Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
My Home Sweet Home.


__ADS_3

Tak ada yang berkata banyak sa'at Barra dan keluarga kecilnya melangkahkan kaki melewati pintu bersejarah itu. Dan meninggalkan rumah Keluarga Hermawan disuatu pagi yang mendung.


Tangisan Bu Anita,Rosita dan Rania pecah saat Banta Malik melambaikan tangan kecilnya kearah mereka yang selama ini telah mengasuhnya dengan penuh kasih sayang.


Pak Hermawan tak kuasa melihat kepergian sang cucu dan putri kesayangannya itu. Beliau sudah lebih dulu berangkat kekampung halamannya, Setelah memberikan beberapa petuah kepada Barra dimalam sebelum keberangkatannya.


Pak Hermawan memang lebih sering berada di tanah kelahirannya dikampung Mekar Jaya.


Dan sejak Cherly menikah bersama Barra. Pak Hermawan jarang berada di Ibukota.


Banyak yang harus diurusnya dalam perbendaharaan keuangannya di kampung.


Hak hak penguasaan tanah perkebunan dan pertanian itu harus lebih sering diawasi.


Sejak akhir akhir tahun belakangan ini banyak pencurian dengan skala besar. dan pencurian sawit dan kelapa itu raib tanpa rimba.Jika Pak Hermawan berada turun langsung mengawasinya maka mengurangi angka pencuriaan itu.


Yang sepertinya dilakukan oleh orang orang dekatnya.


Seperti hari dulu.


Angin angin yang berkesiur lirih seakan melambai dari pohon jarak yang berbaris dihalaman depan dekat tepian jalan besar.


Sama seperti dulu sa'at Cherly melangkahkan kakinya dimalam pernikahan yang tanpa resepsi itu.


Melangkah dimalam hari kerumah kecil diperkebunan milik Barra.


Tangis Cherly pecah dipenuhi dengan berbagai perasaan.


Cherly harus mengikuti sang suami pergi jauh melewati pulau demi pulau.


Disisinya Barra yang menggendong anaknya dengan sebelah tangan. Dan satu tangan lainnya menggandeng tangan sang istri yang tengah menangis sedih.


Dibelakang mereka Indra dan Joko membawa empat koper besar pakaian. Milik Cherly, Bu Ani dan Bibi Erni.


Yang ikut bersama Barra untuk menemani Cherly agar jangan terlalu kesepian ditempat tinggalnya yang baru nantinya.


Bu Ani si Ahli masak dan Bibi Erni yang akan membantu mengasuh Si Barche'.


Barra tak tega membiarkan Cherly mengurus rumah tangga dan mengasuh anaknya sendirian. Dengan tubuh lemahnya yang dalam keadaan hamil muda.


Mereka semua naik kedalam Van yang akan membawa mereka menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.


Dengan penerbangan domestik dalam negeri.

__ADS_1


Cherly menyandarkan kepalanya kebahu Barra dengan fikiran yang melayang-layang.


Bagaimana langkahnya bersama suami dan anaknya? Juga pekerjaan dan kuliahnya yang ditinggalkan?.


Diujung waktu yang tinggal sedikit lagi.


Dia akan mulai bekerja keras menyusun skripsi dan penelitiannya yang tetap akan dilakukannya walau dari kejauhan.


Cherly menarik nafasnya pelan. Dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan.


Yang penting saat ini dia harus kuat menempuh perjalanan yang jauh itu.


Barra mengelus rambut Cherly pelan dan memberikan sebungkus permen untuk menahan anti mual.


Cherly Menatap Suaminya dengan mata meredup.


Barra tersenyum tipis menenangkan hatinya.


Barra! Pada pria ini Cherly menggantungkan harapan dan impiannya dimasa depan.


...****************...


Rumah dikaki Bukit!


Suasana sangat sibuk. Pagi pagi sekali Barra dan beberapa pekerja telah masuk ke perkebunan pepohonan Meranti hutan yang luas itu sambil membawa beberapa unit mesin penebang dan pemotong kayu. Tak ketinggalan perlengkapan lainnya. Rantai besi dan penggada raksasa. Mereka juga akan menghalau beberapa hewan yang menjadi hama bagi tanaman sawit dan pokok pokok kelapa yang mulai berbuah.


Beberapa hewan pemangsa yang biasa turun dari gunung berhutan yang tidak begitu jauh dari balik gunung dengan sumber air yang jernih itu.


Babi hutan , Menjangan dan landak mungkin saja bisa merusak beberapa tanaman palawija yang ditanam oleh pekerja disebidang lahan yang agak luas. Sebagai sayur mayur dan biji bijian dibelakang rumah besar kayu itu. Uang ditanam untuk menambah kebutuhan sehari hari.


Sedangkan tanaman keras berupa kayu jati,Meranti hutan dan sawit. Bisa terbilang aman. Selain beberapa Bekantan ekor panjang sesekali datang dengan rombongan kecil.


