Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Wanita Wanita Hebat.


__ADS_3

Cherly membuka matanya! Dan merasa seseorang tengah mengelus ngelus Wajahnya dengan jari besarnya yang kasar!


"Barra!" ucap Cherly Lemah.


Pria itu diam. Wajahnya mulai terlihat seperti manusia.


Rambut rambut menyemak itu mulai dibabat walau tidak sepenuhnya.kumis tercukur habis sehingga memperlihatkan bibir tipisnya yang eksotis. Dibawah hidungnya yang mancung.


Wajah yang sering hadir dimimpi malamnya.


Wajah suaminya yang mulai dicintai olehnya kala Itu


Dan kini mata Cherly menghangat. Mengingat pria itu telah memiliki seorang istri lainnya dan mengkhianati cintanya yang saat itu tengah mengandung anak pria itu.


Cambang dan jenggot tebal itu dirapikan dan dipotong sangat pendek. Mungkin 0, 025 cm, Dan meninggalkan jejak kasar dan kehitaman dipipi dan dagunya yang terlihat keras.


Pria itu mengenakan kaos putih pendek dan tipis dibadannya yang terlihat semakin besar dan berisi. Dengan otot otot yang menyembul hampir di seluruh bagian tubuhnya. Wajahnya juga terlihat seperti semakin mengeras dan kasar.Rambutnya masih seperti dulu. Dipotong pendek dan rapi. Dan belum ada uban disela sela rambut itu.


Bukankah usianya mulai mendekati angka 40?


"Dasar pria tua Bau tanah tak tahu diri, Mengapa harus pakai main culik segala sih," Pikir Cherly Gusar.


Cherly malas berbicara dan memaki Barra.


Seperti biasanya.


Cherly memalingkan wajahnya kearah tembok yang bergaris hitam putih kecil itu.


Entah ini kamar siapa! Namun Cherly merasa aman, Setidaknya Kingkong ini berada disampingnya. Jadi tidak ada yang bisa menyembelih leher halusnya atau memutilasi dirinya.


Barra duduk dikursi dekat ranjang besar itu dan menatap Cherly dengan tajam.


"Mengapa kau bertunangan dengan Pria itu? Dan akan menikah dengannya Cherly! Sedangkan kau telah memiliki anak dan memiliki suami!"Kata Barra memulai percakapan dan malah menyulut kemarahan Cherly yang sedang memikirkan anaknya "BarChek"


Apakah Barra sudah gila? Dia baru "akan" menikah! Sedangkan Barra "sudah" menikah. Dan menghilang dalam waktu lama.


Sedang Cherly yang mengandung dan membesarkan putra mereka. Banyak kesalahan yang telah dilakukan Barra untuknya.


Dan kini pria itu berkata seolah olah menyudutkan dirinya."Dasar pria egois," Bisik Cherly tak habis pikir.


"Jawab Cherly! Mengapa kau melakukan ini," Kata Barra.


Cherly merentak Bangkit dengan marah.


"Apa yang harus kujawab Bodoh! Kau yang lebih dulu menyakiti aku Lelaki pikun! Apa kau tidak menyadari saat menggauli dan membuat anak denganku, Malah bercinta dengan wanita lain dan menikahinya.


Kau pikir kau siapa Barra tolol! Meninggalkan Istri yang tengah hamil muda.Lalu muncul seperti hantu dan menculik istrinya sendiri! dan bagaimana dengan Istrimu yang kau nikahi itu? Berapa orang anak lagi yang kau tinggalkan bersama Maya, Kau menyakitiku dan Kak Rosita ! Seharusnya kau jangan menyakiti Maya lagi, " Kata Cherly keras sambil menangis.

__ADS_1


Barra mendekati Cherly pelan hendak mengelus bahunya namun ditepis dengan kuat oleh tangan kecil Cherly yang lembut.


"Jangan sentuh aku pria jahat berwajah dingin! Kau kuanggap sudah mati dengan semua kekakuan busukmu,"Kata Cherly marah hendak berlari menuju pintu.


Namun dengan mudah Barra menahan dan memeluknya dengan erat.


Cherly menangis didada Barra yang keras.


pria aneh ini hanya diam dan tanpa pembelaan untuk dirinya sendiri. Atau membujuk Cherly yang sedang menangis sesenggukan.


Mengangkat wajah istrinya yang sangat dicintainya dalam diam itu dan melihat Cherly hadir disini adalah bagai mimpi buat Barra.


Barra menggadaikan seluruh hidupnya untuk menebus semua kesalahannya kepada Istri dan anaknya itu.Dan Barra tak bisa menjauhkan Cherly dari hidupnya seperti dia menjauhkan kehidupan yang dicintainya, Profesionalismenya dalam banyak hal telah tertinggal oleh gadis bertubuh kecil berdada besar yang sangat cantik ini.


Lihatlah!


Pinggangnya yang kecil dengan tubuh bagai biola itu.


Yang kini tengah dielusnya pelan. Menelusuri pinggul Cherly yang padat namun lembut.


Membuat Barra selalu kehilangan akal sehatnya.


