Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Sebait Kidung Biru Yang Hadir


__ADS_3

Cherly melangkahkan kakinya menuju kamar Truddie. Kakinya yang kecil itu terasa sangat berat kini untuk melangkah membawa berita yang menyakitkan tentang Sam! Bagai ratusan kilo atau mungkin lebih!


Rumah Truddie terlihat sepi!


Mungkin asisten rumah tangga dan Ibu Ning sedang pergi berbelanja. Hanya seorang pekerja perempuan muda yang sedang menyapu halaman samping. Selain penjaga pos gardu gerbang depan yang berjumlah empat orang.


Truddie sedang membuka lemarinya yang besar untuk menggantikan pakaiannya. Kelihatan Truddie baru selesai mandi.


"Bukankah! Seharusnya kau berteriak dulu dari ruang depan sana! Memanggilku? Atau membuka Canister raksasa depan untuk mencari buah segar? Baru masuk sambil nyerocos dengan piring buah berisi camilan dan membuat remah remah berhamburan dikamarku! "Kata Truddie sambil memiringkan kepalanya yang masih tertutup kap rambut dengan lilitan handuk ditubuhnya yang putih susu.


Truddie Tampak sangat cantik dan segar. Bibirnya memerah dengan butiran air yang masih sedikit tampak dilehernya yang jenjang.


Cherly tampak gugup menatap sahabatnya.


"Trud! Kau nggak masuk kerja hari ini! Aku lihat Chat yang Grace kirimkan tadi malam! Ke emailku! Katanya kau sakit! Tapi kelihatannya kau baik baik saja Deh!" Kata Cherly mengalihkan pembicaraan.


Truddie hanya diam sambil melirik Cherly. Lalu menyibak handuk lebarnya didepan Cherly! Memakai under wearnya dengan Cepat. Truddie biasa begitu didepan kedua sahabatnya Grace atau Cherly .


"Grace akan tiba sesaat lagi! Aku sudah mengabarinya lewat Whatsapp!"Kata Truddie tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Chers.


Cherly terkesiap saat melihat satu tanda merah kebiruan didada bagian atas Truddie.


mulai terlihat samar tapi Cherly tahu itu bekas hisapan percintaan yang dilakukan oleh sahabatnya entah dengan siapa! Truddie bukanlah tipe wanita bebas dalam urusan Bercinta dengan sembarangan pria. Apakah tanda itu dibuat oleh Sam? Cherly tahu Sam menganggap jarak yang jauh ini sedekat kamar mandi rumahnya. Sam mempunyai banyak uang dengan hak istimewa didomestik penerbangan dalam dan luar negeri. Sebagai Penumpang VVIP. Sam malah bisa dengan mudah untuk membeli sebuah pesawat untuk dirinya dengan uangyang dimilikinya.


Namun Apa gunanya pesawat bagi Sam yang selalu bergentayangan sesuka hatinya dengan kecerdikan dan kecerdasan otaknya. Melakukan suatu hal yang diinginkannya dapat diwujudkan dengan insting hewan malamnya.

__ADS_1


Namun! Sam telah tiada!. Dia kecolongan dengan sebuah jebakan rahasia dari orang orang yang bersekutu membencinya.


Ibarat kata pepatah lama:Sepandai pandai Tupai melompat! Sesekali jatuh juga.


Cherly merenung kini. Memainkan sisi gaun nya yang berwarna putih hitam.


"Hai Ibunya Bharche! Mengapa kau termenung! Merasa bersalah ya! Kau tak mengabariku jika kau tiba lebih dulu kerumah Si Paulie, Aku mendatangi rumahmu dan menyingkap selimut cintamu itu! Kau tahu? Aku lihat Ayah si Bharce dengan anaknya sedang tidur bergelung saling memeluk satu sama lain persis korban letusan gunung Vesivius dikota Pompeii!"Teriak Grace dari balik pintu yang sedikit terbuka. Suasana langsung ribut saat Grace tiba sambil menenteng bungkus plastik tipis.


Membuat Cherly mendelik marah.


"Hai grande! Kau pikir suamiku gay! Pompeii dihajar karena kaum pelangi tauu! Baca sejarah dong! Jangan cuma baca Cerita **** Online,"Kata Cherly Sengit.


Grace tertawa sambil menutup mulut dengan telapak tangannya.


"Kau dengar itu Trud! Dia bilang Apa? Suami? Hai Ibu Barche! Kau sudah tidur lagi dengan suami itu! Aku sudah bisa menebaknya! Kau mana bisa melupakan Sentuhan Barra yang Hot!" Kata Grace dengan mengucapkan kata Hot membentuk bibirnya yang monyong membulat. Membuat Truddie tertawa terpingkal pingkal.


Grace tersenyum sambil memiringkan wajahnya dengan mata menyipit nakal persis wajah penggoda pria.


"Hai Nyonya Samson zombie! Kita lupakan sejenak Tentang kedatangan Ayah si Bharce yang sedang menikmati kerinduan dengan keluarga tercintanya! Lalu Apa maksudmu mengundang Aku dan Chers untuk menghadiri rapat paripurna The Popular ini!


