
Rumah keluarga Hermawan langsung ramai saat seorang gadis bertubuh mungil turun dari sebuah unit mobil kecil yang lucu! Rania menggoda gadis itu dengan cubitan kecil dipipinya dibalas teriakan Truddie yang melengking. Para Asisten rumah tangga yang diluar dan dalam rumah menyapa gadis ceria itu disambut dengan jawaban manis dipagi hari ini. Senyum diwajah Truddie yang ramah tak sirna sampai masuk kedalam rumah. Disambut dengan kedua anak Rania yang menuntut oleh oleh Coklat seperti yang biasa dibawanya.
"Coklat rasa cintanya ko Nggak ada Mama Truddie," Kata Anak kecil itu, Sa'at melihat Truddie mengeluarkan permen warna warni iyu.Dengan terkekeh Truddie mengeluarkan dua tangkai Lollypop dari tasnya! Dengan gerakan cepat putri Rania menyambutnya dan berlari sambil mengucap terimakasih.
Seperti biasa gadis itu langsung menyapa dengan kicauan mulutnya yang bagai burung kenari itu.
Mencium pipi Bu Anita yang sedang menggendong Banta Malik diruang tengah.
"Sudah lebih satu Minggu tak muncul! Ibu jadi rindu Trud! Bagaimana kabar Ibu dan Ayahmu Nak?"Tanya Bu Anita kepada gadis itu dengan suara lembut sambil menatap Truddie dengan senyum mengembang.
"Baik! Bu! Masih seperti biasa sang Nyonya dan Tuan itu masih sering keluyuran dimalam hari! Resepsi! Dengan Habitat Baheulanya!yang Soak Soak itu! Hihihi Ibu tahukan? " Katanya Nakal.
Karena kedua orang tuanya suka nonton film Klasik bersama sama dengan seangkatan mereka sewaktu muda dulu.
"Huss! Gak boleh gitu dong! Orangtua gak boleh dibilang Soak! Nanti Trio Popular kalian akan Soak juga jika sudah seumuran kami kami ini lho," Kata Bu Anita pura pura merengut.
Truddie tertawa ngakak sambil mencium kembali pipi wanita setengah baya itu pelan sambil ngacir masuk kedalam kamar Cherly seperti biasanya. Mendorong pintu yang masih tertutup.
Ibu Anita baru saja akan membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu saat gadis itu telah masuk kekamar Cherly.
"Hei! pemalas! Bangun dong! Heran deh! Seorang wanita anak satu Masih bergelung dengan mimpi indah dipagi hari dengan anak kecil yang berjalan keluar dengan langkah pendek itu. Kalau dia masuk kekamar Mandi dan terjatuh kedalam bak itu dan kelelep gimana! Suamimu yang sedang bertapa dihutan sana akan menyesal seumur hidup, Kalau si BarChek yang tampan itu sampai ko'it! Oh anakku! BarChek! Untung kau punya ada seorang nenek yang siaga! Kalau mengharapkan Ibumu yang sangat pemalas ini, Huuuu Jauhhh deh, Aku khawatir kalau anak kecil itu akan berakhir jadi makanan Singa kutub!" Kata Truddie panjang lebar sambil duduk disisi Cherly yang masih tertidur!
"Tidak ada singa kutub disini Trud! Singa sirkus mungkin!"Suara Bariton itu terdengar dari arah belakang, Tepatnya didepan pintu kamar mandi.
"Ayah Barche'!"Pekik Truddie horror.
Barra memakai Kaos putih itu yang tampak lembab terkena tetesan air.Dengan bawahan handuk berwarna kuning melilit di pinggang pria maskulin itu.
Cherly membuka matanya mendengar pekikan Truddie sambil mendelik malas. Sambil melihat kearah Truddie yang tampak khidmat kearah Barra dengan gaya yang berubah anggun.
Hmm, Truddie menjalankan muslihatnya dengan bergaya sebagai wanita yang baik budi dan bergaya malu malu.
Disertai bahasa formal dan sangat baku. Membuat Cherly hampir tergelak.
