Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Cherly Sih Gitu Orangnya!


__ADS_3

Huaaaaahhh...!


Cherly bangun dari tidur nyenyaknya, Dirumah Barra yang kecil itu.


Telah dua hari dia disini ditemani oleh Bu Ani dan Bu Siti.


Mereka tidur dibilik yang sama. Atas Ajakan Cherly, Dengan Alasan takut tidur sendirian dirumah ini.


Cherly masih belum terlalu terbiasa hidup diwilayah yang mulai diakrabinya. beberapa Minggu terakhirnya.


Setiap Harinya kedua asisten senior Barra itu memasak makanan yang enak-enak buat Cherly.


Kemarin sore Cherly makan SOP sayur nb yang dicampur dengan irisan sosis dengan gumpalan Bakso daging rumahan buatan Bu Ani yang bertangan dingin.


Semua masakan akan menjadi lebih lezat berada dalam olahan tangannya Itu


Cherly mulai menyukai Pak Jana yang suka bicara latah Kaka sedang kaget!


Atau Bu Ani dan Bu Siti yang tak bisa memanggil namanya dengan benar.


Mungkin besok mereka akan memasak pempek udang segar olahan Bu Ani dengan saos kecap Asin berbumbu rempah yang unik.


Tiap kali Barra menelpon sehabis menstransferkan uang belanjanya yang sebanyak 2 juta rupiah itu.


Cherly pasti bilang.


"Hei Barra! Kau harus mengirim uang lebih banyak, Lagi! Kau tahu Istrimu yang sedang mengandung ini semakin rakus saja, Dasar Pelit!" Katanya kesal.


Dan Akhirnya Barra mengirim setiap awal Minggu sebanyak satu juta rupiah.


Jika ditotal 4 juta perbulan.


Dan Cherly pun menelpon Barra sambil berkata.


"Bulanannya jangan lupa dong Barr! Memang aku harus jalan kaki kekampus, Mobilku kan butuh makan juga, Dasar Pelit!" Katanya, Disambut dengan senyum tipis Barra.


Gaji Barra lumayan banyak.


Gaji Bersihnya Berkisar Empat juta lebih ditambah Tunjangan Profesional Guru Hampir Empat juta juga .


Dan uang masuknya sebagai Pelatih Karate dan Bola Volley dibeberapa tempat yang berjumlah hampir sepuluh juta.


Walau tidak kaya raya Barra memiliki finansial yang cukup mapan.


Memasuki usia 4 Bulan kandungannya. Cherly tampak mulai segar! Mual mual dan morning sick itu mulai terasa hilang. Fikiran positifnya seakan terasah dengan cepat dan tajam.


Cherly Bangun dari tidur siangnya.


Sambil mengelus perutnya yang mulai terlihat membesar.


Namun dia masih bisa menyembunyikan perutnya dengan truk baju mode Baby doll trendy dengan kulot longgar yang membuat penampilan Cherly terlihat lebih Dewasa.


Ting! Notuf Ponselnya berbunyi dari nomor yang tak dikenalnya.

__ADS_1


Dan ketika dibuka Ternyata kiriman media diWhatsap terlihat jelas. Barranya sedang berciuman dengan berbagai pose dengan seorang gaus berambut sebahu.


Cherly mengerutkan keningnya dan menelepon Berusaha menelpon Barra.Dengan wajah yang kesal.


Namun tak diangkat Oleh sang suami.


Cherly melempar Ponselnya kebantal.


Dan pergi kedapur melihat kesibukan asistennya yang teramat sangat rajin itu.


"Bunga Aster yang kita tanam dua Minggu yang lalu kok sudah berbunga ya Bu?" Katanya pada Bu Ani yang menyiram bunga berwarna kuning itu.


"Iya Sher! ini namanya bunga tahi ayam! Kamu kan memindahkannya dari garasi Barra sekalian tanahnya, Makanya numbuhnya cepat," Kata Bu Ani sambil tertawa cekikikan.


Masa iya sih Gadis secantik Cherly tak dapat membedakan antara bunga aster dan bunga tahi ayam!


"Ha ha ha ," Cherly tertawa terbahak bahak.


Dia sering melihat bunga yang seperti itu dipinggir jalan yang tampak sangat Indah dengan kelopak bunga kuning yang cerah.


Shhh Dia merasa suasana hatinya sangat baik.


Mungkin bawaan dari kandungannya.


Tiba tiba Dia teringat kembali ke potoshot Barra diponselnya.


Dengan cepat Cherly memasuki kamar kembali.


Cherly berusaha menelpon kembali.


Lalu dia mengirim kembali media Poto Barra yang tengah ciuman bibir dengan hot itu.


Dan Menelepon kembali.


Dan kini Barra mengangkatnya.


Cherly mengangguk anggukan kepalanya dengan gigi merapat.