Apa ada sesuatu yang perlu kita pecahkan bersama sama! Soalnya batu besar yang bernama Barra itu sudah pecah dengan sendirinya. Dan tak memerlukan pembahasan sekarang! Ayolah Trud! Katakan pada kami berdua," Kata Grace sambil mengedipkan sebelah matanya pada Cherly. Dengan lidah terulur genit. Kedua kalinya diangkat keatas soda. Terlipat dalam balutan celana jeans pendek berwarna hitam dengan kaos bolong putih berlengan pendek juga.


"Berhentilah mengedip seperti itu Grace! Kau jadi mirip Zheba sekarang! "Kata Cherly mencubit lengan sahabatnya dengan gemas.


Truddie tertawa terbahak bahak melihat gaya Grace yang mencoba berlagak genit.

__ADS_1


Namun Cherly hanya terdiam sambil menatap Truddie yang tertawa riang. Cherly hampir menangis melihat Wajah sahabatnya itu.


Oh Truddieku yang malang! bisiknya dalam hati.


"Aku sebenarnya malu untuk memulai kisah manis ini! Namun kalian harus mengetahuinya." Kata Truddie malu malu.


"Oh! Kau malu? Kau bisa menutup wajahmu dengan kolor warna pink mi yang penuh bercak darah menstruasi itu! Oh Truddie! Mengapa kau berubah jadi jorok begitu. Meletakkan Celanamu diatasi meja rias! Apa perlu kupanggilkan Samson untuk mencuci benda kotor itu?"Kata Grace menunjuk Celana pink yang mungil itu di tergeletak tak jauh dari mereka.


Wajah Truddie semakin memerah.


Dia terlihat gugup. Sama halnya dengan Cherly yang terlihat kian gelisah.


"Apa ini berhubungan dengan tanda merah yang ada didadamu itu? Bekas hisapan siapa Trud! Dan Apa yang telah terjadi padamu! "Bisik Cherly Hati hati penuh penekanan. Agar tidak didengar oleh orang lain. Selain enam pasang mata mereka bertiga.


"Sam datang tiga hari yang lalu! Dan kami telah menyatukan hati dan tubuh kami berdua! Kami melakukannya Chers! Grace! Aku telah memberikan diriku untuknya seutuhnya! Dan noda darah yang masih melekat dicelana pink itu adalah tanda kesucian cintaku yang telah kupersembahkan untuk Sam! Dia berjanji akan datang menjemputku! Kami akan menikah dan hidup bahagia dirumahnya dipinggiran kota yang sunyi. Aku sudah pernah kesana bersamanya! Oh Chers Oh Grace! Kita akan berkumpul disaat dihari libur kerja! Memasak makaroni telur rempah dan sayuran! Dan sudah memakan masakan itu dirumah kebunmu! Dia tersenyum menatap wajahku, Dia sudah kembali normal! Bukan kunyang atau Zombie! Tubuhnya panas! Dia sangat ahli dalam mencium dan memainkan tubuhku diranjang ini! Oh Dia pria hebat! Aku tak dapat berpikir jernih. Aku takut pada keluargaku! Namun Aku siap menanggung segala konsekuensinya! Aku mencintainya!" Kata Truddie dengan mata berbinar binar.


Grace dan Mendengar kata kata Truddie yang panjang lebar itu mengikutinya dengan wajah terpana dengan mulut terbuka antara kaget dan heran. Sehingga terdiam tanpa kata. Grace mematung dengan wajah shock!


Sedang Cherly menatap Truddie dengan wajahnya yang memucat! Tangan Cherly yang gemetar menggenggam tangan Truddie dengan sedingin es.


"Hai! Mengapa kalian bersikap seperti ini? Aku merasa ringan setelah mengatakan hal terjadi padaku dengan Sam! Namun tatapan kalian membuatku takut! " Kata Truddie sambil menunduk dengan tersipu malu.


"Trud! Tau tidak! Kamu sedang bermain main dengan Api yang bisa saja membakar mimpimu! Kau mengecewakan Om Paul dan Ibu Ning! Keluarga Soedono akan memblaclist Om Paul sebagai seorang penipu atas keteledoranmu ini! Arie Soedono akan mendepakmu dan membuat keluargamu malu seumur hidup! Apa yang telah kau lakukan Truddie? Oh! Sam itu seperti bayangan hitam! Dia datang dan pergi sesuka hatinya! Kau akan ditinggal seperti kain penggelap kaca yang usang!"Kata Grace penuh kata sesal dengan raut yang sangat murung.


"Grace! Sam akan kembali! Kau jangan khawatir! Sam akan menepati janjinya padaku! "Kata Truddie sambil menggenggam tangan Grace mencoba menenangkan hati sahabatnya tersebut.

__ADS_1


Cherly menatap Truddie dengan airmatanya yang tak bisa ditahan lagi.


"Sam tak akan pernah kembali Truddie! Dan telah tertembak dan terbakar disalam sebuah insiden nahas di wilayah timur Singapura. Dia dinyatakan meninggal oleh tim forensik disengaja rumah sakit diSingapura. Tubuhnya Ditemukan hangus terbakar di Insiden penembakan itu. Kau harus tabah Trud! Hidup ini terus berlangsung walau tak sesuai dengan harapan kita, "Bisikan Cherly membuat Truddie memucat


__ADS_2