
Besok Barra akan pulang ketempat dinasnya. Tepat dihari ulang tahunnya yang ke 36 Tahun.
Yang dirayakan secara sederhana dengan makan malam bersama.
Dan tadi siang Barra telah memberi santunan kebeberapa panti Asuhan Anak yatim dan fakir miskin. Bersama sang istri. Sebagai rasa syukur tentang rezeki yang telah diberikan Tuhan kepada keluarga kecilnya. yang sesaat lagi akan memiliki anak yang sedang dikandung Cherly.
Semua berakhir dengan singkat dengan kehadirannya disini.
Dan Dia haru pergi ketempat itu kembali.
Menjadi Pengabdi dan pendidik anak Negeri.
Malam ini mereka berkumpul dirumah Kakaknya Ali dan Rosita.Rumah Bercat hijau Army yang benderang itu tampak ramai.
Empat anak Ali Ramadhan dan dua orang anak dari Rania, Bercanda dan bermain dengan gadget mereka, Sementara yang masih kanak kanak dan Balita itu berlarian diteras depan.
Pedro dan Salsa anak Rania masih berusia 6 tahun dan 4 tahun. Sedangkan anak Ali telah mulai beranjak remaja.
Tania, Roni dan Afifa, Berusia 17 tahun , 14 Tahun, Leory yang masih berusia 10 Tahun, Dan si Bungsu Syailendra yang masih berusia 8 Tahun.
Mereka bermain diberanda depan rumah yang luas.
Sedangkan keluarga Pak Hermawan dengan Istrinya Bu Anita, Ibu Cherly. Joko dan Rania, dan Keluarga Ali beserta Istrinya Rosita, Sedang berbincang tentang banyak hal.
Diruang tamu.
Cherly dan Barra duduk dikursi rotan disamping kakaknya Ali Ramadhan.
Cherly tak pernah melepaskan tangan sang suami sejak memasuki rumah kakak Iparnya tersebut.
Membuat Rosita berkali kali menggoda Chers. Membuat Chers tersipu malu , Sedang Barra hanya diam seolah olah tak mendengar godaan dari kakak iparnya tersebut.
"Aduh Mas Barra! Ada yang nangis nih , Saat ditinggal besok," Goda Rosita dengan pelan kearah Cherly.
Cherly lebih merapatkan diri kelengan Barra.
Cherly tersenyum dan meleletkan lidahnya kearah sang ipar. Dibalas dengan derai tawa sang kakak Ipar, Rosita.
Sejak Cherly masih kecil, Dia dekat dengan Rosita.
Istri Ali Ramadhan yang cantik dan baik. Telah bergaul dengan Keluarga Hermawan sejak lama.
Membuat Cherly tak canggung, Cherly dulu, Seringkali menemani Rosita dirumahnya sa'at Suaminya Dinas luar.
Rosita yang sangat menyukai Cherly sejak gadis kecil itu masih duduk di bangku SMA. Dan berharap suatu hari nanti menjadi Iparnya. Rosita pernah mengutarakan tentang keinginan itu kepada Barra walau melalui Candaannya kepada Sang adik Iparnya.
Namun Barra tak pernah menanggapi candaan sang kakak ipar, Dan tetap menganggap Cherly hanya seorang gadis kecil yang merepotkan.
Dan kini Gadis kecil yang merepotkan itu Masih tetap membuatnya repot.
__ADS_1
Barra kesulitan ketika hendak menyalakan rokoknya. Sebab tangannya seolah terbebat dengan tangan istrinya.
Yang selalu mengelendot manja.
Cherly jadi semakin cengeng dan makin sensitif.
Selama Sepuluh hari bersama Barra ada saja permintaan yang aneh aneh.
Dan Barra yang pendiam itu hanya menjadi pengikutnya.
Rosita memandangi pasangan itu dengan penuh rasa sayang dan perhatian sebagai seorang ibu yang tengah berbahagia melihat keharmonisan Cherly dan Barra.
Rosita adalah wanita dewasa berusia 46 tahun. Cantik , Anggun dan lembut.
Putri Jurangan peternak lebah madu yang semanis madu.
Dulu Rosita pernah hampir menikah dengan seorang Perwira Angkatan Laut.
Namun kandas setelah Ali Ranadhan yang kala itu masih berpangkat sersan, Namun dengan penuh percaya diri mendekati si gadis Ayu, Rosita. Yang bekerja di Bank Swasta yang Bonafid.
Ayah Rosita yang tak menyetujui hubungan Anak gadisnya dengan Ali Ramadhan yang notabenenya adalah seorang prajurit rendah dan Yatim piatu dengan seorang adik yang menjadi tanggung jawabnya. Yakni Barra!
Rosita yang telah dilanda cinta tetap menjalin cinta dengan Ali dan secara diam diam menikah dengan Ali Ramadhan .
Dikantor KUA yang mendaulat Adik laki lakinya untuk menjadi saksi pernikahan mereka.
Pak Indra! Sang Ayah yang menjadi murka sempat membawa persoalan pernikahan yang tidak direstuinya ke Pengadilan, Namun karena kurangnya bukti yang kuat. Dan Ali terbukti tidak bersalah. Pengajuan Sang Ayah ditolak.
Rosita tetap bertahan hidup dalam perkawinannya bersama Ali Ramadhan dengan hidup sangat sederhana dan tinggal di asrama prajurit dengan mengandalkan gaji seadanya. Dengan tambahan beban dari sang adik ipar Barra Malik Ramadhan Adik dari suaminya satu satunya .