Monyet dengan bulu putih abu abu itu ketakutan sa'at mendengar letakan petasan yang diledakkan didekat gunung. Dan beberapa mesiu ringan yang meletus oleh pekerja.


Tanaman kakao dan pisang yang berada persis dibelakang rumah kayu besar itu memanjakan lidah dengan buah yang melimpah sepanjang musim aman dari gangguan hama hewan pemangsa.


Cherly masih merasa asing disini.


Sementara Anaknya Nanya Malik! Mulai terlihat mulai akrab dengan beberapa pekerja Ayahnya.


Banta sangat senang bermain main dihalaman yang telah dibangun sebagai tempat bermain anak anak. Ayunan dan timbangan jungkat jungkit yang terlihat cantik namun belum dicat. Kolam renang kecil dan pelosotan tangga itu masih belum rampung.


Beberapa pohon Bonsay mini yang baru ditanam oleh Pak Joy tampak mulai bertunas.

__ADS_1


Tempat ini sangat jauh dari kota. Membutuhkan hampir satu jam perjalanan dengan mengendarai mobil box dan mobil pick up Barra.


Cherly mulai sibuk membersihkan peralatan dapur yang akan dipakai untuk keperluan memasak sehari hari.


Beberapa kompor gas yang baru dibeli oleh suaminya belum terpasang. Juga beberapa peralatan yang masih baru dikeluarkan dari bungkusannya masih belum tertata rapi.


Bu Erni dan Bu Ani membersihkan kamar mereka masing-masing. Dikamar belakang, Berseberangan dengan paviliun para pekerja.


Bu Erni tidak akan lama berada disini. Bibi Cherly itu datang ketempat ini sekedar mengantarkan dan melihat situasi disekitar lingkungan tempat Cherly dan Barra. Dan memastikan bahwa sang keponakan akan dapat mengasuh anaknya Banta Malik agar lebih mandiri dalam mengasuh dan memelihara tumbuh kembang Banta Malik.


Sedangkan Bu Ani akan tetap berada bersama Cherly dan Barra.Untuk mendampingi dan meringankan beban Cherly dalam mengurus dan menata rumah tangganya. Bu Ani sudah dianggap keluarga sendiri oleh Barra.


Walau diberi imbalan yang sangat pantas.


Bu Ani adalah seorang gadis desa yang telah berumur.


Namun belum mendapatkan jodohnya diusia yang menjelang 40 tahun.


Cherly sangat menghormati dan menghargai wanita yang berwajah manis dan berpenampilan sederhana itu.


Bu Ani adalah adik Ibu Siti yang telah ikut dengan keluarga Ramadhan Sejak Barra masih remaja.


Dan suami Bu Siti Pak Jana yang ikut dengan Keluarga Ayah Barra sejak dia masih muda dan mengabdi hingg tua kepada keluarga Ramadhan.


Yakni Barra Malik Ramadhan hingga tua.


Cherly melihat sosok Barra sebagai pria yang baik dan dapat mengayomi hampir semua orang.


Dengan pegawai dan pekerja yang sebanyak 12 orang itu. Barra terlihat akrab dan memperlakukan para pekerjanya bagai keluarga sendiri ditengah Padang luas dan lahan yang hampir meliputi area perbukitan hingga melintas mendekati pegunungan hutan tropis yang lebat itu.


Barra mulai memetik hasil kerja keras mereka selama ini.


Pohon sawit yang mulai berbuah diatas tandan yang bersusun lebat hingga menyentuh tanah.Juga pohon pohon jati dan Meranti hutan yang mulai bisa ditebang membentuk kayu gelondongan yang siap dijual dalam muatan mobil Container dengan box terbuka dan berukuran raksasa.


Beratus ratus Ton kayu itu mulai dilempar kepasaran Internasional dan dalam negeri.


Dari hasil yang didapat membayar keringat para pekerja yang siap dengan alat penggerek dan Chaisaw yang berdengung dari tengah lembah jauh mendekati hutan liar tersebut.


Trolly trolly raksasa pembawa kayu itu hampir bekerja sepanjang waktu. Dengan ban besi yang beradu dengan tanah dan bayu cadas ditengah lahan gambut itu.


Barra ikut bekerja bersama mereka dan Bermandi keringat sewaktu memantulkan penggada besi untuk mengikat pengait rantai besi besar itu kepohon yang telah berbentuk gelondongan agar dapat ditarik ke Trolly besar itu.


Badan yang kukuh dengan sepatu boot dengan kemeja kotak yang basah oleh keringat itu terlihat memasuki rumah dengan wajah ceria ditengah kelelahannya Di saat melihat Cherly tersenyum menyambutnya dipintu depan bagai putri yang cantik dengan terusan Lila yang berbunga lembutnsambil menggendong putranya.

__ADS_1


__ADS_2