Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Ketika Duo Kutub Es Bertemu Duo Kutub Judes!


__ADS_3

Matahari Berwarna keemasan itu masuk lewat jendela kaca yang lebar. Menembus tirai tipis berbahan sutra berwarna hijau muda. Terasa dingin dengan kombinasi warna dinding putih bergaris hitam berbentuk horizontal.


Cherly membuka matanya dengan menahan silau dari matahari yang telah naik sepenggalahan.


Cherly bangkit dengan wajah pucat!


Selalu begini! Tiap kali satu ranjang dengan Barra dia selalu terlambat bangun dengan perut bagian bawah yang sangat nyeri. Dan badannya terasa ngilu disana sini bagai habis pertandingan pencak silat diwaktu malam.


Chers meminum air putih diatas meja.


Dengan tubuh berselimut kimono Barra yang tergeletak diatas ranjang. Masih terasa lembab. Dan beraroma sabun Frambozen, Wangi dan segar. Cherly menghirup kimono berbulu lembut itu dengan penuh perasaan.


"Berhentilah mencium Kimonoku! Kamu harus mandi! Kita akan turun mengisi perut!" Suaranitu mengejutkan Cherly yang sedang asyik dengan ciuman paginya dengan Si Kimono abu abu.


Cherly langsung melemparkan kimono itu kelantai dan merentak duduk dengan merengut.


"Barra! Kau sembunyikan dimana ponselku! Aku mau menelepon Mama! Kau tahu aku tak dapat tidur semalaman mengingat si Barche' Terus!"Katanya mengalihkan topik pembicaraan untuk menghindari rasa malunya.


Bara tersenyum tipis dan duduk disisi tempat tidur, Tubuhnya terasa harum aroma Pinus dan kayu hutan.


Parfum apa sih yang dipakainya kok keren amat wanginya, Berpadu dengan aroma jantan dan raspberry.


Mungkin Barra baru minum wine mahal sehingga nafasnya terasa harum.


"Jangan kuatir Cherly! Aku sudah mengirim pesan kepada Mama dan Kak Rosita, Kalau kau dan Truddie ada dirumah kebun! Aku juga sudah memberi kode pada Pak Jana dan keluarganya Kalau kalau kak Rosita menelpon kesana.


Aku juga sudah menghandle keberangkatanku selama dua hari lagi ke Kalimantan. Jadi kau boleh menarik nafas lega sekarang! " Kata Barra pelan kearah Cherly.


Yang lagi lagi merebahkan diri diranjang dengan malas. Tanpa mengenakan apa apa.


Membuat Barra menggeleng gelengkan kepalanya.


"Kau mulai mengundang sesuatu yang telah tidur, Bangunlah! Atau kau tak bisa keluar dari kamar ini dan tak punya waktu untuk mengisi perut," Katanya dengan menelan ludah diikuti gerakan jakunnya yang naik tutun.


Cherly cepat cepat bangun lagi. Dan berteriak.


" Menarik nafas lega jenggotmu! Aku dan Truddie tak masuk kerja! Dan pengajuan judul Observasi dan penelitianku terbengkalai, Anakku akan cengeng kalau tak tidur malam denganku, Kau mengurungku untuk membuat adik Si Barche'! Apa kau tidak berpikir Bunting tanpa suami itu banyak yang bergunjing! Kau berhubungan badan tanpa pengaman! Dan aku baru mendapat Mestruasi terakhirku dua Minggu yang lalu. Ini masa suburku Barra! Oh aku takut!"Kata Cherly baru tersadar.


Dia jadi mengkeret kedinginan.


"Aku akan membawamu bersama denganku! juga Banta Malik! Apa ada yang salah!" Kata Barra tegas.


Cherly tak memperdulikan Barra dan bangkit mencari cari sandal kamar. Dia ingin keluar menemui Truddie.


Dengan sembarangan menyambar kimono Barra yang besar itu dan memasang sabuk Kimono serta mengikatnya ketubuhnya. Cherly keluar dengan kimono yang menjuntai kelantai membalut tubuh kecilnya.


"Trud! Truddie! Panggilnya agak keras.


Hening!


"Hei Barra! Dimana temanku! Apa dia sudah dihabisi oleh wajah Zombie itu! Kau dalam bahaya besar jika itu terjadi!Agen SWAT Akan turun tangan menangkap kau dan teman jailangkungmu itu!" Pekiknya tertahan .


"Mereka sedang berduaan dikamar! Karena tidak tidur semalaman dan kau ribut memanggil Truddie yang sedang terlelap, Kau berlebihan, Dan Truddie aman bersama dengan Sam! Bahkan Agen Iblis pun tak bisa mengganggunya Truddie sa'at bersama pria itu," Kata Barra yang telah berdiri dipintu kamar.

__ADS_1


Cherly terpana melihat kegagahan Barra.


Dengan kaus putih pendek yang bersih dengan jeans birunya yang rapi, Dengan bertelanjang kaki pun Barra selalu terlihat Galant dari segala sisi.


Dan Tiba tiba Cherly meringis, Tak sampai dua Minggu lagi pertunangan itu akan tiba. Cherly gelisah!


Neo bagaimana keadaanmu kini, Bisiknya lebih mirip keluhan karena kasihan.


...****************...


Dan menatap wajah gadis yang terlihat damai didalam tidurnya itu.


Wajahnya bagai cameo dalam legenda Eropa kuno.


Wajah gadis itu mengingatkan Dam akan sebuah film Animasi berlatar abad pertengahan.


Alice the Adventure of Wonderland! mulutnya yang mungil mirip Chesire Si kucing cerewetnya Alice!


