Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Topeng


__ADS_3

Berkali kali Barra berusaha menenangkan Cherly Agar tenang dan berkata bahwa Truddie akan baik baik saja bersama dengan Sam. Namun Cherly terlihat sangat khawatir dan merasa bersalah telah melibatkan sang teman dalam masalahnya.


Cherly dan Barra akan pergi berkunjung kerumah salah satu teman Barra untuk suatu percakapan penting.


Dan Cherly tak ingin sendirian dirumah ini.


Dia ngotot minta ikut. Barra hanya pasrah dengan sikap Cherly yang tidak beda jauh dari Truddie.


Cherly mengenakan baju yang baru dipesan oleh Barra dari Boutique langganan Cherly.


Cherly terlihat cantik mengenakan terusan Chiffon lembut berbunga kecil favoritnya. Terdiri dari campuran warna warna lembut. Terlihat sejuk.


Terusan Lengan panjang dan setinggi sebetisnya dengan potongan leher rendah menampilkan sedikit dadanya. Tertutup dibagian feminimnya dengan belahan yang menggoda itu.


Barra tak suka Cherly pamer *********** kepada orang lain, Dan berpenampilan seksi.


Dengan gaun tertutup atau terbuka Cherly tetap seksi dimatanya. Seperti saat ini. Terusan tertutup dengan lengan panjang itu sangat indah dan menakjubkan Dimata Barra.


Rambut panjang dan indah itu tergerai dengan indah. Make up tipis Cherly tampak menawan dengan sapuan lipstik warna muda dibibirnya yang indah merekah.


Barra sesekali melirik kearah Cherly yang tampak lesu.


Wajahnya yang cantik tampak mendung.


"Bar! Kamu kembali jadi Guru aja deh! Aku nggak suka melihat hidupmu yang sekarang! Aku takut sesuatu akan terjadi padamu! Kita kembali kerumah perkebunan kita. Dan kembali kerumah Kak Ali Ramadhan dan Kak Rosita sangat merindukan dirimu."Kata Cherly sambil menggenggam jemari Barra.


Barra tertegun mendengarnya. Dan mengelus kepala Cherly pelan.


"Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa jadi Guru SD itu kuno dan puritan.


Disaat semua orang berlomba menjadi Dokter, Pilot, Akuntan dan Arsitektur, Aku hanya seorang Guru dan kau benci Profesiku itu kan?" Balas Barra Mengangkat dagu Cherly dengan lembut dan melihat Airmata Cherly mengalir dipipinya.


Membuat Cherly menggigit bibirnya menahan pedih dihatinya.


Karena sering menghina profesi Barra sa'at itu.


"Itu dulu Bar! Aku belum mengerti dengan tugasmu yang sangat mulia itu! Dimana kau sangat dihargai! Dengan lencana dan penghargaan yang sangat penting itu, Dan kau berperan untuk menjaga dan melestarikan negeri yang sangat kita cintai ini. Kau sangat Hebat Barr! Kau yang terhebat dimataku. Kau tetap seorang Guru bagiku! Aku sangat mencintaimu Barra! Dan aku bisa kapan saja membatalkan pertunanganku dengan Neo! Aku tak ingin kau bekerja dengan cara ekstrim dan mendapatkan banyak uang dengan cara yang tak wajar dan penuh resiko. Konsekuensinya sangat besar Barr! Aku tak ingin kau dan usaha yang tergabung dalam sebuah sindikat yang mengerikan itu,' Kata Cherly tersendat sendat dengan tangisnya yang kian sedih.


Barra memeluk wanita yang sangat dicintainya itu erat erat.dan mencium puncak kepala Cherly dengan penuh haru.


Tubuh Cherly terasa bergetar menahan tangis. Barra merasa sangat bersalah pada istrinya ini. Dan banyak menyisakan luka buat Cherly. Yang menanggung derita diusianya yang masih hijau. Cherly yang belum pernah merasakan kesusahan didalam hidupnya. Harus menderita disaat mengandung anak pertama mereka.


Dan Barra khilaf sehingga pernah menikah dengan wanita lain.


Barra memeluk Cherly semakin erat dia ingin merasakan kesakitan Cherly akibat perbuatan kejamnya dimasa lalu.


Wanita ini telah sanggup menahan penderitaan yang sedemikian hebatnya.


"Barr! Aku telah melupakan semua kesalahanmu, Sehingga kau terlibat dengan kehidupan anehmu yang sekarang.