Kena kau Bangkotan tua! Bisiknya dalam hati.


"Hallo Cherly!"Jawab Barra dari seberang.


Suaranya tampak tenang tak merasa bersalah sama sekali.


"Hei, Dedengkot tua! Haus **** tak tahu diri! Kau jangan mengganggu hari indahku Barra! Kau berakting atau sungguhan Aku tak tahu! Kau pikir kau saja yang bisa ciuman seperti gigolo itu!Hah!


Kau tunggu saja dalam satu Minggu ini! Aku akan membuat Video panasku bersama Neo! Biar kau mati berdiri menyaksikannya! Kalau kau tak suka! Kirim saja surat cerai! Habis perkara! Dasar BANDOT TUAAA,! " Pekiknya dengan keras menyalurkan emosi terpendamnya.


"Hai Sherli! Mengapa kau berteriak kepada Bandot tua itu," Kata Bu Ani seolah mendukung Kemarahan Cherly.


"Oh! Bu Ani! Aku merasa puas memakinya dan memutuskan percakapan ditelpon dengan Bujang lapuk itu.


Dia belum tahu memaki adalah bakat alamiku.

__ADS_1


Dan Oh...Aku punya guru yang punya koleksi bahasa buruk yang bernama Truddie," Katanya sambil nyengir kuda.


Bu Ani dan Bu Siti tergelak gelak dengan ceria. Ikut ikutan gila sejak Cherly berada bersama mereka.


Suasana jadi meriah sejak gadis itu disini.Yang biasanya sangat sepi dari percakapan yang terjadi antara mereka.


...****************...


Barra terkejut dengan kepala tersentak kebelakang.


Mendengar Ancaman istri kecilnya yang cerewet itu.barra tak masalah jika Cherly memaki dan mengumpatnya dengan bahasanya yang sangat Buruk.


Mendengar suara Cherly yang melengking membuatnya tersenyum dan membayangkan tubuh istrinya yang kian seksi. Cherly adalah cinta pertama yang tertunda dan hadir terlambat dihatinya.


Cherly yang liar dan lincah. Manja dan sering menyusahkan dirinya dengan permintaan yang aneh aneh.


Namun Barra selalu mengikuti segala keinginan Wanita yang bertubuh kecil namun hebat itu.


Tapi Tiba-tiba BB arra terjengit sa'at Cherly mengatakan akan membuat video yang sangat panas bersama kekasihnya yang bernama Neo itu.


"Tunggu dalam satu Minggu! Kau akan melihat Video panasku bersama Neo, Biar kau Mati berdiri, Bandot tua," Kata kata Cherly terngiang ngiang digebdang telinganya.


Alarm Peringatan berbahaya berdering dering diotaknya.


Pasti Wanita itu yang telah memotretnya saat Maya merangkul tubuhnya dari belakang dan hingga akhirnya membuatnya terjatuh kedalam kemesraan tanpa skenario itu.


Dan Wanita licik itulah yang telah mengabadikan perbuatannya dengan Maya.


Barra adalah seorang lelaki yang normal, Jika seseorang dengan sukarela memeluknya dengan penuh kelembutan dari seorang wanita yang sangat cantik dan baik apa Barra bisa menolak? Setidaknya inilah yang terjadi,Bisikn Barra pelan membela dirinya sendiri.


Maya wanita yang baik dan sangat lembut.


Mungkin dalam keadaan yang berbeda. Sebelum pernikahannya dengan Cherly terjadi. Barra akan menjadikan Maya sebagai wanita yang sangat berarti bagi Barra.


Dan akan membuat komitmen seumur hidup dengan Maya.


Namun keadaan menjadi lain sejak kehadiran Cherly.


Hidup Barra menjadi lebih berarti dan seakan ada pelangi yang sangat cerah menaungi hidupnya.Terlebih lagi dalam keadaan Cherly yang tengah mengandung anak,Hasil dari buah perkawinan dan hubungan mereka yang membuat Barra tersenyum senyum sendiri.


Tiba tiba Barra merentak bangkit dari duduknya dan menelpon Cherly dengan cepat. Namun tak diangkat oleh Cherly , Lagi dan lagi tak pernah terangkat hingga berpuluh puluh kali.


Dengan geram Barra menelpon melalui pesan suara Whatshapnya.


"Chers! Jangan coba coba membuat video Bodoh itu!.


Awas Aku akan membunuhmu dan lelaki itu!" Katanya tak main main.


Dia tak ingin melihat Cherly mengirim video panasnya.


Benar! Seperti yang dikatakan Cherly!.


Mungkin Barra akan mati berdiri. Atau setidaknya terkena stroke. Sebelum itu terjadi Barra harus pulang!

__ADS_1


Atau dia akan menggigit lidahnya sendiri karena menahan perasaan cemburu yang tak terkendali.


Zheba ! Kau memang Bandit!


__ADS_2