
Suara langkah sepatu yang berdetak detak dilantai itu terdengar menggema menjauh membangunkan Cherly dari pingsannya.
Diatas lantai yang dingin disebuah ruangan yang sangat luas.
Membentuk Hall yang berlantai batu pualam hutan berwarna hitam dan terlihat sangat mewah.
Cherly mengetuk kepalanya dengan pelan.
Pusing dan merasa akan muntah.
Namun Cherly memilih duduk disofa warna hitam yang besar dengan berlapis kulit yang mengkilap.
"Aku ada dimana?" Tanya Cherly pada dirinya sendiri.
Sambil mengusap usap lengannya dengan pelan.
Pastilah penculik itu sangat kejam sehingga dengan tega melempar tubuhnya yang kecil itu dilantai granit Hitam yang sangat keras ini.
Seorang wanita tampak dari kejauhan ruang besar itu dengan plafond gypsum yang sangat tinggi.
Dindingnya yang terlihat putih pucat membuat suasana ruangan disekelilingnya terlihat sangat suram.
wanita itu mendekat kini.
Dengan wajah yang sangat dingin.
"Kau sudah sadar! Sekarang ikut aku kedalam," Perintahnya tanpa basa-basi.
Huh. Apa dia manusia? Pikir Cherly sambil memijit kepalanya yang terasa sakit dan agak panas.Cherly bangkit dari duduknya dan dan mengikuti wanita itu dengan pelan.
Kakinya yang kecil itu bertelanjang dilantai granit yang terasa Sangat dingin.
Cherly mengikuti pertolongan mental pertama sa'at terjadi penculikan.
Harus rileks dan tenang didalam ketakutan yang datang.
Kini Cherly terlihat berusaha untuk tenang.Jika dia semakin ketakutan maka akan berdampak buruk bagi kesehatan kandungannya.
Dan dia akan jatuh sakit' kemudian jatuh sakit kemungkinan untuk bertemu dengan Anaknya akan semakin tipis. Cherly yakin Sam dan Barra akan menyelamatkan dirinya. Langkah Cherly terlihat tertatih tatih.
Sehingga wanita yang berjalan cepat didepan itu terlihat tak sabar.
Cherly masa bodoh.Melihat dinding yang berhias ornamen yang bermotif bunga itu terlihat menakutkan dimatanya.
Mereka memasuki ruangan dalam rumah yang jauh kebelakang! Melewati tangga putar yang sangat landai. Terbuat dari perak putih yang bagus.
Cherly merasa sangat lelah dan pegal pada kakinya.Lantai atas itu terlihat lebih luas lagi dengan beberapa penjaga yang berdiri diatas Balkon .
Tak melihatnya sama sekali.
Apa mereka buta?
Pria berpakaian serba hitam itu terlihat tinggi dengan badan atletis yang sebanyak lima orang itu.
Cherly tetap mengikuti wanita berpakaian terusan selututnya dengan celemek putih.
Pakaian khas pelayan dirumah Tiran yang hebat.
Oh dimana ruangan celaka itu berada? Pikir Cherly lagi.
Dia sudah merasa sangat lelah dengan keringat yang mulai mengalir dari keningnya.
Satu lantai lagi harus dilewati Cherly memastikan dia pasti akan terkapar kelelahan.
Ternyata wanita itu membawanya kesuatu ruangan yang menyuruk jauh kedalam ruangan yang terpisah dari ruangan yang lainnya.
Wanita itu menatap Cherly yang tampak memucat.
__ADS_1
Mengetuk pintu lebar dengan ukiran desain grafis yang sangat cantik.
Seorang lelaki membuka pintu itu buat mereka.
Wajah dingin dengan ukiran jenggot dan kumis berukir bagai kaisar dari Dinasty kuno China daratan.
Oh! Ini penjahat yang telah menculik dirinya! Pikir Cherly lagi.
