Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Edelweis Itu Telah Pergi!


__ADS_3

Cherly membuka matanya saat melihat bunga putih putih kecil itu terangkai indah disebuah vas kaca yang dibeli Barra dari kota.


"Edelweis," Bisiknya sambil tersenyum manis dalam wajah polosnya.Cherly sangat menyukai bunga yang biasa tumbuh dibebatuan cadas berumput liar itu.


"Terima kasih Barra,"Bisiknya lagi.


Saat anak kecil itu menyerbu masuk, Menuju ranjang Ibunya. Langsung naik dan dikejar oleh Pak Joy sampai ke depan pintu kamar Barra.


"Hai Banta! Jangan ganggu Ibu ya!" Kata Barra sambil mendudukkan sang anak dipangkuannya. Anak tampak menurut dan melepaskan diri dari pangkuan sang Ayah dan mulai bermain main dengan bantal.


Cherly tersenyum dan meraih tubuh anaknya.Sehingga sang anak terkekeh lucu dan mulai naik keatas tubuh ibunya.


Membuat Barra mengerutkan keningnya. Dan menggendong anaknya keluar. Barra takut Cherly masih lelah dengan fikirannya yang seperti sa'at ini akan berdampak kepada kandungannya.


"Biarkan dia disini Barr!"Kata Cherly sambil mengulurkan tangannya seolah olah berpisah selama lamanya dari Banta Malik.


Anak kecil itu menatap Ibunya dari atas bahu sang Ayah.


Sementara' dari bebukitan yang dipenuhi pepohonan sawit yang membentang itu. Tampak beberapa orang mengendap endap! Dengan langkah yang sangat ringan.


Jauh di lereng gunung yang kini dipenuhi oleh ilalang kecil.


Berbentuk hamparan yang sedikit luas itu dulunya dipakai sebagai Helipad darurat yang biasa dipakai Barra bersama Mitra kerja atau Pengepul raksa dari luar Negeri dalam transaksi penjualan kayu kayu dan hasil buminya.


Mendarat satu unit Helikopter berawak Empat orang berpakaian serba hitam. Satu orang yang duduk disamping pilot itu hanya duduk memperhatikan situasi sekelilingnya dengan wajah dingin.


Pria yang berusia kira kira awal 30 an yang berwajah bujur sirih dengan wajah berukir bak abad dinasty Qing.


Kumis dan jenggot yang dipotong sangat pendek berukir indah menyerupai raja raja di China kuno.


Dengan rambut Panjang sebahu yang diikat dengan rapi kebelakang.


Duduknya terlihat santai. Saat dia berbicara dengan salah satu temannya melalui ponsel.


" Iya Boss! Aku sudah menemukan titik koordinat rumah Barra dan Sam! Dua orangku telah mendeteksi keadaan rumah tersebut. Tenang saja! Anda akan puas dengan hasil ekspedisi kecil kami! Selamat bersenang senang!" Katanya menutup pembicaraan.


Sang pilot yang sejak tadi diam mulai bersuara.


"Seharusnya kita melumpuhkan Sam dan Barra dari pada menculik Istrinya! Cat! Apa perlunya membawa wanita yang hanya membuat beban berat bagi Theodore! Dia sama sekali tak bernafsu pada wanita!" Celetuk Sang Pilot.


"Kau Bodoh Kent! Agar Barra tahu bagaimana rasa kehilangan orang yang dicintainya! Kau lihat betapa menderitanya Theo! Sejak kematian Fabian!": Bentak Lelaki yang dipanggil Cat itu.

__ADS_1


Fabian adalah salah satu korban penembakan yang dilakukan oleh Sam yang berawal dari satu Casino mewah. Saat Barra memenangkan sebuah putaran Rolette yang bernilai fantastis.


Dan Fabian yang kala itu berprofesi sebagai pengusaha muda yang sukses membuat Spekulasi yang salah dengan perhitungan angka diputaran terakhir.


Dengan uang yang bernilai Puluhan milyar itu jatuh ke tangan Barra yang memenangkan prediksi angka secara tepat.Uang itu akhirnya masuk ke rekening Barra tanpa hambatan.


Namun ditengah perjalanan Para orang orang Fabian hendak menghabisi Barra dan mencuri dokumen penting darinya. Dan disaat yang genting itu Sam datang dari arah belakang dan menembak dua orang penguntit berbahaya itu. Fabian meninggal sa'at menuju perjalan kerumah sakit.


Dan pada sa'at itu juga Terjalin persahabatan yang sangat penting antara Barra dan Sam .


Sam telah lama mengagumi keahlian Barra yang cerdas. Mereka memang saling mengenal namun belum menjalin komunikasi dengan karakter mereka berdua yang sangat pendiam.