Kecil dan judes!


Mengapa dia harus menatapnya seperti anak anak mengharap Es krim dihari yang panas?


Sedangkan di saku anak itu tak memiliki uang barang sepeserpun!


Yah! Sam tak memiliki siapapun selain Barra yang kini menjadi sahabat dan partner kerjanya.


Dan bahkan tak memiliki identitas yang jelas.


Berganti ganti warga negara seperti berganti baju. Mengenakan nama dan identitas palsu diberbagai tempat.


Dia bahkan tak berpikir dimana dia akan tinggal diusiany yang merangkak ke usia 35 tahun! Dia hidup bagai Vampir . Bergentayangan diwaktu malam dan menghilang diwaktu siang. Sam menarik nafas panjang! Baginya hidup adalah takdir dimana dia harus melakukan semua tuntutan yang mengharuskan dia harus bertahan.Dan menunda kematian dari menit ke menit.


Hidup ini tak berharga buatnya.


Seperti dia merasa hidup orang lain tak ada harganya.


Dia dengan mudah melakukan semua kejahatan tanpa merasa berdosa .Karena sejak kecil dia terlatih untuk bertahan hidup dengan penuh kekerasan!


Dia ditinggalkan disebuah panti Di North Carolina,Dan bahkan tak tahu siapa orang tuanya. Menurut Ibu Asuh dipanti itu.Kedus orangtuanya berasal dari Asia Tenggara.


Namun Sam tak ingin mengetahui apa apa.


Dan merasa kelahirannya sama sekali tak berguna untuk orang lain dan orang yang telah melahirkan dirinya.


Dia melarikan diri dari panti itu dan memulai kehidupan bebasnya.


Hidup didunia malam Bronx sebagai penjahat kecil Jalanan.


Dan hidup digerbong kereta tua dengan tunawisma yang bergelimpangan di jalanan.


Keluar masuk di panti sosial dengan wajah Asianya, Sangatlah sulit.


Dia terbiasa dihantam dan menghantam sejak kecil.

__ADS_1


Namanya bukan Samsul atau Sampdoria! Namanya! hanya dia sendirian yang tahu.


Samsul!


Adalah nama keseribu kalinya yang dipakainya.


Dan Sam tersentak saat Truddie membuka matanya.


Rambut coklat keriting lembut itu jatuh dikening yang putih susu! Lembut bagai adonan lembut krimer susu diatas nampan yang indah.Bahkan sa'at bangun tidurpun dia terlihat keren.


Ciri khas Gadis metropolis yang modis.


Sam membuang mukanya saat melihat kearah dada Truddie yang hanya mengenakan Tanktop coklat tipis dengan dadanya yang sangat indah membayang disana.


"Bisa kau katakan padaku! Kenapa aku masih berada disini bersamamu! Padahal Barusan aku bermimpi Tengah mandi dikolam renang bersama Anjing pudel kesayanganku," Kata Truddie heran. Sambil mengerak gerakkan telapak tangannya Seakan berpidato diatas podium.


Sam hanya diam seperti biasanya.


"Aku tak tahu! Kenapa kau selalu terdiam! Kalau diam itu adalah emas, Kau pasti telah menjadi milyuner," Kata Truddie memulai aksi demonstrasinya menyambut bagi.


Berkicau seperti burung Cucak rawa saat melihat matahari.


"Mandilah,"Katanya singkat.


"Mandi? Aku mau berangkat kerja! Kau tahu Dana akan repot menyusun kertas laporan harian keuangan kantor dan Tak ada yang akan membuat keributan diruanganku jika aku tak masuk satu jam saja," Katanya Dengan bangganya.


Seakan membuat keributan adalah suatu prestasi yang membanggakan. Dan Truddie merasa pantas mendapat reward untuk itu.


Sam menatapnya dengan raut tak berubah! Dingin dan membeku!


"Kau banyak bicara! Aku bosan!"Katanya mulai tajam.


Truddie membelalakkan matanya coklat yang indah itu.


"Kau boleh Menutup telingamu dengan puntung rokokmu!!atau cotton buds, Dan sebaiknya antar saja Aku pulang! Kalau kau merasa terganggu! Aku bosan menunggu Si Cherly yang tengah Ber Auh ah ahh itu dikamarnya dengan Ayah si Barche'


Kalau kau mengantarku!


Aku dengan penuh terima kasih padamu! aku akan memberikan untukmu bonus 200 Ribu, Untuk mengganti Syal jelek yang melingkari lehermu yang persis penari ular yang sedang beraksi, Ihh Aku paling muak melihat pemuda Dengan lilitan Syal Kumal! Persis orang pesakitan dan bagai penyandang penyakit TBC. Kau persis seperti itu dengan tubuh cekingmu! Hah dasar tak tahu fashion! Kau juga kuno dengan Sweater lusuh seperti topi kupluk anak jalanan dengan krecek tutup limunnya!


Ha ha ha kau lucu sekali ! Pria kurus!" Celoteh Truddie sambil tertawa cekikikan.


Membuat Pria itu memerah dengan rahang bergerak gerak menahan geram dan melesat kearah Truddie


Jemarinya yang panjang dan pucat itu mengarah ke leher Truddie.Yang sedang tertawa tawa.


"Sam! Kita akan bersiap siap untuk kebawah! " Suara Barra terdengar dari luar kamar.


Membuat Tangan pucat itu tak jadi mencekik leher mulus Truddie.


Gadis nakal itu masih tertawa cekikikan tak tahu sedang bermain main dengan seorang pria berjuluk.


"Bayangan hitam pencabut nyawa"

__ADS_1


__ADS_2