Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Aku Tak ingin Harta Sam!


__ADS_3

Tuan Paulinsky menatap wajah putrinya dengan rasa tak percaya! Pria yang berdiri disisi putrinya itu sama sekali tak menyiratkan wajah bersalah. Sam berdiri bagai patung dengan wajahnya yang tampak dingin seperti biasanya.


Arie suaminya! Yang berdiri disudut yang berbeda diruangan itu tampak tak begitu terkejut dengan pernyataan istrinya.


Arie telah menduga ada yang janggal dalam perkawinan mereka yang baru berjalan selama dua minggu.


Mulai dari sikap Truddie yang tidur dalam ruangan yang berbeda dengan dirinya layaknya pengantin baru. Pada umumnya. Truddie yang sering muntah muntah dipagi hari dengan terus sakit sakitan diawal perkawinan mereka dan menolak dibawa kedokter ! Arie bukanlah pria yang bodoh!


Arie diam diam menyelidiki semua keanehan dari sikap Truddie yang kadang berubah arah. Arie mencoba untuk tetap bersabar. Namun Arie seolah olah menunggu! Waktu ini akan terjadi, Dimana Truddie telah mengakui semua teka teki rumit yang telah disembunyikan oleh istrinya yang sangat disayanginya itu.


Arie merasa sedikit lega mendengarkan segala penyataan yang telah terungkap. Setidaknya Arie tahu apa yang telah membuat Truddie menjadi sedemikian aneh. Dan jauh dilubuk hatinya. Truddie tetap seorang gadis hebat karena mampu bertahan dengan Cintanya kepada Sam! Dan juga menjaga tubuhnya dari Arie. Walau telah berstatus sebagai suaminya. Truddie yang manja dan terlihat Childdish itu ternyata memiliki rasa Cinta yang luas dan sangat setia.


Arie berusaha untuk tersenyum penuh dengan kebesaran jiwanya sebagai pria bermartabat. Berusaha agar tidak mendendam kepada Truddie dan Sam! Atas peran mereka dalam suatu Pernikahan yang gagal.


"Maafkanlah Truddie Papa! "Kata Truddie kepada sang Ayah yang kini tercenung tanpa dapat berkata apa apa. Sedangkan Ibundanya Nona Ning! memeluk Truddie sambil menangis.


Sam! Pria itu mohon diri kepada kedua orang tua Truddie dengan kaku bergerak bagai robot dan terlihat sangat kikuk. Membuat Ibu Ning semakin ragu.


"Apakah pria seperti ini dapat melindungi putrinya dari kerasnya hantaran ujian dalam berumah tangga? Sam terlihat sama sekali tidak peka dan bertingkah sangat aneh.


Dia hanya menatap kesekian dengan tatapan sangat tajam.


Ibu Ning. Tertohok! Dan tak habis pikir.


Mengapa Truddie memilih jalan yang tak seharusnya dipilih?


Sam bukanlah pilihan


Pria aneh dengan beribu misteri yang tak terlihat.


Kemanakah Pria itu membawa Truddie?


Dengan identitas tak jelas yang sama sekali samar dari penglihatannya.


Arie yang diam diam telah meninggalkan forum keluarga yang itu walau terlihat tak sopan. Pergi tanpa pamit!


Arie merasa muak melihat Sam yang menatapnya dengan tatapan Elang gunung. Oh bukan!


Dimata Arie! Sam bagai Jelmaan Malaikat pencabut nyawa yang bersiap siap dengan Trisula mematikan.


Truddie yang terlalu asyik dengan airmatanya yang menganak sungai. Berpuluh puluh kali memohon kepada Ayahnya dengan suara yang memelas.

__ADS_1


Tanpa berkata apa apa Tuan Paul masuk kedalaman kamar. Mengikuti jejak Arie! Sang menantu pilihan yang tak diinginkan oleh putrinya! Truddie!


"Apa kau pikir pernikahan itu hanya sebuah permainan?"Bisik Nyonya Ning tajam.


Truddie menatap Ibunya dengan pandangan merana tahun terlihat tak kuasa!


Cinta itu lebih kuat sejak kedatangan Sam kembali dalam hidupnya.


"Mama! kirim Akte cerai itu jika telah siap! Melalui Emailku! Aku akan tetap pergi bersama Sam! Kami akan menikah! " Jawab Truddie tanpa bisa dicegah.


Tekadnya sudah bulat!


Dia akan hidup bersama Sam! walau apapun yang akan merintangi.


