Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Supraise!


__ADS_3

Barra baru saja keluar dari kamar mandi kayu yang bagus itu. Fiber tebal yang kukuh sebagai pembatas dinding dengan bak besar kayu yang sangat halus ! Bening air dari pegunungan dibelakang rumah itu terasa sangat segar saat membersihkan tubuhnya.


Yang terasa sangat bersih! dan wangi .


Dengan bagian bawah tubuhnya yang masih terlilit handuk berwarna putih yang lembut, Barra menyapa Pak Joy masih sibuk merapikan meja makan kayu yang lebar itu.


Barra tersenyum tipis membayangkan anak anaknya akan makan dan berlarian disekitar meja besar berplitur coklat mengkilap itu. Cherly yang kewalahan menghadapi kelakuan anak anak mereka. Yang pasti tak mampu lagi untuk menyisir rambutnya karena kerepotannya mengurus anak anak mereka walaupun dibantu oleh Bu Ani sekalipun.


Dan Cherly akan selama lamanya tinggal melayaninya dan anak anaknya sepanjang waktu. Barra dan Cherly akan menghabiskan hidup mereka sampai dihati tua.


Gadis Populer itu akan menjadi legenda indah buat istrinya Cherly. Barra menapakkan kakinya diatas lantai kayu yang mengkilap itu.


Menuju keruang makan, Melayangkan pandangan kearah meja makan.


Dengan kursi kayu yang sederhana berserut halus dengan busa tipis yang nyaman.


Matanya melirik kearah Sam yang sedang duduk dengan kaos lengan pendek berwarna biru dengan celana pendek putih, Tak seperti biasanya selalu memakai sweater! persis orang yang sedang terkena malaria. disepanjang musim. Sam terlihat sangat santai dan duduk dengan tegak sambil meneguk sereal susu hangat yang ada digelas berukuran sedang itu. Dan meletakkan gelasnya kembali dengan gerakan tak kentara.


Sam memasukkan beberapa potong kecil buah pepaya kemulutnya dan mengunyah dengan pelan tanpa terlihat menikmati.


"Sam! benarkah kau akan berangkat ke Jakarta dipenerbangan terakhir hari ini?" Tanya Sam memastikan, Menatap wajah sahabatnya yang terlihat cerah itu.


Sam terlihat tampan. Rambut terlihat memanjang sebatas telinga itu terurai menutupi sedikit pelipisnya.


Alisnya yang tebal nampak berbaris rapi, Dengan raut halus membingkai wajahnya yang sepintas lalu lebih Mirip aktor ternama dari pada seorang penjahat kelas kakap.


tinggi dan jangkung dengan tonjolan otot otot dengan sedikit daging .Sam terlihat keren dengan berpenampilan sedikit santai dipagi ini.


"Kau bisa mampir kerumah Cherly dengan caramu sendiri! Atau Abaikan saja jika waktumu tak ada!" Saran Barra kepada Sam.


Sam menatapnya dengan perlahan.


Lalu menatap kembali kearah jendela.


"Aku akan mampir! Anak kecil itu mencolok mataku dengan jari mungilnya. Mungkin dia heran mengapa topeng sialan itu membuat mataku tampak cekung!"Katanya dengan pelan, seakan tak terdengar.


Barra tersenyum, Dia tahu Sam tak menyukai anak-anak. Namun Sam terkesan dengan anaknya yang lincah seperti ibunya ini "Banta mirip Ibunya, Dia juga suka mencakar wajah dan leher ibunya saat masih menyusui didada Cherly! Ibunya yang mengatakan demikian,"lanjut Barra.


"Mengapa mereka suka mencakar? Seperti Truddie! Gadis sialan itu mencakar wajahku hingga berdarah," Kata Sam memperlihatkan leher dan wajahnya kepada Barra.


Barra menyeringai kearah bekas putih memanjang itu yang masih tercetak jelas diwajah dan leher Sam.


"Aku berpikir kalau itu adalah goresan kawat halus yang melukai wajahmu yang tengah beraksi dalam sebuah misi rahasiamu Sam,"Katanya duduk didekat Sam yang tetap berwajah datar.


Komunikasi mereka yang tidak biasa terjadi menjadi semakin akrab.


Sam terlihat nyaman tinggal bersama Barra.

