoh Sam yang panjang mengangkat tubuh mungil Truddie hingga Bibir hinggap di perutnya yang keras rata dan penuh otot keras bagai tulang. Tekstur tubuh yang aneh! Terlihat kurus namun penuh berisi dengan sel sel otot yang kuat. Terasa alot dan panas. Tubuh Truddie yang kini terangkat bertengger dibagikan depan tubuh Sam. Bagai anak koala yang bergelantung diperut sang Induk. Yang terus bergerak dengan lincah dan menuntut. Sam
Menekan tubuh Truddie dengan keras agar kian merapat ketubuhnya bagian depannya. Truddie melingkarkan lengannya keleher Sam dan bergelantung dengan bebas. Pria itu dengan bebas menyentuh dan menyelusuri tubuh Truddie dibagikan atas yang seakan tiada berakhir. Disaat Truddie merasa perutnya terasa terjepit diantara perut dan dadanya yang kini makin membesar secara alamiah disebabkan kandungan hormonnya yang meningkat sejak kehamilannya. Truddie meringis menahan sakit diperut dan dadanya.
__ADS_1
"Sam! Bilakah kau menurunkan aku? Perutku terasa nyeri,"Bisiknya dengan nafas terengah engah. Membuat Sam tersadar.
Dengan Cepat menurunkan Tubuh Truddie kembali. Truddie memeluk tubuh Sam kembali. Pria itu terlihat kaku kembali. Dan membiarkan Truddie dengan terus memeluk Tubuhnya. "Apakah anakku masih disana?" Kata pria itu dengan tegas. Truddie melepas pelukannya sejenak dan mengusap perutnya pelan. Terasa panas akibat tekanan tangan Sam yang memaksanya dengan sedikit kasar. Hingga perutnya menekan dengan keras keperut Sam.
Sam berjongkok didepan Truddie dan merapatkan wajahnya keperut wanita itu menatap dengan seksama kearah perut Truddie yang masih tertutup blouseTruddie. Perlahan tangan Sam menyingkap blouse putih hitam itu hingga keatas dadanya. Menatap dan perlahan meraba raba perut Truddie yang terlihat mengembang dengan sedikit tonjolan dibagikan rahimnya.Sam menyelusuri kulit perut dan dada Truddie dengan tangannya yang kini hangat. Truddie menahan nafasnya tertahan agar tidak mengerang penuh gairah.
Tlilililililtt trililili trililit.... Suara ponsel Truddie berulang kali dari tas Truddie yang kini tergeletak dibawah kakinya. Truddie mengambil ponsel dari tas kecilnya dengan tetap membiarkan Sam mencium dan membelai perutnya sangat pelan sambil memejamkan matanya.
"Hallo Mas! "Kata Truddie dengan suara bergetar saat Sam menghisap perutnya dengan sedikit keras. Membuat Tubuh Truddie terguncang.
"Kamu tak apa apa sayang? Kamu milih milih bukunya agak lama juga ya! "Kata suara Arie terdengar lega karena Truddie dalam keadaan baik baik saja.
"Apa kami harus kesan untuk membantu membongkar bukunya? "Kata Arie dengan sedikit cemas. Mengingat Truddie yang baru saja sembuh dari sakitnya.Keadaannya pasti lemah! Fikir Arie.
"Oh! gak usah Mas! Udah kok. Bukunya udah dapat! Aku akan datang setelah menyelesaikan pembayarannya. Akkhhhh!"Teriak Truddie tertahan tanpa sadar. Saat Sam mulai dengan aksinya yang kian liar.
"Truddie! kamu kenapa sayang? " Kata Arie pontan dengan suara cemas. Mendengar suara Truddie yang terdengar tertahan itu.
__ADS_1
"Oh! gak apa apa Mas! Aku hanya terpeleset sedikit! "Kata Truddie sambil menutup teleponnya dengan cepat. Sam melepaskan bibirnya dari tubuh Truddie yang terlihat basah dibagikan perut dan dadanya. Beberapa bekas ditubuhnya itu tampak memerah samar. bagai terkena gigitan nyamuk hutan jantan yang ganas dan haus darah.
"Dasar Chesiree! Pembohong ulung! "Desis Sam yang masih berjongkok dibawa tubuh Truddie sambil memendam gairah. Sam tersenyum sinis lebar memperlihatkan taringnya yang gingsul . Ini sudah kedua kalinya Sam mendapati Truddie telah berbohong didepan hidungnya. "Plok! "Tas Truddie melayang memukul kepala Sam dengan agak keras. Pria itu tak bergeming sedikitpun!
"Lalu!? Apa yang harus kukatakan Pada suamiku bodoh! Aku harus bilang perut dan dadaku tengah dihisap oleh pria yang telah menghamiliku? Dan berada dukungan gelap tempat pengepakan buku yang penuh sarang laba laba dan sisa pembakaran kertas yang usang dan telah dimakan rayap? Dengan baju kotor penuh jelaga hitam! "Kenapa kau selalu melecehkan aku Sam? Dan kau suka sekali memanipulasi kehadiranmu yang datang dan pergi dengan tiba tiba! Kau tak ingin kan? Membawaku pergi untuk pergi bersamamu! Kau sebenarnya pengecut kan? Kau swngaja menyiksaku !Menghamiliku dan berpura pura mampus terbakar dimobil agar aku bisa menikah dengan orang lain. Namun kau tiba kembali didepanku dan melecehkan aku yang bodoh! Dan terbuai oleh sentuhanmu! Sekarang Ambil koin milikmu ini! Aku tak. membutuhkannya! Mati saja sana! Bersama harta hartamu! Biarkan aku bahagia! Dan aku akan memelihara janin yang berada dikandunganku dengan kebohonganku!"Kata Truddie sambil menyentak kalung emas berantai kecil dilehernya dengan Liontin koin yang diberikan oleh Sam. Disaat lalu. Melemparkan kalung berikut liontin perak bergambar naga itu kewajah Sam yang hanya terdiam sambil menatapnya dengan tatapan dinginnya.
Truddie lari terbirit birit melewati beberapa tumpukan kertas yang menggunung. Temoat persembuanyian Pria itu saat mengincarnya tadi. Truddie terus berlari hingga menembus kerumunan orang yang berlalu lalang menuju kearah tempat Suaminya dan Pak Bruno yang masih setia menunggunya.
Truddie merasa menjadi orang yang paling jahat sedunia.
Kotoran menjijikkan yang berdiri diatas tempat yang paling kotor. Mengapa dia selalu begini? Dan mengapa Sam selalu dengan mudah mempermainkan dirinya.
Namun benarkah!
Apa Dia benar benar membenci Sam! Truddie ragu dengan dirinya sendiri.
Namun dia berjanji akan mulai setia kepada Arie suaminya . Dan mulai berusaha melupakan Sam!
__ADS_1
Ini terdengar konyol. Namun Truddie akan mencoba mencintai Arie. Truddie terus berjalan cepat dengan hati yang kian gamang.