Menjadi manusia bebas itu bukan mimpinya.


Namun cinta buta ini telah merubahnya secara drastis.


Nyonya Ning merasa ini adalah hari terburuk hampir setengah Abad usianya. Putri Tunggalnya telah hilang berganti dengan seorang wanita yang sangat asing baginya.


Sam!


Dia seakan tak mengetahui dinas dia berada kini! irit bicara dan wajahnya tanpa ekspresi.


"Mungkin Pria gila ini hanya mengenal Truddie! Dia tidak mau tahu kalau Truddie itu lahir dari rahimku! Bukankah seharusnya dia bisa basa basi mencoba melunakkan hati orang tua Wanita yang dicintainya?" Kata Nyonya Ning dalam hatinya.


Sam memang begitu orang orangnya!


Kadang tidak manusia. Namun kadang sedikit terlihat seperti manusia.


"Sam! "Panggil Truddie dengan gemas. Melihat pria itu bagai Arca penunggu Candi.


Berdiri dengan agung! Dengan setelan serba hitamnya. selembar Syal kecil melingkar dikejarnya. Menutupi Taro Naga sebagai lambang komunitas dunia kegelapannya yang ganas dan tanpa takut.


Sam mengangkat kepalanya menatap Truddie dengan pandangan sedikit melembut.


Tanpa menjawab mendekat dengan langkah dikakinya yang panjang. dengan sepatu kulit berwarna putih. Truddie langsung menggandeng lengan pria aneh itu mendekat kearah Ibunya.


Menyuruh Sam menyalam tangan Ibunya.


Sam terlihat ragu! Seumur hidupnya dia hanya pernah bersalaman dengan Barra dan Cherly. Truddie meremas punggung lengan Sam yang kini digandengnya.

__ADS_1


Akhirnya pria dari "dunia bawah" itupun Mengerti dan menyalam Ibu Truddie itu dengan sangat kaku. Tanpa berkata apa apa.


Pria sejuta aneh itu undur diri sambil menatap tajam kembali kepada wanita setengah baya itu.


Nyonya Bing bergidik dan mundur perlahan. bagai melihat ular didepannya.


Truddie melangkahkan kakinya keluar dari rumahnya! Dimakan dia dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua Ibu Bapaknya. Tanpa membawa selembar pakaian atau satu alat kecantikannya. Dia pergi bersama Sam Disaat hari mulai tenggelam. Meninggalkan jejak kemerah merahan diatasi langit duduk Barat.


Perjalanannya Bersama Sam akan dimulai.


Truddie telah berjanji pada dirinya dan Tuhan!


Jika Sam kembali padanya. Maka dia tak akan menggunakan Harta Sam sedikitpun didalam hidupnya.


Cukup Sam saja menemani dirinya dalam mengarungi hidup.


Tanpa harta dan hidup melarat bersama Dengan Pria yang dicintainya ini.


Untuk terakhir kalinya Truddie menatap kearah rumahnya terlihat jendela kamarnya masih terbuka.


Hati Truddie bagai disayat oleh pisau tajam.


Hatinya pilu. Mengingat Sang Ayah yang mungkin saja masih menangis melihat kepergiannya bersama Sam dari kamar Putri kesayangan yang kini melangkah melewati indahkan tangga porselen hitam putih rumah megahnya yang bergaya Victorian itu.


Sementara Sang Ibu menatapnya setengah oleh. Raga wanita paruhbaya yang masih terlihat cantik itu terasa terbang saat ini.


Truddie! Si Paulinsky terakhir telah pergi dengan seorang Pria gila tanpa ekspresi.


Apakah Putrinya telah ketularan gila juga?


Ibu Bing menekan dadanya yang terasa sangat perih! Truddie Sayang!Sadarlah Nak!


Pria itu adalah sebuah bayangan hitam yang akan menghalangi semua kebebasanmu.


Ketahuilah! Kau memasukkan kepalamu kedalaman Goa! Yang dipenuhi oleh berbagai kebuasan.


Sementara para pembantu dan satpam digardu utama tak berani menyapa! Melihat wajah pucat tinggi dan jangkung disambungnya. menatap orang demi orang dengan tatapan menusuk hati.


"Apa kau lihat Kekasih Neng Truddie itu! Persis Roh halus! Menyeramkan! Aku bahkan tak bisa tidur nanti malam! "Kata Mas Alasan.


Salah satu tim pengaman rumah keluarga Paulinsky.

__ADS_1


__ADS_2