
"Cepatlah Cher! Kita harus bergegas, Jangan biarkan Pak Neo menunggu terlalu lama. Atau kita tak jadi magang dikantornya! Walau kata, Kita cuma karyawati anak bawang dan kerja part time sebagai Orientasi pengenalan secara sekilas dikantornya, Ya kita harus Profesional lho!"Kata Truddie terdengar tak sabaran. Seolah olah dia adalah Karyawan yang sangat penting dikantor Neo.
Membuat Cherly tertawa geli.
Truddie terlihat dewasa dan elegan dengan Blazer Hitam diatas kemeja putihnya yang berenda dibagian dalamnya.
Dengan rok span 5 cm diatas lututnya yang ramping.Tertutupi oleh stocking coklat.
Sepatunya yang setinggi 12 cm itu menopang tubuhnya yang terlihat ramping itu.
"Wow! Truddie! Kau cantik sekali! dan terlihat seperti Anna Bloyne,"Puji Chers kagum.
Sa'at melihat mode Rambut Truddie yang digelung rapi kebelakang meninggalkan untaian rambut keriting mie itu menjuntai disamping telinganya yang memakai anting mutiara dengan bingkai perak yang menggelantung manis.
Kalungnya juga berfirm yang sama dengan anting yang cantik itu.
Bibir Truddie yang cerewet itu terlihat dipoles dengan lipstik warna merah bata dilapisi dengan lipglos transparan yang terlihat mengkilat dan lembut.
Wajah bintik bintik coklat itu tampak samar-samar dibawah lapisan compak powder berpondasi coklat sehingga wajah Truddie benar benar indah dan Good looking!
Tidak salah kalau Grace memasukkannya kedalam Gabungan Grup Populer di Sekolah tinggi ilmu komunikasi itu. Truddie memang keren dan eksotis dengan gabungan wajah Asia-Eropa yang unik.
Truddie berpura pura menunduk malu dengan mengedip ngedipkan matanya dengan jenaka dan terlihat lucu.
Dan dengan pop erlahan mengangkat wajahnya menatap Cherly!
Dan sontak memasukkan lip linear yang tengah dipegangnya kemulutnya dan menggigitnya pelan.
Dengan mata melotot.
"Apakah kau Bidadari? My Babe! Kau cantik sekaleee! "Katanya dengan penuh takjub.
"Kau gila Trud! Mengapa kau memasukkan Pinsil alis itu kemulutmu! Pincil itu baru saja kugunakan untuk menggaruk bulu ketiakku yang terasa gatal," Kata Cherly sambil tertawa cekikikan.
Membuat Truddie membantingkan lip linear itu kemeja rias Cherly.
"Sialan kau Chers, Mengapa tak kau gunakan saja untuk menggaruk bulu kema**anmu saja sekalian!" Gerutunya dengan marah.
__ADS_1
Truddie hanya tertawa menyambar tas sandangnya dan ngacir keluar.Diikuti oleh Truddie yang masih mengomel dibelakangnya.
"Hai BarChek! Do'akan Semoga Ibu lancar didalam melayani klien dikantor yang baru nanti,"Kata Cherly kepada sang putra yang sedang digendong oleh Cahaya, Pengasuhnya.
Bibi Erni dan Ibunya Anita! Ikut mendampingi dalam menjaga dan mengasuh anak tampan dan pintar itu.
Banta mengoceh sambil menunjuk kearah mainannya yang berupa kereta api panjang yang sedang berjalan dilantai rumahnya yang luas itu. Dia sudah bisa mengucapkan beberapa patah kata dalam bahasa dan lidah cadelnya dengan tak jelas.
"Hei BarChek! Tolong jelaskan juga kepada Tante Truddie mu yang cantik ini, Mengapa anak setampan kau harus memiliki seorang Ibu yang ceroboh ini. Masa Sih Tan! Lip liner ku dibuat jadi penggaruk keteknya!"Adu Truddie kepada Bu Anita yang sontak tertawa mendengarnya.
"Kayaknya Tante Truddie belum tahu juga kalau Ibu muda yang ceroboh itu memakai Bra nya sendiri untuk menggantikan maskernya sa'at membersihkan buku bukunya digudang belakang,"Timpal Bu Anita. Disambut dengan tawa Cherly yang cekikikan sambil mencium kedua pipi sang Ibu.
Truddie Juga pamit kepada Bu Anita sambil mencium pipi Wanita itu dengan melambaikan tangan kearah Banta Malik Ramadhan yang kini sudah dibawa kebelakang untuk ritual mandi sambil membawa bebek plastik berwarna kuning untuk menemani acara mandi serunya di kolam minimalis dari plastik karet yang digelar dihalaman samping.
