Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Bensin Dan Kayu Fix!


__ADS_3

Cherly bangkit dan menatap kesekeliling ruangan kecil ini untuk kedua kalinya.


Mata indahnya bersinar didalam kesejukan pagi yang menyambutnya.


Pagi?


Bukankah Cahaya matahari itu telah terasa panas?


Menandakan kalau waktu telah telah membuat Matahari itu meninggi sekitar satu depa? dari bukit kecil yang terlihat jauh dibelakang rumah Barra?


Cherly hampir berteriak saat melihat jarum Jam kolosal didinding kayu itu menunjukka. angka 10 Pagi lewat 15 menit.


Dengan menahan sakit diperut bagian bawahnya Cherly berusaha bangkit dengan berpegangan kesisi Jendela dekat dipan kayu tempat tidurnya dan Barra.


Oh, Ponselku! Bisik Cherly meraih ponselnya yang membuat Notif 30 kali panggilan tak terjawab dari Truddie.


Cherly menekan keypad untuk menelepon sang Sahabat.


"Hai Trud," Katanya dengan lembut saat mendengar sahutan Truddie dari seberang sana.


"Oh Chers, Aku tak bisa tidur nyenyak malam ini, Berpikir tentangmu yang akan dibawa oleh Instruktur gunung yang seram itu, Oh maafkan Aku ya Beyb? Yang meninggalkanmu bersamanya.


Apa kau baik baik saja Chers? Kau berada dimana? sekarang! Apa kau mengenal instruktur itu? " Tanyanya beruntun persis petasan disaat tahun baru tiba. Nada Suaranya terdengar kuatir dan pasti berwajah panik, Chers dapat membayangkan kepanikan sahabatnya ini.


"Iya Trud! Aku baik baik saja dan aku mengenal Instruktur gunung itu," Sahut Chers tenang agar Truddie juga ikut tenang.


"Ohh, Aku mulai lega Beib," Sahut Truddie dengan suara lega.


"Eh, Apa hubungan Instruktur gunung itu denganmu? Apa dia Om mu? Atau teman Papamu saat masih menjabat disaat bertugas dulu? yang disuruh menjagamu? Oh Aku juga ingin dikawal sepertimu Chers! Macho, Cool dan Bulu bulu halus diwajahnya itu...Ohhhh..." Kata Truddie dari seberang sana, Membuat Chers menutup telpon dengan segera, Saat temannya mulai bertingkah aneh dan menjalar kemana mana.


Cher ingin membuang air kecil dan sekaligus membersihkan badannya. Yang saat dibaui oleh hidungnya. Malah Aroma Barra diseluruh tubuhnya dan hingga dirambutnya.


Dia menyambar handuk Barra yang bagus berwarna biru yang masih baru.


Cherly langsung masuk kekamar mandi itu.


Mandi dengan bersih sambil membilas rambut panjangnya dengan lembut dan mau tak mau memakai Shampoo Barra.

__ADS_1


Cherly menggigit bibirnya tiap kali hendak buang air. Rasa pedih dan ngilu itu mendera bagian bawah tubuhnya.


Setelah selesai mandi, Cherly mengenakan baju yang hendak dibawanya kerumah Truddie kemarin, Dengan terusan sederhana berwarna pink setinggi betis indahnya. Gaunnya yang mengembang berlengan pendek membuatnya tampak bagai gadis kecil yang masih murni dan polos.


Rambut Indahnya yang basah dengan sedikit taburan bedak dari tasnya tak mengurangi kecantikannya dipagi ini.


Dimana pria tua itu! Carinya sambil mencari disekeliling rumah. Tak ada!


Cherly takut! Jangan jangan pria kejam itu meninggalkannya sendirian lagi dirumah ini.


lalu Cherly melangkah keluar rumah menuju jalan setapak yang mengarah kesamping rumah yang berjarak kira kira 20 Meter dari lokasi rumah kecil itu. Dan menarik nafas lega.


Cherly melihat Barra sedang membersihkan mobil Butut Jepp Land Cruiser tahun lama.


Mungkin saat Jeep Barra baru lahir Ayah Cherly masih belum bisa membedakan kue tart dan tahi kerbau diladang Almarhum Neneknya.


"Hmm mobil tua itu tak akan bisa bersih jika tidak diganti dengan cat yang baru, Buat capek aja," Katanya pelan. Dan berharap Barra tak mendengarnya.


Tapi Pria itu menatapnya dengan tajam dan kemudian menunduk lagi.


Melanjutkan pekerjaannya.


Dengan cepat Cherly melengos sa'at Barra Melihat kearah dirinya tanpa berkata apa apa.


Disamping Mobil kuno itu terparkir mobil bagus yang bermerk bagus juga dengan keluaran tertera angka dibagian depan yang ternyata angka yang bagus.


