Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Bukan Pedofil!


__ADS_3

Paquita melangkah gamang.


Mendekat kearah Alexis.


Wajahnya Yangs sangat imut itu terlihat sangat menggemaskan. Sepasang mata lebar nan indah dengan buku lentik yang menaungi manik telaga matanya yang bening coklat kehitaman.Bibirnya memerah telihat penuh bagai kelopak bungan anggrek hutan yang langka.


Kedua pipinya yang putih kemerahan tampak kian merona saat mendekat kearah ranjang dimana Alexis yang kini duduk bersandar disisi bagian kepala Ranjang besar berdesain miniatur kolam Angsa dengan Kasur besar berwarna putih dialasi seprai yang sangat lembut.


Kini pria itu menarik kepalanya sendiri kedepan hingga terduduk dengan tegak.


Menatap kedatangan Paquita yang kini menuju kearahnya.


"Mengapa Gadis kecil Barra ini terlahir begitu cantik?" Desahnya sambil memejamkan mata.


Sebenarnya Alexis tak perlu lagi mempertanyakan hal itu.


Paquita terlahir dari rahim seorang wanita yang sangat cantik dan Seorang Ayah yang kharismatik.


Suatu perpaduan yang pas dalam menghasilkan keturunan yang baik dan menakjubkan.


Perfect!


Hanya Kata itu yang mampu mewakili perasaan Alexis saat melihat gadis kecil yang mirip peri hutan penghuni telaga yang sangat indah.


Paquita mengikuti arah tangan Alexis yang mengisyaratkan agar naik keranjangnya dan duduk didekatnya.


Gadis kecil itu duduk didepan Alexis tepat diantara kedua paha pria itu. Dengan sikap polosnya yang tak merasa apa apa dengan tindakan yang dilakukannya dalam sentuhan ringan telapak tangan kecilnya di betis Alexis sedikit tergetar sa'at menyentuh kulit putih Alexis yang ramping berotot dibagian kaki atasnya. Namun terasa bagai sengatan listrik yang membangkitkan energi yang sangat kuat seantero tubuh Alexis yang terasa menegang dengan tiba-tiba.


Tanpa sadar Alexis lebih mendekatkan tubuh kecil Paquita yang elok hingga bersentuhan dengan tubuhnya.


Jemari Alexis menyisir rambut sehalus kolom ulat sutera pada daun murbei yang terasa sangat lembut dijarinya.


Paquita Duduk menyamping dengan kedua kaki menyampir kepaha pria berwajah bak idol Artis Korea yang sering dilihat Paquita di Ponsel Mirriam. Pengasuhnya, Dan takjub melihat kesekeliling ruangan yang sangat indah itu.


Nuansa putih yang dominan dengan interior Unik yang mungkin hanya dapat dinikmatinya dengan melihat film Barbie dengan Kastil besar yang sangat mewah.


Beberapa permata yang menghiasi sisi pigura berisi Photo Alexis dan Sang Mama mengingatkan Paquita pada cincin tunangan Mama Truddie dari Om Sam.


Bedanya benda berkilau dijari Mama Truddie terlihat kecil dan cahayanya tidak terlalu berkilau seperti beberapa batu berkilat dikamar dan ruangan Pribadi Alexis.


Paquita masih terlihat diam dengan takjub dengan tempat luar biasa dimana dia berada. Dari samping Alexis memperhatikan wajah Gadis kecil itu dengan sedikit heran. Dan alis mengerut naik sebelah dengan bibir merah Alexis yang mengerucut. Ekspresi yang tak biasa terpancar diwajah dinginnya.

__ADS_1


Perpaduan antara lucu dan heran tertera disana.


"Apa yang kau lihat Paquita!" Bisik belahan bibir indahnya yang seksi. Alexsis membungkuk mengecup rambut indah Paquita.Gadis kecil itu mendongak keatas menatap serabut wajah tampan milik pria dewasa yang bagai pangeran tampan dalam imajinasi kanak kanaknya.


"Apa kau pernah naik kapsul raksasa itu untuk pergi ke bulan?" Tanya Paquita sambil melihat kearah suatu benda yang ada disudut ruangan yang luas itu.


Alexis tersenyum tipis sambil terus menatap wajah Paquita .


"Itu Alat persembunyian rahasiaku. Anti api dan radiasi. Kita akan meluncur dengan mudah lewat jalur samping menuju terowongan bawah tanah dan langsung menuju kelaut. Sederhananya! Kau dapat bertahan disana selama dua puluh empat jam dengan oksigen dan saluean udara yang keren!" Jelasnya sambil mengecup pipi Gadis kecil yang memerah itu.


Paquita menunduk dengan cepat.


Walau dia masih kecil . Dia dapat merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya sa'at Alexis mengecup pipinya dengan bibir merah pria dewasa itu.


Sekarang pipi bekas kecupan itu terasa basah.


" Om! Jangan menciumku! Aku takut!"Katanya sambil metap keatas kembali kearah Alexis.


