
Arah jarum jam itu terus berputar mengikuti poros yang tepat. Tak dapat maju atau diundur oleh tangan manusia.
Semua berjalan bagai yang telah tertulis dalam sebuah catatan kehidupan manusia.
Seperti hari ini.
Rumah yang megah dan besar itu berdiri kokoh. Dan setiap hari tampak selalu ramai. oleh sanak keluarga dan teman teman mereka yang datang silih berganti. Dengan berbagai urusan atau sekedar berkunjung untuk silaturahmi . Sejak Barra membangunnya diatas tanah yang cukup luas sebagai tempat property keluarganya untuk berteduh dan melakukan aktivitas sehari hari.
Bangunan bergaya Klasik modern yang asri dengan Cat kuning gading dipadu kuning emas yang terlihat mewah dengan jendela yang tinggi ditambah plafon rumah yang bergaya modern. Dihiasi lampu gantung freon berwarna perak terang. Beberapa orang asisten rumah tangga tampak sibuk dengan aktivitas mereka dalam penataan dan pekerjaan rumah tangga yang terlihat ramai.
Barra benar benar merasa jiwa dan raganya telah mendapatkan suatu tujuan hidup yang sempurna bersama Cherly dan empat orang anak anak nya.
Banta, Paquita, Dean dan Amaliah.
Banyak kejadian membahagiakan dalam kehidupan keluarga kecil Cherly. Sejak Barra pindah tugas keJakarta Dan membangun sebuah Yayasan yang berkembang dengan pesat dengan mutu bagus sehingga banyak yang berlomba lomba untuk mengenyam pendidikan diYayasan milik Barra.
Yayasan Megah yang bukan hanya tercermin pada bangunannya melainkan juga Berbasis kompetensi dalam pendidikan mulai dari Taman kanak kanak,Sekolah Dasar,SLTP dan SMA. Dan kelihatan akan lebih berkembang hingga Keperguruan Tinggi nantinya.
Dan dimalam itu.
Dihamparan Aula yang luas dilapisi permadani hijau prusia.
Terdengar Alunan musik yang merdu dengan suara ceria dari pengunjung yang tampak ramai. Menatap ke suatu pusat yang menjadi objek pandangan yang mengagumkan.
Persis ditengah Atrium yang agak luas.
Berdiri Paquita yang cantik!
Dengan dress panjang berwarna pink lembut dengan rambut panjangnya berponi tail rapi.
Dihiasi mahkota kecil berkilau laksana putri dalam legenda eropa.
Tepuk tangan yang meriah dari para tamu yang bergema seakan bagai bunyi koor gerak tangan yang berderap serempak. Mengiringi Angka 8 pada Kue tart besar berbentuk bundar berlapis coklat yang tebal. Diiringi lagu wajib yang hampir dilakukan hampir setiap moment penting dalam bertambahnya usia manusia. Walau kue dan dekorasi berbentuk sederhana membuat wajah Paquita sumringah senang.
Wajah cantik gadis kecil itu terlihat sangat bahagia didampingi oleh keluarga yang sangat mencintainya.
__ADS_1
Disamping gadis kecil itu berdiri Sang Ibu,Cherly Kemala Ulfa Dan Ayahnya Barra Malik Ramadhan yang bersisian dengan adiknya Dean yang berusia lima tahun,Amaliah yang masih berusia tiga tahun . Banta Malik Ramadhan yang berusia Sepuluh tahun itu terlihat berlalu lalang menyapa teman teman Paquita yang datang belakangan.
Banta, Alias Bharche! Tampak lebih bersikap dewasa dari anak anak seusianya.
Tubuh tingginya yang mengenakan stelan jas hitam diatas kemeja putihnya dilengkapi dasi kupu kupu senada dengan sang Ayah.
Kakinya yang panjang memakai pantofel kulit yang mengkilap tampak berjalan dengan gagah bagai bodyguard amatir yang berlalu lalang sepanjang ruangan.
Wajah tampannya yang terlihat ramah dan elegant tak dapat menyembunyikan keangkuhannya yang dingin.
Walau ditutupi dengan Kharismatik ditengah kerumunan anak anak kecil tersebut.
Sementara sang Ayah tak henti hentinya tersenyum bangga pada Paquita yang tampak bertambah cantik dimalam spesialnya ini.
Cherly yang Tampak anggun dengan terusan berbahan lembut berlengan pendek hijau tosca dengan gelungan rambut indahnya yang berasesoris sederhana namun tampak elegan dengan sepatu coklat 2,5 inci yang menambah penampilannya makin bersinar.
Tak ada yang dapat menampik pesona wanita dengan empat orang anak itu sebagai besutan Ikon gadis populer dizamannya.
^^^Berkali kali Barra mencium pipi istrinya yang cantik itu didepan para tamu dengan bangga. Dean dan Amaliah memakai baju yang couple dengan Banta dan Paquita.^^^
Nun Jauh disebuah pulau pribadi yang indah.Dengan barisan Nyiur dan kayu laut yang hijau dengan panorama lukisan alam yang menakjubkan.
