Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Perkenalan


__ADS_3

Kepala desa yang baru berusia 45 tahun itu terkesima melihat Guru baru yang akan mengajar didesanya.


Ganteng, Energik dan penuh wibawa. Wajah Pemuda dewasa yang bernama Barra Malik Ramadhan, yang baru saja mendapat berbagai penghargaan dari Pemerintah daerah dengan memberdayakan sistem Pengembangan Pendidikan pada anak, Sekilas mengingatkan Sang Kepala Desa pada sosok Aktor Pierre Brosnan Pemeran kawakan dalam.film Booming dimasa remajanya dulu yaitu: film James Bond yang berjudul Tomorrow never Die dan Die Another's Die. Galant dan Jantan.


Sang Kepala Desa yang mengenalkan dirinya pada Barra dengan nama Zulqarnain itu sedang marak menggalakkan Sistem Pengembangan pendidikan yang Kompeten dan mengundang Guru yang Kompeten juga kedesanya sebagai desa Binaan yang baru saja mendapat Penghargaan sebagai Desa yang Berbasis peningkatan Mutu Pendidikan dan Sistem kesehatan yang sangat konsisten.


Sehingga mencapai misi dan visi desa menunjukkan grafik yang terus naik, Dan itu tertera dipapan informasi dikantor kepala desa yang terlihat Ramah Dan familiar itu. Sa'at ini sedang asyik Berbincang dengan Bara yang duduk didepan mejanya ditemani secangkir kopi dan beberapa makanan ringan dimeja kaca itu di Kantor Lurah/Kepala Desa didesa Makmur Jaya.


Dengan jeans dan kaos hitam dengan jaket biru gelap tersampir dibahunya. Sang kepala desa terkesima dengan Pria berkaca mata hitam yang menurutnya lebih mirip Aktor dilayar lebar. Barra terlihat sangat berwibawa dengan senyum tipis dan cerukan matanya yang tajam.


"Semoga Anda betah berada didesa ini, Pak Barra! Bersama kita bekerja sama untuk memajukan generasi penerus yang aktif dan penuh kreatifitas didesa kita," Katanya dengan senyum cerah kearah Barra yang direspon dengan anggukan kepalanya disertai senyum Barra yang terlihat manis ditengah garis tegas rahang yang kuat.


"Panggil Barra saja Pak Zul, Biar lebih terasa akrab," Sahut Barra ramah. Pada sang Kepala Desa Zulqarnain.


"Ok, Baiklah Barra, Bagai mana kalau aku memanggilmu James Bond?" Guraunya dengan mata berbinar kearah Barra dan disambut tawa yang renyah dari seorang Barra yang sebenarnya bersifat kaku dan dingin.


Namun profesional dalam bersikap dan saat berdiplomasi dengan lawan bicaranya sehingga menjalin komunikasi yang baik didalam menjalankan tugasnya


Ketukan dipintu ruangan itu membuat mereka berdua menoleh kearah Pintu.


Seorang wanita yang berusia kira kira 25 Tahun berdiri dan tersenyum, Dan melangkah dengan manis kearah mereka. Dengan rambut sebahu dan dengan baju coklat dilapisi pakaian Putih yang bertulis namanya.


dr. Maya Anggela.


Dengan spontan Bapak kepala Desa berdiri menyambutnya dan mempersilahkannya duduk.


"Oh, Iya Barra! Ini Dokter Maya! Beliau adalah dokter baru yang ditempatkan didesa kita dan baru saja dilantik dari Dinas kesehatan," Dengan mata berbinar penuh melihat kearah Barra dan Dokter Maya.


Dokter muda itu dipersilahkan duduk dan melirik sumringah kearah Barra. Mengulurkan tangannya yang lembut kepada Barra dan Pak Zul.


Pak Kepala Desa menarik nafas lega.


Dan terlihat sangat berbahagia dengan kedatangan kedua tamu Desanya yang sangat diharapkan dapat membantu dalam dua instansi Yaitu dibidang Pendidikan dan Kesehatan yang sangat vital mendukung kesejahteraan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia bagi warga desanya untuk kedepannya.


Kedua tamu itu dipersilakan minum menikmati teh dan kopi yang dihidangkan oleh petugas Dikantor Kepala desa yang terlihat rapi dan bersih itu.

__ADS_1


Beberapa orang petugas lain lewat sambil membungkukkan kepala menyapa kedua tamu itu dengan hormat.


"Saya secara pribadi, Mengharapkan kita bekerjasama dengan sangat baik dengan semboyan Tiga serangkai," Kata Pak Zulqarnain dengan serius. Disambut anggukan kepala Barra dan Dokter Maya.


