Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Sepucuk Surat Cinta Buat Barra?


__ADS_3

Barra tiba disuatu sore yang mendung.


Diantara Mega hitam yang membentuk lukisan langit yang tak beraturan.


Bagai bayangan hitam yang menakutkan.


Namun hujan tak dapat turun dan menghapus awan kelam itu.


Membuat hati Barra terasa semakin dingin.


Rasa rindunya kepada Cherly yang menggelora sekejap mata berganti dengan duka yang mendalam.


Dia menyangka Cherly yang masih muda hanya mengancamnya dan berpura pura akan pergi.


Namun benar adanya bahwa memang telah pergi jauh.


Barra langsung terhenyak saat mendengar dari Pak Jana. Bahwa Istrinya telah pergi ke kampung halaman Ayahnya. Dan berencana akan melahirkan anak pertama mereka disana. Dan mungkin akan menetap selamanya disana.


Cherly pernah mengirim pesan singkat kepada Barra


"Barr! Kalau kau datang! Datanglah kerumah kita, Aku akan menunggumu disana,"Demikian bunyi pesan itu.


Namun itu tidak terjadi. Cherly memarahinya namun Barra tak berfikir Cherly akan pergi sejauh itu darinya.


Dengan tangan tergetar Barra menerima surat dari Cherly yang baru diberikan oleh Bu Ani . Kepada Barra.


"Ini Lho Nak Barra,Ada surat cinta dari Shirli buatmu," Katanya seperti ragu.


Bu Ani hanya bisa menerka nerka.


Wanita Parobaya yang sangat disayangi oleh Cherly itu tak bisa membaca.


"Aneh!" Kata wanita tua itu dengan pelan membuat Barra mengernyit menatapnya.


"Ada apa,Bu?" Tanya Barra.


"Bukankah kalau surat Cinta itu ditulis dengan senyumnya, Tapi surat ini ditulis dengan tangisan, Sebelum Chirli pergi Anak itu memeluk dan mencium Ibu dan Bu Siti.


Ada Apa Barr? Ada apa dengan kalian? Dan mengapa Chili harus pergi dari kita?"Tanyanya dengan nada kuatir.


Barra Hanya terdiam tanpa kata.


Dan berjalan dengan pelan menuju kamar mereka berdua.


Dan mulai membaca.


Buat Barra.


Barra, Suamiku!


Aneh bukan? Dizaman milenial seperti ini aku menuliskan sepucuk surat buat dirimu.


Aku ingin kau membacanya sa'at kau berada dikamar kita.Agar kau tahu arti sebuah keluarga yang kau lupakan.


Aku mengerti bagaimana perasaan seorang pria yang tidak bisa mencintai seseorang yang terpaksa menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak pernah dicintainya.


Aku tahu kau tidak akan pernah bisa mencintaiku.

__ADS_1


Sehingga kau berencana menikah dengan dokter yang cantik itu.


Barr! Aku menghargai privasimu dan menghormati segala keputusan yang akan kau ambil.Dan menikah didesa dimana kalian dibutuhkan.


Dan aku tak akan membocorkan rahasia pernikahan kamu dan wanita itu kepada kak Ali dan kak Rosita.


Rahasia itu aman bersama akhir kisah kita.


Aku akan mundur dari perkawinan yang tak diinginkan ini.


Aku telah membuat suatu alasan yang kuat agar keluarga kita tidak curiga dengan kepergianku ini.


Percayalah! mereka akan mengerti seiring waktu.


Dan aku tak akan mengganggu semua rencanamu dengan wanita yang akan menjadi pilihanmu.


Masalah anak yang sedang kukandung, Kau tak usah merisaukannya. Aku akan mengasuhnya dan ketika dia dewasa dia pasti akan pergi mencari informasi tentang kamu.Jangan coba coba mencariku. Aku akan pergi jauh darimu! Bangkotan Tua!


Barr,Jangan sia siakan wanita itu! Seperti kau menyia nyiakan diriku! Kau memang jahat! kan?? Mammots Everest!


Aku akan baik-baik saja. Jangan khawatir! Aku masih bisa tersenyum, Aku kan wanita yang paling cantik dan paling Seksy He he he! "


Chiao!


Cherly Kemala Ulfa


Barra menarik nafasnya dengan berat. Meremas kertas tersebut hingga kusut tanpa bentuk.


Barranya mengusap usap wajahnya dengan kedua tangannya kasar. Hatinya terasa kosong dan hampa.


Dengan lubang yang menganga namun tidak terlihat.Hanya dapat dirasakan oleh hatinya yang seakan bagai luka yang mengandung nanah.


Dimana mereka menghabiskan waktu bersama dengan saling memberi dan menerima. Dan sampai sekarang sekelumit rasa yang ada membentuk benih yang kian lama berkembang menjadi sebuah rasa yang sangat penting.


Hanya Barra yang dapat merasakan, Bahwa tak ada Wanita yang dapat menggantikan Cherly dihatinya.


Rasa yang belum pernah dijangkau oleh hatinya yang terdalam.


" Istri kecilku yang Bodoh!"Desahnya seakan hilang akal


Lalu sekilas pria itu tampak tersenyum dengan sinis.


"Aku akan mencarimu walaupun sampai kelubang semut sekalipun."Katanya pelan.


Lalu membuka ponselnya dan melihat semua jaringan yang terhubung dengan Cherly semua terblokir.


"Cherly! Sayangku! Kau pikir semudah itu pergi dariku! Kau akan menyesal karena telah meninggalkan Aku seperti ini, Dan aku akan menghukummu! Cherly!"Sambungnya dengan wajah yang memerah. Namun sangat kontras dengan bibirnya yang tersenyum misterius.


