Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Intrik


__ADS_3

Dan kini merekapun berpisah, Meninggalkan kenangan yang membuat Cherly tersenyum bahagia.


Seperti hari ini.


Sang suami Barra! yang tengah memandang kearah jalan dari jendela Mess Guru yang berfungsi sebagai rumah tinggalnya, Sambil mengukir sebuah senyuman yang sama dengan sang istrinya yang kini jauh tertinggal dan terpisah jarak dengan dirinya.


Terbayang saat Cherly merengek rengek meminta untuk ikut bersamanya ketempat tugasnya yang sangat jauh dari tempat komunitas hidup sang istri.


Barra takut Istrinya tak akan betah disuasana pedesaan ini.


Dan hal yang paling penting adalah Barra takut akan keselamatan kandungan Cherly yang masih muda. Menurut info yang dibaca oleh Barra! kandungan Istrinya yang masih sangat di trisemester pertama itu sangat rentan dengan benturan dan hentakan keras hingga dapat menyebabkan keguguran.


Dua hari kebersamaan Barra dan Cherly. Ditengah kegiatan mereka yang panas. Ada sedikit gumpalan darah yang keluar dari ****** istrinya. Barra ketakutan! Namun malu dan takut untuk memeriksakan kondisi kandungan istrinya. Karena merasa bersalah dengan dengan kelakuan Brutalnya terhadap sang istri. Dan mereka berdua hanya membaca suatu rubrik kesehatan dari media ponsel mereka.


Ternyata Barra bermain terlalu kasar ditubuh istrinya.


Dan sejak saat itu Barra mulai memperlakukan Cherly sedikit lembut didalam percintaan mereka pada malam hari.


Cherly adalah gadis yang sangat kuat dan luar biasa.


Dia menerima semua perbuatan Barra dengan erangan dan rintihan yang hanya membuat Barra lebih gelap mata.


Itulah salah satu yang membuat Barra kagum terhadap istri kecilnya itu.


Barra berjanji akan segera membawa Cherly dan anaknya yang baru lahir kemari bersama dengan dirinya kelak.


Dan waktu itu masih hampir enam bulan lagi.


Saat ini Cherly sedang manja manjanya dan minta yang aneh aneh pada Barra.Seolah dalam waktu singkat pertemuan mereka melampiaskan balas dendam pada Barra. Dengan menghukum Barra oleh permintaan yang diluar pikiran Barra. Barra teringat suatu sore yang indah saat mereka berdua sedang berjalan jalan ditaman belakang rumah Ali Ramadhan yang saat sepi. Anak anak pergi kesekolah dan kakaknya Rosita pergi kerestorannya..


"Barr! Gendong dong! Perutku sakit," Alasan seperti inilah yang sering digunakan oleh Cherly untuk memperdaya suaminya.


Barra yang berjongkok didepan Cherly dengan wajah datarnya. Dan Cherly naik kepunggung Barra. Dengan melintasi jalanan berbatu kecil sambil menempelkan kepala dan hidungnya kepunggung Barra yang lebar. Menghirup aroma jantan dari tubuh suaminya.


" Kok kamu wangi sih Barr! Kamu kan gak pakai parfum sekarang! " Katanya lagi asal bicara memecah kebekuan.


" Itu karena aku rajin Olahraga Cherly!"Jawab Barra pelan.


"O, Pantas dong ! Makanya kamu jadi gak pernah kentut! " Sahut Cherly Lagi. Membuat Barra tertawa tergelak gelak, Barra jadi heran sendiri mendengar tawanya.


Barra hampir tak pernah tertawa terbahak bahak seperti saat sekarang bersama Cherly.


"Hah! Apa hubungan Olahraga dengan kentut! Cherly?"Tanya Barra disela tawanya.

__ADS_1


"Kata Mama! Kalau sering Olahraga ditubuh kita jadi gak ada angin! Begituuuu Barr! kok kamu nggak tau sih! Kamu kan guru Olahraga dan Kesehatan! "Katanya memberi penerangan kepada suaminya yang masih tersenyum.


"Iya! Nyonya Barra Malik Ramadhan,"Jawab Barra membuat Hati Cherly berbunga bunga.


"Barr! Kamu jangan selingkuh dengan murid kamu ya? Awas kalau ketauan olehku! Aku akan lompat lompat lompat disini, Dan Aku akan keguguran dan akan mati bersama Anakmu! " Ancamnya membuat Barra bergidik dan berhenti saat berjalan.


"Jangan berkata hal hal yang buruk Cherly! Mana mungkin Aku berselingkuh dengan anak anak sebaya Leory! Yang masih berumur 10 tahun! Kau kira aku Pedofil!" Kata Barr dengan wajah tegang.


"Kau memang kan Pedofil, Contohnya kau memperkosa aku dirumah kebun kita,Dan meninggalkan aku dengan Va**na yang terkoyak dengan gigitan di tubuhku, Membuatku hendak mengadu ke komisi perlindungan perempuan," Katanya sekilas membuat Barra mengejang sejenak.


" Bahasamu Vulgar! Dan kau kadar sarkastis! Kau juga menggigit dan mencakar ku dimana mana! Tapi aku tak mengadukanmu ke Perlindungan laki laki," Balas Barra dengan mimiknya yang lucu.