"Bar! Ini milikmu?" Katanya berdiri dengan berkacak pinggang didepan mobil bagus itu dengan pandangan memiring remeh kearah Barra.


"Apa kau pikir aku akan membiarkan Tanahku jadi parkiran mobil orang?" Jawab Barra sambil menyemprotkan air kearah Jepp nya yang dicuci sebersih apapun tetap kusam dengan cat yang telah mengelupas disana sini.Begitu pikir Chers lagi sambil menatap sebelah mata.


Cherly mengangkat bahunya tak perduli.


Dan menoleh kearah Barra yang kini menggosok gosok kain gombal kemobil jeleknya berwarna hitam itu dengan tangannya yang kekar berotot itu.


"Huh, Aku lelah sekali dan perut dibagian bawahku terasa sakit, Aku merasa tak nyaman jika tidak mengenakan Tampon. Bar! Belikan aku tampon!" Perintahnya dengan tak tahu diri.


Itu memang sifat Cherly.

__ADS_1


Barra mengernyit kearahnya melangsungkan pekerjaannya menggosok mobilnya dengan pengilap dan terlihat berminyak sehingga mobil itu tampak lebih bagus.


"Barr! Aku kan Istrimu! Masa beli tampon Saja kau tak mau, Dasar Pelit!!" Katanya keras kearah Barra.


Membuat Barra meradang dengan wajah memerah dan membuang kain lap mobilnya dengan jengkel.


"Hei! Apa kau akan mati kalau hidup tanpa tampon bodoh itu? Kau membuka harimu dengan buruk! Mengejek Peninggalan Ayahku! Lalu bicara tentang tampon! Dan menyuruhku seperti anak kecil! Hari sudah hampir siang! Kau bukannya berbicara tentang makanan yang sama sekali belum mengisi perutmu!


Apakah diotakmu hanya butuh tampon dari pada makanan? Dasar gadis bodoh!" Kata lelaki itu dengan tegas dan berwibawa.


Cherly yang merasa tak bersalah malah marah dan lebih meradang.


"Iya! Aku membutuhkan tampon seriap hari untuk menjaga bagian feminim dari tubuhku yang kau nikmati tadi malam! Dan kenapa kau tak menyediakan makanan buatku, Disini aku kan tamu dirumahmu!" Katanya keras. Membuat Barra akhirnya menggeleng gelengkan kepalanya. Dia merasa buang buang energi untuk berdebat dengan gadis muda yang melihat segala sesuatu dari persepsi yang berbeda.


Barra Sadar! Istrinya masih muda dan sangat banyak hal yang harus diajarkan buatnya.


Barra meninggalkan Cherly yang masih bersungut sungut sambil mengekor dibelakang Barra. dengan tumit kecilnya yang bertelanjang kaki.


Kaki halusnya yang sangat jarang menjejak ketanah sejak 19 Tahun kelahirannya kedunia ini.


"Hei Lelaki Besar! Aku paling malas bergaul dengan pria pelit sepertimu!


Seharusnya kau bersyukur aku telah melayanimu hingga dini hari dengan makanku yang sedikit! Dengan tubuh indah dan wajahku yang sangat cantik ini! Wanita diluaran sana tak akan sanggup melayanimu sekuat aku dengan tubuhku yang kecil. Dan tubuh bagian bawahku sakit! Aku butuh tampon dengan sedikit antibiotik,Dan kau marah marah kepadaku! Dasar Mammots Everest!" Kata Cherly sambil memasuki ruang dapur, Terus mengekor dibelakang Barra yang hanya diam membuka lemari makan kayu Vintage kuno itu.


Dan meletakkan sesuatu diatas meja makannya.


Dengan membuka Tudung saji jalinan rotan kusam itu.


"Waahh! Barra! Ternyata kau terkadang tidak pelit juga ya? Oh aku sudah lama tak memakan Mie goreng dengan omellet telur isi daging yang nongol keluar itu, Hopla! Aku akan memakannya sekarang! " Kata Cherly sampil melompat duduk dengan tubuhnya yang ringan keatas bangku yang sudah ditarik Barra sebelum mempersilakan Cherly untuk makan.


Gadis itu sudah makan dengan sendok makannya sambil terus menikmati berdecap decip dengan lahap. Dia sangat lapar kini. Sambil meneguk air putihnya dia mengintip Barra dari sudut mata lentiknya yang berbulu panjang alami.


"Bar! Kenapa tak ikut makan?" Tawarnya.


"Aku sudah makan sejak kau masih bermimpi pukul tujuh tadi, Ibu Siti yang datang mempersiapkannya sejak Shubuh awal pagi," Katanya.


"Oh!" Jawabnya pendek dan melanjutkan makannya, Menggigit dan mengunyah omeletnya Dengan mulut penuh hingga habis.

__ADS_1


Cherly merasa Dia butuh tenaga walau sekedar untuk pasokan mulutnya yang judes.


Disamping melayani Barra


__ADS_2