...****************...


Tapi Mimpi tetaplah mimpi!


Barra tak pernah bisa kembali menemuinya walau dimana pun. Cherly seolah hilang ditelan bumi.


Barra telah datang ke kampung halaman Pak Hermawan!


Namun dia tak pernah bisa menemui istrinya.

__ADS_1


Keluarga Pak Hermawan hanya bisa pasrah saat adiknya Osmanta memberi Khabar seminggu kepergian Cherly kekampung halamannya.


"Kak! Cherly sudah kembali keJakarta? " Tanyanya Denan raut gelisah.


"Tidak ada! Man! Cherly kan ada disana?" Kata Pak Hermawan dengan gelisah.


Bu Anita memepet kesamping sang suami sambil mendengarkan percakapan itu dengan tangannya yang gemetar.


"Cherly dimana Pa!"Teriaknya ketakutan hampir memekik.


"Sabar Ma, Tak ada yang perlu ditakutkan! Mungkin Cherly sedang berkunjung kerumah Bustamam sepupunya yang tinggal di pedalaman. Besok juga pasti ada


Khabar," Kata Pak Hermawan menenangkan istrinya yang hendak kollaps.


"Sebenarnya ada apa Antara Cherly dan Barra Pa! Mama merasa ada sesuatu yang aneh didalam hubungan mereka Akhir akhir ini." Tebak Bu Anita dengan Naluri kuat seorang Ibu yang memiliki ikatan batin yang kuat dengan sang putri.


"Tidak ada yang aneh Anita! Cherly perlu mempersiapkan diri untuk menjadi seorang ibu diusianya yang masih 19 tahun. Dan Barra memiliki banyak kesibukan. Jadi dimana letak keanehan itu?"Bela Pak Hermawan dengan tenang.


Namun Anita tetap berkeyakinan bahwa ada sesuatu yang tak beres telah terjadi didalam rumah tangga anaknya.


"Aku sudah menduganya, Barra itu petualang! Dan Aku yakin Barra telah menyakiti Anakku,"Kata Anita sambil menangis.


Dengan Cepat menelpon Keluarga Ramadhan.


Namun sebelum tangan wanita setengah baya itu menekan keypad.


Suara telpon Pa Hermawan berdering nyaring.


"Pa! Cherly ada dirumah Kak Bustamam dipulau.


Cherly Betah disini dengan Bibi Erni, Cherly perlu dong refreshing dan mempersiapkan diri untuk menjaga kesehatan Cherly! Disini udaranya segar dan makanannya serba segar dan sehat," Suara Cherly terdengar riang.


"Gini lho Wan! Cherly terlihat lebih baik dan ceria. Disini banyak teman-temannya yang sedang sebaya dengan dirinya. Boleh Aku bicara dengan Anita?"Pintanya kepada Sang adik, Pak Hermawan!


Pak Hermawan menyerahkannya ponselnya kepada sang istri.


"Hei Anita! Jangan katakan pada si Barra tentang keberadaan Cherly disini bersamaku, Eh Ternyata di Barra itu nafsunya sangat tinggi terhadap putrimu! Kau tahu? Dia tak dapat mengendalikan dirinya sa'at berhubungan badan dengan Cherly saat hamil muda begini? Cherly cedera didaerah kewanitaannya akibat perbuatan si Barra. Cherly itu bertubuh kecil Nit! Mana mungkin bisa bertahan dengan Suaminya dengan badan sebesar King Kong itu disaat hamil begini. Tunggulah hingga bayi ini lahir dan Cherly pulih dengan perawatan tubuh yang lebih kuat dan sehat.


Da pasti pulang kembali kekota vdengan keadaan yang lebih fit, Menghadapi Apa Chers?"Kata Bibi Erni seakan bertanya kepada Cherly yang tengah tertawa dengan beberapa orang didekatnya


" Mammots Kutub,Ma!" Teriak Cherly kencang, Membuat sang Ibunya tersenyum malu.


" Iya Sayang! Jaga kesehatan kamu dengan baik ya! Mama tak akan bilang bilang pada Barra jika dia datang kembali mencarimu, Nama Akan bilang saja keadaanmu baik baik saja," Kata Ibunya ikut ikutan merasa gila.


"Apa yang kalian bicarakan bersama Kak Erni?" Tanya pak Hermawan penasaran melihat wajah istrinya yang tersipu-sipu malu.


"Ah sudahlah! Ini masalah wanita Pa! Yang paling penting Kak Erni merawat Cherly dengan sangat baik, Waktu mengandung Rania juga kan Dirawat oleh kak Erni. Ni buktinya! Tubuhku tetap awet hingga tua kan?"Kata Ibu Cherly sambil mengedipkan matanya dengan nakal.


Membuat Pak Hermawan malah meradang.


"Hei. Mengapa dengan matamu itu! Anita! Aku jadi takut melihatnya! Kau jadi mirip Waria yang ada di perempatan lampu merah!"Katanya sambil menggulung kain sarungnya menuju kebelakang dengan mengomel tak jelas.


Bu Anita tertawa terkikik kikik.


"Setidaknya kini! Ayah Anakku yang kewalahan,Dan aku bisa tidur dengan bebas," Katanya sambil menyambar gunting tanaman yang tergeletak di atas meja.


Sebelum keluar melihat melatinya yang mulai mengeluarkan sulur sulur memanjang Saatnya untuk dipotong.

__ADS_1


Cherly menjaga nama baik suaminya dengan sangat baik.


Namun akan memberikan sebuah pengajaran yang berharga buat Barra.


__ADS_2