Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Haluan Yang Berubah Arah


__ADS_3

"Chers!" Suara keras itu menghentak kuat.


"Dengarkan aku! Kau tak bisa bertahan dengan keadaan rumah tanggamu yang aneh ini!" Sentak seorang pria disuatu sentral perbelanjaan yang ramai.


Namun ditempat ini agak tertutup oleh Rak besar dengan produk yang menutupi rak itu sempurna.


"Lepaskan Neo! Aku dapat mengatasi masalahku sendiri!" Balas Cherly sambil melepaskan tangannya dari genggaman Neo. Sang Mantan.


Pria itu tampak Frustrasi!


Wajahnya yang tampan tampak menahan kemarahan.


Sambil terus menarik tangan Cherly menerobos koridor yang penuh barang dalam pusat perbelanjaan modern itu seakan akan terguncang oleh kerasnya tarikan Neo menuju kearah kursi mini tempat para pengunjung yang ingin menikmati Es Krim.


Menyediakan meja dan beberapa kursi kecil.


Neo menekan pundak Cherly dengan keras memaksa untuk duduk. Sementara pria itu masih berdiri dengan berkacak pinggang menatap Cherly dngan mata menyala kemerahan.


Dan terkadang mengangkat kedua tangannya keatas sebagai luapan kemarahannya yang seakan akan kian memuncak.


Sementara Cherly menunduk dengan wajah memucat. Dia tak ingin Neo mengetahui tentang keadaan rumah tangganya saat ini. Dia selalu bertahan demi Barra yang selalu setia padanya dan demi anak anaknya. Setidaknya itulah yang membuatnya bertahan.


Dan kini Neo menceracau tak henti didepannya dengan pelan namun penuh tekanan.


"Apa yang ada dalam fikiranmu Chers! Aku merelakanmu buat lelaki brengsek itu! Kukira dia akan membuatmu bahagia. Tetapi lihat! Apa yang telah dilakukan oleh Si Bangsat itu padamu! Dia menikah dan berselingkuh dengan wanita lain dengan seorang anak. Dan meninggalkanmu dalam keadaan hamil Chers! Lalu muncul lagi dan dengan bodohnya kaupun menerimanya kembali! Dengan menjadikanmu pabrik pembuatan anak! Dan bekerja dirumah seperti gembel! Dia malah melanglang buana dengan teman temannya dari dunia hitam dan kini kau terkena imbasnya! Anakmu diculik oleh seseorang sama sepertimu yang diculik dan disekap dalam waktu lama! Apa yang telah dilakukan oleh suami bejatmu itu aku tak bisa menerimanya Chers! Kau masih memiliki masa depan Chers! Kembalilah untukku! Aku akan memutuskan pertunangan ku Unique! Aku menerimamu dan juga anak anakmu! Tinggalkan saja suamimu yang serakah itu! Dia tak pantas lagi bersamamu! Dengan membiarkanmu hidup dibawah satu atap dengan Istri keduanya." Ajak Neo dengan suara melunak saat melihat tetes airmata yang jatuh dari pipi Cherly. Neo trenyuh melihat keadaan Sang wanita yang pernah menghias dinding hatinya dengan indah. Bahkan sampai hari ini. Chers! Sang gadis Cantik Icon Campus Biru . Maskot Gadis Populer!.


Kini tak ubah bagai seorang wanita merana dengan Daster dan alas kaki seadanya.Seakan Barra sengaja menutupi kecantikan dan popularitas sang Istri.


Membuat keadaan Cherly kian sulit. Hingga Neo menjadi gelap mata. Menguntit Cherly. Bagai maling jemuran mngendap ngndap demi memberi suatu informasi penting tentang Barra. Suami wanita yang dicintainya ini.


"Barra tak pernah ingin wanita itu kembali Neo! Barra mencintaiku!" Tukas Cherly semakin terisak.


Beberapa karyawan Hypermarket itu menatapnya sejenak dan melengos ketempat lain.Karena merasa tak sopan untuk menguping dan ingin tahu masalah salah seorang pengunjung.


Neo tersenyum sinis sambil menyungging senyum yang miring disudut bibirnya.


"Setia? Apa kau yakin setelah melihat photo ini?" Kata Neo mengeluarkan Ponselnya dari saku dan mencari fitur sejenak .Lalu menunjukkan kepada Cherly suatu media elektrik itu membuat Mata Cherly mengabur.

__ADS_1


Cherly dapat memastikan Poto itu aslian baru.


Tampak Barra dan Zheba berpelukan diteras kantor sekolah Yayasan yang dipimpin suaminya.


Dan Zheba juga terdaftar sebagai Guru Bimbingan dan konseling siswa menengah atas!


Apa maksud Barra! Cherly membathin gelisah. Dia kalah telak! Dia tak.mampu lagi berpura pura. Barra telah melangkah sejauh itu bersama menggandeng Zheba bersamanya . Kini Cherly ingin tertawa sekeras kerasnya diwajah Neo. Dia merasa akan gila kini!


Dia memang bodoh dan selalu merasa menjadi wanita yang paling beruntung dengan cerita cinta yang bohong.


Sejak kedatangan Maya kerumahnya .


Barra tak pernah datang menginjakkan kakinya dirumah yang dianggap sebagai istana dihari tuanya bersama Keluarga besarnya.


Masalah yang datang bertubi tubi membuat Barra kehilangan arah.Sebagai manusia biasa dia tak mampu menampung beban yang terasa semakin menghimpitnya.


