
Enam bulan telah berlalu.
Paquita meniup lilin dengan angka 9 itu sambil membuka matanya yang indah dengan lebar . Dengan mengenakan dress berwarna hijau lumut gold . Kombinasi warna yang unik dan terlihat hebat dikulit putihnya yang cerah dan sehalus manekin penghuni etalase megah.Rambutnya yang kini memanjang melewati pundaknya dihiasi rangkaian sakura putih eksotis pink pudar , Membentuk lingkaran . Membuatnya tampak bagai peri penghuni taman Bunga. . Gaun indahnya dihias permata hijau berkilau kecil dibagian dada kirinya yang berbentuk bunga lotus mini yang sangat indah.
Pesta Ulang Tahun ke 9 ini dirayakan oleh para penghuni Dome raksana berjumlah hampir dua ratusan orang yang bekerja untuk Alexis. Dan siap dibawah perintah Sang Bidadari kecil. Paquita!
Gadis kecil lembut dan seindah Lotus merah Jambu penghuni danau ditengah hutan hijau yang teduh.
Alexis yang lebih sering berada diluar negeri mengurus segala macam carut marut Bisnisnya yang hebat.
Sangat jarang bertemu dengan Paquita.
Dan jikalaupun mereka bertemu tak banyak yang dikatakan oleh pria bertemperamen aneh itu.
Alexis lebih sering berada diruang kerjanya terlalu sibuk dengan pengamatan Diagram dan garis yang tak dapat dimengerti oleh seorang Paquita.
Alexis mengendalikan sesuatu tentang Paquita dengan sebuah hologram canggih yang selalu dibawanya.
Alexis akan memantau dan berkomunikasi dengan Leopold dan pengasuh Paquita melalui benda itu.
Suara alunan lembut yang terdengar lamat lamat masih mendayu Dayu ditaman hijau luar Dome Alexis. Semua terlalu sibuk dengan berbagai atraksi teratur dan terarah jauh dari kesan keriuhan dan Hingar bingar. Sesuai tema dan karakter sang penguasa rumah. Alexis.
Berjalan, Duduk dan menikmati berbagai hidangan pembuka. Hidangan Utama dan Hidangan penutup. Terlihat tetap mewah walau pesta ini lebih mirip resepsi kecil yang hanya dihadiri oleh seisi rumah.
Namun Paquita tetap merasa kehilangan , Jauh dan tak terlihat! Paquita tak tahu siapa yang dirindukan olehnya.
Gadis kecil itu seolah tak mengingat orang orang penting didalam hidupnya. Diantara senyum manisnya yang terkembang dibibirnya yang memerah alami dan hanya berlapis lip honey yang disapukan oleh penata riasnya yang tertampilkan secara natural dan tetap menonjolkan sisi anak anaknya yang terlihat hebat.
Dari monitor dibelahan bumi yang lain. Tampak seorang pria tengah mengelus seekor Chihua Hua mungil dipangkuannya yang berwarna hitam dengan rantai emas melingkari leher makhluk kecil itu.
Terlihat menggemaskan.
Jemari panjang berkuku rapi dan terlihat mengkilap itu menggaruk lembut leher berbulu tebal dan padat itu .
Bibir merah alami yang terlihat basah itu tersenyum kearah monitor lebar ruangannya memperlihatkan Paquita yang tengah menunduk berdoa dalam keheningan sejenak.
Ya Wajah menunduk Paquita yang terlihat sedih.
Alexis perlahan menghilangkan senyum dari wajah tampannya. Mengerutkan kening sejenak." Kurangi dosis esensial untuk penghilang memori gadis itu . Leo! Aku ingin dia mengingatku secara alami, Bukan karena zat sialan itu!" Katanya pelan pada seseorang diseberang sana.
Bukankah dia terlihat egois Sekarang!
Memisahkan Paquita dari keluarganya dan menjalin komunikasi yang sangat minim dengan gadis kecil itu.
Alexis memang sengaja menjaga jarak dengan Paquita.
Alexis takut jika penyimpangan orientasi seksualnya akan keluar. Dia merasa seperti pedofil ! Dia tak ingin Paquita membencinya dikemudian hari.Dan ini akan sangat berbahaya untuk gadis kecil seperti Paquita.
__ADS_1
Dia akan menjaga dan menggenggam Paquita dengan nyaman bagai menjaga kristal yang berharga! Bukan ingin merusak kebahagiaan gadis kecil berwajah malaikat itu.
Alexis Memeng berbeda dari kebanyakan manusia lain pada umumnya.
Orientasi yang kompleks menurutnya.
Disuatu sisi Alexis menyukai sesama jenis disuatu sisi lain menyukai lawan jenisnya.
Dan diusianya yang kini menginjak 30+ menjadi kian aneh.
Dia sangat terobsesi dengan gadis kecil itu. Namun Hanya pada Paquita.
Bukan dengan yang Lainnya.
Dia sama sekali tak ingin bercinta dengan wanita yang lain.
Dia memaksakan diri walau hanya dengan sebuah sentuhan bibir dengan yang lain. Apakah itu lawan jenis dan sesama jenis.
Sejak mengenal Cherly dia seperti pribadi yang berbeda.
Dan sejak kehadiran gadis kecil itu. Keinginannya dengan wanita lain menjadi dingin dan cenderung merasa jijik melakukan suatu kontak fisik dengan yang lain.Ini sangat menyiksa Alexis yang terbiasa dengan gaya Hedonnya yang penuh glamour dan Hippies.
Apakah dia mencintai Paquita yang bahkan belum menunjukkan sisi kewanitaannya yang sesungguhnya.
