Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Terusir


__ADS_3

Suara ketukan pada pintu depan serta diiringi kata salam itu diucapkan secara berulang ulang membuat Cherly membuka matanya yang terasa berat karena masih mengantuk.


Cherly tak menjawab salam dengan segera, Masih bingung dengan dirinya dan ruangan yang masih terasa asing buatnya. Matanya memandang kearah jam dinding jadul berbentuk hati dengan bingkai perak yang mengkilap.


Ini rumah siapa? Katanya dalam hati ditengah nyawanya yang belum terkumpul seluruhnya. Angka jarum pendek telah menunjukkan lewat angka lima lebih dua puluh menit.


Berarti dia tidur hampir enam jam.


Kenapa dia begitu lelah?


Cherly Agak kaget! Mengapa dia tertidur begitu lama?


Perasaan..! Dia tidur mulai pukul sebelas siang.


Berarti dia tertidur selama lima jam lebih. Dan kini badannya sangat sakit hampir disekujur tubuhnya terasa pedih dan panas.


Cherly teringat kembali kegiatan panjang yang membuatnya pingsan dan tertidur begitu lama. Oh lelaki itu membuatnya luluh lantak.


Dimana Barra?


Lelaki itu benar benar menggila sa'at bermain ditubuhnya dengan kelihaiannya yang penuh kelembutan dan kekuatan membuat tubuh mungil Cherly tak berhenti bergerak selama dua jam penuh.


Membuat energinya terkuras dan jatuh pingsan dan Cherly tak tahu kapan pria itu melepaskan dirinya dari tubuh Cherly.


Yang kini terasa pedih dan terasa menyengat dimana mana.


Bekas gigitan kemerahan yang membiru itu terlihat memenuhi hampir seluruh badannya. Bahkan sampai dibahu dan pahanya dibagian dalam.


Apakah dia seorang Maniak? Cherly akhirnya menyahut dengan pelan. Dan melangkah tertatih tatih keluar kamar menemui sang tamu yang ternyata telah duduk di kursi kecil yang terbuat dari kayu.


Kelihatannya tamu ini telah mengenal Barra dengan baik disebabkan oleh sikapnya yang tampak familiar dengan rumah Barra. Terlihat biasa dan tidak terkesan canggung.


Lelaki yang kira kira berusia 65 tahun atau lebih itu menatap Cherly dengan kagum dan tersenyum.


Cherly membalas senyuman dari pria setengah baya itu dengan sikap canggung. Cherly tak biasa menerima tamu dengan keadaan dirinya yang berantakan seperti ini.


"Kenalkan anak Nama Bapak Pak Jana tugas Bapak Bantu banyu si Barra, Bapak datang cuma mau menyampaikan pesan dari Barra, Kalau Dia sudah pergi ketempat tugasnya yang baru. Kalau Nak Cherly tinggal disini nanti akan ditemani oleh Bu Siti Istri Bapak. Dan kalau Nak Cherly hendak pergi kerumah Ibu Hermawan Nanti akan diantar oleh Mamat anak saya, " Kata orang tua itu dengan lugu sesuai dengan pesan Barra.


"Tidak perlu Pak, Saya akan menelepon teman saya dan akan dijemput kemari," Kata Cherly lemas.


Barra pergi?


Cherly sudah menduganya, Barra bukan pemuda baik baik.


Untung saja para teman teman dekatnya belum mengetahui tentang pernikahan rahasia ini selain Grace.


Grace tak akan membocorkan rahasianya.

__ADS_1


Barra memang lelaki kejam.


"Dasar pria gak tahu diri," Bisik Cherly dengan rasa kecewa yang mendalam.


Cher meraih ponselnya yang offline sejak kemarin.


Ketika ponselnya online kembali ratusan pesan telah masuk kegroup Whatshapnya.


"Grace! Jemput aku dipersimpangan Pinus VI, Cepat dikit ya? Aku udah mulai berangkat," Katanya serak oleh tangis.


Daftar yang terbanyak dari Neo. Chers bertambah hancur. Dengan mata mengabur oleh airmata dia menelpon Grace.


setelah menelepon dia mematikan Ponselnya dengan cepat.


Dia tak tahan melihat kata kerinduan dari Sang kekasih yang telah dikhianatinya ini.


Cherly merasa dunianya terbalik. Sejak dulu dialah yang kerap membuat orang orang menangis karena sikapnya


Dan kini dengan seorang yang seperti Barra dia merasa terluka dengan harga diri yang telah hilang.


Dengan cepat Chers menyambar tas sandangnya dengan masih memakai baju tidur dia berjalan dengan sandal kebesaran. Sambil menangis berjalan diatas jalan setapak sejauh 600 Meter dari jalan yang tak ramai.


