
Truddie merasa waktu berjalan sangat lambat! Sementara kerinduannya terhadap Si BarChek dan Ibunya Cherly semakin tak tertahankan.
Truddie masih disini sendirian.
Menyandarkan kepalanya disandarkan Coffe Shop yang sepi itu.
Mengapa semua terasa menjauh?
Beberapa pemuda yang lewat melambat kearah gadis berpenampilan Eksentrik itu.
Truddie memakai kaos hitam warna birunya tanpa lengan , Berpotongan rendah.Menampilkan sisi feminimnya yang sangat indah, Pusar dan perutnya yang putih rata itu terkadang mengintip dari bagian tengah tubuhnya.Lalu dipadukan dengan Cardigan hitam tiga perempat dengan sneakers kesayangannya berwarna hitam putih. Sedang rambut coklat keriting cantiknya dibubuhi Hairfoam lumer. Sehingga tampak basah dan mengkilap. Jatuh dibelakang pundaknya. Hingga terlihat melembut dipangkal lengannya yang putih.
Kacamata hitamnya sejak tadi bertengger setia menutupi mata indahnya.
Wajah Bintik coklat samar itu terlihat sangat eksotis dikeremangan hari yang mulai senja.
Truddie tipe gadis pemilih dalam berteman.
Dia akan lengket dan menempel pada satu atau dua orang teman saja yang dianggap cocok dengan kepribadiannya
Tak memandang latar belakang atau status sosial. Jadi kalau sudah dianggap sebagai Soulmate pasti akan dianggap saudara sekandung olehnya.
Truddie memang ramah hampir kepada seluruh orang yang dikenalnya, Namun itu hanya sepintas lalu. Dan merasa nyaman hanya dengan Cherly atau Grace.
Sedangkan Trio Popular adalah Abdi muthlak buat dia dan sahabatnya. Chers dan Grace.
Dan salah satu dari mereka telah menghilang.
Kini Grace semakin sibuk dengan rutinitas kerja dikantornya, Jadilah Truddie selalu bagai orang yang kehilangan arah.
Tanpa teman dan tanpa curhatan yang seru.
Truddie mengangkat telponnya dengan malas.
"Iya Ma! Sendiri saja! Truddie cari angin di Coffe Shop tempat biasa! Iya Ma! Gak akan lama deh! Bentar lagi juga pulang," Katanya kepada sang Ibu. Nyonya Ning.
Ibunya yang paranoid itu sangat takut putri semata wayangnya akan diculik dan dicelakai orang jahat. Selalu dikuntit oleh sang sopir.
Namun hari ini Truddie merasa bebas Pak Brunonya lagi dirumah sakit! Menjaga sang anak yang sedang sakit.
Pak Bruno adalah sopir barunya. Dan lumayan lengah! Sehingga Truddie bisa agak bebas.
Kadang Truddie merasa lucu dan merasa jika orangtuanya terlalu berlebihan dalam menjaga dirinya.
Truddie memang terlihat liar dan bebas! Namun bukan berarti mengumbar kenikmatan kepada para lelaki.
Mereka hanya bisa melihat gaya berpakaiannya yang modern dan terbilang seksi.
Tapi belum pernah disentuh oleh para pria.
Selain Sam! Truddie tersentak Sejenak.
Sam?
Fikirannya menerawang pada sebuah malam yang menggelikan dan menyebalkan.
Dan Tunggu dulu!
Truddie mengernyitkan kening dengan mata yang hampir memburam.
Antara berbagai kabut warna.
Sam! Pria itu duduk dimeja yang tak jauh dari meja kecilnya.
__ADS_1
Berseberangan! Hingga saling menatap bagai dua angsa yang terjebak di danau penantian.
"Sam," Kata Truddie pelan.
Pria itu hanya menatapnya dengan kosong.
Ada apa dengannya? Biasanya tatapannya dingin dan kelam.
Kini ada kesedihan yang seolah tersimpan.
Sam! Mengenakan baju kaos hitam dengan jeans yang senada! Juga sepatu ketsnya yang bewarna kelam.
Truddie langsung bangkit dari kursinya dan mendatangi Sam dengan gerakan yang sangat cepat.
Melemparkan dirinya kesamping Sam!
"Sam! Kapan kamu tiba? Dan Bagaimana keadaan BarChek dan Cherly?" Katanya tak sabaran.
"Anaknya baik baik saja,! Ibunya diculik!" Jawab Sam to the point. Membuat mata Truddie membulat sempurna dibalik kata matanya yang berwarna gelap.
Sam memiringkan wajah menatap wajah Truddie.
"Mengapa dengan matamu! memakai penutup disaat akan malam? Kau bodoh!"Protesnya.
"Aku tak peduli dengan kebodohan ini! Dan ini adalah gayaku! Oh Sam! Siapa yang telah menculik Temanku?"Tanyanya dengan penuh kekhawatiran!
Sam mengangkat bahunya.
Kemudian terdiam dengan wajah murung!
