
Bunyi Berdecit yang panjang dari Ban depan mobil jeep yang dikemudikan oleh Barra. Menggesek Aspal yang rata. Rem paku yang ditekan dengan tiba tiba itu membuat Cherly dan Grace ketakutan.
Banta yang berada dipangkuan Grace memeluk Leher Grace dengan spontan. Sedangkan Paquita yang berada dipangkuan Cherly malah tertidur dengan nyaman sambil terus menyusu didada Ibundanya.
Cherly duduk disamping Barra di jok depan , Sedang Grace dan Banta duduk di Jok belakang. Bersama Lisa yang sedang sibuk selpi dengan ponselnya yang kini terlihat memucat ketakutan. Karena terkejut dengan rem yang mendadak itu.
"Napa Sih Barr? Ihhh kesel deh! Kami pada takut loh! Ngejar waktu sih iya! Pertunangan Truddie pasti sudah dimulai ,Tapi nggak gitu juga kali ngeremnya! Bikin kesel juga nih Bapaknya si Bharchek."Kata Cher kesal.
Wajah Barra tegang
"Pasang seltbealt kalian,!" Katanya tiba tiba dan memutar mobil tersebut menjadi 180 derajat dengan memotong arah dari jalan yang berbeda. Mobil Antik Barra memang telah di modifikasi olehnya dengan sealtbelt jok belakang yang tebal. agar penumpang jok belakang juga aman saat berkendara.
"Barr! Kamu udah pikun ya! Ini bukan Jalan menuju rumah Truddie!" Pekik Cherly dengan marah.
"Tutup mulutmu Cherly! "Bentak Barra dengan mengerikan. Membuat Cherly diam seketika. Wajah Barra mengerikan kalau sudah meradang. Mirip beruang yang diganggu saat sedang berhirbenasi.
Cherly menunduk hampir menangis ketakutan. Apa yang dilihat oleh Barra? Lisa yang dari tadi sibuk berselpi di jok belakang jadi kebat kebit.
Sedangkan Grace! Hanya menutup kedua matanya memeluk kepala si Banta. Dengan mulut komat kamit membaca perlindungan dari Tuhan. Semoga mobil ini tidak kena tulang .Karena kecepatan yang diluar kapasitas normal. Barra melihat Ponsel mininya yang ada diatasi dashboard. Berkelas kelip kesatu arah yang terus diikuti Barra hingga masuk kesatu jalanan yang kecil kearah timur. Lebih dari 20 Menit Cherly dan Grace menahan nafas mereka dengan was was.
Banta yang melepaskan kepalanya dari bekapan tangan Grace yang yerasa mengekangnya bersorak sorak kegirangan Membuat Cherly berkali kali melotot kearah anaknya itu. Namun Banta sepertinya tak peduli.
__ADS_1
"Om Sam! Celalu bawa Bacek balapan! He he he. Bapak hebat! "Kata anak kecil berusia tiga tahun itu sambil bertepuk tangan dengan riang! Membuat Chers sadar anaknya sempat diasuh oleh seorang mafia kejam seperti Sam. Banta juga suka melihat adegan anarkis dan perkelahian yang berbahaya.
Banta bersifat seperti Barra dan Sam! Tak mengenal takut. Banta pernah menangkap ular kecil yang terlihat menjalar disaat piknik kehutan buatan. Saat masih berusia dua tahun. Dan melempar seekor anjing besar yang menyalak kearahnya dengan rantai. Yang sama sekalu belym terpikir oleh anak seusia dia.
Cherly juga baru menyadari Film The Godfather itu juga terjadi didunia nyata. Seperti dia yakin Like father like Son! itu berlaku saat ini pada anak dan suaminya. Barra berubah jadi orang lain saat seperti ini. Matanya tajam dan rahangnya mengeras.
Chers jadi takut melihatnya. Ban mobil tiba tiba berhenti dengan decitan yang keras. Barra turun dengan cepat dan berjalan kearah warung kecil pinggir jalan. Dan tiba tiba menjemba kragh baju seorang pemuda bertubuh tinggi dari belakang.
Dan mengeluarkan pisau lipat berkilat yang sangat tajam dari saku celananya. Mebuat Cherly dan Grace membelalakkan mata mereka dengan lebar.
Menggiring dan membawanya Pria tinggi berkulit putih itu kesisi mobil Jeep nya dan terlindung dari lalu lalang kendaraan yang melintas.
Grace menutup wajah Banta agar tak melihat adegan yang berbahaya itu. Namun Banta menepiskan tangan Grace yang menutupi matanya. "Bacek mau lihat! Bapak pukul olang," Katanya bersikeras.
Pria tinggi berkulit putih itu terlihat tenang dan tidak berusaha melawan Tindakan Barra.
"Sam! telah pergi ke Okinawa bersama Obie, Teman barunya diklub Dan tak ingin kembali untuk kalian! Sam tak ingin istri dan anak anakmu celaka karena dia! Juga gadis itu! Nyawa gadis itu dalam bahaya jika seseorang dari jaringanrahasianya tahu Sam menjalin hubungan spesial dengan seorang wanita. . Sam ingin menjauhi kalian agar dapat hidup tenang tanpa dirinya."Jawab Sanchez.