Dan Ali sangat menyanyangi Barra.
Demikian juga halnya dengan si kakak ipar Barra, Rosita! Yang telah menganggap Barra seperti adik kandungnya sendiri.
Hingga menyekolahkan Barra sampai perguruan tingginya selesai.
Barra juga tak pernah ingin menyusahkan Sang kakak.
Barra selalu ikut membantu kakaknya tersebut dan menganggap Rosita sebagai pengganti Ibu Kandungnya.
Risita yang hemat dan cerdas dapat mengumpulkan uang dari hasil sisa uang belanja yang ditabungnya dan hasil berdagang soto didepan asrama prajurit itu. Lama kelamaan menjadi kian besar dan berkembang dengan kian pesat.
Kehidupan mereka semakin membaik dan tidak hanya mengandalkan dari gaji Ali Ramadhan. Dan akhirnya warung soto yang didirikan Rosita menjadi Mini Restoran makanan, Dipusat kota dengan puluhan pegawai yang bekerja untuknya.
Dan Ali Ramadhan melanjutkan pendidikannya hingga ke jenjang Perwira.
Rosita memiliki 6 orang anak dari Ali Ramadhan 4 orang anaknya telah mulai tumbuh remaja, Sedangkan 2 orang anaknya meninggal saat berada didalam kandungan.
Mereka Adalah keluarga bahagia dan berkecukupan dan malah terbilang kaya.
__ADS_1
Dengan keuangan yang dapat membangun tiga unit rumah dan mendirikan Rumah kost kostan dijalan pusat kota. Walau bukan rumah kost mewah namun dapat menambah penghasilan keuangan mereka menjadi semakin melimpah.
Dan akhirnya Sang Ayah datang sendiri kerumah Ali Ramadhan dengan penuh kerinduan kepada anaknya Rosita dan juga cucu cucunya yang beranjak besar. Ali Ramadhan Adalah lelaki yang sangat baik , Dengan senang hati menerima kedatangan orangtua istrinya kerumahnya Dan pintu rumahnya selalu terbuka untuk orangtua itu.
Yang telah dianggapnya orangtuanya sendiri, Sebagai pengganti Orangtuanya yang telah lama meninggal.
Dan malam ini semua berkumpul disini Dengan wajah yang ceria. Cherly memberi khabar tentang kehamilannya denga malu malu.
Disambut kedua belah pihak keluarga Dengan sangat sukacita.
...****************...
Namun Nun disebuh kamar yang berdinding putih terang dengan dwsain kamar yang sangat indah dan artistik itu.
Seorang wanita cantik sedang termenung seorang diri dengan cahaya lilin ditengah kue ulang tahunnya yang besar dan indah.
Dikue itu tertulis satu nama dengan karamel ungu yang berukir dengan tanda hati berwarna merah jambu.
Happy Birdhay To you: Barra Malik Ramadhan.
Dan perempuan cantik Itu berbisik dikeheningan kamarnya yang berdinding putih.Sambil menggumam dengan pelan. Dan berbisik bagai hembusan angin malam ditengah derai airmatanya yang mengalir deras.
Kala teringat kemarin dengan suatu penglihatan yang tak ingin dilihat olehnya.
"Cherly! Akhirnya kau berbahagia dengan pria yang teramat kucintai dengan segenap perasaanku! Tapi hatiku sakit Sa'at melihat kehadiran kalian berdua. Tak semanis saranku untukmu! seolah berbahagia dengan kebahagiaan kalian berdua, Aku benci! dan Aku tak ingin kalian berdua bersama. Dan Aku akan kembali merebut Barra darimu!" Bisiknya dengan kilatan mata yang tajam.
Zheba!
Ya Zheba telah melihat mereka tanpa sengaja.
Melihat wajah Barra yang dulu akrab dihari harinya
Dengan julukan dari teman teman mereka. Romeo dan Juliet kampus.
Ya Zheba melihat.
Barra dan Cherly disuatu pusat perbelanjaan Modern, Tangan Cherly selalu memeluk lengan Barra dengan penuh kemesraan dan kemanjaan khas seorang gadis remaja.
Ribuan jarum tajam terasa menusuk hatinya.
Saat Barra menatap istrinya Di keramaian.
Mengurai rambut Cherly yang terjatuh diwajahnyaDan menggandeng tangan kecil istrinya ketika menapak tangga turun menuju Basement. Barra yang membuka pintu buat Cherly yang mengusap usap perutnya.Menatap Barra dari kejauhan seperti seorang penguntit rahasia. Dan itu sangat menyakitkan buatnya.
Praaaaang!!!
Gelas panjang berisi anggur merah yang tadi terletak diatas mejanya kini pecah berhamburan, Membuat lukisan natural dengan kepingan kecil dan tak berbentuk diatas lantai granit yang putih.
"Seharusnya akulah yang berada disisimu Barra! Seharusnya aku! Bukan dia! Dan lihat saja! Kau pasti kembali kepelukanku seperti dulu." Katanya dengan nafas memburu.Dan bibir yang gemetar. Zheba meremas gaun merahnya yang lembut dan mahal.
__ADS_1
Semerah bibirnya yang tergetar penuh dendam dan kebencian. Cinta telah membuatnya kehilangan kontrol dirinya sebagai wanita terhormat. Dan memiliki masa depan yang sangat cerah. Namun perasaan itu hanya Tuhan yang tahu.
Dan cinta itu datang dan pergi tanpa bisa direncanakan oleh manusia.