__ADS_1


Sam susah menjalin komunikasi dengan orang orang yang baru dikenalnya,Dia bahkan hampir tak punya teman.


Dia juga seakan tak pernah punya masa lalu.


Ketukan dipintu depan membuat mereka terhenti sejenak.


Sebelum Barra berdiri sesosok tubuh semampai yang indah berdiri didepan pintu melenggang masuk kedalam rumah. Dan menghambur ke pelukan Barra yang masih Shirtless.


Barra sedikit jengah. Sam melengos kesamping.


Sikapnya menjadi berubah seketika.


Sam tidak nyaman dengan kedatangan tamu yang tengah berada dipelukan Barra itu.


Sam hendak bangkit menuju kamarnya. Saat Barra berkata.


"Zhe! Silakan duduk dulu! Aku akan memakai pakaianku dulu kedalam."Pintanya halus melepaskan pelukan Zheba yang masih erat mendekap tubuhnya.


Zhe! Zheba! Sam sering dan bahkan pernah melihat wanita itu bersama dengan Barra.Wanita itu terlihat sangat cantik tapi sama sekali tak menarik bagi Sam. Wanita itu juga pernah hampir dihabisi oleh Sam! Dan Sam drngan senang hati melakukannya. Namun Barra hanya menyarankannya agar wanita itu tak menyebar photo photo dirinya dengan berita kehilangan orang. Yang mengganggu Barra.


Dan sekarang wanita itu juga mengganggu ketenangan yang sedang dirasakan oleh Sam dirumah ini.Sam bosan mendengar suara wanita itu yang tampak seperti wanita penggoda yang sedang ingin bercinta.


Jika Sam bertemu wanita seperti itu diluaran sana, Sam pasti sudah membunuhnya.


Sam duduk dengan gelisah. Dan menatap Zheba setajam guilette membuat Zheba bergidik!


Zheba menetralkan perasaannya dengan duduk didekat jendela. Menatap Barra dengan mata berbinar.


"Barra Aku merindukan dirimu! Apa kau tidak merasakanhal sama?" Kata Zheba manja sambil mendekatkan dirinya kembali kearah Barra.Menjijitkan kakinya mengecup sisi leher Barra yang terjangkau oleh tubuhnya yang terlihat pendek jika tak mengenakan Sepatu Highhells tinggi dikakinya itu.


Barra berusaha mengelak pelan sambil mnuang air putih kedalam gelas dan meminumnya.


"Dari mana kau tahu lokasi rumahku Zhe! Perjalanan kemari menempuh waktu yang lama, Dan siapa yang mengantarmu kemari?"Tanya Barra heran dengan kenekatan wanita ini.


Zheba tertawa menutup mulutnya dengan gaya yang dibuat anggun.Stelan gaun coklatnya dengan leher berpotongan sangat rendah itu memperlihatkan dadanya yang berbelah bagai pepaya yang matang sempurna. Dengan kulit mulusnya yang sengaja diperlihatkan melalui cara mengangkat Sebelah kakinya yang jenjang menghimpit kakinya yang lainnya.


Membuat belahan gaunnya tersingkap hingga memperlihatkan hampir kepangkal pahanya dengan kaki tanpa stocking.


"Dengan menyatukan kedua tangannya kepangkuannya Zheba menarik nafas panjang dan tersenyum dengan manis kepada Pria yang dicintainya itu.


"Dizaman yang serba canggih ini apa itu sulit sayangku! Aku mencari dan menemukan semua tentangmu, Walaupun berpindah nama dari Barra menjadi Malik! Toh aku bisa menemukanmu! Kau tahu? Kita akan mudah menemukan belahan jiwa kita dengan mudahnya walau berada diujung dunia sekalipun,"Katanya sambil mengedipkan kan sebelah matanya kepada Barra.


Dan tiba tiba wanita itu seakan menyadari sesuatu. Tatkala Zheba bangkit dari tempat duduknya.


"Ouuhh Barra! Kau memang hebat! Kau telah menyediakan semua fasilitas yang sangat bagus ini buat kita dan anak anak kita kan sayang?" Katanya dengan raut wajah yang sangat berbahagia.Menuju cepat kearah Barra dan memeluknya dengan hangat.


Menempelkan wajahnya didada Barra! Sambil mengelus ngelus dada Barra dengan tangan kirinya.

__ADS_1


Barra hanya terdiam.