"Awas! Kalau masalah Bra menjadi masker itu sampai menghiasi Majalah Dinding informasi Gadis populer kampus, Dipapan informasi itu, Nyawamu akan berakhir ditanganku Trud!"Ancamnya sambil menyeringai.
"Oh Aku tak akan menyiarkannya di kampus kita Beib! Namun aku akan mengatakan hal yang keren ini kepada Neo, Bukankah ini sebuah penemuan yang spektakuler?" Tanyanya sambil bersiul siul kecil.
Mereka memasuki mobil jok belakang yang dikemudikan oleh Indra yang telah menunggu sejak tadi.
Dia masih ragu .
Apa dia mampu berdiplomasi dengan klien klien yang berlatar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang hebat itu.
Cherly berharap tidak mengecewakan Neo.Dan harus menjadi asisten tetap Neo yang notabenenya berpendidikan tinggi dengan lulusan terbaik dari luar negeri itu. Neo sudah memperkenalkan Sekretaris wanitanya yang cantik itu.
Ivone! Yang cerdas dan sangat menjaga penampilan dan tutur bahasanya, Dengan sikap fleksibel dan luwes. Cherly jadi merasa kecil berada disamping wanita yang sangat cantik itu.
Dan Ivone juga terlihat sangat mengagumi Neo sebagai atasannya dibalik sikap profesional yang ditunjukkannya.
Empat puluh menit kemudian mereka berdua tiba dikantor Neo yang megah dengan pintu kaca lebar dan bening.
Oh hampir seluruh body building kantor Neo terbuat dari kaca tebal dan mahal sehingga Cherly dan Truddie merasa sedang berjalan diatas awan.
Sangat luas, Beberapa puluh karyawan tampak berjalan berlalu lalang dengan segala kesibukan masing-masing.
Cherly sebenarnya tak ingin bekerja disini.
__ADS_1
Namun Neo lah yang mendesaknya.
" Kalau kamu ingin jadi sukses sebagai Wanita karier kamu harus belajar sejak sekarang! Dan kau bisa memulai dari kantorku! Karena Ivone bisa mengajarkan tentang pengembangan diri dan struktur kerja yang baik, Dengan sistem kerja yang bagus.
Kau dapat belajar pendalaman ilmu kepadanya secara langsung.Ivone Adalah sosok Sekretaris yang hampir mendekati sempurna sebagai wanita karier yang hebat!"Puji Neo. Dan sama sekali tak membuat Cherly cemburu.
Dengan Banyak pertimbangan dan perhitungan bermufakat bersama Truddie.Selama berhari hari! Akhirnya Chers Mau juga magang dikantor Neo. Namun dengan Syarat harus bersama Truddie.
Sedangkan Grace lebih dulu magang dikantor sang Om yang memiliki perusahaan dan pabrik Teh yang lumayan besar.Mulai dari perkebunan teh hingga pengolahan , Pengepakan dan pemasaran.
Sedangkan Neo memiliki perusahaan raksasa impor-Ekspor kayu mentah. Hingga pengolahan dan pemasaran.
Didalam negeri dan merambah hingga keluar negeri.
Disamping perusahaan Kelapa sawit mentah hingga pengolahan dan produsen minyak goreng yang terkenal didalam negeri.
Dan sa'at kedua wanita cantik itu menapakkan kaki diruangan Neo. Mata Neo langsung menggelap. Dengan jantung berdegup keras.
Menatap lekat kearah Cherly.
"Cher!" Bisiknya dengan kagum.
Cherly datang dengan tampilan yang berbeda dari sebelumnya.
Dewasa dan tampilan khas sebagai Icon wanita kantoran yang sangat berwibawa.
Mengenakan Blazer Merah hati gelap.Rambut digelung kebelakang! dengan sangat rapi. Tanpa meninggalkan juntaian sedikit rambut seperti biasanya.
Dengan paduan Rok Span pas selutut.
Kaos tipis sebagai dalaman Blazernya. dengan lilitan scratf merah Dilehernya yang putih.
Sepatunya yang dengan tinggi sedang itu membuat tubuh mungilnya bagai bunga Lotus dipermukaan kolam yang luas.
Neo terpana dan terpukau melihat wanita pujaan hatinya yang tetap menjadi ratu dihatinya.
Tetap indah namun tak tersentuh oleh tangan!
__ADS_1