
Barra baru saja selesai melatih beberapa pekerjanya Bela diri dan Latihan pernafasan saat Cherly masih bergelung diatas ranjang mereka.
Badan yang berkeringat dengan kaos tipis yang basah itu mencetak jelas garis tubuh Barra yang penuh otot dan berpostur tinggi besar itu.
Wajahnya yang brewok kini telah bercukur rapi. Meninggalkan bekas kebiruan yang penuh keringat.
Ketika tangan keras dan penuh bulu itu menyentuh bahu Cherly yang lembut dengan pelan. Cherly berpura pura menutup matanya kembali.
"Chers! Bangunlah! Aku akan berangkat kegunung! Beberapa pencuri kayu mungkin akan beraksi dan bergerak dari jalan lintas jalur Utara, Daniyu akan terjadi! Jika gelondongan yang bersusun itu tidak segera dipindah kekontainer yang datang menjemput sore nanti!" Katanya dengan suara berat.
Cherly bangkit perlahan dan menatap Barra dengan wajah pucat ketakutan.
"Barr! Aku takut disini! Terlalu banyak bahaya! Kamu kan punya banyak uang! Kita pindah aja deh kekota! Disini sangat jauh dari keramaian! Kalau Aku dan Barche'ada apa apa gimana! Sam lebih sering menghilang!" Kata Cherly bersungguh sungguh.
Cherly hanya melihat Barra yang tengah berkemas. Mengenakan pakaian kerjanya. Dengan tatapan tak berubah.
Kemeja tebal kotak kotak lebar biru putih. Dengan celana panjang Navy tebal hijau gelap kehitaman.
dengan masih bertelanjang kaki memasuki kamarnya mencari sarung tangan dilipatan barang barang dalam kontainer besar mini tempat barang-barang pribadinya.
Cherly bangkit dengan menggelung rambutnya. Dan berdiri dengan daster tipisnya yang berlengan pendek.
Melihat keluar. Anaknya yang tengah bermain dengan Pak Joy dan ditemani dua pekerja.
Cherly menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan sang anak yang tampak bossy itu.
"Si BarChe akan tumbuh bagai Simba disini Barra! Aku takut dia jadi sekasar kamu dulu! dan sekejam Sam! Atau mungkin juga secuek Pak Joy yang selalu enjoy seperti namanya." Kata Cherly pelan melihat anaknya yang memainkan pedang mainan lalu menusuk leher Pak Joy. Yang berpura pura berguling tak berdaya.
Sedikit banyaknya membuat Cherly ngeri.
Barra datang mendekati Istrinya dan merangkul Cherly dari belakang mencium pipi Cherly dengan lembut. Mengelus bahu ramping Cherly dengan penuh rasa sayang. Mendekatkan bibirnya kearah telinga Cherly.
Sehingga buku romanya merinding geli, Saat nafas Barra menyentuh kulit pipi dan telinganya.
" Dia lelaki! Dia harus kuat, Jangan menjadi lemah agar tidak menjadi umpan bagi orang orang yang kuat.Jika selalu diberi ciuman seperti Ibunya dan diberi permen gulali manis seperti yang dilakukan oleh Truddie! Dia bisa lemah! Melihat seekor tikus pun akan meloncat loncat menangis ketakutan!"Kata Barra dengan suara beratnya dengan wajahnya yang datar.
Cherly mendelik keatas menatap wajah Barra.
" Kamu menyindirku kan?" Katanya marah.
Barra menatap wajah marah Cherly dalam diam dan mencium bibir Cherly yang mau bersiap siap dengan bahasa buruk seperti biasanya. Membuat Cherly terdiam dan membalas ciuman Barra didepan jendela tanpa sadar Sam yang menonton adegan roman itu dengan masa bodoh.
Sam menarik bangkunya dengan bunyi berderit! Menyadarkan Barra dan Cherly, Barra terlihat santai melepaskan pelukannya dari tubuh Cherly. Dan memakaikan sepatu Boot yang sangat besar itu dikakinya! Mengikatnya dengan sangat kuat.
Sam mengaduk sereal gandum dari mangkuk besarnya dengan pelan wajah menunduk.
Cherly mendekat dan meremas jemari tangannya dengan malu malu.
"Hai Sam! Kamu mau mencoba makanan buatanku? Entah Apa nama kue itu. Bisa kukatakan "Pie Pisang Tawuran" Karena terbuat dari campuran pisang, Susu, Jelai gandum, gula merah dan sedikit kelapa, Dengan sedikit mentega untuk memanggang!" Katanya pelan. Takut terdengar oleh Suaminya.
__ADS_1
Cherly trauma Barra pernah sakit perut sehabis memakan Martabak manis buatannya. Tepung dan telurnya masih mentah dibagian dalam. Dengan Soda kue yang terlalu banyak Sedangkan pada waktu itu Barra belum memakan nasi. Barra lebih suka dengan nasi beserta lauk pauk yang enak dibandingkan dengan memakan kue kue manis.
Sam menatap Cherly dengan wajah berbinar.
" Tidak buruk! Boleh dicoba," Katanya setuju.
Cherly melotot kearah Sam. Tak menyangka pecinta Sereal dan buah pepaya itu mau mencoba masakan yang pasti terasa asing dilidahnya yang memerah seperti lidah vampir penghisap darah.
Sambil melirik Sam sambil berjalan dengan gaya yang aneh menarik perhatian Barra yang sedang mempersiapkan rantai dan tali Tambang besar kedalam peti kecilnya.