"Aku minta Ma'af telah lancang memasuki kamar kalian, Sebenarnya Aku seorang wanita yang sangat pemalu dan beradab untuk memasuki kamar seorang wanita yang sudah menikah, oleh karena itu! dengan jari sepuluh aku mohon maaf. Oh Ibu Barche'! Bangunlah Nyonya Barra! Atau Apa aku perlu memasakkan bubur untukmu? Kau terlihat lesu! Aku akan membuat telur ayam kampung setengah masak untukmu," Kata Truddie berubah sangat baik dan mengelus ngelus rambut Cherly dengan penuh sayang.
Barra tersenyum tipis dan duduk diatas sofa dengan handuk lebar itu. Dia terlihat cukup sopan.
"Tidak apa apa Truddie! Kalian biasa berkumpul disini! Jangan sungkan!" Ucap Barra.
"Ohhh Anda baik sekali Ayah Barche' Aku berusaha untuk tidak sungkan! Dan akan menganggap kamar ini bagai milik sendiri," Katanya dengan tersenyum mengatupkan Kedua tangan dibawah dagunya.
"Awww! Sakit Tau!!"pekiknya, Saat tangan Cherly mencubitnya dari bawah selimutnya.
"Kau Gila ya! Awas akan kuadukan Pada Samsul! Kalau kau berusaha merayu Suamiku," Bisik Cherly pelan.
__ADS_1
Truddie hanya cengengesan.
" Siapa takut! Eh Ayah BarChek ! Apa temanmu yang Soak itu telah kembali kejalan yang benar! Aku tak melihatnya lagi bergentayangan dimalam hari! Aku enek melihat Orang aneh itu!" Kata Truddie jengkel.
Barra melihat Truddie kembali seperti dulu.
Ceria dan menyenangkan! Barra berharap gadis itu tidak kembali kepada Traumanya atas perlakuan Sam.
"Ayo Bangunlah Chers! Aku tahu tadi malam kamu dan Ayah si Barche' habis membajak sawah sekitar lima atau enam putaran! Tapi tamu kan harus dihargai! Ihh nggak ada adab lu ya!" Bisknya jengkel ketelinga Cherly.
Cherly mendelik dan memukul kepala gadis itu dengan pelan.
Terbangun dengan lesu!
Truddie menutup mulutnya terperangah. Melihat kearah dada dan leher Truddie yang sedikit terbuka.
"Waw! Amazing! Bukan hanya pulau Ambon yang kulihat sekarang! Pulau Sumatera dan Kalimantan juga terlihat jelas," Katanya sebelum melarikan diri keluar ! Saat melihat Cherly murka bersiap memukulkan guling besar itu ketubuhnya.
Barra hanya meraih Tabloid wanita dirak disisi meja sofa kamar. Pura pura tak mendengar pertengkaran aneh itu.
Truddie telah berada diluar sambil berbicara ribut. Tentang berita artis terkini, Pembahasannya tak pernah habisnya bersama Rania dan Bu Erni, Truddie juga berbicara tentang sinopsis film horror yang tadi malam ditontonnya bersama sang Ibu.
" Sungguh tak disangka ternyata Ibu dengan dua anak itu adalah hantu! Pada awalnya kukira mereka adalah manusia penghuni rumah yang baru ditempati itu! Aduh! Pokoknya seru deh Kak,! Iya! Judulnya The Others!"Sambungnya dengan penuh semangat.
Bagai Sponsor tanpa gaji!
Dan mereka bertiga enam mata duduk berhadap-hadapan digazebo belakang rumah Cherly.
Di alun alun kecil dekat kolam ikan yang lumayan luas.
Dikelilingi oleh perdu semak semak bunga mawar dan bunga Bakung yang sedang berbunga, Seolah berlomba menunjukkan keindahannya yang memanjakan mata.
Barra memakai kaos putih dengan celana Navy yang berkantung empat disertai kancing ditutup sakunya.
Barra memang terlihat selalu bersinar.
Sangat kontras dengan Cherly yang terlihat agak lemah dan sedikit pucat.Mengenakan terusan berwarna coklat susu yang lembut. Namun Terlihat ceria mendengar ocehan temannya tersebut.
Barra sesekali menggenggam tangan Cherly dan membawanya jemari lentik istrinya kepangkuannya.
Semua itu tak lepas dari lirikan mata Truddie yang mendecih iri.
"Kau terkadang romantis! Tak seperti si Samsul itu! Aku ya! Paling benci melihat pria sok keren! Dingin! Kaku kayak mayat! Bicara satu satu! Kayak nunggu durian jatoh! Pokoknya temanmu itu ngeselin deh!"Dengusnya tak senang.