Membuat Cherly tertawa terpingkal pingkal sambil memukuli Bahu Barra dan menggigit punggung Barra dari belakang sehingga Barra meliuk kegelian.


"Dasar Mammots Kutub!" teriaknya sambil cekikikan.


"Kau belajar Bahasa Buruk dari si Truddie itu! Makanya bahasamu Indonesiamu kacau ,"Kata Barra lagi.


Barra terhenti sejenak dari lamunannya tentang Cherly, saat pintu depan diketuk dari luar.


Dia menghela nafas sejenak saat melihat kertas didepannya.


Sebenarnya Barra hendak memeriksa jadwal latihan Karate buat siswa SMA yang berada dikota kabupaten. Yang telah disusun oleh Kantor Dinas kebudayaan dan Pemuda didaerah ini. Dan tadi baru diserahkan oleh Pak Burhan Kepala Tata Usaha disekolah ya.


Seraut wajah yang penuh dengan kerinduan menatapnya dengan tatapan penuh kelembutan.


"Maya! " Kata Barra mempersilahkan duduk diberanda depan rumah dinas itu.


Maya masih berdiri mendongakkan wajahnya kearah Barra dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.


"Mengapa! Mengapa Barra! Kau pergi begitu lama dan meninggalkan aku disini? Apa saat kita bersama diwaktu itu tak berarti bagimu?"Katanya tiba tiba membuat Barra tertegun menatap kewajah Maya dengan mata wanita yang berkaca kaca itu.


"May..." Maafkan aku! Aku harus lebih lama mendampingi Cherly yang sedang mengandung anak kami.Dia butuh aku May! Aku bukan menolak semua perhatian dan perasaanmu yang teramat tulus untukku! Tapi mohonlah mengert! Kita harus mengakhiri semua ini !" Kata Bara pelan dengan suara penuh penyesalan.


Maya tertegun dan menatap Barra dengan tajam hingga terasa menusuk jauh kelubuk hati Barra.


"Lalu apa kedudukanku dalam hatimu! Memelukku! Menyentuhku dan hampir membawaku kekamarmu! Apa itu hanya sebuah permainan buat dirimu yang butuh pelampiasan? Disaat kau jauh dari istrimu? Kau kejam Barra! Kau jahat! Aku salah mengartikan sikapmu! Kau Jahat!"Kata wanita cantik itu sambil berlari keluar teras Barra dan melesat melewati pagar bambu dihalaman menuju kerumah dinasnya yang tak begitu jauh dari tempat Barra!.


Barra hanya terdiam dengan rasa bersalah yang tidak terkira. Mengapa dia harus menyakiti hati seseorang wanita yang sebaik Maya?


Jika dibanding dengan saat meninggalkan Zheba Barra masih bisa santai dan merasa puas.


Karena Zheba telah mengkhianati dirinya hanya karena masalah uang.

__ADS_1


Namun Maya bukanlah Zheba!


Maya tak pantas mendapatkan perlakuan yang buruk darinya.


Dan Maya bukanlah tipe wanita gampangan yang dengan mudah menyerahkan dirinya kepada seseorang lelaki.


Harga dirinya yang tinggi tidak membuatnya mudah jatuh cinta


Barra sangat menghargai wanita seperti Maya.


Partner kerjanya yang baik itu menyimpan cinta yang mendalam buatnya. Dan itu membuatnya berbahagia. Barra berjanji akan datang kerumahnya Maya dan minta maaf kepada wanita yang baik itu.


Tiba tiba notifikasi ponselnya berbunyi.


Ting!


Mata Barra terbelalak seperti hendak keluar dari ceruk kecilnya yang tajam itu.


Zheba!?


Apa yang dilakukannya. Dikampus Cherly?


"Kau tak ingin kan? Kehilangan anak dan istrimu ini,


Seperti aku yang saat itu tak ingin kehilangan anakku! Tapi kau siap siaplah kelak Akan meninggalkan mereka berdua! Disaat kau tahu! Akan ada seseorang yang terus menantikan Istrimu jatuh ke pelukan nya. Dan kau juga harus bersiap siap dengan kehadiranku kembali, karena....Aku masih mencintaimu Barra!" Tulis nomor tak dikenal itu.


Dan disana ada suatu kenangan tentang seseorang yang pernah sangat dicintainya.


Tersenyum dengan gayanya yang anggun! Poto Sheba dan Cherly yang tengah duduk disebuah Cafe Campus Cherly. Dan yang paling menggangu pikiran Barra.


Adalah pria disamping Cherly. Neo!


kenapa pria itu ada disisi istrinya?


Memandang wajah cantik istrinya dengan mesra.


yah !


Barra tak dapat menahan emosinya. Dengan cepat menghubungi Nomor sipengirim pesan tersebut, Yang diyakininya sebagai nomor Zheba!


"Zhe! Jangan ganggu istriku! Aku tak peduli dengan kau! Atau lelaki itu!


Jauhi Istriku Zhe! Jangan kau racuni otak istriku yang bersih dengan Fikiran jahatmu! Zhe Zhe!" Teriaknya ditelpon yang telah diputus dari sebelah pihak!

__ADS_1


__ADS_2