Tepat disuatu persimpangan yang terlihat sunyi. Chers berjalan bagai pasien yang tengah lari dari rumah sakit jiwa.


Tatapan kosongnya jauh kedepan.


Langkahnya tertatih karena panas dan pedih dari tubuhnya bagian bawah. Badannya sakit dan sangat lemas.


Langkahnya terasa melayang saat Mobil Grace datang melaju dengan kecepatan tinggi. menuju kearahnya.


Dengan suara berdecit keras berhenti disampingnya.


Chers tersenyum hambar kearah Grace.


Dengan tubuh yang terkulai hampir terjatuh saat dipapah oleh supir Grace yang dengan sigap memapahnya dan memasukkan Cherly kemobil Grace.


Grace sangat cemas dan berkali kali meremas tangan Cherly memberi kekuatan.


"Chers kita langsung kerumahku ya? Kau dirawat dulu.


Ibumu dan Ayahmu akan terluka Melihat Putrinya yang disayanginya pulang dalam keadaan seperti ini," Kata Grace mencoba tersenyum didalam kekuatirannya melihat keadaan Chers.


Chers hanya mengangguk lemas.


Dan mobil itu berjalan melesat dengan cepat membelah senja.


...****************...

__ADS_1


"Shhh, Sakit Grace! Pedih!" Kata Chers saat Grace meneteskan antibiotik keluka bekas gigitan Barra yang merah membiru.


"Pria itu Gila ya, Mengapa dia tak memakanmu sekalian," Grace berdecih kesal. Melihat banyaknya bekas hisapan dan gigitan disekujur tubuh Cherly.


"Chers. ini Tak bisa dibiarkannya. Aku tak habis pikir dengan percintaan yang sangat panas bisa terluka sebanyak ini, Kita lapor perlindungan perempuan aja deh. Biar si Barra di Bui sekalian," Katanya dengan marah.


Saat melihat paha bagian dalam Cherly terlihat memar bagai digigit dengan kuat.


"Apa dia Vampir?" Bisik Grace ngeri.


Dan mengusap bibir Sahabatnya yang terluka bekas Sengatan mulut serangga jahat itu juga juga.Pikir Grace dengan gigi gemeletuk.


"Jangan salahkan Aku! Kalau kau menemuinya lagi dan celaka! Bukan salahku! Aku sudah memperingatkanmu Chers!" Ingatnya dengan tegas.


"Jangan kembali kerumah itu Chers! Dia maniak! " Bisiknya dengan mimik seram.


Cherly mengangguk pelan .


Cherly merasa hilang semangat.


"Kau disini aja dulu! Nanti sebenar lagi dokter keluarga kami datang! Aku sudah meneleponnya, Kau harus diperiksa keseluruhan. Aku kuatir kau akan infeksi."


Lagi lagi Chers hanya mengangguk dengan tatapan kosong.


Grace mengusap usap bahu Chers dengan penuh kasih sayang. Baru kali ini dia melihat Chers sedemikian trauma.


Diperkosa disiksa dan ditinggalkan oleh suami yang tak diinginkannya.


Akhirnya Chers membuka membuka mulutnya dan membuat Grace menganga mendengar perkataan Cherly.


"Jangan menyalahkan Barra Grace! Aku juga mencakar dan menggigitnya di wajah, Leher dan punggungnya," Katanya seakan menerawang.


Grace langsung dan berkacak pinggang menatap Chers sambil menggeleng gelengkan kepalanya tak habis pikir.


"Lantas kenapa kau terlihat bagai gadis yang teraniaya dan bertindak seolah-olah kau adalah korban sebuah pemerkosaan?"Tanya Grace penuh tanda tanya.


"Aku hanya sedih mengapa dia pergi meninggalkanku, Padahal aku masih ingin tinggal bersamanya. Aku merasa terhina dan merasa pamorku jatuh dan merasa dicampakkan dengan sewenang wenang. Kau tahu Grace? Dia sangat tampan dengan aroma yang sangat jantan," Katanya bagai orang kesurupan.


Grace meraba kening Chers dengan telapak tangannya.


Dan kemudian meraba keningnya sendiri.


"Kau tahu Chers? Aku baru tahu bahwa kau punya suatu sisi yang lain selain menjadi seorang Icon Gadis Populer!" Katanya setengah berbisik.


Chers menatap Grace serius .


"Sisi lain?" Chers balik bertanya.

__ADS_1


"Kau seorang penggoda, Dan menggoda singa yang sedang Hibernasi,Lalu Dia terjaga dari tidurnya dan melupakanmu,"Katanya memberi alasan klise.


"Benarkah Barra melupakanku?"Tanyanya pada dirinya sendiri.


__ADS_2