Namun tebakan Cherly lagi lagi Salah.
Mereka harus melewati ruangan itu dan melintas masuk kedalam ruangan lain yang masuk jauh kedalam.
Oh ruangan Celaka yang membuatnya makin pusing!
Dingin ! Hitam dan suram!
Tiga kata mewakili persepsi Cherly tentang ruangan ini.
Mereka berhenti persis didepan sebuah meja besar!
Lagi lagi berwarna hitam!
Wanita itu memberikan isyarat untuk Cherly agar duduk dikursi menghadap kearah meja hitam bagai altar Kematian itu.
Wanita berwajah bagai tokoh antagonis manusia berambut ular itupergi meninggalkan dirinya seorang diri diruangan yang sangat asing ini!
Suara detak sepatu datang mendekat dengan pelan dan krluar melalui kaca hitam pembatas ruangan dibelakang meja besar itu.
Cherly terjengit sa'at Menatap Wajah pria yang berdiri dengan gagahnya dibalik mejanya.
Tampan! Satu kata yang mewakili perasaannya.Pria itu berusia sekitar 25 tahun.
Dengan rambut terpotong rapi.
Tinggi dan berkulit putih.
"Namamu Cherly Kemala Ulfa! istri dari pria yang telah menjadi dalang terbunuhnya kekasihku!" Katanya pelan dengan wajah terluka.
Cherly mangap! Mulutnya melongo terbodoh.
Dia sama sekali tak tahu sebab musabab yang terjadi merasa marah.
Emosi bercampur kelelahan, Membuatnya kalap.
" Siapa yang terbunuh dan siapa yang membunuh tak ada hubungannya denganku! itu memang Namaku! Dan aku sama sekali tak mengenal dirimu!Sekarang! Lepaskan Aku atau Barra dan Sam akan membunuhmu juga lelaki sialan!"Katanya meradang.
Lelaki itu tersenyum sinis kearahnya.
Sambil memperbaiki letak dasi kupu kupunya yang terlihat konyol.
"Dengar wanita! Suamimu dan Sam telah membunuh kekasih yang sangat kucintai itu! Dan kau sebagai gantinya untuk menemani aku disini! Bukan sebagai Kekasih. Namun sebagai pembantu! Yang melayani dan mempersiapkan segala keperluanku dalam segala hal.Kau akan tinggal disini selama lamanya,"Katanya. Membuat mata Cherly hampir melompat keluar.
Cherly merentak Bangkit dan menunjuk wajah pria itu dengan telunjuknya.
"Kau gila ya! Hei Tiran kejam! penculik! Aku memiliki seorang anak dan suami! Mengapa kau berniat konyol dan tak masuk akal sehat ini!" Kata Cherly dengan suara bergetar ketakutan.
"Lagi pula aku dalam keadaan mengandung anak Barra! Apa kau Setega itu. Memisahkan Wanita hamil dari keluarganya?" Katanya kecapaian dan setengah berbisik.
Lelaki itu tertawa terbahak bahak. Sampai Airmatanya keluar. Cherly merasa aneh!
Ada sesuatu dengan pria ini.
Gangguan jiwa! Lebih parah dari Sam!
"Justru itulah yang membuat aku semakin puas! Barra akan semakin tersiksa dan terluka. Istri yang sangat dicintainya telah aku rebut dan kujadikan sebagai budak ku," Katanya dengan mata berkilat tajam.
"Semakin kalian menderita! Fabian akan semakin damai diatas sana," Katsnya menerawang keatas seakan akan mengingat dan mengenang masa lalu yang manis bersama seseorang.
"Fabian? Namanya kok lakik banget!"Katanya dengan heran. Ani kek! Atau Saninyem itu lebih logis sebagai nama cewek! ini Fabian! Apa dipanggil Faby? Biar cewek dikit,Pikir Cherly lagi tak habis Pikir.