Namun dapat membangkitkan sesuatu dalam diri Alexis.
Dan ini yang membuat Alexis ingin menghindar dengan menenggelamkan dirinya dalam rutinitasnya menjadi kian meningkat.
Dia bahkan bagai workaholic yang super gila. Dengan mengambil dan mengendalikan semua bisnisnya yang seharusnya dapat dikerjakan oleh orang orangnya. Namun Alexis yang sengaja memilih kesibukannya hingga melupakan Paquita yang dari waktu demi waktu kian menggila.
Ilusinya kian tinggi hanya dengan membayangkan Wajah Paquita.
"Hai Alex! Apa kau berencana mengakhiri liburanmu secepatnya?" Seorang gadis yang mengenakan baju mandi berwarna abu abu tipis berbulu lembut kelar dari kamar mandi ruangan besar itu sambil menggosok rambut pendek sebahunya dengan handuk kecil.
Gadis yang selama dua bulan ini menemani Alex dirumah cantik berdinding tebal berkaca Anti peluru berwarna hitam. Sambil mendekati pria itu dan mencium pipi Alexis dengan singkat.
Alexis hanya mengangkat bahunya acuh. Tangannya masih membelai Chihuahua hitam berbulu pendek dan padat. Sesekali mengeluarkan bunyi kecilnya dan menjulurkan lidahnya menatap Alexis.
Pria berkaos putih dengan celana panjang Cudrdoray longgar itu perlahan meletakkan Anjing kecil itu dan bangkit mengambil rokok putih yang berada diseberang meja bar diruangan luas itu.
Menyalakan pemantiknya dan mulai mengisap rokoknya yang ramping diantara bibir indahnya yang memerah itu.
Menghembuskan lewat bibirnya yang setengah terbuka. diantara rambut gondrongnya yang menjuntai keren.
Wanita yang kini hampir tak mengenakan selembar pakaian itu sengaja mengganti bajunya didepan Alexis menatap pria didepannya dengan pandangan takjub.
'Sial! Mengapa pria semaskulin dan setampan ini begitu sukar diraih?' Desahnya putus asa.
__ADS_1
"Aku tak suka melihat seseorang bertelanjang diruanganku. Ini sangat mengganggu!" Desisnya menatap kearah jendela dengan memiringkan wajahnya kesal.
Wanita itu menutup sebagian atasnya dengan raut kecewa.Dia merasa murahan sekarang!
Bukankan setiap detail tubuhnya adalah aset yang sangat mahal? Bahkan gelang karet pengikat es Mambo jika berada ditubuhnya akan menjadi barang yang berharga jual tinggi? Ya dengan memamerkan telapak tangannya yang sangat cantik saja dia akan dibayar ratusan juta.Dan mengapa pria berwajah oriental ini menjatuhkan harga dirinya dengan pandangan tak berminat kearah tubuhnya yang indah bagai Dewi Aprodite.
Sedikit banyak dia tahu tentang kehidupan Asmara Alexis.
Seorang Gay! dan seorang Players! diantara wanita wanita cantik yang dikencaninya dalam waktu bersamaan.
Dia menyukai kedua jenis ini.
Dengan kelihaiannya diatas ranjang. Dia dapat menaklukkan pria dan wanita mana saja.
Namun kini bagi wanita itu Alexis tak ubahnya bagai Dewa Narcissus yang hanya menyukai dan mengagumi dirinya sendiri.
Tanpa dapat menyukai yang lain.
"Kau pasti kena kutuk Alex! Kau dikutuk Tuhan dengan cara tak menyukai wanita manapun. Dan malah menyukai anak kecil yang masih Berusia sembilan tahun."Katanya mnggerutukkan giginya menahan rasa malu.
Setelah dua bulan bersama dengan Alexis. Pria itu hanya mengelus ngelus tubuhnya dan kemudian menyakitinya dengan pukulan dan lecutan untuk melampiaskan kekesalannya karena ketidakmampuan dirinya dalam memulai kontak tubuh.
Pria itu hanya diam melihat kearah jendela luar. dengan bahu yang bergetar menahan marah.
" Kenapa! Kau marah? Bukankah dulu kau menikmati tubuhku berpuluh kali dalam semalam? Kini kau terkutuk! Karena banyak wanita dan pria yang mati karena obsesi bercinta gilamu! Termasuk Fab! Aku tahu apa yang kau lakukan padanya saat bercinta!" Kata perempuan cantik itu dengan sangat berani.
Dia tak perduli,!
Pria itu Marah?
Biar!
Dia sudah lelah membujuk pria untuk menjadikan tubuhnya candu untuk pria dingin itu.
Dia terhina!
Dan ingin membuat Alexis juga terhina.
Namun sebelum dia berkata lebih jauh.
Tiba tiba dua orang lelaki berbaju hitam dengan tubuh proporsional mengendap secepat kilat. Menutup mulut dan hidung wanita itu dengan sesuatu Hingga kepala Wanita itu terkulai kesamping.
Semaput.
"Antarkan wanita menjengkelkan itu kenegaraannya dan hapus jejak datanya dirumahku! Jangan pernah membiarkan wanita ini keproperty yang aku miliki,"Katanya dengan tegas.
"Leo! Aku akan datang! Sabrina! Siapkan pakaianku!"Perintahnya sambil membuang meletakkan sisa rokoknya keasbak dan mematikannya dengan gaya anggun dan mulai melangkahkan kakinya keruang ganti dengan tungkai panjang yang mengayun lembut.
__ADS_1