Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Dunia Dewasa Barra.


__ADS_3

Zheba menatap jalanan yang mulai lenggang.


Dikota yang asing dan tak pernah terpikir olehnya.


Akan tiba disini dan melangkahkan kakinya yang mengenakan sepatu hak rendah 2,5 inchi. Kota Kabupaten. yang kecil dengan penduduk yang tidak lebih dari 30.000 jiwa. Dia merasa terbebas Sekarang. Menemui Barra kapanpun dia suka. Dia akan datang! Bagai mimpi malam Barra yang dulu kelam.


Zheba ingin menebus semua kesalahannya kepada Barra. Saat Kevin bebas dan berada dalam kejayaannya. Sheba begitu terikat dengan segala peraturan yang berlaku antara dia dan Kevin.


Zheba ingin muntah dan tertawa dengan keras diwajah Kevin yang kalah!


Dan hidup dibalik jeruji besi yang lembab sambil menggemeletukkan gigi menahan amarahnya kepada seorang wanita yang bernama Zheba ini.


Yap.


Zheba telah mengkhianati dirinya dan membocorkan semua rahasia sang akuntan kepada fihak perusahaan raksasa itu.


Dan memerangkap Kevin dibalik Pintu penjara.


Zheba melenggang bebas dengan riapan rambut dan baju terusan kuning gading mahalnya yang dihembus angin dari kaki gunung.


"Barra Aku datang! Mewujudkan mimpi dan harapan kita dulu.


Kini aku punya segalanya.


Kehormatan dan kekayaan. Dan hidup layak didalam masyarakat normal lainnya.


Rosita dan Ali Ramadhan Pasti menerima semua keberhasilanku sebagai wanita berjaya dan sukses." Katanya tersenyum dengan puas.


Mobil sewaan itu kini menuju Kearah sebuah jalan beraspal yang baru direhabilitasi dipayungi oleh pohon trembesi yang berjejer dijalan yang lurus menuju Desa Makmur Jaya.


Dan mobil itu berhenti persis di depan sebuah bangunan yang berdiri dengan megah ditengah desa.


Kantor pak Kepala Desa.


Zheba turun dari Honda Jazz hitam mungil itu. Dan dengan gaya Anggun memasuki pintu kantor yang tak begitu ramai.


Beberapa orang petugas menatapnya dengan pandangan kagum.


Kulit putih bersih mulus itu bagaikan pualam yang tak pernah tersentuh lumpur atau jelaga hitam.


Seraut wajah yang luar biasa cantik dengan rambut terurai indah bak maneqin dipajangan saloon mahal itu tampak mencolok diantara petugas wanita yang semua mengenakan hijab. Dan beberapa diantaranya memakai cadar dan masker diwajah mereka.


Terusan kuning gading berbahan lembut itu tampak sempurna membalut tubuh indahnya.


Dihiasi tas selempang yang sangat bagus tersampir dibahunya.


Denan langkah bak Puteri kecantikan dia berjalan melenggang diatas tumit sepatu hitamnya yang sangat bagus juga.


"Selamat siang Bu! Ada yang bisa kami bantu?" Sambut Seorang petugas perempuan menyapa Zheba dengan ramah.


"Oh, Namaku Zheba! Panggil saja Zhe! Aku hendak berkunjung kerumah Barra! Rumahnya terletak dimana ya?


Oh Ya! Saya teman dekat Barra sejak remaja dulu," Jawabnya dengan ramah dan dengan sangat percaya diri.


Petugas wanita itu mengangguk sambil tersenyum manis kearah Zheba! Dan melambaikan tangan kepada seorang pemuda kecil yang sedang mengangkat galon air mineral keluar rumah.


"Dika! Antar Ibu ini kerumah Pak Bara!" Katanya kepada pemuda tanggung itu.


"Iya, Kak!" Katanya mengajak Zheba dan mengangguk kearah petugas wanita itu.


Zheba berjalan dengan cepat Dan merasa kakinya melangkah diatas awan . Ingin secepatnya bertemu dengan Barra! Barranya ! Bukan Barra siapa siapa!

__ADS_1


Dan tatkala mereka memasuki halaman berpagar bambu bercat putih dia terpaku, Dan bertanya kepada sipemuda tanggung yang bernama Dika itu.


"Apa Barra tinggal disini?"Bisiknya dengan bibir tergetar.


"Iya Bu! Silakan masuk!" Kata pemuda tanggung sambil tersenyum lebar . Melihat keraguan Wanita yang sangat cantik itu.


"Mm.. Ma'af Bu! Apa hubungan Ibu dengan Pak Barra!" Tanya anak itu ingin tahu.


Setahunya! Pak Barra Adalah Pacar Dokter Maya.


Dan sebentar lagi mereka akan menikah.


Begitu rumor yang didengar Oleh Dika.


"Pak Barra adalah Suamiku! Dan jami berpisah karena memiliki urusan masing masing! Puas? Pemuda kecil yang pintar!" Katanya sambil membuka dompetnya yang mahal.


Dan memberikan selembar uang kertas seratus ribuan kepada Dika.


Dengan senang hati Dika mengucapkan terima kasih dan berlalu dari depan rumah Barra dengan hati berbunga bunga.


Zheba melangkah masuk dan kemudian tertegun sa'at melihat jendela samping yang rumah yang terbuka.


Sekelebat bayangan tampak melintas.


Wanita?