__ADS_1
Pria itu mengangguk dengan bangga. Senyum yang sangat manis itu terukir dibibirnya.
"Fabisnku yang sangat tampan itu tertidur dipeti yang indah itu dengan tiga luka tembakan, Dan kau harus bertanggung jawab atas semua perbuatan yang telah didalangi oleh suamimu Barra!"Katanya penuh dendam.
Cherly semakin pusing!
Ternyata Pria tampan ini penyuka sesama jenis!
Oh Cherly merasa sedikit lega! Setidaknya dia tidak takut berada diruangan yang sama.
Dan Cherly akan merasa aman sa'at mengganti baju atau tidur dengan pakaian tipisnya.
Karena pria ini sangat tidak tertarik pada wanita.
Mungkin pria ini akan tertarik pada Sam yang tampan dan sebelum hal itu terjadi. Sam sudah mencekik batang lehernya yang keren Itu.
Lehernya tampak berotot walau tak sekeras Barra.
Tubuh Atletis itu sangat indah Dengan proporsi yang sempurna.
Tinggi dengan Sekitar 188 Cm dan beratnya kira kira 55 atau lebih Kg. Seharusnya Cherly membawa timbangan kayu dirumahnya .Karena penasaran dengan pria aneh itu.
Tampilannya luar biasa.
Jika saja dia berasal dari desa mungkin dia sudah ikutan Casting jadi bintang sinetron atau ikutan Opera Sabun colek! Pikir Cherly lagi.
Dia sejenak melupakan sedikit kesedihan dan ketakutannya.
Setidaknya untuk sa'at ini dia aman dan masih berpeluang untuk bertemu Putranya yang pasti baik baik saja.
Tidak ada penjagal yang akan membunuhnya.
Pria ini terlihat baik walau sedikit emosional jika mengingat kekasihnya yang meninggalnya terhunuh oleh Sam dan Barra.
Saat pria itu akan masuk kembali keruang kaca hitam itu.
Dan berkata.
" Kau boleh masuk! Dan memulai tugasmu! Ruanganmu ada disebelah! Agar aku bisa memanggilmu sa'at aku membutuhkan sesuatu keperluan!"Katanya sambil bangkit berdiri.
Cherly mengekor dari belakang bagai anak ayam yang menemukan arabnya.
Setidaknya malam ini dia tidak tergeletak tertidur diatas lantai seperti sa'at tiba diruang besar dilantai bawah itu!
Sesampainya diruangan dalam Cherly terbelalak takjub! Ruangan yang sangat indah!
Hal kecil dengan dua ruangan yang lumayan besar dilengkapi kitchen set minimalis yang sangat cantik.
Dengan lemari besar berwarna terang.
Dihiasi kordyn mahal dijendela kaca yang lebar bernuansa cerah.
"Hai ! Namamu Siapa? Dan dimana aku harus tinggal ?"Tanya Cherly kebingungan sa'at pria itu akan memasuki salah satu ruangan.
Pria itu berbalik dan menatap Cherly dengan senyumnya yang ajaib.
"Namaku Theodore Alexis! Panggil saja Alex! Dan kau akan tinggal diruang sebelahku!" Jawabnya ramah.
Apakah dia penculik atau icon Artis Korea yang sangat ramah?
"Aku kira kau seorang penculik yang meminta tebusan yang banyak dengan menculikku!" Cetus Cherly tiba tiba membuat pria itu mengerutkan keningnya.
"Aku lebih suka dibayar dengan sebuah senyuman dari pada meminta bayaran yang banyak. Aku sudah punya cukup Uang Chers," Katanya ramah.
Cherly lagi lagi melongo!
Apakah pria ini suka bercanda dengan adengan berbahaya? Dia tak tahu nyawanya akan berakhir ditangan Sam sebentar lagi.Pikir Cherly dengan kasihan melihat punggung pria yang berlalu menuju keruangannya.
__ADS_1