
Truddie menatap Sam dengan Aneh!
Seaneh mata Sam yang berubah kelam.
Angin yang tak berhembus, Membuat tubuh terbuka Truddie kepanasan. Wajah malaikat itu tidak pucat!
Bukan wajah Zombie! Betul.
Tampan! Dingin dan kejam!
Takuya Kimura! Sang Aktor Jepang kesukaan Sang Ayah yang ikut ditontonnya. Wajahnya sangat mirip! Apakah ia reinkarnasi?
Sam mencibir sinis kearahnya!
Wajahnya memerah! Oleh aliran darah yang memanas.
Tatto Naga merah itu dialiri oleh keringat diotot leher yang kekar! Selalu terbalut oleh sehelai Syal yang sebentar lagi akan mencabut nyawa Truddie.
Namun wajah tampan itu lebih mengerikan dari wajah Zombie yang dikenal Truddie. Dan baru saja menciumnya dengan panas. Membelai bagian rahasia dari tubuhnya yang melembut dan menghangat.
Truddie pasrah dengan kenikmatan itu sampai rasa itu pergi berganti dengan mimpi horror.
Wajah malaikat itu adalah jelmaan Iblis kini!
Mata Sam yang mengelam menyorot tajam seiring senyum sinis menyeringai kejam menggenggam syal yang tergeletak disisinya. Merentangkan syal itu dengan membentuk garis lurus vertikal ditangannya.
Perlahan mendekat dan mulai mencekik leher Truddie dengan kuat, Truddie hanya terdiam karena shock melihat semua keanehan dalam beberapa detik terakhir.
Lelaki itu menciumnya dengan panas, Menyentuh hal yang paling Pribadi dari tubuhnya. Membelai dan membawanya hendak menggapai awan yang indah.Dan Truddie tanpa sengaja melihat selaput tipis pucatnya yang meliputi wajahnya yang tampan. Topeng!
Kemudian pria itu merasa terganggu karena penyamarannya telah terungkap. Dan kini berniat membunuhnya dengan syal yang selalu melilit Dilehernya yang ternyata menyembunyikannya sesuatu ciri khas yang menjadi tanda dari jati diri Sam yang sebenarnya berwatak kejam. Dan seorang pemain dari balik layar.
Kini pria itu semakin mendekat ketitik garis dimana target itu menatapnya dengan bias cinta yang mulai terlihat samar. Dan Sam benci itu. Seperti membenci dirinya yang mulai menyemai sesuatu yang tak wajar dari hatinya yang tak biasa. Dia harus memusnahkan perasaan aneh didadanya. Seperti dia harus memusnahkan pemilik mata coklat yang mulai memberi kehangatan didingin hatinya.
Dengan Cara membebat leher halus mulus itu dengan seutas tebal kain sialan itu! Hingga mata indah itu tertutup dan tak membiaskan Cinta untuk dirinya yang tak berharga.
Truddie!
Gadis ini harus mati!
Seperti rasa aneh dihatinya. Mungkin setelah ini dia harus memusnahkan dirinya sendiri.
Truddie Terdiam saat merasakan kain itu menjepit segala sisi lehernya. Semua terasa kian aneh!
It's freaky day and Freaky time! Bisik Truddie dalam hati.
Nafasnya terasa berhenti dileher dan kepalanya terasa yang panas, Darahnya terasa berkumpul diotaknya.
Beginilah rasanya menjemput kematian? Bisiknya dalam hati . Truddie melihat lambaian tangan Ibunya saat akan berangkat kuliah.
__ADS_1
Mencium pipinya dikala akan tertidur.
Menemani Ayahnya bermain catur. dengan duduk disisi kursi Ayahnya. Sambil tertawa menyemangati sang Ayah.
Dan kala Ibunya menyuapinya saat dia sakit.
Dan sebelum kata selamat tinggal itu terucap. Kesadarannya telah hilang!
Dia merasa tubuh nya melayang kesurga sebelum mendengar suara tulang lehernya yang berderak oleh belitan Syal Pria itu!
...****************...
Dan tatkala mata Gadis itu terbuka dan tidur diatas dipan kayu bertiang bambu yang bulat berbuku.
"Bukankah seharusnya aku sudah berada ditaman surga,! berenang bersama angsa putih dengan para bidadari? Dan tertidur diranjang Emas dengan Tirai sutra! Ini kok malah berselimut Syal buluk sialan dan bantal bau apek! Dasar lelaki sialan! "Katanya Truddie pelan dan bangun dengan pelipis dan lehernya terasa panas.
"Hei Sam! Pembunuh berdarah panas! Brengsek, Setan! Kenapa tak kau bunuh saja aku Hah! Biar kau juga membusuk dipenjara! Ayahku akan menuntut kau di hukum Garrot!
Kalaupun kau bisa lolos! Aku akan menghantui dirimu sepanjang hidupmu! Dan kau membusuk dijalanan dengan menyesali diri! Karena telah membunuhku! Dasar penjahat tak tahu diri!"Kata Truddie sambil melibaskan syal buluk itu ke wajah pria yang sedang terduduk dibawah dipan itu berkali kali.
Pria itu terdiam bagai patung!
Dengan gemas Truddie berguling turun dan menjambak rambut hitam lebat Sam dengan kuat dan mengguncangnya dengan geram!
