
Maya menatap kewajah Barra yang sangat berduka.
Kedua tangannya ditekuk kebawah dagu bagai berpikir dengan keras.
Wanita itu Mendekat perlahan dan mengelus pipi Barra dengan lembut.
Seakan ingin merasakan penderitaan yang sedang mendera pria itu.
"Bar! Izinkan aku menjaga Banta Malik disini sebentar lagi! Lalu aku akan pulang menunaikan tugasku seperti biasa! Kedesa kita, Namun sa'at ini aku berencana akan menambah cutiku dalam dua Minggu lagi! Ku mohon izinkan aku untuk menjaga kalian sebelum Cherly ditemukan." Kata Maya dengan tulus.
Barra terlihat ragu dengan anjuran Maya.
Namun ada benarnya juga! Tak mungkin semua pekerjaan akan dikerjakan oleh Bu Ani.
Sedangkan Sam sudah menghilang pergi mencari Cherly.
Dan Barra telah menghubungi beberapa teman temannya secara rahasia.
Barra memegang lengan Maya yang berada dipipinya dan melepaskan genggaman wanita itu dengan lembut.
Barra masih menghargai Maya sebagai "Mantan" Istrinya dan wanita yang baik dalam mendampingi Barra dalam waktu yang singkat.
Mereka saling menatap antara satu dengan yang lain.
Maya merasa Barra tetap seperti dulu.
Barra adalah seorang pria yang tetap menjadi yang terbaik dan tertinggi dihati dokter yang cantik ini.
Tiba tiba.
Seseorang menghambur kepelukan Barra ,Dengan menyikut Maya sehingga wanita itu terlempar kesamping Barra. Dengan cepat Barra menarik pangkal lengan wanita itu agar tidak terjatuh.
Zheba! Wanita itu berjalan cepat bagai bayangan hijau berkelebat kedepan Barra.
Zheba menangis memeluk Barra yang terlihat berdiri didekat jendela kayu itu. Wanita itu terlihat sangat sedih dengan kejadian nahas yang menimpa Barra.
"Barr! firasatku menyatakan sesuatu yang tak enak terjadi menimpa keluarga kecilmu ini. Hingga menggerakkan hatiku untuk melihat keadaanmu yang sangat menyedihkan ini."Kata Zheba dengan penuh airmata.
Barra hanya diam dengan tatapan mata yang kosong.
Semangat hidupnya seakan terhisap pergi.
Semua terbawa dengan kepergian Cherly yang tak tentu rimbanya.
Maya merasa ada sesuatu yang janggal dengan Zheba! Menggeleng gelengkan kepalanya dengan penuh heran.
Bukankah baru saja wanita itu mencak mencak kegirangan saat mengetahui bahwa Cherly telah diculik oleh salah satu musuh Barra?
Tabir kepalsuan Zheba mulai teraba oleh hatinya.
Maya akan bertekad mempertahankan Barra.
Merawat dan menjaga Barra dan Anaknya Banta Malik.
Dan berusaha melawan kejahatan yang akan dilakukan oleh Zheba!
Barra harus bebas dari jeratan wanita cantik yang sangat lihai dalam tipuan liciknya itu.
...****************...
Cherly membersihkan dan merapikan Ranjang Alex yang memang terlihat bersih Itu.
Dia tak memiliki pekerjaan yang berat berat.
__ADS_1
Selain membuat kopi Instant susu dengan krim vanila dengan adukan mixed kecil itu.
Berbuih dan harum.
Pagi ini terasa sangat berat bagi Cherly untuk beraktivitas pertama kali diruang yang luas ini.
Pria itu sedang membersihkan diri. Cherly heran!Mandinya melebihi jam mandinya sebagai gadis Populer.
Cherly tengah duduk diruangan luas itu! Disofa berwarna hijau lumut yang sangat lembut.
Cherly mengelus elus sofa besar yang sangat indah dan keren itu.
Pasti buatan luar, Bisiknya dalam hati.
Alex keluar dari kamar mandinya, Menoleh kearah Cherly dari pintu flat mewah itu.
"Kau sudah mandi?" Katanya.Cherly mengangguk dengan berat. Saat melihat kearah Alex!
Ya Tuhan!
CiptaanMu sungguh indah, Bisiknya dengan mengelus perut, Berharap agar anak yang berada dalam kandungannya setampan Alex!
Alis tebal yang berbaris rapi, Bibirnya yang merah dengan tubuh yang luar biasa.
Dengan kimono biru soft masih membalut tubuhnya. Terbuka dibagian depannya.