Bara hanya terdiam mendengar kemarahanmu Truddie
__ADS_1
"Sam Bukan temanku! Melainkan adikku! Kau belum mengenalnya, Oleh karena itu persepsi tentang dia jadi berbeda-beda," Kata Barra membela Sam sambil tersenyum kearah Truddie yang memonyongkan bibirnya kesal.
Lancip!
"Oh ! Barr! Aku sudah mengenalnya! Dia membawaku kesebuah rumah tua mirip kastil pembantaian! Dia lalu melucuti semua pakaianku dan menonton tubuh indahku dengan matanya yang dingin...!" Kata katanya terputus saat Cherly menyela!
"Lalu!...Kalian...Oh Trud! Kau hebat! bagaimana raut wajah Sam saat peristiwa itu terjadi, Ahh seandainya aku punya kamera! Pasti akan aku abadikan .Cara dan gaya Sam saat bercinta denganmu," Kata Cherly geregetan membuat Truddie murka!
"Aku belum selesai Bicara Chers! Kau sudah berprasangka manis! Dia menjatuhkan harga diriku sebagai gadis seksi dari Club' Gadis Populer! Dia tak tertarik melihat tubuhku yang aduhai ini! Apa ini bukan suatu penghinaan? Dia malah memakaikanku pakaian hitam seperti hantu wanita penunggu rumah tua! Dan mengantarkanku pulang tanpa kata! Kau tahu Pak Subur sampai pangling melihatku! Bagai Ibu ibu yang mendapat baju bekas saat Evakuasi Bencana Alam," Katanya terluka.
Membuat Cherly dan Barra menutup mulut mereka
Cherly yang tergelak keras sampai air matanya keluar.
Sedangkan Barra melengoskan wajahnya kearah kolam yang memiliki bunga lotus ditengah kolam.
Sambil menutupi mulutnya menahan tawa.
Membuat Truddie semakin kesal.
Barra berdehem beberapa saat kemudia.
Sam!
"Dia diculik dari sebuah panti saat berusia 7 Tahun. Yatim piatu. Dan mendapat pelecehan seksual saat berusia delapan tahun. Ketua penculik itu menyodomi Sam yang masih berwujud bocah tampan berwajah Asia.
Bisa kau bayangkan penderitaan Sam sa'at itu. Dijadikan pelampiasan nafsu ketua gangster jalanan itu.
Sampai duburnya mengalami pendarahan hebat dan terpaksa dirawat dirumah sakit selama berbulan bulan.
Bocah Sam yang tampan. Sangat terluka dan melarikan diri dari gangster jalanan itu dan menjadi pembunuh saat berusia dua belas tahun!
Dia mencari ketua gangster itu dan menghabisinya saat terlengah disuatu Club. Sam sangat trauma dengan peristiwa demi peristiwa kelam yang pernah dijalaninya. Dan hampir semua tentang darah dan kekerasan.
Dia dengan senang hati membasmi kejahatan yang berhubungan dengan pelecehan terhadap anak anak dibawah umur. Sam menjadi seorang pembasmi yang tak terlihat. Namun beberapa orang memanfaatkan keberaniannya untuk sesuatu yang tidak pada tempatnya.
Dengan imbalan yang luar biasa.
Sam sangat kaya! Namun tak dapat menikmati kekayaannya. hanya makan dengan sereal susu dengan sedikit buah.
Usia yang sebenarnya adalah 27 tahun. Selalu mengenakan topeng dan data yang tidak akurat Melanglang buana keseluruh dunia. Bahkan tanpa nama! Kami bertemu disebuah Casino. Namun setelah selesai menjalankan aksinya Sam berusaha menembak kepalanya sendiri.
Dan Aku berusaha menolongnya. Sam selamat! Namun Sam adalah pemuda rumit dan memiliki gangguan pada mentalnya.
Jangan membencinya! Berusahalah untuk membantu Sam dari segala ketakutannya pada sesuatu yang tidak terlihat,",Kata Barra panjang lebar.
__ADS_1
Sam! Truddie menggigit bibir bawahnya dengan pilu.
"Sam! Fakta tentangmu! Sangat mengerikan," Desisnya pelan