Tanpa berkata lebih lanjut. Barra melepaskan Sanchez dengan kasar hingga punggungnya membentur mobil. "Aku mendengar dari informanku kalau kau kembali bergabung dengan Black Cat. Kau akan mati! Jika kau berkhianat kepadaku! "Kata Barra perlahan.
"Apa untungnya bagiku Barra! Aku mengagumi Sam dan sangat menghormati kamu. Aku tak ingin menyimpan rahasia yang tak ada keuntungannya buatku." Kata Sanchez lagi. Barra menatapnya tajam. Namun setidaknya Barra dan wanita yang berada didalam Jeep itu tahu kalau Sam masih hidup .
__ADS_1
Tapi Grace menahan hatinya yang bergetar. Menurutnya Sam sangat jahat kini. Grace mendudukkan Banta dengan cepat dan membuka pintu mobil! menghambur keluar dan menuju kearah pria bernama Sanchez itu.
"Katakan kepada si pengecut Sam! Jika dia tak ingin muncul lagi didepan kami! Mengapa dia menanam benih dirahim sahabatku! Sekarang wanita malang itu hamil anak Sam! Kau harus mengatakan kepada penjahat itu. Neraka kirim salam buatnya,"Kata Grace geram. Barra hanya diam dan sepertinya dapat memahami apa yang dirasakan oleh Grace Saat ini. Cherly terlihat menangis. Apa yang ingin dikatakannya telah terwakilkan oleh Grace. Sanchez hanya memandang Grace dalam diam. Seolah tak mengerti apa yang telah terjadi. Sanchez sangat jarang berkomunikasi dengan orang luar Dia lebih memilih diam. Pria keturunan Amerika Latin ini hanya melihat bagai mayat hidup. Tak bereaksi apapun hingga membuat Grace gemas. "Aku membuang buang waktu untuk berbicara pada patok dipinggir jalan ini, Dia hanya memandangi wajahku yang sedang memarahiny dengan mimik yang aneh"Katanyanya pelan bernada putus asa. Truddie memang akan sangat senang mendengar Kalau Sam masih hidup.
Namun bagi Grace sama saja! Sam telah membuat keputusan untuk pergi menetap disuatu negara yang sangat jauh. Dengan alasan yang memang masuk akal.
Sam tak ubahnya bagai hewan malam yang keluar saat bayang hitam menjelang. Dan sangat berbahaya untuk keluarganya kelak. Mungkin ini jalan yang terbaik. Namun yang paling disesalkan oleh Cherly dan Grace. Mengapa harus temannya yang menjadi korban dengan mengandung anak diluar nikah. Dan membuat aib bagi tuan Paul dan nengancam kebahagiaan Truddie dimasa mendatang yang telah dimulai bersama Arie Soedono
Barra dan Sanchez saling bertukar informasi tentang bernagai hal dan mengakhiri percakapan rahasia yang menggunakan bahasa inggris yang tak dapat dimengerti oleh Grace dan Cherly.
...****************...
Mereka kembali kerumah saat malam mulai menjelang. Setelah mengantar Grace kerumahnya. Keluarga kecil Barra telah tiba kembali kerumah kontrakan kecil itu. Terlihat Barra mengambil Putranya dari gendongan Lisa. Setelah menidurkan Putranya kekamar sebelah. Barra masuk kekamar mandi diluar rumah. Membersihkan wajah dan tangannya. Dia tiba kedalam kamar dengan handuk putih kecil ditangannya.
Melihat Cherly yang berwajah mendung. Sambil tetap memangku Paquita yang masih tertidur dengan nyenyak. Barra meraih Putrinya dari pangkuan Cherly! Dan menidurkannya di Box Bayi. Yang berada disisi ranjang mereka. memasangkan kelambu anaknya dengan telaten.
Barra memutar tubuhnya dan berjalan kearah ranjang ditempat Cherly yang masih terlihat melamun"Aku Benci kalian Barra! Aku tak suka melihatmu berteman dengan para penjahat penjahat itu! Aku lebih suka melihatmu menjadi seorang Guru! Kau Kejam! Mengenalkan anakku dengan kekerasan sejak dini! Dan hampir membunuh kami dengan melarikan mobil lama itu. Aku hampir mati ketakutan, " Katanya sambil berurai airmata.
Barra melepaskan kancing kemeja putihnya yang tiba tiba terasa sesak. Barra duduk disamping Cherly serta meraih dagu Cherly dengan penuh kelembutan.
"Maafkan aku Ya? Kadang aku tak dapat mengotrol emosi jika mengingat tentang hilangnya Sam! Aku takut kalian akan dicelakai oleh orang jahat dan Sangat ketakutan tentang keadaan Truddie dan Sam," Kata Barra pelan sambil menundukkan wajahnya kearah Cherly dan menyentuh bibir istrinya dengan penuh perasaan.
__ADS_1
Cherly memejamkan matanya menikmati sentuhan Barra. Cherly berharap Barra tetap berada disampingnya bersama sama mendidik Banta dan Paquita yang memiliki hari hari yang damai bersama orangtuanya. Dan Semoga saja tak berakhir dengan perpisahan yang kini sedang dialami oleh sahabatnya Truddie.