Sejak kehilangan putrinya yang telah berjalan hampir dua Minggu. Ditambah dengan kehadiran Maya yang tak diinginkannya.


Cherly yang setiap hari berbesar hati harus selalu berusaha bersikap manis. Mengenalkan Maya kepada kaum kerabatnya sebagai keluarga jauh yang datang berkunjung.Dan Maya pun harus rela dikenalkan dengan cara demikian. Cherly benar benar tak mengerti bagaimana dia bisa menjalani hari harinya ndengan penuh keikhlasan demi mempertahankan kehidupan keluarganya yang kini serasa berlubang disana sini.


Fisik Barra yang kuat memang dapat merobohkan musuh dalam sekali hempasan tangan yang besar dan kukuh.


Maya dan putranya yang diklaim oleh Wanita itu sebagai darah daging Barra!


Rosita Sang Kakak Ipar.


Yang telah dianggap sebagai wanita pengganti Sang Ibu yang tak berhenti mencecarnya dengan berbagai pertanyaan yang seakan terus menerus menyudutkannya Dengan menyesali kesalahan yang telah dilakukan Barra dimasa yang lalu.


Membuat Barra semakin tertekan.


Cherly yang berusaha sabar dengan melayani Maya dan Anaknya menjadi tamu dirumahnya. Membuat Barra merasa kian bersalah.


Barra yang enerjik mulai terlihat lemah.


Barra yang terlihat selalu penuh semangat mulai tersungkur perlahan. Diusianya yang menjelang 45 tahun


Barra melemah secara psikis.

__ADS_1


Ruang kantornya yang kini terlihat suram dan penuh sampah makanan dan minuman ringan. Wajahnya yang tampan terlihat menua dalam waktu yang cepat.


Barra diambang Neuralgia! Penuh dilema dan dihantam secara psikologis oleh cobaan yang tiada habis habisnya.


...****************...


Wanita cantik yang masih terlihat segar diusia dewasanya itu tampak datang dengan langkah kaki yang ringan diatas sepatu merah darahnya yang sangat anggun walau terlihat eksentrik. Barra meremas rambutnya yang kusut seperti kemejanya yang belum diganti. Dia baru saja pulang dalam suatu pelatihan tentang pengembangan kurikulum pembelajaran. "Hmm Apa kabarmu hari ini Pak Barra?" Bisiknya penuh undangan ditelinga Barra yang tengah tepekur menatap lantai dibawahnya.


"Pergi lah Zhe! Aku tak ingin ada kesalah pahaman dihati Istriku! Aku dan Cherly sedang dalam.masalah besar dengan kehilangan Putri kami," Balas Barra sambil melepaskan tangan wanita itu dari Bahunya yang kekar.


Akhir akhir ini Cherly dan anak anaknya yang sering datang berkunjung ke kantornya. Yang kini dianggap olehnya rumah kedua. Sejak kehadiran Maya.


Cherly mungkin datang besok membawakan segala keperluannya . Termasuk pakaian dan makanan yang dibawa oleh Sang Istri.


Tanpa setahu Barra Cherly saat ini sedang terisak Isak dimobil dengan sepupunya Indra. Yang sedang memegang kemudi.


Dengan setia mendengarkan tangisan Cherly yang kian sedih.


Dia adalah fihak yang paling tersakiti disini.


Isteri Sah yang bermimpi jadi ratu namun ternyata hanya menjadi pelayan bodoh yang bahkan kalah dari anak remaja yang paling Bucin. Cherly menggeleng gelengkan kepalanya dengan kuat. Bayangan Wajah Paquita dan Banta hinggap dibenaknya bergantian


Selanjutnya wajah Dean! Dan Amaliah yang menangis diayunan membuatnya semakin tersudut. Hingga dia tak dapat berkata kata lagi. Selain meninggalkan Neo dengan langkah seribu.


Cherly tak memperdulikan keranjang belanjanya yang tertinggal di dekat trolly pembeli. Didekat Rak barang yang tersusun rapi.


Didalam mobil yang dikemudikan oleh Indra. Cherly mengusap Airmatanya dengan kesal.


"Aku belum percaya sepenuhnya Kak! Jangan menerima berita yang belum jelas! Barra pasti punya alasan untuk bekerja sama dengan Zheba!. Aku juga tahu Barra sangat mencintai kau dan anak anak. Sebaiknya bersabar dulu Paquita diculik dan kakak mudah terpancing berita yang belum tentu kebenarannya. Rumah tangga kalian sangat istimewa! Bersabarlah Kak. Kalian jangan terpancing akan ujian yang sengaja dilempar untuk memecah rumah tangga kalian.Banyak yang mengincar Barra atau Kamu!" Pungkas Indra memberi masukan positif pada Cherly.


Cherly mendecih jijik saat Mendengarkan kata Indra. Sepupunya. Dan sudah lamanikut dengan keluarga Barra.


"Sudah lah In! Dakwahmu sudah tidak mempan masuk keotakku! Membayangkan wajah Barra dan Zheba diphoto itu membuatku kian muak. Aku harus mengakhiri semuanya Indra! Aku harus pergi bersama anak anak!" Katanya dengan kalap. Serta nafas terengah engah.


Kebetulan Maya dan Anaknya tengah pergi berbelanja .


Cherly akan mengumpulkan barang barangnya serta berangkat dengan tergesa gesa .

__ADS_1


Tak peduli dengan protes Banta. Anak sulungnya itu agak protektif dan tak mudah hidup ditempat yang baru.


Namun Cherly berjanji meyakinkan Banta aga mengerti dengan keputusan yang diambilnya.


__ADS_2