"Terlebih kalian berdua masih berstatus single dan mungkin kalian dapat bekerja sama dalam hal yang lebih pribadi, Dokter Maya dan Pak James Bond yang profesional dan dengan Prestasi yang banyak dan saya sebagai wakil dari Masyarakat disini mengucapkan selamat datang untuk kalian berdua," Katanya lagi dalam gurauan. Membuat Mata Sang Dokter muda itu berbinar dan tersenyum manis.


"Semoga kalian berjodoh! " Kata Kepala Desa yang humoris tersebut


Lalu mereka bertiga tersenyum dengan lebar, seakan akan telah mengenal lama satu dengan yang lainnya.


"Betulkan Dokter Maya?" Tanya Pak Kepala Desa mengguyon menyegarkan suasana dipagi hari yang cerah itu."Seorang Guru yang belum pernah mengenal Angka 2, dan hanya mengenal angka satu,"Kata Pak Zul Penuh arti.


"Angka 2?" Tanya Dokter Maya penasaran tak mengerti.


"Iya, Peringkat 1 Karate Tingkat Pemuda, Peringkat 1, Pendakian Everest Muda.


Dan 1 Peringkat Strategi Belajar Mengajar Dan Untuk Pengembangan Profesional Guru dan 1 Untuk selamanya," Kata Pak Zulqarnain disambut tawa Dokter Maya dan Barra merasa lucu diakhir kata Kepala Desa itu.


"Apa maksud Kata anda pada bagian terakhir itu Pak?" Tanya Dokter muda berpura pura tidak mengerti melihat kearah Barra. Yang terlihat tersenyum dengan misterius.


"Artinya Si James Bond terus melajang diusianya yang Ke 35, " Sambut Pak Zulqarnain Spontan.


Lalu berusaha bersikap normal kembali. Dan merekapun terlibat percakapan seru selama hampir Satu jam dikantor yang berjendela kaca lebar itu.


Mengusir kebekuan dan mendung pagi yang berhenti menjelang.


...****************...


Cherly telah kembali pulang kerumah Pak Hermawan dengan Alasan yang masuk akal.


Dia akan kuliah dari rumah orangtuanya dan akan kembali kerumah Barra jika suaminya itu pulang saat liburan semester tiba.


Pak Hermawan sangat bahagia melihat Cherly jadi pendiam dan lebih sering berada dikamarnya.


"Cher! Apa kamu pernha menelepon Barra?" Tanya Ayahnya sa'at akan malam.

__ADS_1


"Belum Pa! Barra sedang mengikuti Sebuah Pelatihan di Balai Guru," Kata Cherly membuat Alasan.


Ayahnya mengangguk tanda mengerti.


"Kau harus menjaga perasaan Barra, Dia anak yang sulit dan ditinggal kedua orangtuanya sejak masih kecil. Barra adalah pemuda yang sangat peka, Sensitif dan terkadang dingin," Kata Ayahnya Lagi


"Aku telah melihat sedingin apa dia," Sindir Cherly dalam hati.


"Bara anak yang cerdas sejak kecil, Dengan segudang prestasi. Dia sangat menghargai wanita dan sopan,Walau agak pendiam," Sambung Ayahnya.


"Aku telah melihat kesopanannya terhadap wanita," Sindirnya Lagi dalam hati.


Cherly terdiam dan menyuap makanannya sendok demi sendok dengan pelan.


Barra tak Seperti prasangka Ayahnya.


Barra Egois, Setelah merebut kesuciannya lalu pergi meninggalkannya serta mengusirnya dengan halus melalui Pak Jana. Pembantunya.


Barra juga pelit! Dan mengatakan takut Cherly menghabiskan air di Bak mandinya yang jelek. dan mengusirnya dari rumah kecilnya yang tak nyaman.


Huh Apa enaknya tinggal dirumah kecil Dengan atap seng yang panas itu?


"Rumah Barra adalah rumah bersejarah peninggalan orangtuanya. Ali memberikan rumah dan kebun itu buatnya sebagai hadiah sa'at Barra bersedia menjadi seorang guru Sekolah Dasar seperti Ayah mereka. Dulu Barra bercita cita menjadi Prajurit seperti Papa dan Ali.


Namun Ali yang ingin agar Barra menjadi guru dengan Rumah dan tanah itu sebagai imbalannya." Kata Ayahnya.


Cherly tercenung, Mengingat kembali kesalahan yang telah dibuatnya dirumah Barra.


Barra memarahi Cherly karena telah menghina rumah dan barang peninggalan orangtuanya.


Cherly tahu sebabnya, Apa yang membuat Barra marah.


ingatan itu melayang kembali.


sa'at Cherly mengatakan.

__ADS_1


"Kau pikir Aku suka menikah denganmu dan tinggal selamanya dirumah kecilmu yang mirip dengan kamp pengungsian," Kata Cherly waktu itu kepada Barra. Sehingga Wajah Barra memerah. Marah!


Cherly memang begitu dalam bersifat, Sering menghina dan meredahkan orang lain dan menganggap dirinyalah yang lebih hebat.


__ADS_2