Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Misteri Hidup Dan Ratu Zheba!


__ADS_3

Wanita itu datang ke Cafetaria mini itu terlihat dengan langkah terburu buru.


Namun tetap Terlihat Anggun dengan Blouse warna krem Dipadukan dengan rok kembang berbahan rayon lembut warna hijau pupus. Desain style tabrak warna yang kontras namun pas dengan bentuk dan form tubuhnya yang langsing tapi sintal tersebut.


Cherly menatapnya tak berkedip.


Rambutnya tergerai indah dengan dengan ikal besar besar bergelombang itu tampak bergoyang mengikuti hentakan lembut kakinya yang sedang berjalan kearah Cherly.


"Bu Zheba!" Batin Cherly.


Ada Keperluan Apa mengajaknya dalam sebuah pertemuan rahasia yang tidak boleh diketahui oleh siapapun. Terutama Teman temannya.


"Sudah lama menunggu Chers?" Sapa wanita itu terlebih dahulu. Sambil tersenyum manis kearah Cherly.


Wanita itu tampak segar dan muda Dimata Cherly.


Kini wanita itu duduk dan meletakkan tas mahalnya didepan Cherly.


Dengan make up yang Tipis membuat Zheba tampak lebih muda dari usia sebenarnya.


"Baru 5 menit yang lalu, Bu," Sahut Cherly.


"Ah, Kan? Ibu lagi! Panggil aku Zhe!" Ralat wanita itu dengan santai sambil menaikkan sebelah kaki kanannya kekakinya yang sebelah kiri.


"Kamu sudah memesan makanan dan minuman buat kita Chers?" Tanyanya dengan nada akrab.


"Sudah Zhe,"Kata Cherly Agak kaku.


Sebenarnya Chers lebih suka memanggilnya Ibu.


Terkesan lebih terhormat dan tidak terkesan lancang.


Walau bagaimanapun Zheba adalah dosennya.


" Bagaimana dengan kandunganmu Cher?"Tanyanya sambil menunjuk perut Cherly dengan matanya.


"Baik Zhe! Sudah memasuki bulan keempat. Jadi mulai sering muntah muntah dan morning sick," Jawabnya sambil tersenyum kearah Zheba.


"Hmm dulu Aku pun demikian halnya. Dan yang palin menyedihkan ayahnya sama sekali tak mau tahu, Malah menuduh yang bukan bukan." Matanya berubah sendu.


Seorang waitres mengantarkan pesanan kedepan mereka.


"Oh, Kasihan sekali," Kata Cherly ikut sedih.


" Barra selalu mengelus elus perutku yang kram diwaktu pagi, Dan menggendongku disaat perutku sakit, juga membelikan aku Cincin berlian kecil yang cantik ini," Kata Cherly polos dengan wajah sedih sambil menunjukkan cincin yang melingkar membentuk hati dari berlian putih yang berkilau itu. Dijari manisnya yang mungil.


Zheba tersenyum yang lebih mirip dengan ringisan pilu.


Hatinya terasa sangat sakit.


Berdenyut-denyut bagai luka lama yang mulai sembuh terkoyak lagi.


" Kamu beruntung sekali Chers, Suamimu sangat menyayangimu, Tapi dengan jarak yang begitu jauh Kita tak dapat memprediksi hati seseorang.,"Katanya coba memasukkan sedikit duri kedalam pembicaraan yang manis ini.


"Maksudmu?" Kata Cherly penasaran.


"Akh. Sudahlah lupakan saja! Mari kita makan , Kita terlalu lama mengabaikan makanan enak ini," Katanya seolah menghindar dari perkataan yang barusan diucapkan olehnya.


"Barra tak akan mengkhianatiku, Dia sudah berjanji," Kata Cherly pelan . Mengingat ucapan Barra.


"Aku bukan seperti lelaki yang lain Cherly! Berbunga bunga namun akhirnya layu karena musim," Kata Barra sa'at itu.


Cherly nenatap makanan yang berada di atas meja kecil itu.Dia jadi tidak berselera untuk menyantapnya.

__ADS_1


Hatinya tiba tiba gelisah.


Namun untuk menghormati wanita yang didepannya itu Cherly berusaha keras untuk memakan hidangannya walau mulutnya terasa kering..


"Barra sedang apa ya!" Bathinnya.


Suaminya sang pemakan segala! Selalu berselera dengan berbagai masakan yang dimasak oleh Ibu Ani.


Cherly pernah belajar masak dari Kak Rosita tapi malah rasanya masakannya keasinan .


Dan Barra tetap memakannya tanpa banyak komentar.


Sa'at itu Cherly memasak Caserole daging dan sayuran, Kesukaan suaminya.


"Kok melamun Chers," Ucap Zheba sambil menilik wajah Cherly.


Cherly tersenyum masam .


"Aku teringat dengan suamiku," Bisiknya.


"Aku tak menyangka. Dia ternyata pria yang sangat baik, Dan Oh! Zheba! Dia punya rumah yang indah disuatu perumahan dipinggiran kota yang asri.


Rumah minimalis yang sangat cantik.


Dengan perabotan serba vintage! Namun dia jarang kesana.


Aku hanya diperkenalkan dengan rumah kecil yang jadul peninggalan orang tuanya."Kata Cherly sambil tersenyum menerawang.


Zheba mengerutkan keningnya dengan hati yang kian membara.


Rasa sedihnya berubah jadi kebencian dan cemburu yang tak terkira. Dia benci melihat Cherly dan ingin melenyapkan wanita Bersama dengan anak yang sedang berkembang dirahim Cherly.