Putra kita akan kecewa melihat dirimu yang sekarang. Aku yakin BarChek akan senang dan bangga melihatmu jadi seorang guru kembali! Ayo kita pulang Barr! Aku sangat merindukanmu, Demikian juga halnya dengan kak Rosita dan Kak Ali Ramadhan.


Kami sangat menyanyangimu Barr!" Bisiknya sendu. Sambil memegang pipi Barra yang habis bercukur itu.


Barra mencium bibir dan wajah Cherly dengan lembut. "Aku akan pulang Cherly! Kau masih istriku dan selamanya dan telah menjadi seorang Ibu dari anakku.

__ADS_1


Aku juga sangat mencintai dirimu Cherly! Kau wanita paling Hebat yang pernah kutemui disepanjang hidupku! " Bisik Barra dengan penuh kasih sayang


Membuat Cherly semakin tersedu.


Cherly semakin menyurukkan wajahnya keketiak suaminya yang sangat dicintainya ini. Walau diawal pertemuan mereka Cherly sama sekali tak mengintai Barra.


Namun pernikahan yang suci itu membuahkan sebuah perasaan yang sangat mendalam dan dikaruniai seorang putra yang sehat dan cerdas.


Berwajah mirip suaminya dan perpaduan mereka berdua.


Banta Malik yang sangat lucu. Pasti sangat merindukannya dalam dua hari ini dan mencari cari dengan matanya yang jernih itu. Dan bertanya tanya kepada Pengasuhnya dengan bahasanya yang masih bercampur aduk .


"Barra Aku sangat merindukan anak kita! Namun aku juga sangat mengkhawatirkan si Truddie! "Kata Cherly pelan.


"Percayalah Cherly! Truddie baik baik saja! Sam akan menjaganya," Kata Bara sekali lagi. Dan menghapus sisa air mata Cherly yang menempel dipipinya.


Dan menarik tangan Cherly turun kelantai Bawah.


"Apa aku harus memperbaharui make up ku Bar? Aku khawatir kalau temanmu meihat make upku yang terlihat buruk." Kata Cherly sambil berjalan tergesa mengikuti langkah Barra yang panjang.


"Aku dan temanku membicarakan suatu hal yang lebih penting dari make up! Dan teman temanku bukanlah seorang pengamat mode, Dia tak akan bergeming jika melihatmu dengan arang diwajahmu," Jawab Barra tergesa gesa.


"Masak arang sih! Humormu garing,"Kata Cherly ngakak! Barra kembali diam dan Cherly kembali kesifat aslinya.


Cantik namun terkadang terlihat telat mikir.


...****************...


Disuatu Daerah perumahan rumah penduduk penyadap pohon karet didaerah perkebunan penduduk dipinggiran kota.Tampak Truddie sedang menggaruk garuk tangan.Bekas gigitan nyamuk yang meninggalkan bekas kemerahan dikulit putihnya yang halus.


"Wuiiih ...Aku kagum melihat para penduduk disekitaran sini kan Sam? Mereka sanggup bertahan dengan nyamuk nyamuk yang haus darah ini," Kata Truddie lagi lagi menggaruk Wajah putih bintik coklat damar kebanggaannya.


Sam melihat beberapa bentol bentol merah kecil diwajah gadis yang tak henti henti mengoceh dalam situasi dan kondisi apapun.


Ada saja yang menjadi bahan penelitian sebagai pasokan stok cerita yang disuguhkan kepada pendengar yang sama sekali tak berminat mendengar perkataan yang dianggap tak berguna itu.


Entah mengapa Sam merasa kasihan pada gadis lincah yang tampak berusaha keras tak menyusahkannya itu.


Truddie tahan dengan luka lecet dikakinya. Sa'at mata Sam tertumbuk kebahu didekat tali tanktop coklatnya.


Biru memar itu terlihat sebesar telapak tangan Truddie. Terpampang dengan jelas.


Sam mengelus memar itu dengan ujung jarinya. Truddie diam seketika merasa telunjuk dingin itu mengelus pundak dekat bahunya.


Mengapa dia merasa panas dingin saat ujung jari pria itu menyentuhnya dengan selembut bulu ayam mengelus kulitnya."Sakit?"Tanya pria itu pelan.


Truddie kemudian tertawa ngakak dengan tawa konyolnya mencairkan kekakuan dirinya sendiri.