Diam
Truddie mencakar wajah pria itu dengan kukunya yang tajam hingga berdarah.
Truddie menangis memukuli Sam dengan tinjunya yang kecil dan mencakar Tatto naga merah itu! memekik histeris.
Namun tubuh tinggi dan keras itu sama sekali tak beranjak dari tempat duduknya.
Truddie berlari keluar dan berlari sejauh jauhnya menjauhi rumah dimana Sam duduk terdiam.
Entah itu rumah siapa yang jelas dia harus pergi dari sini meninggalkan tas berisi ponsel dan KTP nya.
Yang tak dipedulikannya lagi.
"Bawa gadis kerumah sakit! Sebentar lagi aliran darah keotaknya akan terhenti dengan sendirinya. Ini darurat! Diaz!
Cepat selamatkan gadis itu! Jangan sampai gagal.
Dan kita akan berangkat pukul 21 malam ini, Dan katakan pada Barra! Aku menunggu di lahan pertambangan!" Instruksinya kepada seseorang.
Truddie berlari sambil menangis.
Kakinya luka luka tak dirasakan olehnya. Sinar matahari yang panas seakan menjadi saksi kesedihannya. Tank top basahnya terasa kian lengket dan terasa makin mengapit tubuh indahnya dengan kecang! Langkah kakinya kian berat dan semakin kaku. Perutnya kram dengan leher yang terasa panas dan pedih ditenggorokannya.
Kepalanya terasa kian berat dan memanas.
__ADS_1
pandangannya semakin berkunang-kunang saat melihat Camry hitam itu datang menuju kearahnya sebelum tubuhnya yang terasa sakit terhempas menabrak bumi dibawahnya. Dua orang pria mengangkat tubuhnya dan memasukkannya kedalam mobil dan melaju dipanas mentari yang kian menggigit.
Truddie merasa inilah akhir hidupnya yang sangat mengerikan dan lebih menyedihkan dari cekikan syal maut itu. Sebelum kesadarannya benar benar menghilang seluruhnya.
...****************...
"Dia sudah sadar dok!" Suara Ibunya bagai terdengar didunia yang sangat jauh.
"Dia harus beristirahat Bu! Bekas cekikan tali dan kelelahan . Dehidrasi juga menjadi penyebabkan kesadarannya menghilang selama dua hari." Kata seorang laki-laki mungkin seseorang dokter yang merawatnya.
Langkah langkah sepatu itu terdengar mendekat keranjang Truddie.
Papa! Bisik Truddie pedih.
Airmatanya mengalir pelan mendengar suara sang Ayah yang terdengar tegar.
"Jangan ada wartawan yang meliput dan menyebar berita ini, Aku akan mengadakan penyidikan secara personal setelah Truddie sadar! Kita belum tahu kejadian sebenarnya. Sedangkan temannya Cherly masih didalam pengawasan. Truddie dan Cherly! diculik dijalanan! dua hari sebelum kejadian. Dan membuat Alibi menginap dirumah suami Cherly diperkebunan! Dan anakku sendiri mengatakan kepada Ibunya, Lampu sen mobilnya putus. Dan mobil Truddie berada dibengkel! Seseorang meletakkan mobil Truddie didepan trotoar bengkel.
Sedang Cherly telah kembali pulang dengan selamat.
Cherly masih Shock dengan kejadian yang menimpa putriku! Sebagai teman terbaiknya. Dan mereka memberi Khabar seolah mereka baik baik saja! Kurasa mereka berada dibawah ancaman sa'at itu.
Kemungkinan besar mereka diculik! Entah apa tendensnya.
Kita akan mengetahui setelah Truddie sadar!" Suara Ayahnya memberi keterangan kepada salah seorang penyidik yang merangkap temannya saat berkuliah dulu.
Mungkin Om Hans,Pikir Truddie. Hans adalah Seorang Agen elit kepolisian Rahasia Indonesia.
Yang bertugas tanpa terlihat. Berjalan bagai rakyat biasa.
Namun semua hal kecil pun tak lepas dari pantauannya.
Truddie memejamkan matanya kian rapat.
Dia tak ingin mendengar sesuatu tentang Sam dan akibat yang ditimbulkannya.
Namun!
Semua terdengar oleh Truddie dengan jelas. Dan ingin meneriakkan kekecewaannya. Dan menangis meraung dibahu Ayahnya seperti biasanya.
Namun dia susah untuk berbicara dan dia tak ingin menambahkan menciptakan suatu permasalah bagi orang tuanya yang merasa kejadian kepada anaknya adalah mimpi buruk.Sampai dia mendengar suara asing yang agak pelan disampingnya.
"Iya! Truddie Dalam keadaan kritis sa'at tiba! Seseorang mengantarnya kerumah sakit dan menghilang ! Aneh, tidak ada yang meminta tebusan atau sejenisnya. Namun dilehernya terdapat bekas cekikan tali atau kain!" Terang seorang lelaki.
Truddie lelah! Dia tak ingin membuka keduanya matanya yang indah dan terpejam.
Dia benci mengingatkan tentang Sam! Dia benci! Saat Pembunuh kejam itu menciumnya.
Membelai tubuhnya.
__ADS_1
Membelai hati dan perasaannya. Dan dia benci Sam ada dalam Fikirannya!