Tapi akan sangat berbahaya jika itu terjadi. Kariernya Yang telah dirintis sejak lama dengan penuh pengorbanan itu akan sia sia.


Dan sekarang istrinya, Cherly! sedang mengandung juga. Dan Barra sangat menyayangi wanita cantik yang didepannya itu.


Cherly sangat beruntung memiliki keluarga yang kaya yang sangat menyanyangi dirinya.


Juga Rosita dan Ali Ramadhan. Ini menyakiti dirinya. Sangat sakit.Bukankah janin yang dikandung Cherly dan Janin yang dulu dikandungnya adalah darah daging Barra?


Dan mengapa Ali Ramadhan tak merestui hubungan antara Zheba dan Barra?


Bukankah Zheba sangat cantik? Dan Cerdas.


Hatinya semakin teriris melihat Cherly yang kini duduk dengan wajah manjanya yang sangat dipuja oleh Barra yang tak pernah mencintai perempuan manapun selain dirinya


Mata Zheba melihat gadis didepan matanya sedang mengelap bibirnya yang indah dengan tissue.


"Mengapa kau mengundang Aku kemari Zheba? Katanya ada hal penting yang kau ceritakan,"Kata Cherly setelah mengakhiri makannya.


"Cherly! Aku mengundangmu kemari karena ingin menceritakan sebuah kisah yang memilukan tentang seseorang," Katanya meremas tangan Cherly dengan kuat.


Sehingga Cherly kesakitan.


"Oh Maaf,"Katanya seakan tersadar dari sebuah trauma panjangnya.


"Biarkan aku berkisah tentang Barraku! Bukan Barra mu,"Bisiknya lagi.


Dia sudah terbiasa.


terbiasa dengan segala kepahitan.


Dia juga sudah terbiasa dengan kesendirian sejak ia kecil.

__ADS_1


Besar disebuah panti Asuhan.


Dia adalah anak yang tak pernah diinginkan oleh orang tuanya, Dibuang dan dikucilkan oleh para keluarga.


Keluarga? Dia Tak pernah punya keluarga! Barra adalah miliknya satu satunya.Dan mereka telah menjalin persahabatan dan menjadi sebuah percintaan dimasa remaja. Dengan berbekal kecantikan dan keelokan tubuhnya. Dia mendapatkan segala-galanya dengan cara waktu yang terbilang singkat.


Dia terbiasa dengan kehidupannya yang bebas berpindah dari lelaki satu kelelaki lainnya. sejak terlepas dari Barra.


Baginya Barra adalah yang paling penting dan paling pertama didalam hidupnya.


Barra yang mengenalkan banyak hal pada dirinya, Termasuk yang pertama menjamah tubuh dan hatinya.


Walau kakaknya Ali dan Rosita tak pernah menyetujui hubungan antara Zheba dan Barra.


Ali menganggap Zheba seorang gadis tanpa nasab yang jelas. Dan Ali pernah memergoki Zheba menginap dirumah kost Barra. Memang betul! Zheba sering tidur bersama dengan Barra.


Dan apa masalahnya? Pikir Zheba saat itu dengan kesal.


Dia mencintai Barra dan Barrapun mencintainya. Dan pada saat yang genting itu Zheba telah hamil! Anak Barra.


Tanpa sepengetahuan Kevin yang sangat tergila-gila pada Zheba. Dan


Dan Disa'at Kevin yang Kaya raya dengan jabatan yang hebat diusia muda terjebak muthlak dalam pesonanya dan Memenuhi segala kebutuhan hidupnya yang mewah. Zheba bersorak senang. Dia berencana akan memperalat Kevin untuk mencapai tujuan kariernya.


Dan Kevin yang malang itu dengan penuh semangat membantunya dalam segala keperluan. Termasuk pembiayaan kuliahnya hingga meraih gelar magister.


Membelikan apartemen yang mewah, Mobil yang sangat bagus, Dan menyediakan lahan kerja yang sangat layak dan terhormat untuk Zheba. Disebuah perusahaan Multinasional. dengan gaji yang fantastis.


Tentunya semua Itu tidak didapat dengan cuma cuma.


Zheba harus selalu melayani Kevin layaknya suami istri.


Sambil menanti lamaran Barra agar memperistrinya. Tak juga kunjung tiba. Padahal saat itu Barra telah menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil.


Dan saat yang mengerikan itu tiba.


Dimana saat Barra memergokinya dengan Kevin yang sedang menginap disebuah hotel.


Dan Barra menatapnya penuh dengan kebencian!


Dan semua harus berakhir menyakitkan.


Dan hingga kini.


Tak ada yang dapat menggantikan posisi Barra dihatinya.


Dan Kevin yang telah dipenjara karena menyalahgunakan keuangan perusahaan besar itu.


Demi memenuhi kebutuhan hidup Zheba yang glamour.


Dan Kini Zheba melenggang dengan bebas menikmati hidup mewahnya tanpa gangguan dari Kevin


Yang mendekam dijeruji besi dalam waktu yang lama.


"Itulah kisahku dengan Barra ku! yang telah membakar semua mimpiku Chers! Semoga saja Barra mu tak membakar mimpimu juga," Katanya sambil menjawil hidung Cherly yang mancung.


Lalu meraih tasnya dan pergi meninggalkan Cherly sendirian dengan penuh keheranan dan segala keanehan Zheba!


Melihat Zheba memberikan kode buat sang waitres untuk pembayaran dari kartu kreditnya. Dengan gaya Anggun.


Siapa sebenarnya Zheba! Pikir Chers dengan hati yang kian berkecamuk.


H

__ADS_1


__ADS_2