Bibir merah Putri Barra yang sangat cantik itu terbuka sa'at dia berbicara membuat Alexis tak dapat mengontrol dirinya.


Dengan tiba tiba sekali dengan gerakan yang tak terduga bibir Alexis telah menempel dibibir Paquita yang mungil dan terasa menyejukkan. Persis seperti saat menenguk air tawar yang dingin saat berada dipasang pasir yang tandus.


Namun bagai tamparan setan yang tak nyata. Alexis merasakan gerakan lembut dan gelisah sang gadis kecil di pelukannya itu seolah menyadarkannya.


Dengan cepat Alexis menarik lepas kepalanya dari wajah gadis kecil itu. Dan dengan nafas memburu dia mulai meregangkan pelukannya ditubuh Paquita.


Yang kini terasa menggigil saat bersentuhan dengannya.


Dan perlahan Alexis beringsut menjauhi tubuh kecil itu yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.Alexis menjambak rambutnya sendiri


Menyadari kekhilafan yang tak biasa ini.


Mengapa dai menjadi manusia yang sangat egois .


Dia merasa sudah kelewat batas.


Dia pernh menjadi Gay. Dan pernah menjadi Playboy. Dan dia juga pelaku Heteroseksual.


Dan Apakah kini sebuah predikat baru yang memalukan akan menambah daftar panjang kisah kehidupan pribadinya? Dengan menyandang sebutan Pedofil?


Alexis memejamkan matanya dengan rahang gemelutuk.

__ADS_1


Pria itu melepaskan kemeja putihnya dan melepaskan celananya dengan gerakan cepat bagai orang kepanasan. Dan membuang pakaiannya kesembarang tempat dengan marah.


"Arrghhh...Sialan! Sialan kau Alex! Kau terkutuk!" Katanya menggeram hingga membuat Paquita ketakutan diatas ranjangnya. Sa'at melihat Alexis mengambil stik Golf game Virtualnya yang tersandar diatas rak. Menghantam patung pualam pria telanjang berwarna putih dan Patung kristal wanita dengan rambut panjang yang artistik. disudut ruangan itu meninggalkan bunyi berderang keras yang meninggalkan pecahan berderai dilantai.


Paquita menunduk sambil menutup kedua telinganya ketakutan.


Tubuh kecilnya terlihat bergetar dengan wajah seputih kapas.


"Jangan Marah! Kau bisa menciumku! Aku tak akan bilang siapa siapa! Asal Om jangan marah! Aku takut!" Kata gadis kecil itu parau dan mulai terisak Isak dengan Lirih.


Alexis menoleh dengan wajahnya yang terlihat memerah. Wajah tampan Asianya berkeringat kini.


Ini adalah sebuah kebodohannya yang paling buruk.


Menciumi anak dibawah umur dengan penuh nafsu membara. Dan memeluknya bagai memperlakukan seorang wanita dewasa. " Oh! Aku sudah gila!" Bisiknya tertahan di tenggorokan.


Perlahan pria itu mendekat kearah ranjang menatap tajam kearah Gadis kecil itu. Hingga membuat Paquita hampir terkencing diatas tempat tidur besar yang hebat berwarna Putih terang!


Mulut kecil Paquita bergerak gerak ketakutan dan bahasa tubuhnya menciut bagai seekor kelinci yang terjebak oleh seekor Kucing yang hendak menerkamnya.


"Maafkan aku! Aku mohon Jangan dibunuh! Aku nggak akan marah kalau Om menciumku," Ulangnya lagi.


Membuat Alexis memejamkan matanya kembali dadanya terasa sakit melihat ketakutan Paquita.


Tangan pria berjemari panjang itu perlahan menjangkau kepala Paquita Dengan lembut.


"Jangan takut Babe!"Bisik bibirnya yang indah.


Dada bidangnya yang sangat eksotis dan penuh otot berbentuk kotak namun ramping berisi. Membuat Paquita sedikit tenang. Dan merasa sedikit nyaman.


Meraih Paquita kedalam pelukannya dan mengangkat tubuh kecil nan mungil itu dan mulai berjalan menuju kearah kamar putri Barra.


Paquita tak berbicara lagi. Dan mulai menikmati tubuhnya yang hangat saat bersentuhan dengan tubuh Alexis yang terbuka.


****** ***** Sport ketat hitam pendek yang membalut tubuh bagian bagian bawahnya yang terasa menegang.


"Brengsek! Ada apa denganku!" Bathinnya kesal . Sa'at merasakan ada sesuatu yang bergerak gerak dibawah sana. Saat tubuhnya bersentuhan langsung dengan Paquita.


Alexis mempercepat langkahnya hingga seperti Atlit pejalan cepat! Yang sedang berlomba dengan sesuatu yang tidak terlihat.


Dia harus membawa gadis ini secepatnya kekamarnya sendiri. Atau dia benar benar akan disebut Pedofil.

__ADS_1


__ADS_2