Zheba mengernyit heran! Mengapa ada seorang wanita dirumah itu?


Cherly yang modis, Tak akan mau datang kedesa ini!


Otak cerdasnya yang penuh intrik langsung berkelana menjelajah kesisi yang paling dalam.


Zheba melangkah sangat pelan dan tanpa bunyi detak detuk sepatunya.


Dan!


Deg. Deg. Deg!


Punggung yang sangat dikenalnya itu membelakanginya dan wanita itu terlalu hanyut dalam pagutan bibir Barra yang lihay.


Dan gairah yang membara diantara mereka membuat mereka terlalai.


Ide cemerlang yang licik itu seakan meronta-ronta keluar untuk membuat permasalahan yang paling penting dan berdampak buruk untuk seorang wanita yang tengah mengandung anak dari pelaku yang sedang indehoy berat didepan Zheba! Wanita cantik itu meraih ponselnya dari saku luar tas sandangnya yang mahal.


Mulai membidik dengan memilih posisi strategis.


Dengan cekatan dan terlatih tangannya mengambil gambar Fhotoshoot yang penuh roman itu bagai seorang potografer ahli dari segala sisi.


Dengan tersenyum penuh kemenangan memasukkan kembali ponselnya kesaku luar tasnya dan mundur tiga langkah sisi kiri pintu depan.


Jantungnya kini berdegup kencang dengan mata yang memanas. Barra!


Ternyata seorang petualang tetaplah petualang.


Antara Zheba dan Barra memang telah impas!


Mereka berdua melakukan perselingkuhan, Namun mengapa kini hatinya terasa sangat sakit?


Mungkin melebihi dari kesakitan Barra sa'at Zhe berselingkuh dengan Kevin.


"Selamat siang! " Ucapnya dengan suara sumbang.

__ADS_1


Kearah dalam rumah, Dan berharap Barra dan wanita rambut sebahu itu menyudahi aktifitas romantis mereka.


Zheba mengenakan kacamata hitamnya untuk menutupi matanya yang terasa akan hujan kesiangan. Oleh airmata yang menggenang enggan keluar! dan susah untuk ditahan.


Zheba melangkah masuk dengan langkah senormal mungkin.


Barra tampak kaget, Namun seperti biasapria itu dapat mengendalikan diri dengan sangat hebat.


Dan berusaha bersikap wajar atas kunjungan wanita yang pernah sangat dicintainya ini.


Dan membuat trauma panjang didalam hati Barra.


Dan wanita berambut pendek itu menunduk malu dengan wajah memerah.


Wajahnya sangat manis dengan kulit kuning Langsat yang sangat halus.


"Ini Dokter Maya!


Dan Maya! Ini Zheba teman lamaku!" Barra memperkenalkan mereka berdua.


"Iya, Dokter Maya! Senang berkenalan dengan anda! Kapan Undangannya disebar? Biar akan saya sampaikan keJakarta , Mungkin sanak keluarga Barra harus tahu Calon istrinya yang cantik ini, Sangat cerdas dan menarik," Puji Zheba dengan gaya manis.


Barra benar benar muak melihat gaya Zheba yang terlihat dibuat buat.


Maya hanya diam tak bereaksi apa apa.


Dan secepatnya pergi kebelakang ! Tingkah dokter cantik itu sangat familiar dirumah ini.


Mungkin Maya sedang membuat minuman buat Zheba!


Zheba mngerut jijik.


Dia tak Sudi meminum juice atau kopi buatan tangan wanita itu.


"Lepaskan Cherly Barra! Biarkan gadis malang itu hidup bersama Neo," Cetusnya tiba tiba. Sambil melepas kaca matanya.


Membuat Barra merangsek murka. Menatap kearah Zheba dengan wajah memerah.


Kini Zheba mengambil rokok dari tasnya dan mengambilnya sebatang. Dan menyulut ke bibirnya dengan mulai menyalakan pemantik kearah ujung rokok itu.


"Apa urusannya denganmu! Zhe, Kau tak berhak turut mencampuri urusan keluargaku," Bentak Barra dengan suara tertahan.


Zheba hanya tersenyum sambil menghembuskan asap rokoknya kedepan.


"Tadinya aku berharap kita akan kembali bersama dengan mudah! Memulai hubungan kita dari nol.


Dan kukira aku hanya bersaing dengan Cherly! Namun aku salah! Cherly yang malang itu dengan mudah tersingkir sebelum aku menyingkirkannya Dan ternyata saingan yang terberat itu ada disini bersamamu!"Kata Zheba pelan sambil menghirup asap rokoknya dengan nikmat.


"Apa maksudmu Zhe!" Kata Barra penasaran. Hatinya mulai tidak enak.Barra tahu siapa Zheba dan siapa Cherly dengan jelas. Dulu! Zheba adalah seorang gadis baik lembut dan tulus, Namun waktu yang tak ramah membentuk sifat antagonisnya.


Barra menatap kearah depan.


Mengapa dihatinya sangat ketakutan kala berpikir Cherly akan meninggalkannya.


Dan saat Minuman yang diantar oleh Maya datang.


Zheba berdecik kesal.


"Hh Aku sama sekali tidak haus!" Kata Zheba dengan tatapan mual.


Zheba Mengeluarkan ponselnya dan mengirim beberapa media kesebuah nomor.

__ADS_1


dan tersenyum penuh arti kearah Barra.


__ADS_2