Truddie memandangi wajah Sam dengan berbagai pertanyaan. Semua tersimpan dibenaknya.
" Oh mengapa Barra harus membawanya kehutan Alas Roban itu! Barra harus bertanggung jawab atas semua ini," Cetusnya dengan kesal.
Truddie benar benar gemas atas sikap Sam.
"Sam! Bawa Aku kesana besok! Aku akan membawa BarChek pulang ke Jakarta. Disana tidak aman!"Katanya.
Sam menatap wajah Truddie dengan serius.
"Jangan katakan apa apa pada keluarganya! Aku akan menangkap penculik itu secepatnya," Kata Sam kepada Truddie.
Truddie jadi bingung!
Dia akan menjemput si BarChek! Lantas sa'at keluarga Cherly bertanya tentang keadaan anaknya. Apa yang akan dijawabnya?
Ini Suatu permasalahan yang sangat pelik.
"Sam aku tahu! Kau ingin melindungi Barra atas kelalaiannya atas penculikan terhadap sahabatku. Tapi ini darurat! Kita harus mengatakan yang sebenarnya! " Kata Truddie dengan wajah hampir menangis.
"Jangan! Trud! Aku akan menyelesaikannya dalam waktu singkat!" Katanya penuh percaya diri.
Hingga Truddie terdiam.
"Sam! Besok kita akan berangkat! Aku akan pulang dan berkemas kemas! Booking secepatnya pesawat buatku juga! Kita akan pergi bersama sama," Kata Truddie mantap.
Mungkin dia akan merengek rengek bagai anak kecil kepada kedua orang tuanya. Dengan Alasan berlibur diwaktu yang sibuk! Itu sangat aneh. Dan lisensinya Sangat rumit. Namun Truddie harus menyusun beberapa alasan agar dapat pergi kehutan itu untuk menjemput BarChek!
Trio Popular sudah berikrar. Bahwa anak salah satu anggota adalah anak mereka bersama.
Dia bisa menjaga BarChek bekerjasama dengan Grace.
Sam mengangguk dan bangkit dari tempatnya. Menuju kearah Truddie dan menggenggam tangan wanita muda itu."Ayo! Aku akan mengantarmu pulang, Kau bagai wanita penjaga pantai yang sedang berlibur dihangat matahari. Pakaianmu sangat aneh," Katanya menyeret lengan Truddie Menuju ke Parkiran.
__ADS_1
...****************...
Cherly duduk dengan wajah bosan!
Hari telah malam! Dan dia sendirian diruang besar tanpa manusia ini.
Iseng iseng Cherly menekan Remote Televisi yang lebar itu.
Semua berbahasa Inggris!
Cherly bingung! Sebenarnya dimana lokasinya sa'at ini?
Dia berada dimana? Didaerah apa?
Dan dengan mata terbelalak lebar dia melihat seorang Eksekutif muda itu sedang wara Wiri didalam televisi yang sedang ditontonnya.
"Alex? Theodore Alexis? Salah satu Bankir Terkemuka di Singapura? Oh Tuhan! Jadi dia kini berada diluar negeri?
Dan senyum diwajah yang sangat tampan itu ditengah kilatan lampu Blitz para wartawan yang datang meliput tentang berita terbaru hari ini.
Cherly sama sekali tak tertarik. Dengan wajah tampan dan memiliki penyimpangan seksual itu.
Dunia tak tahu fakta tentang Alex.
Seperti Cherly yang tak perduli tentang pria
Cherly hanya memikirkan sebuah nama yang memenuhi otak dan kepalanya.
Barra dan Banta!
Silih berganti berdengung dibenaknya.
Oh BarChek! Mengapa kita terpisah begitu jauh? Barra Bagaimana kau akan menolongku yang kini berada didalam sebuah Dome Building Raksasa yang berwarna suram itu!
Cherly gemetar ketakutan.
Cherly tak berani keluar dari ruangan besar dan luas itu.
Cherly kesunyian.
Dan airmata mengalir pelan dari pipinya.
"Barr! Jemput Aku! " Bisiknya pelan dengan air matanya yang kian deras.
...****************...
Dan sementara disebuah kondomium raksasa bercat putih.
Seperti sebuah lab penelitian.
Beberapa orang berpakaian putih putih bersimpangan siur dengan tergesa gesa.
Dengan lantai marmer putih dan dinding kaca transparan itu berdiri sebagai pembatas ruangan demi ruangan.
Alex berada didalam salah satu ruangan yang terlihat rahasia itu. Duduk dengan santai melipat sebelah kakinya dengan gaya yang sangat anggun dan rileks.
Bibirnya yang indah dan berisi penuh itu berbicara dalam bahasa Jerman yang Fasih.
Dan diakhir katanya dia berkata:
"Buat Dia melupakan Barra dan masalalunya." Lalu pria itu tersenyum dengan misterius.
Pria tua kurus dengan kaca mata tebal berpakaian serba putih itu hanya mengangguk dan tersenyum diwajahnya yang dingin.
__ADS_1