Barra pernah menggagalkan aksi bunuh diri yang dilakukan Oleh Sam. Dan diam diam Sam yerkesan kepada Barra. Yang sa'at itu belum dikenalnya.


Dan pada sa'at Barra dibidik dari kejauhan Sam yang mengikuti dari arah belakang menembak ban mobil mereka dan membidik penumpang yang sedang membidik kearah depan.


Fabian meninggal! Dan persoalan masih berlangsung.


Ternyata Fabian yang terkenal Playboy itu juga adalah salah satu kekasih simpanan dari Theodore Alexis, Dan uang uang milik Fabian adalah berasal dari Theodore! Milyarder muda berdarah Singapura - Indonesia yang ternyata adalah seorang penyuka sesama jenis.


Fabian berdarah Spanyol-Bulgaria itu adalah seorang pemuda yang sangat tampan dan Biseksual.


...****************...


Dan Saat rumah yang ramai itu terlihat tenggelam dalam kesibukan penghuninya masing masing.


Peristiwa nahas itu terjadi.


Beberapa pekerja tampak berlarian dengan kuda dan bergerak cepat dengan cara berlari kearah jalur Utara.Asap hitam itu membumbung tinggi hingga keatas Langit.


"Hutan dibagian Utara kebakaran ! Pak Barra! Hutan kita kebakaran! " Teriak mereka dengan panik!


Barra berlari tanpa memakai kudanya.


Dan Sam yang tak biasanya ikut masuk kedalam hutan menyelinap dengan waspada dan mengelebat masuk kehutan Utara itu dengan cepat.


Meninggalkan Banta Malik dengan Pak Joy dan Bu Ani!


Sedangkan Cherly masih berada didalam kamarnya.


Dia malas keluar! Dia sangat terganggu dengan dua orang tamu yang belum juga menjalin percakapan dengan Barra yang sepertinya akan mengelak dari sebuah pertemuan dengan Zheba dan Maya.

__ADS_1


Zheba dan Maya yang tengah menunggu Barra Denan pakaian yang sangat minim itu tampak kaget melihat bumbungan Asap hitam dan melihat penghuni Pavilyun berlarian bersama Barra.


Dua orang bertubuh tinggi dengan pakaian serba hitam itu menodongkan sebilah pisau keleher lelaki Parobaya bertubuh kekar itu.


Pak Joy yang sedang tidak siaga itu baru saja mengantar piring kotor ke bak cucian belakang saat pria berpakaian hitam itu memitingnya dari arah belakang. Sehingga pak Joy tak sempat memberikan pembelaan dirinya.


Dengan mudah dan terlatih kedua pria itu mengikat pak Joy dengan tali yang dibawa oleh mereka dan menutup mulut pak Joy dengan selotip tebal berwarna hitam.


Menyelinap kejendela yang terbuka dikamar Cherly.


Cherly yang sedang menggelung diri itu tak sadar sa'at tangan yang terulur kehidungnya dengan cairan diatas sapu tangan putih yang terasa dingin itu menyentuh dan menutup hidungnya hingga kesadaran Cherly melayang.


Dan tak merasa tubuhnya mungilnya telah terangkat dan dibopong keluar oleh seorang pria.


Dan secepatnya berkelebat memasuki pepohonan sawit dan menuju kelapangan Helipad memasukkan tubuh Cherly kedalam Helikopter itu. Dimana pria berjuluk" Cat" itu menunggu.


Lalu mengudara dengan baling baling yang berputar bising.


Beberapa orang pekerja yang mendengar bunyi helipad dari kejauhan tampak curiga! Dan kebakaran yang terjadi itu hanya tipuan untuk memancing dan mengalihkan perhatian para pekerja dari pengamanan rumah yang berisi orang orang penting Barra.


Helikopter itu terbang menjauh dan suaranya lenyap bersama angin.


Tiba tiba Barra merasa jiwanya sangat kosong!


Firasatnya menjadi buruk tanpa semangat dia berjalan saat Sam menyambarnya dengan kuda hitam yang berhenti disisinya.


Barra naik dengan lesu. Dia merasa tak berharga sebagai suami.


Tatkala ancaman Theo muncul di email-nya.


"Aku akan datang membawa orang yang kau cintai itu!


Ingat Barra! Aku pasti datang!"


Dan kini Barra tahu tanpa sampai kerumah kayu itu.


Cherly pasti telah Raib.


"CHERRRLYYYYYYYYY!!!!!!!"Pekik Barra ditengah deru angin diatas kuda yang berlari kencang.


Membawa semua mimpi dan harapan Barra!

__ADS_1


__ADS_2