
Mereka makan dalam diam.
Truddie tak banyak mengeluarkan komentar.
Akhir pekan ini dia akan pergi berlibur dengan Sang Ibu.
Ibu Ning dan Tuan Paul.
Truddie Poulinsky. Gadis itu tampak kadang gelisah.
Harus berapa hari lagi dia akan seperti ini.
Bersama dengan Sam menemani Chers yang sedang menyendok nasi putih itu kemulutnya.
Sesekali terbatuk-batuk.
Rasain Lo! Makanya jangan suka buka baju di waktu malam! Kan masuk angin! Bathin Truddie jahat!
Truddie melihat bekas hisapan Vampir itu dileher sang sobat yang merah kebiruan.
Masa iya sih Ayah si Barche' begitu tega mengotori leher temannya jadi peta pulau Ambon bertumpuk tumbuh bahkan sampai kedadanya Cherly begitu banyak! Pikirnya lagi.
Truddie tak biasa seperti itu! Dia lebih suka menonton film dewasa dari pada praktek langsung.
Truddie tak pernah melakukan hal seperti itu! Dia pernah berkenalan dengan seorang pria tampan di Club'. Dan berkenalan! Sewaktu pria itu mulai ***** ***** tubuhnya dia merasa terganggu dan menendang ************ pemuda itu sampai keteter.
Truddie merasa percintaan itu tak membuatnya nyaman. Dia lebih nyaman dengan menyaksikan percintaan Gerace yang bermesraan atau Cherly yang sedang berciuman dengan Neo diawal percintaannya. Atau dengan Barra disaat telah menjadi suami temannya itu.
Truddie merasa lebih cocok jadi penonton saja.
Dia belum merasa ada yang cocok untuk menjamah tubuh indahnya!
Diam diam Truddie melirik kearah Sam! Yang tidak ikut makan, Malah terkantuk-kantuk didekat jendela dengan Ponsel imutnya.
Dua orang perempuan datang dipagi hari dan membuat sarapan yang enak buat mereka.
Tadi sudah bertegur sapa dengan Truddie yang mau tahu banyak tentang semua orang yang baru dikenalnya.
Namun Truddie tak berminat untuk mengetahui tentang Sam yang tampak aneh baginya.
Ketika mereka selai menikmati sarapan pagi yang enak itu Truddir harus kecewa mendapatkan jawaban Bahwa mereka akan pulang besok.
Truddie merasa suntuk disini.
Dia turun kebawah dan melihat Sam sedang bersiap siap untuk pergi.
"Sam! Bolehkah aku ikut bersamamu?" Pintanya sambil memutar mutar ujung Tanktop coklatnya.
__ADS_1
Pria itu menatapnya dengan dingin.
"Aku harus mengganti pakaianku yang terasa lengket.
Aku tak terbiasa sepertimu! Mengenakan pakaian yang sama selama 24 jam tanpa diganti, Untung saja kau tidak bau Sehingga aku tak perlu menyediakan fresh spray dimukaku yang bersih ini," Katanya. Sam mulai terbiasa dengan gaya bicara Truddir yang selalu terkesan memojokkan dirinya.
Sam hanya diam dan menundukkan kepalanya.
Truddie tak perlu menunggu persetujuan dari pria pendiam itu.
Secepat kilat memegang tangan Sam yang terasa dingin. Memasuki mobil box dan duduk didekat Sam.
"Sam! Apa kau tidak kesepian dengan menutup mulutmu sepanjang hari! Aku tak akan bisa menghentikan mulut ku yang kecil ini dari ocehan penting yang rugi untuk dilewatkan," Katanya mengoceh sendirian.
Berbicara dengan lelaki disampingnya sama dengan berbicara dengan dashboard didepannya.
Tak ada sahutan, Namun Truddie bosan diam diapartemen itu. Mendengar ******* Cherly dan Geraman Barra membuat kupingnya jadi ikutan panas.
"Sam! Apa kau punya cukup uang untuk membeli beberapa keperluan untukku?" Tanya Truddie ragu ragu.
Sam hanya mengangguk kecil .
Truddie menarik nafas lega.
Ini tidak buruk!
Oh Apa kau tak melihat Betapa meriah bekas ciuman maniak **** itu ditubuh temanku yang imut itu.
Tubuh Chers serasa ***** dikunyah kunyah oleh si Barra."Katanya lagi dengan bibir lancipnya.
"Sudahlah Chesire! Aku mulai bosan mendengar ocehan yang tak penting itu," kata Sam mendesis pelan.
"Oh kalau kau bosan! Kematian teleponmu! Dasar pelit! Katanya merampas dengan paksa terlpon kecil yang sedang digenggam Sam ditangan panjangnya yang masih berada distir kemudi.
Membuat Sam terperangah! Belum ada seorangpun yang berani memegang ponsel canggihnya yang kecil itu.
lengkap dengan alat deteksi dan monitor penting berisi scan informasi dilengkapi dengan sandi rahasia.
Dengan memonyongkan bibirnya kecilnya Truddie mulai mengetik nomor Chers.