Disekeliling bibir pantai dengan bentangan membiru berhias buih putih dengan deburan ombak yang menggulung dengan gumpalan memutih. Dan pecah berderai dipesisir pantai yang putih mengkilat bagai serpihan batu permata halus yang menakjubkan
Seorang pria dewasa yang bertelanjang dada terlentang tengah berjemur digazebo mini beratap transparan diatas kursi baring pantai menikmati hangatnya sinar mentari dipenghujung siang.
Dengan kacamata gelapnya dengan bawahan celana pendek sport warna putih. Tubuh putih Atletis itu terhampar santai bagai mahakarya Alam yang sangat eksotis ditepian pantai yang landai.
Meraih ponselnya yang terletak dimeja mini disamping kursi malasnya.
" Ya! Leopold! Kau bisa mengirimkan sekarang!"Katanya sambil menyesap teh lemonnya dengan pelan.
Beberapa detik kemudian dia menatap layar gawainya dengan mata nanar. Membuka kaca mata hitamnya dengan cepat agar melihat lebih jelas.
Perlahan senyumnya mengembang bagai sebentuk lengkungan keatas.
__ADS_1
"Paquita! Kau harus kembali untukku! Chers!kau harus merelakan putrimu untuk kembali ke kondomiumku! Dia milikku! Sebagai penggantimu. Yang telah pergi meninggalkanku! Demi laki laki Bajingan itu! Barra! ukirlah senyum manis terakhirmu! untuk putri yang tercantik itu! " Bisiknya dengan pelan dari bibir tipisnya yang berbentuk keratan indah dan memerah itu dengan sinis.
Sebuah siluet dari dalam sekat kaca Cottage yang tak jauh dari tempatnya berada yang menbentuk bayangan langsing dengan pinggul melambai lentur bagai penari pantai dimusim panas perlahan berjalan mendekat kearah pria berwajah oriental yang sangat tampan dengan rambut sedikit gondrong berwarna legam itu.
Wanita yang sangat cantik dengan kulit secerah mentari dimusim semi.
Putih terang dan lembut.
Perlahan namun pasti mendekat dan merapat. Membungkuk pelan.
Mengecup pipi si pria tampan berwajah sedingin es. Dengan bibirnya yang berisi penuh berlapis lipstik tipis berwarna jingga.
Tampak basah dan lembut saat membelai pelipis pria yang tetap diam itu. Sedangkan jemari lentik dengan kuku bercat merah mawar itu menelusuri dada si Pria yang terlihat tak merespons nya sama sekali.
Sentuhan bibir yang terlihat sensual itu
Perlahan turun kerahang dan berakhir dibibir pria yang kini mulai memejamkan matanya dengan rahang yang terlihat bergerak gerak.
"Berhenti! Aku sedang tak ingin disentuh!" Desisnya dengan pelan. Dan gerakan itupun berakhir dengan tiba tiba.
Wanita itu berdiri menatap Sang pria dengan satu. Dibalik wajahnya yang diliputi kekecewaan yang mendalam.
Lelaki itu menoleh kesahnya sambil menghentikan jemarinya dengan kesal.
Dan memberi isyarat pengusiran.
"Pergilah! Cheryl! Kau seperti lalat pengganggu! Kau bisa menikmati Sunset dari Balkon kamar! Tanpa melibatkanku! Jangan lupa suruh Dallas kemari! Aku ingin mengatakan sesuatu," Katanya malas. Seakan tak bergairah saat menoleh kearah wanita dengan kaos presbody tanpa lengan dengan bawahan lilitan dari balutan kain hawai seadanya kadang tersingkap dihembus angin pesisir sehingga membuat tubuh bagian bawahnya terekspos sempurna.
Memperlihatkan Paha ramping nan mulus menggelapkan banyak mata para pria. Yang sedari tadi menatap lapar kearah sang Model Primadona yang sedang naik daun.
Dan memang selalu naik daun sejak terlahir kedunia sebagai wanita yang beruntung. Diberkahi kekayaan dan kehormatan berasal dari keluarga salah satu Jutawan terkemuka Di Asia.
Dengan pelan wanita itu melangkah anggun menuju Cottage. Sesampainya ditangga bangunan yang Artistik itu Cheryl menoleh pelan kearah pria itu. Yang kini terlihat Rileks menjadikan kedua tangannya dibawa tengkuknya. Sambil berbaring terlentang. Menatap atap transparan diatasnya dengan wajah tenang menikmati kesendiriannya.
Dan Dari balik pilar kokoh pembatas dipinggir pantai seorang Wanita cantik lainnya terlihat menatap dialog pria dan wanita yang kini telah memasuki Cottage itu terlihat tersenyum dengan misterius.
__ADS_1
"Theodore Alexis! Kau akan tetap menjadi milikku! Tak ada yang dapat menggantikan kedudukan Namaku dari hatimu! Atau jangan memanggilnya Tiffany! Jika aku tak mendapatkanmu kembali! "Katanya dengan penuh rasa percaya diri.