"Aku tak punya istri lain namun aku telah punya putra yang tampan dari seorang istri yang sangat cerewet!"Bisiknya dengan wajah biasa.


Cherly Mengangkat wajahnya tinggi menatap wajah Barra.


"Mengapa kau meninggalkan aku Bar! Aku selalu merindukan dirimu, Kamu lelaki kasar dan jahat! Aku sangat membencimu,"Kata Cherly menangis lagi.


Barra menghapus Airmata Cherly tanpa mengatakan apapun.


Mengecup kening Cherly yang harum.


Mengelus bahunya yang ramping dibawah gaun hijau tua yang lembut.


Tubuh Cherly melembut, Saat Jemari Barra menyelusuri lehernya dan membelai tubuh indahnya.


Dan kian melembut saat Barra menggendong tubuh mungilnya bagai bayi dipelukan Barra. Dan merebahkan tubuh lembutnya keranjang.


Membuai Cherly dengan sentuhannya yang sangat ajaib.


Bibir Cherly menyambut semua serangan yang dilancarkan oleh Barra. Dan tubuhnya merespon setiap sentuhan Barra.


Deru nafas Cherly bersatu dengan degup dada Barra yang dipenuhi oleh gairah kronis selama bertahun tahun.


Saat pakaian Cherly yang lembut itu mulai terlempar satu persatu.


Barra kian terpana melihat tubuh istrinya yang kian sempurna. Barra tersenyum dan tahu mengapa dada istrinya terlihat lebih membesar dan hampir tumpah dari Bra nya yang berukuran sangat besar.

__ADS_1


Cherly menyusui anak mereka selama 2 Tahun dan tidak menyapihnya walau Cherly menyusui anak sambil melanjutkan studinya dikampusnya.


"Kau wanita yang sangat hebat Cherly!" Bisiknya serak.


Cherly hanya mengangguk sa'at Barra mulai menikmati dirinya.


Barra mendengus dan menggeram hebat sa'at tak dapat mengendalikan dirinya ditubuh Cherly yang kecil dan terlihat kepayahan dengan tindihan tubuh Barra yang berat.


Dan kala sa'at itu tiba Cherly menggigit Bibirnya dengan kuat, Dan akhirnya berteriak lirih saat Barra yang sangat besar memasuki dirinya yang sangat kecil dengan pelan. Mengayun tubuhnya yang hampir tak terlihat diranjang besar itu.


Barra menarik nafasnya penuh dengan kenikmatan surgawi. Cherly memejamkan matanya menahan kenikmatan diantara perih yang terus terusan menerjang.


Tubuhnya seakan terkoyak dan kemudian menyatu kembali menjadi lebih kuat. Penuh dan terasa sampai kerahimnya yang pernah menyemai benih Barra disana. Cherly bergerak tanpa henti meliuk indah bagai penari profesional tanpa kendali.


Cherly berkali kali menjerit dan meneriakkan nama Barra dengan tertahan , Seperti Barra yang menyebut namanya diantara Geraman kegemasannya yang seakan tiada berakhir.


Barra membentuk dan membuat pola permainan yang beragam ditubuh indah Cherly. Dengan lihat mengendalikan permainan mereka yang seakan akan tak berakhir.Keringat itu telah membanjir sejak tadi. Membasahi seprei pink yang menjadi kusut bagai serangan angin puyuh.


Dan untuk kesekian kalinya kaki mungil dan putih mulus itu mengejang oleh semburan Magna yang panas di pusat tubuhnya yang kian memerah.


Barra yang besar masih tetap berdiri kokoh menerjang penghalang yang merintanginya jalan lajunya yang kian lancar dan terbaharui dengan sangat cepat.


Dan Bisikan Cherly yang merdu ditelinganya itu, Membuatnya tersadar dan menyudahi gempuran bak pesawat tempur yang canggih dan powerfull itu.


Barra menatap wajah Cherly yang penuh dengan keringat dan rambutnya yang telah membasah itu.


Memeluk tubuh kecil yang lemas itu kedadanya yang penuh bulu. Cherly menenggelamkan dirinya kedada Barra.


"Cherly heran! Dia kini sanggup melayani Barra dengan kekuatan penuhnya.


Biasanya Cherly akan pingsan sebelum permainan berakhir.


Barra menatap mata indahnya dengan melembut.


"Kau hebat Cherly! Aku mencintaimu!" Bisiknya mencium dan menghirup pucuk kepala Cherly dengan rambut lembabnya.


Aroma rambut Cherly kembali membangkitkan gairah Barra.


Namun Barra mampu menahan dirinya.


Seperti dia mampu menahan segala syahwatnya bertahun tahun, Itu terjadi sejak bertemu dengan wanita hebat ini.


" Kasihan BarChe' Dia pasti mencariku," Katanya pelan didada Barra."Dia pasti bisa menahan diri dalam semalam dan memberikan Ibunya ke Ayahnya, Yang telah menahan dirinya selama bertahun tahun," Balas Barra sambil mengelus ngelus punggung Cherly dibalik selimut.


Hari menjelang pagi! Tanpa mereka sadari.


Dan mata merekapun terpejam hampir bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2