Barra tersenyum geli melihat gaya Cherly yang tampak kikuk itu.
Cherly membawa nampan kecilnya dengan sendok dan segelas air putih.
Duduk menghadap Sam dengan gaya takzim menyatukan kedua tangannya didiatas pahanya yang tertutup daster batik tulisnya. Hatinya berdebar kencang takut Sam menghina masakannya.
Sam tersenyum tipis hampir tak terlihat.
Gaya Cherly mirip gaya pesakitan yang dihukum pancung menerima vonis hakim. Ini tidak mudah bagi Cherly.
Sam menyilang kan kakinya dengan gaya Anggun dan santai.
Mulai memasukkan sedikit makanan itu kemulutnya.
Dan mengunyahnya pelan! Tik tok tik tok tik tok
Barra melihatnya dari pintu kamar dengan terharu.
Sam tak pernah menikmati hampir semua jenis makanan.
Suapan ketiga dimulai dimakan dengan sedikit lambat.
Mungkin Sam harus belajar mengunyah makanan asing itu agar dapat dicerna oleh lambungnya yang tak terbiasa dengan makanan yang asing.
"Sam!"Kata Cherly pelan!
"Rasa Pie Tawuran" ini lumayan enak,Cherly! Mirip rasa Es Krim anak kecil yang kumakan sa'at ditaman bermain itu.
Lembut dan seperti Kapas?" Katanya seperti asal bicara.
Kapas? Yang benar saja! Apa kapas ada rasanya. Pikir Cherly salah fokus.
"Sam! Kalau kamu mau berkata kue ku tak enak! Tak apa apa,Aku akan menyimpannya kembali kebelakang! Mungkin nanti Pak Joy akan mau memakannya,"Kata Cherly.
Karena merasa ragu akan masakannya.
Mungkin Sam terpaksa memakannya, Karena takut Cherly akan tersinggung.
"No! Chers! It's My cookies! it's really taste!" Jawab Sam buru buru mengambil nampan mungil itu.
__ADS_1
Dan menyendok kembali memasukkan kue manis itu kedalam mulutnya. mengunyah dengan pelan.
Barra tak sabar melihat Adegan dramatis itu.
Dan mencoba kue Cherly dengan jarinya langsung!
Membuat Cherly melotot kearah Barra."Bar! Ih jorok! Cuci tangan dulu dong! Baru megang megang rantai. Dan sepatu buluk itu! Sam bisa jadi jijik memakannya," Bidik Cherly cemas. Dan terpana melihat Sam sama sekali tak merasa terganggu. Terus memakan pie itu hingga seperempatnya.
Dan Barra memakan juga masih dengan posisi berdiri dengan tangan menumpu diatas meja.
"Hmm lumayan juga! Kue berantam Ibu si Barche'! "Kata Barra dengan mulutnya yang penuh!
Kebiasaannya memang seperti itu.
Makan dengan banyak. Porsi jumbo! Kata Cherly dengan hati yang berbunga-bunga, Melihat dua makhluk beda alam yang melahap makanan yang enak itu.
"Bukan kue Berantam Ayah Barche',! Pie Pisang Tawuran!" Ralat Cherly dengan wajah sumringah.
"Apa Chesire bisa membuat kue?" Tanya Sam tiba tiba.
"Oh Barra! Lihat! Dia sudah Hampir kembali kealam nyata!" Bisik Cherly dengan suka cita.
"Iya Sam! Dia bisa membuat kue! Kami akan belajar banyak untuk kau dan Barra!" Sahut Cherly dengan cepat.
Barra mengangguk dan Berjalan menuju kearah barang barang yang telah selesai dikkepaknya.
"Cherly! Aku pergi dulu. Kamu jagalah Banta! Jangan pergi keluar rumah jika tidak ditemani Pak Joy atau Adrian!"Pesannya sambil memeluk Cherly sekilas dan mencium Keningnya.
Adrian adalah salah satu penjaga! Mantan juru mudi disebuah perkapalan asing.Memiliki ilmu bela diri yang lumayan hebat. Dia belajar dengan Barra yang mengajarkan tentang tehknik bela diri dan taktik menjatuhkan lawan dengan waktu berbulan bulan.
Barra mengajarkan Bela diri kepada para pekerjanya dalam dua kali seminggu. Di lapangan berbukit dikaki gunung yang lumayan jauh dari rumah besar kayu itu.
Barra juga melatih mereka akan perlindungan diri secara darurat dan juga belajar berkuda dan tekhnik memainkan pedang dan panah.
Barra memiliki banyak keahlian selain mengajar di sekolah dalam mendidik siswa siswanya.
Dia juga ahli dalam bola Volley dan Bola kaki Dan juga renang. Barra yang hebat! Dan kharismatik. Cherly sangat berbahagia menatap punggung Barra yang menjauh pergi bersama kuda hitam yang tangkas, dengan para pekerja yang berjumlah sepuluh orang itu!
Hanya Sam yang tidak belajar ilmu bela diri kepada Barra.
Sam merasa tidak perlu berkelahi. Sam hanya suka bergerak tanpa terlihat .
Sam Adalah bayangan dari kegelapan.
Satu cekikan yang tak terlihat.
Kini tersenyum secerah mentari diatas kepala Cherly.
Sam Meneguk air putihnya dan tersenyum dari balik gelas besar! Memperlihatkan gigi Gingsulnya yang keren.
__ADS_1