"Sakit? Ih yang benar saja Sam! Aku pernah terjatuh dari atas pelosotan tangga disebuah kolam renang.Bruk! Menghantam semen tapi tak apa apa! Kau tahu beberapa remaja itu datang dan sibuk memotret kearah ku yang dikiranya sudah mati dengan tulang yang remuk. Dan mereka akan mendapat keuntungan dari kemalangan itu! Tapi aku baik baik saja, Dan mereka kembali dengan tangan yang hampa! Dan Aaauuuuhh! Sakit bego!"Ringisnya kesakitan sa'at tangan Sam menekan memar itu agak kuat.


Sam! Pemuda itu tersenyum hingga gigi putihnya yang gingsul itu tampak disela bibir tipisnya yang pucat.


Truddie menatap senyum itu dengan takjub!


"Sam! Kau tersenyum ! Dan sumpah! Kau mirip Artis Jepang Favorit Bokap ( ABG) Angkatan Babe gue! Takuya Kimura Muda Kau keren ! Dikiiit lagi aja tulang tulangmu dibalut daging! Kau pasti gantengnya Akut kronis! Ck CK , Beri aku hadiah dong! Kan aku yang pertama gadis cantik dan populer yang memuji ketampananmu yang legendaris itu!"Kata Truddie penuh semangat.

__ADS_1


Cup!


Pipinya dicium dari samping!


Truddie melihat kekiri kanan dan belakang tak ada orang lain selain si wajah pucat disampingnya!


Oh Truddie menggeleng gelengkan kepalanya.


Tidak! Tidak mungkin si Kuyang Jahat!


Dia kan tak tahu cara tersenyum yang benar apa lagi mencium pipinya yang masih suci mulia ini.


"Sam...Kau baru menciumku?"Tanyanya sangsi.


Pria itu menyipitkan sebelah Matanya kearah Truddie.


"Sam. Kau sudah menyentuh pipiku selain kerabatku dan Papaku Paul yang keren! Kau harus membayarnya dengan....(Mengantarkan aku pulang dengan selamat dan aku akan membayarmu sebanyak 500 ribu ditambah bonus Sweater bagus untuk mengganti sweater bulukmu,")


Namun sambungan kata didalam tanda kurungnitu lenyap didalam otaknya kembali. Saat sesuatu yang hangat menyentuh bibir Truddie yang memerah. Mengulumnya pelan dan sangat lembut membelai dengan lidah yang ternyata sangat panas itu.


Sehingga Truddie mendesah pendek! Dan dengan nafas memburu! Oh Pria ini sangat ahli dalam mencium seorang wanita.Seperti yang pernah dibacanya.


Truddie melayang dengan tubuh melemas dalam duduknya dan bersandar Kedinding bambu dibelakangnya.


Dan pemuda yang tadi duduk mencangkung disampingnya itu kini telah ikut duduk bersama dengan Truddie dan mendesak Truddie dengan panas.


Dan tubuh pria yang terlihat kurus dari tampilannya itu terasa sangat kekar dan keras dibalik sweaternya. Tubuhnya menguar aroma pohon Pinus hutan yang wangi samar. Membuat suasana semakin panas. Saat Truddie menderu dan mendesah pasrah saat tangan Sam mulai meraba seperti didalam kegelapan.


Perlahan Truddie membuka matanya dari balik bulu matanya melihat wajah Sam dengan jelas.


Truddie melihat dari..dekat! sangat...dekat! semakin dekat! selaput tipis pembatas kulit wajah pemuda itu!


Seperti merekat erat kekulit wajahnya dalam.keadaan horny pun sifat usilnya muncul. Dan


Sreekk!!


Truddie menarik selaput seperti karet yang sangat tipis itu! Dengan lancang! Dan sekalian menarik Syal yang melilit dileher Sam yang membuat Truddie seolah sesak.


Topeng! diwajah Sam!


Sangat tipis!


Memperlihatkan mata indah dan deretan alis yang berbaris rapi! Sam!


"Ma mmaa afkan aku Sam!" Kata Truddie dengan wajah ketakutan dan masih memegang selaput karet yang sangat elastis itu ditangannya!


Dileher kekar pemuda itu terdapat Tatto Naga yang sedang berdiri dengan dua kakinya.


berwarna darah!


Bibir pria yang memerah itu.


Terkatup rapat mengepalkan tangannya


"Sa'at nya aku harus membunuh! Siapa yang telah melihat wajah asliku!" Bisik Sam menyeramkan!

__ADS_1


__ADS_2