"Hai Chers! Aku akan pergi keluar dengan Pria Es ini! Aku akan membawa jajanan enak untukmu! Apa kau ingin pizza? Croisant? Muffin? Atau kentang goreng?"Katanya cengengesan membuat pria disampingnya tak sabar mendengar informasi yang tak berguna itu.
Barra mengerutkan kening melihat nomor yang dipakai Truddie adalah ponsel Sam! Sebelum Barra menyahut Truddie sudah nyerocos lebih dahulu.
"Truddie cepatlah pulang! Kau cari masalah ikut pergi keluar bersama Sam!" Perintah Barra dengan cepat dan terdengar cemas.
Klik telepon itu terputus sa'at Dan merampas ponsel ditangan Truddie.
__ADS_1
"Kau sebaiknya turun disini!" Perintah Dan tegas sambil menghentikan mobil dengan mendadak!
"Aku tak mau turun Sam! Disini sepi aku takut! " Kata Truddie bersikeras.
"TurunLah! Aku yang akan membelikan semua pesanan yang kau perlukan! Aku akan menghubungi temanku,! Untuk membawamu pulang kerumahmu sekalian. Walau sepi disini Aman! Jika kau ikut denganku maka kau dalam bahaya! Pergilah!"Katanya dengan tegas, Kali ini Sam berbicara agak banyak.
"Ok! Aku akan turun didepan, Dijalan yang agak ramai.
Tapi jangan disini ya? Please! Aku takut aku akan diperkosa orang jahat! " Kata Truddie memohon kepada Sam! Sam menggeleng gelengkan kepalanya tak habis pikir melihat kebandelan Truddie.
Barra membuang Ponsel Cherly keranjang dekat Cherly yang sedang berbaring!
"Kenapa Bar! "Katanya heran!
"Truddie Cari mati dengan ikut bersama Sam! Pemilik kapal Batubara yang disabotase oleh Sam untuk membawa kayu berharga ke pulau Jawa dan Sumatera itu datang mencari Aku dan Sam! untuk membuat perhitungan dan bermaksud mencelakakan kami berdua. Mediasi kedua belah fihak seharusnya besok! Kapal itu telah menjadi milik Sam sebagai jaminan dari spekulasi besar di sebuah Casino,Tapi si licik Bruce mengingkari janjinya. Dan merebut kembali jaminannya. Aku tidak khawatirkan Sam! Dia pasti bisa meloloskan diri dari orang orang Bruce! Tapi Truddie? Gadis bodoh itu!"Barra terlihat cemas.
Truddie memang akan aman selagi mendengarkan instruksi Sam!
Namun Si Truddie pasti akan membangkang! Seperti biasanya.
Dan tidak mengetahui bahaya yang sedang mengancam nyawanya.
Benar saja! Truddie ngotot agar turun ditempat ramai.
Ramai? Jalan mulai dipenuhi pepohonan dikiri kanan jalan yang mulai dimasuki oleh box tua itu.
Dan dalam hitungan detik mobil box tua itu berdecit keras dan berhenti mendadak.
Dengan cepat Sam membuka pintu dan menarik Truddie keluar mobil.
Saat ponselnya mulai berbunyi berbunyi dan mengeluarkan tanda warning bergaris merah lurus.
Sam berlari Denan lincah menyeret gadis itu yang tersaruk saruk dengan mulut menyumpah nyumpah.
" Waktu kita hanya 10 Menit Truddie! Sebaiknya kau diam gadis Bandel," Desisnya tajam dengan mata memerah!membuat Truddie terdiam seketika.
Satu unit mobil Lancer Hitam kuno menunggu mereka dipersimpangan yang tak rata. Dimasuki oleh Sam dengan tergesa sambil menyeret Truddie dan memasukkannya dengan kasar hingga terjerembab kesisi jok dan punggung membentur kabin. Truddie melotot kearah Sam sambil meringis.
"Kita lewat Utara Faz! " Instruksinya singkat.
Dan mobil kecil itu meluncur bagai anak panah menyusuri jalanan yang tak rata.
"Mereka memblokir hampir semua rute jalanan. Kita terpaksa melintas jalan yang berbeda-beda,"Jawab Pria hitam bertubuh agak pendek itu dan dipanggil Faz!
"Apa aku juga ikut dalam petualangan ini? Aku sebenarnya suka dengan Mc Gyver sewaktu kecil dulu! Ayah dan Ibuku juga suka! Tapi aku tak suka didorong olehmu seperti tawanan ini!" Kata Truddie pelan, Otaknya yang belum tersambung itu butuh sedikit pasokan pengalaman berharga sa'at bersama Sam! Dan Truddie mengutak atik kuku kuku cantiknya. dengan masa bodoh .
Dia belum tahu dia duduk ditengah tengah para lelaki yang bermasalah. Dan setiap saat bertahan untuk mempertahankan nyawa dan kehidupannya.
__ADS_1
Sam tak merespon percakapan Truddie walau sekilas. Terlebih lelaki pendek itu! Dia mungkin mengganggap Truddie bagai dengingan nyamuk yang menunggu untuk dilenyapkan!