Barra tak tega mengatakan untuk sa'at Sekarang kepada Zheba, Tentang rencana dimasa depannya bersama Cherly.


Barra hanya menarik nafasnya dengan panjang melpaskan pelukan Zheba. Dan melihat kearah Sam.


Sam tak perduli hal hal yang terjadi disekelilingnya. Apalagi sesuatu hal yang dianggap tak berguna buat dirinya.


Sam hanya terdiam menunduk dan tenggelam dengan fikirannya sendiri.


"Barra! Aku akan menginap beberapa hari dirumah ini, Apa kau mengizinkannya? Sayangku?"Bisik Zheba ditelinga Barra. Membuat laki laki itu terperangah.


"Zhe! Kau tak bisa menginap disini! Diwilayah ini taknada wanita penghuni wanita. Aku, Sam dan para pekerja ku! Akan merasa tak nyaman dengan keberadaan seorang wanita ditempat ini, Ma'af Zhe!" Kata Barra pelan.


"Ohhh Ayolah Barr! Aku akan menjaga sikapku dan tidak merepotkan dirimu!Dan aku juga bisa memasakkan makanan yang enak untukmu! Lagi pula bukankah kelak kau akan tinggal disini bersamamu?" Bisiknya lagi penuh godaan,Sambil merapatkan dadanya ketubuh Barra. Yang mau tak mau membuat Sam menggebrak sedikit kursinya dan bangkit menuju kamar.


"Dasar pengganggu ketenangan," Desisnya pelan.


Sam suka suasana yang tenang! Zheba terlalu berisik buatnya. Dan membuatnya terusik.


...****************...


"Oh Tuhanku! Kau hamil lagi Chers?" Kata Grace sambil membelalakkan matanya yang hampir meloncat keluar. Melihat test pack ditangan Cherly, Saat mereka berada dalam kamar dirumah Truddie.


Cherly mengangguk dengan lemas! Beberapa hari ini mual mual dan pusing itu sering menderanya.


Dengan menggigit bibir bawahnya Cherly meringis gelisah."Dasar Barra! Benar benar keterlaluan ya? Tangannya yang tak bisa diam itu bisa membuatmu hamil lagi! Oh BarChek yang malang! Anak sekecil itu harus punya adik karena kebodohan Ayahnya,"Kata Grace sambil mendesakkan mulutnya.


Truddie yang tengah membaca majalah itu menutup setengah wajahnya mengintip dari balik media yang dibacanya dengan geli.


"Hei Grace! Aku baru Tahu! Kalau yang membuat hamil itu adalah tangan Bukannya *******" Kata Truddie terkikik geli


"Wah Dasar Bego! Ni anak! Kamu waktu dicium oleh si Kuyang! Bagian tubuhnya apa yang disentuh lebih dulu?"Tanya Grace kepada Truddie.


"Ya ! Ujung jari telunjuknya!"Kata Truddie mengingat kembali kejadian pahit dan manis itu.


"Bagus! Lalu dia membelai bahumu,Dan menyentuh pipimu! Kemudian menikmati bibirmu yang bawel, Lalu


mengelus elus punggungmu, Meraba..."


"Stop Grace! Jangan sebut sebut lagi tentang itu,!"Pekik Truddie menutup telinganya membuat Grace terdiam seketika.


"Lalu aku harus bagaimana Grace!" Bisik Cherly lemah.


"Aduh kamu tuh ya! kok bisa ceroboh gini! Seharusnya sa'at itu Suruh kek si Bara pakai pengaman!Dan kalau tak tersedia pelapis karet tipis untuk penutup pipa amunisinya itu. ikat saja pakai kantong plastik! biar gak tumpah kedalam! Bego amat sih!" Kata Grace memberi saran yang terlambat itu.


Truddie terbahak mendengar perkataan Grace dan sampai membanting majalah ditangannya.

__ADS_1


"Grace Oh Grace, Mana sempat mengikat dengan kantong plastik.Koteka besi aja Jebol sama Amunisi yang full Itu,"Kata Truddie tertawa terbahak bahak membuat Cherly tersipu dan Grace jadi ikutan tertawa terpingkal pingkal. Mendengar perkataan Truddie yang konyol.


Matahari yang redup bersinar kembali namun "Trio Popular" mencari akal agar kehamilan Cherly tak diketahui oleh orang orang.


__ADS_2