Oh! Rambutnya yang setengah basah jatuh dikening bagai Superman tokoh komik jadul yang sering dibaca Ibunya.
"Mengapa menatap seperti itu? Apa kau belum pernah melihat suamimu memakai kimono sehabis Mandi?"Kata Alex sambil meneguk kopi buatan Cherly.
"Kau tak meracuninya kan? " Katanya sambil memajukan kopi ditangannya kearah Cherly.
"Aku akan meracuninya kalau Aku tahu merek racunnya apa! Dan itu terjadi sa'at kau membiarkanku ke apotik," Kata Cherly pelan. Lalu menunduk dengan malu. Saat melihat daster tipisnya yang masih belum diganti dengan yang pakaian yang baru.
Pria itu mendekat.
Dan menatap tubuh Cherly dengan tatapan aneh!
"Pakaianmu kuno! Gadis populer tak cocok dengan Style ini!"Katanya dengan suara yang keren.
Aksen Bahasa Indonesianya sangat keren! Bercampur aksen Inggris dan Mandarin.
Cherly suka mendengarnya.
Cherly harus bersikap baik pada penculik ini.
Karena mungkin saja dia akan mendapatkan remisi kurungannya.
Alex menarik tangan Cherly keruangan sudut besar yang gelap dikamarnya.
Dan saat lampu dihidupkan dengan Chip kontrol itu nb terlihat benderang! Cherly terpana!
Susunan gaun indah bersusun rapi dirak yang terbuka.
Lengkap dengan Berbagai mode yang sangat trendy.
Kenzo! Balenciaga! Moschino dan berbagai merek ternama dari Milan. Dan Paris.
Oh Cherly merasa ketinggalan sebagai gadis populer untuk kali pertama.
"Cantik!" Bisiknya takjub.
Pria itu hanya melengos pelan.
__ADS_1
"Alex! Ini milik siapa?" Kata Cherly ingin tahu.
Pria itu hanya mendengus pelan.
"Seseorang yang sebenarnya tak ingin untuk kuingat," Katanya dengan wajah masam.
Pria itu memilih dress pendek selutut coklat lengan pendek dengan jari jarinya yang putih halus dan panjang dengan kukunya yang terpotong rapi putih kemerahan.
Pria itu menyentuh Bahu Cherly dengan isyarat agar berbalik membelakangi Alex.
Cherly menurut dengan patuh.
Toh! dia bukan lelaki normal, Pikir Cherly sambil membayangkan Truddie dan Grace sedang melakukan fiiting gaun yang baru dibelinya dari butik langganan mereka bertiga.
Tangan Alex perlahan menurunkan Rustluiting daster tipis itu.Dan terasa dingin dikulitnya. Sa'at terbuka seluruhnya.
Diruang ber AC tersebut.
Tangan itu terhenti dan suara langkah itu menuju pintu.
" Kau harus memakainya sendiri wanita kecil! Aku malas melihat kulitmu yang kusam! Kulit Fabian malah lebih halus ditanganku," Cela suara dari luar.
Cherly terkikik geli.
"Dasar Hombreng!Baru kali ini ada yang berkata tak berminat melihatbtubuhnya.
Itu bagus!
Berarti Cherly bebas dirumah ini dengan dress yang mahal dan tipis itu.
Cherly memakainya dengan cepat dan melangkah keluar.
Sebelum mampir kecermin besar dekat pintu masuk.
Menyisir rambutnya dengan sikat rambut pria itu dan mengoles sedikit bedak tabur seperti bedak biang keringat bertulis bahasa Mandarin.
Cherly takjub melihat dirinya sendiri.
Cantik dan anggun dengan sedikit polesan.
Pria itu menatap Cherly yang baru krluar dari kamarnya dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan.
Cherly kikuk dan salah tingkah.
Apa dia marah? Karena menggunakan barangnya tanpa izin?
"Maafkan aku ya! Aku tak menyisir rambutku sejak kemarin! " Kata Cherly merasa bersalah.
Alex melengos pelan.
"Ayo! Kita makan!" Ajaknya sambil bangkit berdiri menuju ruang makan.
Cherly mengikut patuh.
Dan melihat Pria itu mengambil sekerat daging besar yang selesai dipanggang di microwave! Daging berbumbu merica dan rempah lainnya.
Empuk dan harum. Dengan sedikit taburan keju yang diiris tipis. Denan sedikit saos cabai pedas.
Pria Itu juga memakan buncis dan kentang rebus yang tersedia hingga habis.
Cherly memandang wajah sang penculiknya dengan oenuh haru.
Apakah Barra dan Banta Malik sudah makan?
__ADS_1